# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 8 (edisi revisi)
•••••••••••••••••••••••••••••••
* 4 tahun kemudian.
Karena kerja keras yang Jodha lakukan, akhirnya dia diangkat sebagai manajer di kantor pamannya. Dari pekerjaannya itu, Jodha menabung sedikit demi sedikit untuk menafkahi keluarganya agar tidak selalu bergantung pada pamannya. Jodha mempunyai impian yg ingin diwujudkannya.
-------------------------------------
Setelah lulus kuliah, Jalal meneruskan perusahaan ayahnya. Jalal sekarang menjadi CEO di perusahaan ayahnya 'AKHDA COMPANY'
Dia menggantikan posisi ibunya yang sebelumnya dipegang oleh Hamida karena Ayahnya sudah lama meninggal.
Dia menggantikan posisi ibunya yang sebelumnya dipegang oleh Hamida karena Ayahnya sudah lama meninggal.
Kehidupan Jalal sekarang mulai berubah, Sejak dia menyakiti Jodha. Dulu dia pria yang arogan,sombong dan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Sekarang perlahan-lahan sifatnya mulai berubah menjadi pria yg lebih sabar. Itu semua berkat Jodha.
Jodha yang dulu yang selalu dia jahili.
Jodha telah membuat hidupnya berwarna. Sejak kejadian itu,Jalal selalu memikirkan Jodha. Bahkan sejak itu pula,dia tidak lagi berpacaran dengan gadis2. Hanya Jodha yang ada di hatinya.
Jodha..
Gadis yang pernah dia sakiti karena keegoisannya. Kini Jalal menyesal. Tapi penyesalan selalu datang terlambat.
Gadis yang pernah dia sakiti karena keegoisannya. Kini Jalal menyesal. Tapi penyesalan selalu datang terlambat.
Jalal tidak tau dimana keberadaan Jodha sekarang. Jalal tau kalau ayah Jodha sudah meninggal, dia di beritahu oleh Todar mal. Jalal pernah ke rumah Jodha tetapi tidak pernah ada orang disana. Pernah suatu hari dia bertemu dengan wanita paruh baya yang merawat rumah Jodha. Tapi wanita itu tidak pernah memberi tau dimana Jodha berada. Sepertinya mereka menyembunyikan keberadaan Jodha.
Jalal hampir putus asa karena dia belum bertemu dengan Jodha untuk meminta maaf . Tapi Hamida dan Baksi selalu memberikan semangat ke Jalal.
Jalal sudah putus dengan Benazir. Ternyata Benazir tidak mencintai Jalal. dia hanya menginginkan hartanya saja,akhirnya Jalal memutuskannya.
Pada suatu malam.
Jalal sedang melamun di tepi kolam renang. Dia duduk sedangkan kakinya di masukkan ke kolam. Hamidah melihat Jalal lalu menghampirinya.
"Jalal, sedang apa kamu disini?"
" eh ibu...tidak apa2 bu..cuma cari angin aja"
( angin kok dicari bang, nyari saya gitu...xixixi)
( angin kok dicari bang, nyari saya gitu...xixixi)
" kamu jangan bohong...dari tadi kamu melamun ajah" goda Hamida, " kamu sekarang sudah banyak berubah, sekarang lebih pendiam.ada apa Jalal? siapa yg sudah membuatmu berubah seperti ini? "
" ah...ibu apaan sih..."
"ibu yg melahirkan kamu...jadi ibu tau kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ibu...benarkan?"
" ehm...sebenarnya ada seseorang yg sudah membuatku seperti ini, tapi aku telah berbuat kesalahan besar padanya bu.."
" kesalahan apa? "
Jalal kemudian menceritakan semuanya ke Hamida. Bagaimana dia telah menghancurkan impian Jodha.
" kau mencintainya nak? "
Deg... jantung Jalal langsung berdetak mendengar pertanyaan ibunya. Tapi dia hanya diam.
"kalau kau memang mencintainya. Semoga dia cinta sejatimu yg selama ini kau cari...kau tidak akan mendapatkan gadis yg baik seperti dia" Hamida menyemangati Jalal supaya tidak putus asa.
"Tapi bu...dia membenciku "
Wajah Jalal berubah sedih.
Wajah Jalal berubah sedih.
" kalau dia tau kau mencintainya dengan tulus, maka rasa benci itu akan berubah menjadi cinta. percayalah pada ibu. jika dia memang takdirmu. Sekuat apapun kau atau dia mengelak. Tetap saja kalian akan bersatu. ibu akan selalu berdoa kepada tuhan agar kau selalu bahagia dan kau bisa segera bertemu dengannya"
Jalal merasa lega bisa curhat pada ibunya. Seakan bebannya terangkat. Dia merasa bersyukur mempunyai ibu yang bijak dan pengertian seperti Hamida.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Bhairam khan sedang duduk santai di teras rumahnya. hari itu adalah hari minggu, waktunya libur kerja. Jodha menghampiri pamannya.
"sore paman....boleh aku duduk" sapa Jodha.
"oh iya Jodha....duduklah"
"Paman..aku mau bicarakan hal penting kepada paman,tapi paman jangam marah ya..." Jodha agak ragu mengatakannya.
"Kenapa harus marah...katakan saja"
"Aku ingin kembali ke rumahku paman.."
"Kenapa nak? Apa kau tidak betah disini "
"bukan begitu paman...aku harap paman jangan salah paham dulu padaku...aku ingin kembali ke rumah karena ingin membuka sebuah toko bunga disana...itu impianku paman. Aku ingin mempersembahkannya untuk ibu"
"apa kau yakin dengan keputusanmu? mengenai financialnya bagaimana...apa kau sudah punya cukup uang untuk membangunnya"
" iya paman...aku sudah memikirkan dan merencanakannya dari dulu, dan mengenai keuangan,paman tidak usah kuatir. Aku sudah menabung sejak bekerja dengan paman. Aku harap paman tidak marah dengan keputusanku..."
"sebenarnya aku akan sangat kehilanganmu Jodha...kau sudah seperti anakku dan Bharmal menitipkanmu padaku. perusahaanku akan kehilangan seorang manajer yg hebat sepertimu. Tapi mau bagaimana lagi,kalau ittu sudah keputusanmu. aku akan selalu mendoakan yg terbaik untukmu"
"terima kasih paman.. aku tidak akan pernah melupakan budi baik paman padaku dan juga ibu. maafkan bila aku selama ini sudah merepotkan paman"
"Kau jangan berkata begitu nak...semoga kau selalu bahagia...jangan lupakan paman ya kalau sudah ada disana" Bhairam membelai rambut Jodha.
"Tentu saja paman...kami tidak akan pernah melupakanmu" Jodha tersenyum.
|•••••••••|•••••••
** keesokan harinya..
Jodha,Meena dan Shivani sudah siap untuk kembali ke rumahnya. Mereka berpamitan ke Bhairam khan dan keluarganya. Perjalanan mereka sekitar 3 jam utk bisa sampai kerumah.
****
Semenjak Jalal menjadi CEO di perusahaan ayahnya, Hamida menyibukkan dirinya untuk tugas sosial seperti menjadi donatur yayasan yatim piatu ataupun untuk korban bencana alam. Dimasa tua nya dia ingin mengabdikan hidupnya untuk orang2 yang membutuhkan. Jiwa sosialnya begitu tinggi. Baksi juga bila ada waktu luang menemani Hamida ke Yayasan. Baksi sekarang kuliah di universitas tempat Jalal dulu kuliah.
Jalal semakin sibuk dengan pekerjaannya. Dia orang yang perfeksionis, meskipun masih muda sebagai seorang CEO tapi dia bisa membuktikan bahwa dia mampu untuk memimpin AKDHA COMPANY dengan baik dan berkembang pesat. Jalal adalah pria yang ganteng,muda,keren sehingga banyak wanita yanh mengantri untuk mendapatkannya. Tapi apalah daya wanita2 itu, meskipun sudah mencoba untuk menarik perhatian Jalal.. tak ada satupun yg bisa menggetarkan hatinya. hanya 1 wanita saja yg bisa mengoyak-oyak hati nya yaitu....JODHA.
** di rumah Jodha **
Jodha telah tiba dirumahnya. Dia mengingat kembali semua kenangan bersama ayahnya di rumah ini.
Beberapa minggu kemudian, Jodha telah mempunyai sebuah toko bunga yg diberi nama "MEENA FLORIST". Dia mempersembahkan toko itu untuk sang ibunda tercinta. Meena sangat terharu melihat putrinya yg sudah bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga.
Beberapa minggu kemudian, Jodha telah mempunyai sebuah toko bunga yg diberi nama "MEENA FLORIST". Dia mempersembahkan toko itu untuk sang ibunda tercinta. Meena sangat terharu melihat putrinya yg sudah bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga.
Dalam acara pembukaan toko,Salima yaitu adik dari Meena datang kesana untuk memberikan selamat." kak Meena, maafkan aku ya..karena aku tidak bisa menyambut kedatangan kakak. Aku ada keperluan mendesak"
" tidak apa2 Salima, hari ini kamu datang di tokoku saja...aku bahagia"
Mereka pun saling melepaskan rindu dengan berpelukan.
" selamat ya Jodha, kamu bisa membuka sebuah toko bunga.."
" terima kasih bibi salima...oh iya bagaimana kabar anak2 yatim piatu di yayasan? "
" mereka semua baik. mereka juga kangen sama kamu...kamu masih mau kan mengajari mereka"
" tentu saja bibi...aku juga akan tetap mengajari mereka. membagi waktuku antara di toko dan di yayasan"
Salima adalah seorang pendiri yayasan yatim piatu yang bernama ' cinta kasih '. Jodha dulu juga mengajar di yayasan itu. Dia suka sekali dengan anak2. Dan donatur tetap di yayasan itu adalah Hamida Bano.
Takdir akan mempertemukan kembali Jalal dan Jodha di yayasan ini. Cinta mereka akan dimulai disini.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar