# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 12 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Setelah Resham membawa kotak P3K. Salima menyuruh Jodha mengobati tangan Jalal. Sedangkan Salima dan Resham membersihkan pecahan kaca. Jalal duduk di bangku dan Jodha berlutut dibawah untuk membalut luka Jalal.
Selama membalut lukanya. Jalal terus menatap Jodha. Bahkan dia tidak meringis kesakitan sedikit pun. Seolah-olah Jodha lah obatnya.
Merasa diperhatikan, Jodha melirik Jalal. tetapi ketika pandangan mereka bertemu Jodha langsung menundukkan kepalanya.
" pasti sakit ya kak Jalal tangannya..." tanya Rahim yang kini ada disamping Jalal.
"Tidak rahim...kan sudah ada kak Jodha yg mengobati, jadi tidak sakit..luka seperti ini akan cepat sembuh Rahim" ucap Jalal sambil tersenyum dan melihat Jodha.
Jodha langsung menyahut " luka di tangan memang cepat sembuh tapi luka di hati tidak akan bisa sembuh"
deg!!!!
Jalal kaget mendengar kata2 Jodha yg membuat jantungnya seperti ditusuk-tusuk. Senyum Jalal berubah murung. Setelah mengobati Jalal. Jodha berdiri dari hadapan Jalal. Tidak lupa Jalal mengucapkan terima kasih.
" kau begitu membenciku Jodha. kata2 mu membuatku sedih " perasaan Jalal semakin tidak karuan.
----
* Malam hari nya...
Jalal mengajak Jodha untuk ikut bersamanya dan mengantarnya pulang. Tapi Jodha tidak mau. Jodha bilang mau pulang sendiri naik taksi. Salima memaksa Jodha untuk pulang bersama Jalal. Mau gak mau akhirnya Jodha menuruti Salima.
" yes...akhirnya aku bisa mengajak Jodha. mumpung ini malming...aku ajak saja Jodha sekalian jalan2. Malming hari ini aku gak sendiri...hehehe" batin Jalal.
$$$
Selama dalam perjalanan. mereka sama2 diam. Jalal belum berani ngomong karena takut mereka bertengkar lagi seperti kemarin.
" krucuk...krucuk "
Tiba2 saja perut Jalal berbunyi kaget. Jodha menoleh sambil mencoba menahan tawa nya. Jalal jadi malu2 meong.
"Ehm...Jodha...kita makan dulu ya...aku lapar nih...kita cari restoran dulu ya.."
" eh...aku gak lapar...kamu aja yg makan...antarin aja aku pulang "
" gak bisa gitu dong...masa aku harus makan sendiri. Aku gak mau ada penolakan. pokoknya kamu harus ikut "
" tapi kan..."
" cukup pari...jangan bicara lagi. anggap saja ini balas budi ku karena kamu sudah ngobatin luka ku...ok "
" dasar pemaksa" gumam Jodha lirih sambil cemberut.
Meskipun lirih,Jalal masih bisa mendengarnya. Jalal tersenyum dan berkata dalam hati "akhirnya aku bisa berduaan denganmu"
Jalal dan Jodha tiba di sebuah restoran. Jalal memesan makanan tapi Jodha hanya pesan minuman. Akhirnya Jalal memesan makanan untuk Jodha. Karena Jalal tidak mau kalau harus makan sendirian. Selama Jalal makan. Jodha cuma diam sambil mengaduk- aduk makanannya. Jalal menatap tajam ke Jodha.
" kenapa kamu tidak makan Jodha. Itu sama saja kamu gak menghargai permintaan terima kasihku....Kamu nembenciku tapi jangan benci dengan makanan"
Jodha akhirnya memakan makanannya tapi pelan2. Untuk mencairkan suasana yg tegang. Jalal bercerita tentang Baksi bano. lalu tmn2 se-genk dulu waktu kuliah yaitu Maan singh dan Todar.
" oh iya. kamu tau nggak kalau Moti dan Todar sudah bertunangan. Dan mereka sebentar lagi mereka menikah.."
" iya...aku tau " jawab Jodha singkat.
"Nggak nyangka ya. mereka berdua bisa jadian..."
"Hm" hanya itu yang keluar dari mulut Jodha.
Jalal mulai kesal dengan sikap Jodha. Tapi dia mencoba meredam amarahnya " katanya kamu punya toko bunga ya. Aku boleh kan beli bunga di toko mu untuk acara di kantor atau acara lain? "
" ehm...boleh...silahkan aja"
" hadeeehhh....Jodha...kau bisa membuatku gila kalau begini terus " batin Jalal.
Setelah makan selesai. Tidak lupa Jalal membelikan makanan juga untuk calon mertuanya.
(Cie...cie...cari perhatian nih ke camer)
(Cie...cie...cari perhatian nih ke camer)
Setelah tiba dirumah, Jodha mengucapkan terima kasih atas makan malam dan oleh2 nya. Jalal tidak bisa mampir karena sudah malam.
####
Sampai dirumah, Jalal mandi lalu bersiap untuk tidur. Tapi sebelum tidur dia memikirkan Jodha. Jalal sebenarnya senang sekali bisa bersama Jodha tadi dan berharap malam minggunya menyenangkan. Tapi Jodha merusak suasana gara2 sikapnya tadi yg tidak terlalu perduli dengannya.
"Haah" Jalal mendesah berat kemudian tertidur.
°°°°°
Jalal,Hamida dan Baksi sarapan bersama. Mereka berbincang-bincang.
" bu...2 minggu lagi ibu kan ulang tahun. bagaimana kalau kita adakan acara di villa kita di perkebunan teh? Aku ada rencana mengundang anak2 yayasan untuk ikut ke pesta itu. bagaimana bu?" tanya Jalal.
" wah...idemu bagus juga Jalal, dengan begitu ultah ibu tahun ini jadi lebih bermakna dengan kehadiran anak2 yatim piatu itu..."
" baiklah kalau ibu sudah setuju. Aku akan mengurus semuanya. Aku juga akan mengundang keluarga kita. berhubung tempat nya jauh jadi kita akan menginap disana sehari semalam "
" iya Jalal, itu terserah kamu"
" aku akan bantu kakak untuk mempersiapkannya " sahut Baksi.
" ok "
****
Jalal ke yayasan untuk mengundang mereka ke acara ultah bu Hamida. Anak2 yayasan senang sekali karena mereka bisa jalan2 keluar. Jalal juga ke toko bunga milik Jodha untuk membeli bunga buat acara pesta nanti. Tak lupa Jalal juga mengundang Meena dan Shivani.
Salima mempunyai ide untuk memeriahkan pesta bu Hamida. Dia menyuruh Jodha mengajari anak2 bernyanyi di acara pesta itu. Jodha setuju dengan ide Salima. Salima juga meminta Jodha untuk menunjukkan kemampuannya menari di pesta itu. Awalnya Jodha menolak. Tapi Salima mencoba membujuk Jodha dan akhirnya Jodha setuju.
Seminggu sebelum acara. Jodha mengajari anak2 bernyanyi. Jodha juga latihan menari untuk pesta itu.
¢¢¢¢¢¢¢¢¢
* Hari itupun tiba...
Jalal bersiap-siap menuju ke yayasan. Hamida dan Baksi sudah berangkat dulu ke villa.
Di yayasan, anak2 sudah bersiap-siap sambil menunggu bis yg akan membawa mereka. Salima,Resham,Jodha ,Meena dan Shivani juga sibuk mempersiapkan kebutuhan anak2.
Tak berapa lama bus datang dan parkir di depan gerbang yayasan. Anak2 sangat gembira melihat kedatangan bus dan juga Jalal.
Jalal menyapa mereka dan membantu anak2 naik ke bis. Lalu giliran Salima,Resham,Jodha,Meena dan Shivani naik ke bis. Setelah mendapat tempat duduk masing2, hanya Jodha yg belum dapat tempat duduk karena dia yang naik terakhir. Sebenarnya ada tempat duduk kosong tapi di sebelah Jalal.
Meena menyuruh Jodha duduk bersebelahan dengan Jalal tapibJodha enggan untuk duduk. Jalal pun memaksa Jodha untuk duduk didekatnya. Jodha tetap tidak mau.
Akhirnya bus berangkat. Jodha terjatuh karena kurang kuat berpegangan dan jatuh di pelukan Jalal.
Jodha jadi tersipu malu karena berada sedekat ini dengan Jalal. Dan Jalal tentu saja amat sangat gembira.
"Jangan keras kepala Jodha,duduklah disini kalau kamu tidak mau jatuh" Jalal menepuk kursi kosong disebelahnya. Jalal menyuruh Jodha duduk. Akhirnya Jodha duduk di sebelah Jalal.
Seluruh bis tertawa cekikikan liat tingkah Jodha. Jodha wajahnya jadi merah seperti kepiting rebus.
Jalal melihat wajah Jodha yang memerah jadi ikutan tertawa geli.
"dasar keras kepala" gumam Jalal.
Perjalanan ke villa menempuh waktu kira2 1 jam. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan sawah2 yg hijau serta gunung2 yg menjulang tinggi. Anak2 bersorak-sorak gembira sambil menyanyi bersama. Jalal melirik ke Jodha tapi Jodha tak perduli.
Akhirnya rombongan 1 bus pun tiba. Hamida dan Baksi menyambut kedatangan mereka. Mereka dipersilahkan masuk ke villa dan istirahat untuk melepas lelah. Setelah istirahat di kamar masing2, mereka makan siang bersama.
" oh iya anak2. nanti ikut kakak jalan2 ya ke kebun teh. kakak yg ngantar.."
" baik kak..." anak2 kompak menyahut.
•••
Setelah makan siang selesai. Jalal mengajak mereka jalan2. Salima dan Meena tidak ikut. mereka tinggal di villa saja bersama Hamida. karena pestanya masih nanti malam, jadi mereka bisa bersantai sebentar.
Persiapan pesta sedang disiapkan oleh crew pesta ultah.
Persiapan pesta sedang disiapkan oleh crew pesta ultah.
Resham,Jodha,Baksi,Shivani,Jalal dan anak2 jalan2 ke kebun teh. Anak2 kelihatan senang sekali dan sesekali bercanda. Jalal jadi pemandu mereka dan menjelaskan tentang perkebunan teh yg pemiliknya tak lain adalah ayahnya sendiri,Humayun.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar