Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 13






# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 13 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Resham,Jodha,Baksi,Shivani,Jalal dan anak2 jalan2 ke kebun teh. Anak2 kelihatan senang sekali dan sesekali bercanda. Jalal jadi pemandu mereka dan menjelaskan tentang perkebunan teh yg pemiliknya tak lain adalah ayahnya sendiri,Humayun.
Jodha melihat para petani yg sedang memetik teh. Jalal berada disampingnya. Ketika  mau melangkah, Jodha gak sengaja terpeleset karena jalannya yg licin. Dengan sigap Jalal menangkap tubuh Jodha sehinggatidak sampai terjatuh. Posisi mereka kini seperti orang yang berpelukan. Mereka berdua saling berpandangan.
"Ehm" Baksi dan Shivani yg melihat mereka berdua langsung berdehem sambil terkekeh.
Membuat Jalal dan Jodha sehingga tersadar dengan posisi PW mereka. Jalal lalu melepaskan pelukannya. Mereka berdua sama2 tersipu malu.
Anak2 serempak ngomong " cie...cie..." sambil tersenyum kepada mereka berdua. Jodha mengucapkan terima kasih ke Jalal lalu pergi dari hadapannya sambil menahan rasa malu.
Jalal hanya mengangguk dan  tersenyum penuh arti.
°°°°
Sore menjelang para tamu mulai berdatangan. Mereka adalah keluarga besar  Humayun dan Hamida. Anak2 juga sudah kembali dari kebun dan bersiap2 untuk acara nanti malam.
Ketika Jalal datang beserta rombongan. Jalal langsung dipeluk oleh sepupu nya yg bernama Nazima "hai Jalal, lama kita gak ketemu...aku kangen ama kamu "
"Aku juga kangen ama kamu" jawab Jalal sambil mengelus kepala Nazima.
Jalal dan Nazima memang begitu bila bertemu,seperti pasangan kekasih. Padahal itu adalah ekspresi kasih sayang kakak dan adik. Jodha yg melihat mereka pelukan tiba2  cemberut. Lalu Jodha menarik tangan Shivani dan pergi dari sana.
Setelah memeluk Jalal, Nazima memeluk Baksi. Di dalam kamar Jodha mulai merapikan bajunya sambil mulutnya agak manyun. Entah mengapa dia tidak suka Jalal berpelukan dengan Nazima.
" kamu kenapa kak...kok manyun gitu...cemburu ya?"
Shivani menggoda Jodha sambil mengedipkan mata nya.
"Iissshhh....siapa yg cemburu. udah ah...aku mandi dulu, gerah nih.
( cie...cie... Yang gerah apa nya nih. badannya atau hatinya...wkwkwk)
Jodha melotot ke Shivani lalu pergi ke kamar mandi.
Shivani cuma geleng2 kepala melihat kelakuan kakaknya "cemburu aja gak mau ngaku"
°°°°
* Malam hari...
Pesta pun dimulai. Semua sudah berkumpul. Jalal mengenakan kemeja merah dan jas abu2 senada dengan celananya,kemeja merah.
Sedangkan Jodha memakai dress warna pink semata kaki,rambutnya dibiarkan di urai dengan hiasan di rambutnya.
Jalal terpesona melihat Jodha. Jodha terlihat cantik dan anggun. Dalam hati Jalal berkata " sempurna "
MC pun memulai acara. Pertama2 sambutan dari keluarga dan juga Hamida sendiri yg berulang tahun. Dia berterima kasih kepada semua yg telah membuat acara ini lancar. Diikuti dengan acara potong kue. 
Jalal dan Baksi mengucapkan selamat pada ibunya dan memberikan kado.
Acara selanjutnya,anak2 maju ke panggung. sebelum mulai menyanyi, Rahim yg berada paling depan menyerahkan sebuah saputangan karya dari anak2. Hamida senang sekali, dia menerima hadiah itu dan mencium pipi Rahim. Kemudian anak2 mulai menyanyi lagu selamat ulang tahun dan berdoa untuk Hamida.
Hamida sangat terharu hingga dia meneteskan air mata. Dia tidak akan pernah lupa dengan ultah nya tahun ini. Penampilan anak2 mendapat aplaus dari semua yg hadir. 
MC lalu menyebutkan penampilan berikutnya yaitu  perform Jodha. Jalal sempat kaget begitu nama Jodha dipanggil akan tampil menari.
Sebelum menari, Jodha memberikan rangkaian bunga sebagai kado dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Hamida mengucapkan terima kasih dan mencium kening Jodha. Jodha naik ke panggung dan mengalunlah lagu 'Bahara bahara'
~~~~~
Ho tora saajan aayo tore des...
(Kekasihmu telah datang ke negerimu)
Badli badra, badla saawan....
(Awan telah berubah, musim hujan telah berubah)
Badla jag ne bhes re...
(Dunia pun telah berganti rupa)
Tora saajan aayo tore des...
(Kekasihmu telah datang ke negerimu)
* Soyi soyi palkon pe chal ke...
(Dengan berjalan di pelupuk mataku yang terlelap)
Mere sapnon ki khidki pe aa gaya...
(Dia telah datang di depan jendela mimpiku)
Aate jaate phir mere dil ke inn haathon mein woh khat pakda gaya...
(Sambil berlalu lalang kemudian dia menggenggam kedua tangan di hatiku dan memberikan sepucuk surat)
Pyaar ka, lafzon mein rang hai pyaar ka...
(Cinta, dalam kata-katanya ada warna cinta)
Bahara, bahara hua dil pehli baar ve...
(Berbunga-bunga, untuk kali pertama hatiku berbunga-bunga)
Bahara, bahara, ki chain to hua faraar ve..
(Berbunga-bunga, hingga ketenanganku pun pergi menjauh)
~~~~~~~
Jodha menari dengan gemulai. Semua orang takjub dengan tarian Jodha. Jalal melihat Jodha tidak berkedip sama sekali. Dia begitu terpukau dengan penampilan Jodha. Jalal seperti terhipnotis.
~~~~~~
Bahara, bahara hua dil pehli pehli baar ve...
(Berbunga-bunga, benar-benar untuk kali pertama hatiku berbunga-bunga)
Woh kabhi dikhe zameen pe...
(Terkadang ia terlihat di bumi)
Kabhi woh chaand pe...
(Terkadang nampak di bulan)
Yeh nazar kahe...
(Pandangan mataku berkata)
Usse yahan main rakh loon baandh ke ik saans mein...
(Kutempatkan ia di sini terikat dalam satu tarikan napas)
Dhadkanon ke paas mein...
(Berada dekat dengan detak jantung)
Haan, paas mein ghar banaye...
(Ya, di dekatnya akan kita bangun rumah)
Haye, bhoole yeh jahan...
(Oh, melupakan dunia ini)
Preet mein tori, o re saawariya...
(Dalam cintamu, oh kekasih)
Payal jaise chhanki bijuriya...
(Petir menggelegar bagai gemerincing gelang kaki)
Chham chham naache tan pe baadariya...
(Rintik hujan dari awan menari di tubuhnya)
Baadariya, tu barse ghana...
(Wahai awan, turunkanlah hujan dengan deras)
Jo yeh badaliyan woh chhed de, to chhalke baarishein...
(Bila ia menyentuh gumpalan awan, maka hujan akan turun)
Woh de aahatein kareeb se, to bole khwahishein ke aaj kal..
(Bila ia memperdengarkan derap langkahnya daridekat, maka hasrat hati akan berkata bahwa mulai hari ini)
Zindagi har ek pal, har ek pal se chahe haye jiska dil hua...
(Kehidupan setiap saat, setiap saat menginginkandia yang telah menyatu dalam hati)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Lagu berakhir. Para tamu bertepuk tangan dan terpana dengan penampilan Jodha. Dia begitu lincah menari. Jodha turun dari panggung dengan hati gembira karena semua orang suka dengan penampilannya.
Jodha berjalan menuju ibunya dan anak2. Semua memuji penampilan Jodha.
"Aku tidak salah kan Jodha mendaulatmu untuk menari. kau memang penari yg hebat" puji Salima.
" terima kasih bi.." Jodha tersipu malu.
"Terima kasih ya Jodha, sudah memberikan kado yang hebat untukku" Hamida pun tak kalah memuji Jodha.
Tiba2 Jalal ikut nimbrung. Jodha yg sedari tadi belum melihat Jalal. Langsung terpesona dengan penampilan Jalal. Lalu dia merubah wajah datarnya agar tidak ketauan bila dia mengagumi Jalal.
" kau cantik sekali Jodha. kau benar2 terlihat sempurna" Jalal memberikan senyum manisnya.
Wajah Jodha memerah karena tersipu malu.
Kemudian Para tamu dipersilahkan untuk menyantap hidangan makan malam. Semua anak2 senang sekali. Mereka tak henti-hentinya tertawa riang.
Malam semakin larut. Para tamu sudah mulai pulang. Hanya rombongan yayasan dan sebagian keluarga Hamida saja yang masih tinggal di villa.
Anak2 masuk ke kamar dan mulai pada tidur. Karena mereka lelah. Meena dan Shivani juga tidur. Hanya Jodha saja yang belum tidur, karena udara yg terlalu dingin dia tidak bisa tidur. Akhirnya untuj menghilangkan kejenuhan, Jodha keluar di teras villa.
Di kamarnya Jalal sedang menelepon Mirza, menanyakan tentang kantor. Karena sinyal di dalam villa kurang bagus. Dia keluar ruangan untuk mencari sinyal.
(Kok sama seperti saya...sering kehilangan sinyal...xixixi)
Ketika sedang menelepon di luar. Jalal melihat pari sedang berdiri di teras sambil bersandar di sebuah pagar kecil. Setelah selesai menelepon, Jalal menghampiri Jodha.
"Jodha....sedang apa disini?"
Jodha kaget dengan kedatangan Jalal " eh...gak pa2. Aku cuma gak bisa tidur saja..."
" boleh kan aku temani..."
"Hmmm " jawab Jodha singkat. Padahal jantungnya saat ini sedang berdegup kencang.
* bersambung *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...