# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 11 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Makan malam pun dimulai. Jodha duduk di depan Jalal. Jalal makan sambil sesekali melirik ke arah Jodha. Jodha hanya tertunduk. Dia merasa jengah duduk di depan Jalal. Sambil makan, Hamida
bercerita tentang ayah Jalal dan juga tentang masa
kecil Jalal.
bercerita tentang ayah Jalal dan juga tentang masa
kecil Jalal.
Mereka tertawa bersama setelah Hamida menceritakan masa kecil Jalal. Baksi pun tak mau kalah, dia ikut mengolok- olok Jalal. suasana di meja makan begitu ceria.
" oh iya Jodha...Jalal dulu waktu kuliah anaknya suka usil ya?" tanya Hamida.
Jalal mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan ibunya.
" iya...bu...dia itu dulu jahil sekali dan juga sifatnya arogan" Jodha tanpa sadar sudah mengadu ke Hamida.
Jodha berkata sambil melirik Jalal. Dan Jalal balik menatap Jodha dengan tajam. Hamida dan Baksi menahan senyum melihat tingkah Jalal & Jodha yang seperti anak kecil.
" itu dulu Jodha,sekarang dia sudah berubah...itu juga karena seorang gadis...." ucap Hamida melirik Jalal.
Jalal yang mendengar ibunya berkata begitu langsung menelan makanannya dengan cepat. Baksi tertawa
cekikikan liat kelakuan kakaknya. Belum pernah kakaknya salah tingkah seperti ini di depan seorang gadis.
cekikikan liat kelakuan kakaknya. Belum pernah kakaknya salah tingkah seperti ini di depan seorang gadis.
"Mana mungkin playboy seperti dia bisa berubah karena seorang gadis" batin Jodha menyangkal.
Jodha merasa senang bisa berkenalan dengan Hamida. Karena Hamida wanita yang baik. Meskipun di usianya yg sudah setengah abad,tidak mengurangi kecantikannya sedikit pun. Dan Baksi juga gadis yang supel dan enak diajak ngobrol. Terkecuali Jalal. Jodha sudah memasukkannya ke kategori daftar blacklistnya. Hufffttt.....
Setelah makan malam selesai. Jalal disuruh Hamida untuk mengantar Jodha. Tentu saja Jalal dengan senang hati mau mengantarnya. Berbeda dengan Jodha yang sebenarnya justru malas bertemu Jalal. Jodha lalu berpamitan pada Hamida dan Baksi. Dia mengucapkan terima kasih atas makan malamnya.
" sering2 ya main kesini....ibu pasti senang kalau kamu sering main kesini. oh iya Jalal...jangan lupa nanti di jalan mampir beli
makanan buat keluarganya Jodha ya. ingat...antar sampai di depan rumahnya.." ujar Hamida.
makanan buat keluarganya Jodha ya. ingat...antar sampai di depan rumahnya.." ujar Hamida.
" tenang saja bu, pasti akan kuantar dengan selamat " jawab Jalal.
"hati2 ya kak...bye...." Baksi melambaikan tangannya.
Jalal dan Jodha masuk ke mobil dan meluncur.
°°°°°
Jalal & Jodha sama2 diam di dalam mobil. suasana hening. Jalal melirik ke Jodha..tapi Jodha tetap menatap lurus ke depan. untuk mencairkan suasana,Jalal memutar lagu.
------
i knew i love you before i meet you...
i have a dream you into life....
i knew i love you before i meet you......
i have been waiting all my life....
i have a dream you into life....
i knew i love you before i meet you......
i have been waiting all my life....
( song ' I KNEW I LOVE YOU ' by SAVAGE GARDEN ).
---------
Karena suasana canggung, Jalal yang memulai pembicaraan "Jodha, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan denganmu. Tapi kamu selalu menghindar dariku. Aku sungguh2 minta maaf atas perbuatanku dulu padamu. Aku menyesal Jodha. Kumohon maafkan aku" wajah Jalal terlihat menyesal dan sedih. Sambil melihat ke Jodha dan juga menyetir mobil.
Jodha hanya diam tidak merespon ucapan Jalal. Jalal memanggil Jodha dengan suara agak keras "Jodha kamu mendengarku kan? Tolong jangan diam saja Jodha. Diam mu itu bisa membunuhku"
(Cieeee...kata2mu bang...amazing...heheh)
(Cieeee...kata2mu bang...amazing...heheh)
"Sekarang kau menyesal. dulu kenapa kau tidak menyesal" Jodha bicara dengan menahan amarah, " kau sudah menghancurkan impianku dan juga mempermalukanku. Lalu sekarang kau minta maaf. mudah sekali kamu bilang itu setelah apa yg terjadi padaku. beasiswa itu adalah impianku sejak dulu dan kamu menghancurkannya hanya dalam sekejap dan itu pun demi obsesi mu utk balas dendam padaku. picik sekali kau Jalal" akhirnya Jodha mengeluarkan semua isi hati nya sambil menahan air matanya.
Jalal yang mendengarnya makin bersalah " aku tau kalau aku telah melakukan kesalahan besar padamu. Aku juga tersiksa Jodha. dan kau juga harus tau selama 4 tahun ini aku harus menanggung rasa bersalah ini. Aku mencarimu. dan hidupku tidak akan tenang sebelum kamu mau memaafkanku aku...."
Belum selesai Jalal bicara, Jodha menyelanya "cukup Jalal..aku tidak mau dengar lagi. hentikan..." Jodha merasakan sesak didadanya karena menahan tangis. Jodha mengalihkan wajahnya ke luar jendela mobil.
Jalal diam. Kali ini dia tidak meneruskan kata2 nya. Dengan sedikit menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya di kemudi setirnya dan pandangan lurus kedepan.
Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing2.
Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing2.
----
Akhirnya mereka tiba di rumah Jodha setelah sebelumnya Jalal membelikan makanan dan kue untuk keluarga Jodha.
" terima kasih sudah mengantarku tapi sebaiknya kamu pamitan dulu ke ibu ku. Agar ibuku tidak mengira aku sendirian" ucap Jodha tanpa melihat Jalal, lalu turun dari mobil.
" baiklah.."
Jalal turun dari mobil, mengikuti Jodha menuju dari belakang. Jodha mengetuk pintu dan Meena membukanya.
"Jodha..kau sudah pulang nak. Kamu sama siapa?" tanya Meena setelah melihat Jalal.
" kenalkan bu..ini Jalal. Putra dari Bu Hamida. Temannya bibi Salima "
Jalal mengulurkan tangannya ke Meena "saya Jalal bu. maaf sudah kalau Jodha pulang, karena tadi ibu saya mengajak Jodha makan malam.."
"Iya...tidak apa2 nak. Tadi Jodha sudah minta izin. Ibu berterima kasih karena sudah mau mengantar Jodha..."
Jalal tersenyum " ini ada makanan dan kue untuk ibu dari ibu saya.."
" terima kasih ya nak Jalal. Kenapa harus repot2.." Meena menerima bungkusan dari tangan Jalal, "Ayo masuk dulu Jalal" ajak Meena.
"Maaf bu...saya tidak masuk karena sudah malam"
Shivani lalu muncul dari belakang dan menyapa Jalal.
"Eh...kak Jalal ya...hai kak. Masih ingat aku kan? Aku Shivani. kita pernah bertemu di mall waktu itu "
"Hai juga Shivani, tentu saja aku ingat kamu..kamu pasti seumuran dengan adikku. Senang bertemu denganmu lagi" Jalal tersenyum, "kalau begitu saya pamit pulang dulu bu.."
" baiklah...hati2 ya di jalan. Salam buat ibumu "
" baik bu...selamat malam" Jalal tersenyum ke Jodha tapi Jodha membalasnya dengan senyuman sinis.
Jalal masuk ke mobil lalu pulang kerumah. Jodha lalu pergi ke kamarnya setelah mengucapkan selamat malam pada ibu dan adiknya.
Malam itu Jodha dan Jalal sama2 tidak bisa tidur. Mereka berdua masih mengingat kejadian di mobil tadi.
"Kenapa aku memikirkan dia...aku kan membencinya" batin Jodha.
* Sedangkan di kamar Jalal.
"Jodha...sulit sekali mendapat maaf darimu. Tapi aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu Jodha. Meskipun mataku tertutup tapi yg kulihat hanya wajahmu. semoga apa yg diucapkan ibu benar kalau kau adalah cinta sejatiku "
•••••••••
* Hari sabtu.
Setelah makan siang di kantor. Jalal berangkat menuju yayasan. Dia telah berjanji pada anak2 kalau dia mau mengajari anak2 berlatih basket.
Setelah tiba di yayasan. Jalal disambut oleh Resham "hai ganteng. dari kantor yey. makin hari kok makin T.O.P banget seh..."
" hai juga miss Resham. Aku kan dari dulu emang keren...hahaha" Jalal bercanda bersama Resham sambil berjalan menuju ruangan Salima.
Jodha dan Salima sedang diskusi membahas perkembangan yayasan. Jalal menyapa mereka berdua. Dia langsung minta izin ke salima untuk bertemu anak2. Tidak lupa Jalal tersenyum manis ke Jodha.
Jalal mengajari anak2 bermain basket. Salima mengajak Jodha berjalan keluar ruangan. Mereka berdua melihat Jalal sedang mengajari anak2.
Jalal senang sekali bermain bersama dengan mereka. Sesekali Jalal melirik ke Jodha. Jodha tau kalau Jalal melihatnya. Tapi Jodha acuh tak acuh. Ketika mereka bermain basket,seorang anak melempar bola terlalu kencang sehingga bola nya mengenai kaca jendela sebuah ruangan.
"praaannngg"
Kaca itu pecah berserakan dimana-mana. Semua orang kaget tak terkecuali Salima dan Jodha. Mereka berdua menuju ke tempat itu. Jalal langsung mengambil bola itu dan menyuruh semua anak2 menjauh dari serpihan kaca itu. Ketika Jalal mengambil bola di tengah2 serpihan, tanpa sengaja tangannya terkena pecahan kaca sehingga mengeluarkan darah. Melihat tangan Jalal yg berdarah. Salima menyuruh Resham mengambil kotak P3K.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar