Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 18 - END

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #

PART 18 (edisi revisi)

°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°

"Jodha..setelah acara ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat...kau mau kan?" tanya Jalal.

Jodha menganggukkan kepalanya tanda setuju. Sebenarnya jantung Jodha berdegup kencang saat ini. Jodha sepertinya harus memeriksakan jantungnya deh. Sejak dekat dengan Jalal,dia selalu sport Jantung.

Jalal tersenyum lebar lalu menggandeng Jodha untuk berfoto bersama. Setelah acara selesai, Jalal meminta izin ke Meena untuk mengajaknya keluar. Meena mengizinkan.  Hamida berpesan kepada Jalal agar menjaga Jodha baik2, Jalal mengangguk.

Jalal mengajak Jodha ke sebuah tempat di atas bukit  dimana di tempat itu bisa melihat seluruh kota dari ketinggian. Mereka turun dari mobil, Jalal menunjuk ke bawah dimana lampu2 menyala dengan indah di malam hari ditemani dengan sinar rembulan yg indah.

Jodha sangat takjub dengan keindahan tempat ini. Jalal memegang kedua bahu Jodha dan menghadapkan tubuhnya di depannya. Jalal memegang tangan Jodha. Jantung Jodha semakin berdetak kencang. Jalal menatap Jodha intens.

"Jodha...aku ingin mengatakan sesuatu padamu..."

" ya...ada apa "

"Aku mencintaimu Jodha"

Jodha kaget dan dia cuma diam mendengarkan Jalal bicara.

"Sebenarnya aku jatuh cinta padamu sejak kita bertemu hanya saja aku belum menyadarinya. dan karena keegoisanku, aku harus kehilangan kamu selama 4 tahun. aku gak akan sanggup  kalau harus berpisah lagi denganmu"

Tak terasa air mata keduanya menetes. Jodha begitu terharu dengan pengakuan Jalal.

"Jodha... apakah kau mencintaiku? "

Jodha begitu gugup dengan pertanyaan Jalal. Dia memberanikan diri untuk bicara "iya Jalal...aku juga mencintaimu "

Jalal tersenyum sumringah. Akhirnya cintanya berbalas. Jalal langsung memeluk Jodha saking gembiranya. Jodha kaget dengan pelukan Jalal yg secara tiba2. Jodha membalas pelukan Jalal.

Jalal kemudian melepaskan pelukannya. Mereka berdua saling memandang. Jalal mengeluarkan sesuatu dari saku nya. Sebuah kotak beludru yang isinya adalah sebuah cincin ada inisial JJ.

Jalal saat itu juga melamar Jodha "Jodha....maukah kau menikah denganku?" Jalal menyerahkan cincin itu ke Jodha.

Jodha kaget. Dia tidak menyangka Jalal menyatakan cinta sekaligus melamarnya.

"Apa ini tidak terburu2 Jalal?"

"Aku sudah menunggumu selama 4 tahun Jodha,aku tidak mau menunggu lagi..aku ingin kamu segera menjadi milikku..kau mau kan sayang?"

Mendengar Jalal menyebut kata 'sayang' membuat Jodha tersipu malu.

"Baiklah...aku mau" jawab Jodha.

Jalal bahagia mendengarnya lalu mencium kening Jodha. Setelah itu, Jalal menyematkan cincin itu ke jari manis Jodha.

" kau tau Jodha, aku benar2 bahagia. Aku seperti terbang ke langit. Aku...aku...tak bisa mengungkapkannya dengan kata2"

"Aku juga bahagia Jalal...ini adalah kado paling spesial di hari ultahku..."

Mereka saling menatap dengan penuh cinta. Jalal mendekatkan wajahnya ke Jodha. Jodha menutup matanya. Setelah itu ada sesuatu menyentuh bibirnya. Jalal mencium bibir Jodha dengan lembut. Jodha membalas ciuman Jalal.

Jodha terbuai oleh ciuman Jalal. Kaki nya terasa lemas. Untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh,Jodha melingkarkan tangannya di leher Jalal. Jalal tersenyum dalam ciumannya karena Jodha membalasnya. Jalal menekan tengkuk Jodha untuk memperdalam ciumannya.

Ciuman mereka berhenti karena kehabisan oksigen. Jalal menempelkan dahinya di dahi Jodha. Mereka sama2 menghirup udara.

"I love you Jodha..."

"Love you more..."

"Jangan tinggalkan aku lagi sayang"

"Never"

Jodha dan Jalal berpelukan. Mereka berdua bahagia. Akhirnya mereka bisa bersatu. Hamida dan Meena senang sekali mendengar Jalal melamar Jodha.

Setelah berdiskusi antar keluarga. Jalal dan Jodha menetapkan pernikahan mereka dilaksanakan 1 bulan kedepan. Segala persiapan dibantu oleh WO.

---

Hari pernikahan pun tiba. Jodha memakai kebaya hitam. Rambutnya disanggul. Jodha terlihat cantik sekali. Jalal juga memakai baju pengantin warna hitam senada dengan Jodha.

Jalal mengucapkan ijab kabul dengan lancar dalam satu kali tarikan nafas. Kini mereka telah sah menjadi suami istri.

Resepsi diadakan malam hari di sebuah hotel berbintang. Tamu yang diundang sekitar 1000 orang. Sahabat2 Jodha dan Jalal juga datang untuk merestui mereka.

Malam semakin larut. Para tamu undangan mulai meninggalkan acara. Jodha dan Jalal menuju kamar pengantin yang telah disewa oleh Jalal.

Jodha dan Jalal mandi bergantian. Jodha duduk di depan meja rias sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Jalal keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Jodha. Jalal meletakkan tangannya di bahu Jodha.

" kau cantik sekali sayang. Aku benar2 pria yg paling bahagia di dunia ini. akhirnya aku bisa bersamamu "

"Aku juga bahagia..." Jodha memegang tangan Jalal yang ada di bahunya.

Jalal menggendong tubuh Jodha ala bride style lalu membaringkannya di ranjang yang sudah ditaburi bunga. Jalal mulai mencium Jodha dan menyatukan tubuh keduanya. Malam ini akan menjadi malam yang panas buat mereka. Dan bersatunya 2 jiwa yang telah dipersatukan oleh takdir.

•••••

* You are lucky to find your true love. May you always get happiness in youlife....

* Anda beruntung telah menemukan cinta sejati anda. Semoga anda selalu mendapat kebahagiaan didalam hidup anda.

•••

** THE END ***

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Terima kasih buat teman2 yg bersedia membaca ff ku yg ala kadarnya ini. Maaf kalau endingnya kurang memuaskan. Saya hanya manusia biasa yang bisa berbuat salah. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Bye...bye...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 13

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 13 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Resham,Jodha,Baksi,Shivani,Jalal dan anak2 jalan2 ke kebun teh. Anak2 kelihatan senang sekali dan sesekali bercanda. Jalal jadi pemandu mereka dan menjelaskan tentang perkebunan teh yg pemiliknya tak lain adalah ayahnya sendiri,Humayun. Jodha melihat para petani yg sedang memetik teh. Jalal berada disampingnya. Ketika  mau melangkah, Jodha gak sengaja terpeleset karena jalannya yg licin. Dengan sigap Jalal menangkap tubuh Jodha sehinggatidak sampai terjatuh. Posisi mereka kini seperti orang yang berpelukan. Mereka berdua saling berpandangan. "Ehm" Baksi dan Shivani yg melihat mereka berdua langsung berdehem sambil terkekeh. Membuat Jalal dan Jodha sehingga tersadar dengan posisi PW mereka. Jalal lalu melepaskan pelukannya. Mereka berdua sama2 tersipu malu. Anak2 serempak ngomong " cie...cie..." sambil tersenyum kepada mereka berdua. Jodha mengucapkan ter...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 14

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 14 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Jalal menemani Jodha ngobrol " oh iya Jodha penampilanmu tadi bagus banget. kamu terlihat cantik dan menawan" Jalal tersenyum menggoda. " terima kasih " " kamu kalau diajak ngomong kok jawabnya dikit banget...sariawan ya?" "Enggak..." "Jodha, apakah kamu masih belum bisa maafin aku...apakah kesalahanku ini tidak bisa dimaafkan! Tuhan saja bisa memaafkan hambanya meskipun dosa nya setinggi gunung. Tapi kenapa kamu tetap gak bisa maafin aku. Aku benar2 menyesal Jodha" Jalal terlihat frustasi. "Aku bukan tuhan. Aku hanya manusia biasa yg bisa merasakan sakit hati. Bertemu denganmu hanya akan membuka lagi luka lama. Selama ini aku berusaha untuk tegar dan menjadi Jodha yang ceria seperti dulu" Jodha meneteskan air matanya Jalal mencoba mengusap air mata Jodha. Tapi Jodha langsung menepisnya "sebesar itukah keb...