# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 16 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Tak berapa lama dokter keluar.
" bagaimana keadaan anak saya dok...dia tidak apa2 kan? " Hamida sangat kuatir dan tidak bisa menahan lagi air mata nya.
" maaf bu..tapi keadaan pak Jalal sangat kritis.Kecelakaan itu menyebabkan luka serius di bagian kepalanya karena benturan yg sangat keras. Kami akan berusaha semampu kami utk menolongnya bu. kita berdoa saja smoga masa kritisnya segera berlalu "
Hamida langsung lemas. Dia tidak bisa lagi menahan tubuhnya. Baksi mencoba menahan tubuh ibu nya supaya tidak sampai jatuh ke tanah. Mereka berdua menangis bersama.
**keesokan pagi nya..
Jodha bersiap-siap menyusul ibu dan adiknya ke rumah sepupunya. Ketika akan berangkat hp nya berdering. Dia melihat tulisan di layar ada nama Salima.
" halo...iya bibi Salima...ada apa pagi2 tlp"
"Jodha.....Jalal kecelakaan. dia ada rumah sakit sekarang " Salima panik.
Duuarrrr...
Seperti ada petir yg menyambar. Jodha lemas, pelan2 tangannya turun ke bawah. dia tidak percaya dengan yang dia dengar barusan.
" halo....Jodha...kamu masih disana....halo...halo..."
@@@
Begitu menerima telpon dari Salima. Jodha segera meluncur ke rumah sakit. Dia naik taxi. Jodha panik dan cemas. Tak henti-hentinya Jodha berdoa untuk kesembuhan Jalal.
Jodha lalu menelepon ibunya. dia bilang tidak bisa menyusul ibunya kesana karena harus Menengok Jalal. Ibunya mengerti dan juga mendoakan untuk kesembuhan Jalal.
**
- Di rumah sakit...
Hamida sedang duduk di samping Jalal sambil membelai rambut anak yg sangat disayanginya itu. Tubuhnya dipenuhi oleh alat2 medis. Hamida menangis melihat Jalal yg belum sadarkan diri.
Baksi masuk dan meminta ibunya untuk istirahat. Baksi yg gantian menjaga Jalal. Baksi meminta Hamida untuk pulang saja tapi Hamida minta tetap disini saja. Hamida keluar sebentar untuk makan.
Tak lama dokter datang memeriksa Jalal. Dokter minta Hamida untuk bicara 4 mata.
" bagaimana keadaan anak saya dok?"
" kami sudah berusaha semaximal mungkin untuk menolong pak Jalal tapi dia masih kritis. Hanya keajaiban yg bisa menyelamatkannya. kita berdoa saja kepada yg maha kuasa. terkadang doa tulus lebih ampuh dari segala obat apapun di dunia ini...."
Hamida semakin sedih mendengar penjelasan dokter.
~~~~~~
Jodha tiba di rumah sakit. Dia langsung bertanya ke suster penjaga menanyakan Jalal. Begitu dia melihat Salima dan Hamida, Jodha langsung menghampiri mereka.
Hamida memeluk Jodha dan menangis di pelukannya. Hamida menceritakan keadaan Jalal. Jodha minta maaf ke Hamida karena sebelum kecelakaan itu terjadi Jalal mengantarnya sampai ke rumah. Jodha merasa bersalah.
Hamida menenangkan Jodha. ini sudah takdir. Jodha meminta izin Hamida untuk melihat Jalal. Hamida mengizinkan. Baksi keluar dan ganti Jodha yg masuk.
Tangan kanan Jodha memegang tangan Jalal dan tangan kirinya membelai rambut Jalal. Dia menangis sesenggukkan " maafkan aku Jalal...gara2 aku kamu jadi begini. kamu sudah berkali-kali minta maaf padaku tapi karena keegoisanku...aku sampai membuatmu berjanji untuk tidak menemuiku. Sekarang aku menyadari kalau kamu sangat berarti bagiku. Memang benar kata orang kalau kita sudah kehilangan orang yg kita cintai...itu akan sangat menyakitkan...dan akhirnya hanya akan ada penyesalan..."
Jodha terus bicara. Semoga Jalal bisa mendengarnya.
" ya tuhan...tolong sembuhkanlah Jalal. Aku janji aku tidak akan membiarkan dia pergi lagi dariku...Jalal...kumohon buka matamu...aku takut kehilanganmu"
" ya tuhan...tolong sembuhkanlah Jalal. Aku janji aku tidak akan membiarkan dia pergi lagi dariku...Jalal...kumohon buka matamu...aku takut kehilanganmu"
Tidak ada reaksi sama sekali dari Jalal. Hamida masuk dan meminta Jodha untuk keluar karena Hamida ingin bicara dengannya. Setelah mengusap air mata nya, Jodha berjalan mengikuti Hamida. Mereka berdua duduk dan bicara.
"Jodha...ada yg ingin aku bicarakan dgnmu'
" iya bu...silahkan "
" setelah pesta ulang tahunku itu Jalal berubah. aku tidak tau apa yg terjadi dengannya. dia lebih banyak diam dan mencoba menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Seperti ada yg ingin dia lupakan. Ibu lalu mencari tau ada apa sebenarnya. ibu menanyakannya pada Jalal"
- flashback -
"Jalal...kamu kenapa nak...apa ada masalah yg mengganggumu?"
"tidak ada bu"
" kamu jangan bohong. ibu bisa melihat kalau kamu sedang ada masalah..coba ceritakan ke ibu"
Karena terus didesak ibunya. Akhirnya Jalal menceritakan semuanya. Dia cerita bahwa dia telah berjanji kepada Jodha untuk tidak menemuinya.
" apakah Jodha gadis yg kamu cintai itu? Teman sekampusmu yg sudah membuatmu berubah..."
Jalal kaget mendengar kata2 ibunya. Dia memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari ibunya. Jalal memang tidak mengatakan kalau dia mencintai Jodha tapi dari sinar matanya terlihat sekali kalau Jalal sangat mencintai Jodha.
- flasback end -
" ibu mohon padamu Jodha. Tolong maafkan Jalal kalau dia sudah berbuat salah padamu. Dia sudah mendapat hukumannya. Selama 4 tahun ini dia selalu dihantui rasa bersalah. Setelah bertemu denganmu lagi. Dia sangat bahagia sekali tapi kamu malah menyuruhnya untuk menjauhimu. Dia benar2 terpukul"
Hamida minta maaf dengan menangkupkan kedua tangannya. Jodha memegang kedua tangan Hamida sambil menangis " tlg jangan bicara seperti itu bu. Saya juga bersalah padanya. Saya minta maaf atas semua ego ku bu.."
Mereka pun berpelukan sambil menangis. Hamida lalu kembali menjaga Jalal. Sedangkan Jodha berdoa di mushola "Ya Allah..hanya kepadaMu aku menyembah dan hanya kepadaMu aku memohon pertolongan. Hamba mohon selamatkanlah Jalal" tangis Jodha tak terbendung lagi.
Kepala Hamida disandarkan di tempat tidur sebelah Jalal. Tiba2 jari2 Jalal bergerak pelan2. Dia perlahan-lahan membuka matanya. Karena merasa ada sesuatu yg bergerak, Hamida langsung bangun dan melihat Jalal. Hamida kaget lalu berteriak memanggil Baksi. dan Baksi memanggil dokter.
" alhamdulillah ya allah...kau sudah siuman nak...." Hamida gembira sambil memegang tangan Jalal.
Mata Jalal perlahan lahan terbuka untuk menyesuaikan dengan sinar cahaya di kamar ini. Jalal melihat ruangan serba putih. Lalu dia melihat Hamida yang ada disampingnya.
Jalal akhirnya sadar dari masa kritisnya. Dokter datang dan memeriksa keadaan Jalal " syukurlah anda sudah sadar pak Jalal. Ini sungguh keajaiban padahal sebelumnya seperti tidak ada harapan. ini smua berkat doa dari orang2 yg menyayangi anda..."
"Alhamdullillah" Hamida mengucapkan syukur.
" anda harus banyak istirahat pak Jalal. Besok saya akan memeriksa kembali keadaan anda dan akan ada beberapa pemeriksaan di kepala anda akibat benturan kemarin "
" terima kasih dokter "
" sama2 bu. baiklah saya permisi dulu..." setelah dokter pergi. Jalal merasa kepalanya sakit sekali.
" aaahh...kepalaku masih sakit bu" Jalal memegang kepalanya yang diperban.
"Jalal, kamu harus istirahat dulu. Jangan banyak bergerak dulu"
" bu....kenapa aku merasa kalau Jodha ada disini"
Hamida tersenyum " dia memang ada disini nak. Dari kemarin dia menjagamu dan juga berdoa utkmu. mungkin dia sekarang ada di mushola. Baksi sudah memanggilnya..."
" benarkah bu. dia menjagaku?" Jalal seakan tak percaya dengan apa yg didengarnya. Jalal kemudian tersenyum.
--
Baksi mencari Jodha di mushola. Ketika Jodha berdoa. Baksi memanggilnya " kak Jodha...ayo kak ikut aku ...kak Jalal sudah sadar..."
Jodha kaget " benarkah itu Baksi"
Baksi mengangguk.
" terima kasih ya ALLAH...kau telah mengabulkan doaku" Jodha dan Baksi kemudian menuju kamar Jalal.
Begitu Jodha masuk kamar. Jodha senang sekali bisa melihat Jalal yg sudah sadar. Jalal pun ikut senang bisa melihat Jodha. Mereka berdua saling menatap sambil tersenyum bahagia. Jodha mendekat, dia duduk di sebelah Jalal. Hamida dan Baksi pamit keluar untuk memberi waktu mereka berdua.
" bagaimana keadaanmu?" tanya Jodha.
"Alhamdullillah baik tapi kepalaku masih sakit dan juga badanku masih lemah.."
" sebaiknya kamu istirahat" Jodha pamit keluar. Dia tidak mau mengganggu Jalal.
Ketika Jodha beranjak dari tempat duduknya dengan cepat Jalal memegang tangan Jodha " tolong jangan tinggalkan aku. temani aku ya...pleaseeee.." Jalal memohon.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar