# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 5 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
* Keesokan hari di kampus.
Moti dan ruq lagi ngomongin berita di majalah yang sedang membahas tentang karir Benazir. Sang model terkenal.
"Eh busyet....Benazir ini emang cantik dan seksi..tapi kok tangannya berotot gitu... Seperti tubuh bodyguard...hahaha..." ledek Ruq.
" iya ya...ngeliatnya kok jadi gak enak" timpal Moti.
"Ooohhh jadi ini cewek model itu....pantes aja sombongnya tingkat dewa" ujar Jodha yang tiba2 nongol.
"Emang kenapa Jodha...kamu kok sepertinya gak suka sama dia" tanya Ruq.
Jodha lalu menceritakan kejadian kemarin di mall antara dia dan Benazir.
"wah...emang dasar tuh cewek sombong banget. Mentang2 model...tapi lengan nya kayak hulk" ujar Ruq.
Mereka bertiga langsung tertawa. Tak lama kemudian Jalal and the genk muncul dan menyapa mereka bertiga.
"Hai semua...boleh ikut gabung gak?" Jalal membuka percakapan.
Begitu melihat Jalal, Jodha melengos ke arah lain. Sedangkan si Ruq senyum2 kayak orang gila. Todar dan Moti agak canggung karena mereka berdua sepertinya ada rasa.
"Boleh dong...apa sih yg gak buat kamu" jawab Ruq berbinar-binar menatap Jalal.
Moti cuma geleng2 kepala liat kelakuan Ruq. Jalal,Maansingh dan Todar lalu duduk di depan mereka.
"Aku minta maaf soal kemarin Jodha..aku cuma gak ingin memperkeruh suasana aja..kan gak enak kalau diliat orang banyak" Jalal menatap Jodha.
"Tapi bukan berarti pacar kamu bisa seenaknya aja dong.jangan mentang2 dia model " sahut Jodha.
"Iya...tapi kan..."
Belum selesai Jalal ngomong, Jodha sudah keburu bangun dari duduknya dan tidak perdulikan Jalal. Ruq dan Moti mengikuti Jodha. Tidak lupa Ruq melambaikan tangan pada ketiga cowok ganteng ini.
"Kau memang benar2 berbeda Jodha...i like it...menggemaskan..." batin Jalal.
**
# 2 hari kemudian di kampus..
Jodha sedang membaca mading di papan pengumuman. Dia tertarik dengan sebuah pengumuman beasiswa S3 ke Jepang. Siapapun yg mau ikut beasiswa itu harus mendaftar dan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Setelah membaca dengan seksama dan dalam tempo yg sesingkat-singkatnya( lho...kok...jadi teks proklamasi), ternyata syarat itu sesuai dengan kriteria Jodha.
"Waaah...kriteria nya cocok denganku...aku harus ikut dan mencoba test nya dulu...ini kan impian ku dari dulu...ingin melanjutkan kuliah di luar negeri..aku gak boleh melewatkan kesempatan berharga ini" ucap Jodha sumringah.
Dan tanpa Jodha sadari, Jalal sudah ada di belakangnya dan mendengarkan semua ucapan Jodha.
" ehm...ehm.." Jalal berdehem dan mengagetkan Jodha.
Jodha berbalik dan melihat Jalal ada di depannya. Rambut Jodha yg mengembang kena angin mengenai wajah Jalal. Dalam sesaat Jalal tenggelam dalam buaian rambut Jodha yg begitu harum.
"heh...kamu ngapain tiba2 muncul disini kayak hantu saja" bentak Jodha hingga menyadarkan Jalal dari lamunannya.
"Yaaa...aku memang seperti hantu yg akan selalu menghantui dimanapun kamu berada" goda Jalal sambil memamerkan senyumnya.
" kamu lagi...kamu lagi...kenapa sih..dimana-mana selalu kamu yg muncul" ucap Jodha ketus.
" itu namanya kita berjodoh'' kata Jalal.
" iihh...amit2 deh kalau berjodoh sama kamu...dasar playboy"
"Hahaha...kamu mau ikut beasiswa ke jepang? Yakin nih bisa lolos?" ledek Jalal.
"Eh...jangan salah ya...gini2 aku tuh cerdas...nilaiku bagus2" jawab Jodha dengan PD nya.
"oh ya...aku kok gak yakin" goda jalal. Jalal senang sekali menggoda Jodha.
"heh...percuma ngomong sama playboy, buang2 waktu aja" Jodha melengos lalu pergi dari situ.
Dengan cepat Jalal memegang tangan Jodha. Hingga Jodha berhenti. Sesaat mereka berdua saling berpandangan.
" lepaskan tanganku,apa sih mau mu?"
"Aku gak akan lepasin, sebelum kamu maafin aku soal kemarin"
"Hufftt...iya deh...aku maafin..sekarang lepasin tanganku" Jalal melepaskan tangan Jodha.
Kesempatan itu digunakan oleh Jodha untuk segera pergi dari sana. Jalal tersenyum penuh arti "kamu memang lain dari cewek2 yang ngejar2 aku, sepertinya akan sulit untuk mendapatkanmu...tapi itu tantangan buat aku...liat saja nanti"
¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥
Hari demi hari, hubungan Jodha dan Jalal di kampus seperti tom & jerry. Jalal selalu menggoda Jodha. Dan Jodha selalu risih dengan kelakuan Jalal.
* Sampai pada suatu hari...
Jodha and the genk berjalan menuju kelas mereka. Tiba2 Todar dan Maansingh menghadang mereka.
"Hei ..ada apa ini...kenapa kalian menghalangi jalan kami...sudah bosan hidup ya!" ucap Jodha.
"Woles aja girls" Todar bicara dengan mengedipkan matanya kearah Moti.
Wajah Moti jadi memerah karena malu.
"Kami menghalangi kalian karena Jodha telah dituduh mencuri" sela Maansingh.
"apaaa....dituduh mencuri!" Jodha,Moti dan Ruq serentak ngomongnya kayakpaduan suara mau konser.
Tiba2 Jalal muncul dari belakang Todar dan Maansingh " yup...itu benar sekali...kau...Jodha sudah mencuri sesuatu dari ku" ujar Jalal.
"Hei...kalau ngomong jangan sembarangan ya...itu fitnah....aku tidak pernah mencuri apapun darimu...apa buktinya" Jodha menyangkal tuduhan Jalal.
"Tidak perlu bukti untuk itu...kau memang sudah mencuri milikku yang paling berharga" Jalal menahan tawanya.
"Apa yang sudah kucuri darimu hah!!!" jawab Jodha sambil marah2.
"Kamu sudah mencuri....!!!" Jalal menggantung kata2 nya.
Dia ingin melihat wajah teman2 nya yg tegang itu. Moti,Ruq,Maansingh,Todar dan Jodha sudah tidak sabar menunggu jawaban Jalal.
"Kamu...sudah mencuri.. mencuri... hatiku..!!!" Jalal tersenyum.
Seketika mereka berlima kaget sambil mulutnya menganga. Jodha semakin kesal dan marah atas kelakuan Jalal yang luar biasa bikin panik ini. Bisa2 nya dia main2 seperti ini.
Jodha langsung pergi dan lagi2 Jalal memegang tangan Jodha. Jodha berbalik lalu berkata " lepaskan!!!"
"Aku tidak akan melepaskan tangan mu sampai kamu kembalikan hatiku" Jalal menatap intens Jodha.
"Dasar playboy cap kapak,sudah punya pacar tapi tetap aja goda cewek lain" maki Jodha.
Jalal tidak perduli dengan perkataan Jodha. Dia semakin erat memegang tangan Jodha. Teman2 nya hanya diam dan menyaksikan adegan di depan mereka.
Jodha dengan susah payah melepaskan genggaman Jalal karena dia merasa malu. Mahasiswa-mahasiswi yg melintas di depan mereka senyum2 liat mereka berdua. Jalal akhirnya melepaskan tangan Jodha dengansenyuman kemenangan karena berhasil menjahili Jodha.
Jodha benar2 marah sekali,belum pernah ada cowok yg mempermainkan dia seperti ini dan membuatnya malu."Aku gak akan pernah maafin kamu...Jalal" gumam Jodha.
Jodha and the genk lalu pergi dari hadapan mereka." kamu tuh ya...emang paling bisa jahili Jodha" ujar Todar ke Jalal.
Jalal tersenyum sambil berkata "ada kepuasan sendiri bisa menggodanya"
Todar & Maansingh geleng2 kepala dengan kelakuan ajaib Jalal.
"Kamu boleh jual mahal sekarang Jodha...tapi suatu hari nanti kau akan menjadi milikku...itu janjiku" batin Jalal.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Tak terasa mereka akan lulus dari studi mereka. Mereka lulus dengan hasil memuaskan. Pihak kampus mengadakan acara prom night untuk pesta perpisahan mahasiswa yang lulus, setelah sebelumnya mereka di wisuda.
Acara nya adalah hari ini. Diadakan di aula serba guna di kampus. Semua mahasiswa bersiap2 utk menghadiri acara ini.
*******
# Di rumah Jodha....
Ayah Jodha tiba2 sakit. Jodha jadi merasa gak enak untuk meninggalkan ayahnya.
"Jodha...kamu cepat pergi ke pesta..nanti kamu terlambat" ucap ayahnya.
"Tapi ayah...ayah kan lagi sakit"
" ayah udah mendingan..kan ada ibumu dan Shivani yg jaga ayah.. kamu sudah dijemput Moti tuh...buruan"
" ya Jodha...kamu pergi saja..ini kan pesta perpisahanmu dengan teman2 mu..sudah berangkat sana" ujar ibu nya Jodha.
Akhirnya Jodha pun berangkat bersama Moti.
•••••••••••••••••••••••••
*Di pesta....
Jalal memakai kemeja dan celana warna putih,jas biru laut. Todar dan Maansingh memakai kemeja putih, celana hitam dan jas warna hitam. Mereka keliatan cool dan cute banget. mata para cewek tertuju pada mereka bertiga.
Tidak dapat dipungkiri lagi kalau mereka bertiga menjadi pusat perhatian.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar