Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 10







# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 10 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Dan setelah berbincang-bincang. Jodha mengajak Jalal dan Baksi untuk bertemu anak2. Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan. Jalal tak henti2 nya menatap Jodha. Sampai2 Baksi berdehem untuk menggoda kakaknya.
Mereka telah tiba dan disambut gembira oleh anak2.
" anak2... hari ini kita kedatangan tamu....mereka memberikan sumbangan kepada kalian. doakan supaya mereka diberi umur panjang, selalu sehat dan dilancarkan rezeki nya....aamiin..." ucap Jodha.
"aaaminn..." serentak anak2 mengaminkan.
" perkenalkan...ini kak Jalal dan kak Baksi...mereka adalah putra putri dari ibu Hamida Bano yg menjadi donatur tetap di yayasan ini..."
"hai kak Jalal...kak Baksi"
"hai semua..." jawab Jalal dan Baksi.
Setelah berbicara kepada anak2 cukup lama, Baksi berpamitan kepada Jodha dan Resham. Jalal sebenarnya masih ingin berlama-lama disini dan ingin berbicara 4 mata dengan Jodha tapi Jodha selalu menghindar.
"Aku dan Baksi boleh kan sering2 main kesini?" tanya Jalal.
" tentu saja ganteng...dengan senang hati eike
mengizinkan..hehehe.." sahut Resham
" ehm...iya" jawab Jodha singkat.
Jalal dan Baksi pulang dengan diantar oleh Jodha dan Resham sampai di  gerbang. Sebelum masuk kedalam mobil, Jalal tersenyum ke Jodha. Tapi Jodha hanya berwajah datar.  Dan mobil mereka melaju di sore yg ceria ini.
Dalam perjalanan pulang, Jalal tak henti2nya
tersenyum. Baksi yg melihat kakaknya seperti
itu jadi heran " kak...kamu kenapa...kok dari tadi
senyum2 terus?"
" hah!!!! enggak...gak pa2 kok" Jalal menyembunyikan perasaan senangnya.
"Issshhh...gak usah bohong deh...sejak ketemu dengan kak Jodha, kakak kok keliatan seneng banget" Baksi memicingkan matanya.
" ya...maklum saja lah, nama nya juga ketemu teman lama"
Baksi tidak percaya dengan ucapan kakaknya. Dia masih curiga.
~~~~~~~~
Mereka tiba dirumah. Hamida menanti
mereka di ruang tamu. Jalal masuk ke rumah dengan bersiul. Hamida yg melihat Jalal seperti itu jadi heran. Setelah menyapa
ibunya, Jalal pergi ke kamarnya. Sedangkan
Baksi menghampiri Hamidah lalu duduk disebelahnya.
" kakakmu kenapa? Kok keliatan senang banget"
" tau tuh kakak. sejak dia bertemu dengan kak Jodha,dia langsung seperti itu "
"Jodha.....siapa dia? "
" dia keponakan bu Salima dan menjadi guru menyanyi dan menari di yayasan, ternyata dia dulu juga teman
sekampus kak Jalal"
" oh iya...kok ibu tidak pernah liat.."
" dia memang sebelumnya tinggal dirumah pamannya. Oh iya bu, kak Jodha itu gadis yg cantik dan juga ramah loh. Sepertinya
kakak suka ama dia"
"Benarkah...ibu jadi ingin bertemu dengannya"
••••
Sedangkan Jalal berbaring di ranjangnya. dia masih belum percaya kalau dia bertemu dengan Jodha lagi  " ya tuhan...terima kasih karena Engkau telah pertemukan aku kembali dengannya. Aku benar2 merindukannya.
Kemudian Jalal ingat kata2 nya dulu waktu
menggoda Jodha. Jodha selalu berkata kenapa dia selalu bertemu Jalal. Dan Jalal menggoda nya dengan berkata kalau mereka mungkin berjodoh karena terlalu sering bertemu.
Memikirkan itu, Jalal jadi
senyum2 sendiri "semoga kaulah jodohku Jodha"
***
- Di rumah Jodha.
Jodha sedang berada dikamarnya. Dia sedang sibuk memeriksa data2 toko bunganya. Teenyata meskipun baru seminggu dibuka, toko bunganya lumayan ramai. Tiba2 dia teringat pertemuannya tadi dengan Jalal.
"Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya. Pria yg sudah menghancurkan
impianku "
***
Beberapa hari ini, Jalal sering mampir ke yayasan. Apalagi kalau bukan untuk bertemu Jodha. Ada saja alasannya untuk kesana.
Jodha tidak tiap hari ke yayasan. Dia mengajar hari
senin,rabu dan sabtu. Jalal juga kadang2
bertemu dengan Jodha. Tapi apabila mereka
bertemu, Jodha selalu mencoba menghindar. Bila sudah dicuekin seperti itu. Jalal lebih memilih
bermain dengan anak2.
Jalal paling dekat dengan anak kecil yg bernama Rahim. Rahim berumur 6 tahun. Rahim lah yang akan
membantu Jalal untuk mendekati Jodha.
***
- Beberapa hari kemudian...
Salima memanggil Jodha ke ruangannya sebelum Jodha pulang  "Jodha..aku boleh  minta tolong untuk
memberikan kue ini ke rumah ibu Hamida. Aku
masih sibuk jadi tidak bisa mengantar kesana"
"Haduuhhh...kerumah bu Hamidah pasti akan bertemu dengan si mr.killer dong...males banget.." batin Jodha lesu.
"Jodha ... Kau mendengarkanku?" tanya Salima menyadarkan lamunan Jodha.
" eh...baiklah bi...akan aku
antarkan "
"Terima kasih ya..."
"Sama2 bi" Jodha tersenyum.
~~~~
Setelah diberi alamat bu Hamida. Jodha segera
meluncur naik taksi. Kira2 30 menit,akhirnya Jodha sampai dirumah bu Hamida.  Rumah Jalal begitu
besar. Warnanya putih, berlantai dua dan ada taman di depan rumahnya. Jodha takjub melihat rumah Jalal.
Sebelum masuk dalam rumah, Jodha berbicara dengan satpam dan mengatakan tujuannya kemari. Lalu Jodha dipersilahkan masuk.
Setelah menunggu sebentar,Hamida turun
dari tangga. Jodha berdiri dari duduknya
lalu mengucapkan salam ke Hamida.
" kau siapa nak...ada perlu apa? " sapa Hamida dengan ramah.
Jodha mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya "saya Jodha bu. Saya keponakan bibi Salima dan kedatangan saya kesini ingin
mengantar kue dari bibi salima"
Hamida membalas uluran tangan Jodha " oohhh...jadi kamu yg bernama Jodha...kamu dulu teman sekampus Jalal ya. Jalal banyak cerita tentang kamu. ternyata
kamu memang gadis yg sangat cantik, pantas saja Jalal gak berhenti
membicarakan kamu"
"Haah...Jalal membicarakan tentang aku...apa maksudnya" batin Jodha.
Jodha hanya tersenyum. Kemudian ada langkah suara kaki turun dari tangga. Ternyata itu adalah Baksi. Dia kaget karena ada Jodha disini "eh..kak Jodha ada disini. sama siapa kak?"
" aku sendiri...aku kesini mau mengantar
kue dari bibi Salima"
Hamida lalu mengajak Jodha duduk. Mereka akhirnya mengobrol dan tak berapa
lama kemudian Jalal datang.  Begitu dia masuk rumah, dia kaget dengan kehadiran Jodha. Jodha pun ikut terkejut. Meskipun sudah pasti bertemu Jalal. Tetapi dia tetap saja kaget.
"Jodha...kamu disini?" tanya Jalal.
" iya Jalal...dia kesini karena disuruh Salima untuk mengantar kue" jawab bu Hamida.
Suasana berubah jadi canggung. Dan itu semakin membuat Hamida dan Baksi semakin yakin,kalau Jalal dan Jodha ada sesuatu.
" aku ke kamar dulu ya bu mau mandi" Jalal berkata pada Hamida kemudian tersenyum ke Jodha.
Jalal langsung menuju kamarnya. Dia tidak mau Jodha melihat wajah lelahnya.
"Ehm...kalau begitu saya mau pamit pulang bu" Jodha berpamitan ke Hamida.
" eh..eh...jangan dulu...kamu ikut makan malam sama kami ya. Kamu kan dari tadi ada disini...kamu pasti lapar. biar nanti Jalal yg
mengantarmu pulang"
"Ehm..tidak perlu repot2 bu. saya bisa pulang sendiri " tolak Jodha halus takut menyinggung Hamida.
"Kamu gak ngerepotin kok. ini kan sudah
malam. gak baik anak gadis pulang malam2
sendirian " paksa Hamida.
Karena Hamida memaksa, Jodha menurutinya. Mereka menuju ruang makan sambil
menunggu Jalal selesai mandi. Jodha minta izin menelepon ibunya dirumah untuk minta izin karena akan pulang terlambat.
Selesai mandi,Jalal turun ke bawah dengan wajah
sumringah. Dia kelihatan segar sehabis mandi. Jalal memakai T-shirt warna biru dan celana jeans pendek selutut.
Jalal tak menyangka kalau Jodha akan datang ke rumahnya. Kesempatan ini tak akan dia lewatkan begitu saja.
Makan malam pun
dimulai. Jodha duduk di depan Jalal. Jalal makan sambil sesekali melirik ke arah Jodha. Jodha hanya tertunduk. Dia merasa jengah duduk di depan Jalal.  Sambil makan, Hamida
bercerita tentang ayah Jalal dan juga tentang masa
kecil Jalal.
* bersambung *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 13

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 13 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Resham,Jodha,Baksi,Shivani,Jalal dan anak2 jalan2 ke kebun teh. Anak2 kelihatan senang sekali dan sesekali bercanda. Jalal jadi pemandu mereka dan menjelaskan tentang perkebunan teh yg pemiliknya tak lain adalah ayahnya sendiri,Humayun. Jodha melihat para petani yg sedang memetik teh. Jalal berada disampingnya. Ketika  mau melangkah, Jodha gak sengaja terpeleset karena jalannya yg licin. Dengan sigap Jalal menangkap tubuh Jodha sehinggatidak sampai terjatuh. Posisi mereka kini seperti orang yang berpelukan. Mereka berdua saling berpandangan. "Ehm" Baksi dan Shivani yg melihat mereka berdua langsung berdehem sambil terkekeh. Membuat Jalal dan Jodha sehingga tersadar dengan posisi PW mereka. Jalal lalu melepaskan pelukannya. Mereka berdua sama2 tersipu malu. Anak2 serempak ngomong " cie...cie..." sambil tersenyum kepada mereka berdua. Jodha mengucapkan ter...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 14

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 14 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Jalal menemani Jodha ngobrol " oh iya Jodha penampilanmu tadi bagus banget. kamu terlihat cantik dan menawan" Jalal tersenyum menggoda. " terima kasih " " kamu kalau diajak ngomong kok jawabnya dikit banget...sariawan ya?" "Enggak..." "Jodha, apakah kamu masih belum bisa maafin aku...apakah kesalahanku ini tidak bisa dimaafkan! Tuhan saja bisa memaafkan hambanya meskipun dosa nya setinggi gunung. Tapi kenapa kamu tetap gak bisa maafin aku. Aku benar2 menyesal Jodha" Jalal terlihat frustasi. "Aku bukan tuhan. Aku hanya manusia biasa yg bisa merasakan sakit hati. Bertemu denganmu hanya akan membuka lagi luka lama. Selama ini aku berusaha untuk tegar dan menjadi Jodha yang ceria seperti dulu" Jodha meneteskan air matanya Jalal mencoba mengusap air mata Jodha. Tapi Jodha langsung menepisnya "sebesar itukah keb...