# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 3 (edisi revisi)
••••••√•••••••••••••••••••••
"Hai tunggu,,,makalah nya ini belum dibawa" ujar Jalal sambil mengibas-ngibaskan makalahnya.
Jodha dan Moti langsung berbalik dengan cantik. Jalal melambaikan makalah nya di depan mereka sambil menunjukkan senyum killer nya yang menawan. Moti menghampiri Jalal dan mengambil makalah itu dari tangan Jalal.
" beneran nih gak mau ngerjain bareng" tanya Jalal.
"gak usah,,, makasih" jawab Jodha ketus.
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan 3 cowok ganteng yang masih terpaku dengan kepergian 2 gadis cantik itu.
" bye...sampai ketemu lagi" ucap Todar sambil berteriak supaya Jodha dan Moti mendengarnya.
"Huuhh....ssshhhh....ternyata dia gadis yang sulit ditaklukkan" ucap Jalal sambil mendesah.
"Kenapa Jalal...tumben gak ada gadis yang klepek2 liat kamu dan meleleh dengar rayuanmu...sepertinya pesonamu sudah luntur ya?" ucap Todar.
"Heh....seorang Jalaludin Akbar tidak akan pernah kalah dari siapapun...liat saja nanti...aku pasti akan mendapatkannya...JODHA" Jalal menekankan kata Jodha dengan senyum menyeringai.
√•••••••
Di depan kelas, Ruq celingukan sedang mencari2 Moti dan Jodha "kemana sih mereka berdua,ditinggal BAB sebentar aja udah ilang...huuh" Ruq ngomel2 di depan kelas.
Kemudian muncullah Jodha dan Moti.
" lha ini dia yang dicari nongol juga,,,panjang umur kalian...baru aku omongin. Darimana sih kalian berdua pake ngilang"
"Iisshhh..kamu tuh Ruq..bawel banget sih...udah panggilan alam nya?" tanya Moti.
"Udah..." jawab Ruq sambil monyongin bibirnya.
"Sorry ya Ruq kalau lama,tadi ada masalah dengan Mr.killer" jawab Jodha.
" hah..siapa tuh Mr.killer? " tanya Ruq sambil melongo.
"Itu yang kemarin bikin Moti gak bisa ikut kelasnya Mr.Veer" ucap Jodha.
" aneh banget namanya " ujar Ruq sambil memegang dagunya tandanya mikir.
"Udah deh gak usah dibahas,yuk kita masuk..dah mulai nih kelasnya " sahut Jodha.
"Ayo..." jawab Moti dan Ruq bersamaan.lalu mereka masuk ke kelas bersama-sama.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Setelah kelas usai,sore hari nya mereka bertiga pulang bareng2 kerumah Jodha untuk membantu Moti menyelesaikan makalah milik Jalal. Mereka akan bergantian mengetik makalahnya.
* Rumah Jodha.
Mereka bertiga mengetik sambil menyemil makanan yang disuguhkan oleh Jodha. Mereka selonjoran di kamar tidur Jodha. Tepatnya duduk di lantai.
"Hadeeeh..ngetik 1 lembar aja tanganku sudah keriting gini, saingan ama rambutku yang keriting..hehehe" ujar Ruq cengengesan.
"Iya nih....1 lembar tapi 1000 kata..sama aja bohong" sahut Jodha.
Moti yang mendengar keluh kesah sahabatnya, jadi keliatan agak sedih."Kamu kenapa Moti?" tanya Jodha.
"Maaafin aku ya, gara2 aku kalian jadi ikut ngerjain makalah ini "
" jangan gitu dong Moti,kita kan bestfriend, sudah sewajarnya kita saling bantu" kata Jodha menenangkan Moti." iya Moti,tetap senyum ya... meskipun kita sedang sedih" sahut Ruq.
Deg!!!
Kata2 yang baru diucapkan Ruq membuat Jodha ingat pada seseorang.
# flashback #
* Di sebuah rumah sakit.
" Udah dong Jodha...kamu jangan sedih ya...aku baik2 aja kok" ujar Sujamal yang terbaring di tempat tidur rumah sakit, " tetaplah tersenyum meskipun hatimu lagi sedih,kamu keliatan manis kalau tersenyum" Sujamal memegang tangan Jodha.
Jodha mencoba tersenyum meskipun terpaksa. Sujamal mengalami kecelakaan di tempat kerjanya. Dokter sudah berusaha sebaik mungkin untuk menolong Sujamal,tapi keadaan Sujamal makin memburuk.
Dan keesokan harinya,Sujamal menghembuskan nafas terakhirnya. Jodha begitu bersedih. Dia kehilangan sosok kakak satu-satunya yang sangat dia sayangi.
Setelah kematian Sujamal, Jodha menjadi gadis yang pendiam. Padahal sebelumnya dia adalah gadis yang ceria. Tetapi sahabat2nya selalu memberinya semangat,sehingga dia bisa kembali ceria lagi, meskipun masih ada kekosongan di hatinya.
Dia masih ingat kata2 terakhir Sujamal sebelum dia meninggal "Aku selalu berdoa agar ada seseorang nanti yang akan menjagamu dan menyayangimu lebih dari dirinya sendiri. Sehingga kamu tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun meskipun aku tidak bisa lagi menjagamu Jodha"
Jodha selalu menangis bila teringat hal itu. Kematian Sujamal sudah 1 tahun berlalu.
# Flashback end #
Tak terasa air mata Jodha menetes. Ruq dan Moti jadi bingung dengan melihat Jodha tiba2 menitikkan air mata.
"Jodha...kamu kenapa? Kamu ingat kak Sujamal ya?" tanya Moti sambil mengusap air mata Jodha.
Jodha menggelengkan kepalanya.
"Maaf ya Jodha, kalau aku mengingatkanmu dengan kak Sujamal" sahut Ruq.
"Enggak...aku gak pa2 kok" jawab Jodha.
"Dua tiga ikan berlari, jangan bersedih kan ada Ruq disini " Ruq berpantun mencoba menceriakan suasana.
"Dua tiga ikan lumba2..kita 3 bersahabat...akan selalu bersama2 " Sahut Moti.
" Hahahaha...."
Dan mereka pun tertawa bersama2. Jodha beruntung mempunyai sahabat seperti Moti dan Ruq yang terbilang ajaib bin lebay. Hahahaha....
>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<
* Rumah Jalal.
Pulang kuliah, Jalal memarkir mobilnya di garasi rumah. Setelah keluar dari mobil,dia langsung masuk ke rumah. Ibu dan adiknya sedang keluar,jadi Jalal langsung menuju ke kamar.
Dia melempar tas nya di ranjang lalu merebahkan dirinya. Badannya serasa capek semua lalu dia menutup mata. Tapi kenapa bayangan Jodha tiba2 saja melintas di pikirannya. Dia langsung membuka matanya.
"Jodha.....kenapa aku terus memikirkanmu...apa yang istimewa darimu...kamu itu gadis sombong..belum pernah ada seorang gadis manapun yang tidak terpesona olehku...tapi kamu.....aaarrggggghhhh" Jalal mengucek rambutnya frustasi.
Saat Jalal lagi frustasi, tiba2 hpnya berbunyi. Jalal mengambil hp nya yang ada disaku bajunya dan melihat ke layar, tertera nama Benazir.
"Halo" Jalal menerima telpon.
"Hai sayang...honey...buny... sweety ku" jawab Benazir di seberang telpon.
(lebay nih cewek)
(lebay nih cewek)
"Oh iya sayang, besok kamu bisa nemenin aku ke mall kan? Aku ingin jalan2 dan shopping denganmu..mau ya?" ucap Benazir dengan gaya nya yang manja.
"Ok..aku akan antar kamu tapi habis kuliah besok...maaf ya sayang hari ini aku capek banget...see you tomorrow" Jalal menutup teleponnya.
"Ok sayang...bye...muaacch" Benazir memberi kiss bye.
Karena kelelahan, akhirnya Jalal tertidur.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Keesokan harinya, Jalal pagi2 sudah berangkat ke kampus karena dia ada janji dengan Moti. Motia kan mengembalikan makalah yang sudah dia salin utk diberikan ke Jalal.
Sebelum berangkat, Jalal sarapan terlebih dahulu. Di meja makan sudah ada ibunya menyiapkan sarapan.
"Pagi Jalal' sapa ibunya Jalal, Hamida bano.
"Pagi bu..mana Baksi..kok belum sarapan"
"Dia masih ganti baju di kamarnya,pasti sebentar lagi keluar"
Tak berapa lama, Baksi keluar dari kamarnya lalu menyapa ibu dan kakaknya" Pagi bu,,,,pagi kak"
"Selamat pagi Baksi" jawab Hamida dan Jalal.
Setelah mereka sarapan, Baksi dan Jalal pamitan berangkat. Jalal mengantar Baksi ke sekolahnya dulu baru dia berangkat ke kampus.
**Di kampus....
Geng nya Jodha datang ke kampus bersamaan.
"Teman2, aku ketemu dengan Jalal dulu ya..mau nyerahin makalahnya" ujar Moti.
"Eh Moti,aku ikut dong...aku kan mau liat gimana tampangnya Jalal" Sahut Ruq sambil tangannya bergelayut di lengan Moti seperti anak kecil.
"Huuh...kamu tuh ya...kalau ngomongin cowok aja,langsung ces pleng..coba kalau ngomongin pelajaran...langsung lemot tuh otak" Moti menyahut.
"Hehehe...tau aja kamu Mo kebiasaanku" jawab Ruq.
"Udah...udah...jangan ribut terus...ya udah Ruq kamu temani moti temui Mr.killer itu, biar aku tunggu kalian di depan kelas" ucap Jodha.
Lalu Moti dan Ruq menuju ke bangku dekat perpustakaan karena Moti janjian dengan Jalal disana. Ternyata eh ternyata..Jalal, Maansingh dan Todar sudah tiba disana duluan. Jalal melihat Moti dan teman satu nya lagi yang belum dia kenal.
Dalam hati Jalal berkata "Jodha dimana..kok gak sama Moti"
"Hai Jalal, ini makalahmu...sudah aku selesaikan..urusan kita sudah beres ya " ujar Moti.
Ruq yang baru pertama ini lihat Jalal,mulutnya melongo sambil menatap Jalal tanpa berkedip.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar