Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 15






# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 15 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Selama pesta itu, Jalal hanya bisa curi2 pandang ke Jodha. Mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Sebenarnya Jalal ingin sekali berbicara dengan Jodha. Tapi dia teringat janjinya.
Dan ketika Jodha tak sengaja menoleh ke Jalal, Jalal memalingkan wajahnya ke arah lain. Hal itu membuat Jodha sedih.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Jodha berpamitan pulang pada Moti dan Todar. Karena dirumahnya sedang tidak ada orang. Ibu dan adiknya sedang berada dirumah sepupunya. Jadi dia harus segera pulang kerumah.
Todar menawarkan Jodha untuk mengantarkannya sampai ke rumah. Tapi Jodha menolak karena dia tidak enak kalau harus diantar oleh pengantin baru. Jodha memutuskan untuk pulang sendiri.
Tempat tinggal Moti termasuk kawasan yg agak sepi penduduknya. Sudah hampir 15 menit Jodha tidak menemukan taxi satupun. Dia mulai cemas. Tak jauh dari tempat Jodha menunggu, ada 4 orang lelaki yg sedang mabuk menghampiri Jodha. Mereka menggoda Jodha,memegang tangannya. Jodha mencoba berontak dan teriak tapi tentu saja kalah dengan kekuatan keempat lelaki itu.
Mereka mencoba menyeret Jodha ke dalam semak2. Jodha berontak lalu menggigit tangan salah satu dari mereka.
Jalal yg baru keluar dari rumah Moti melihat ada seseorang yg berteriak. Jalal menghampiri asal suara itu dan betapa terkejutnya dia melihat Jodha yang sedang digeret- geret oleh 4 orang lelaki yg sdg mabuk.
Tanpa pikir panjang Jalal menghentikan mobilnya lalu keluar dari mobilnya dan menghampiri keempat lelaki itu.
" hei...lepaskan gadis itu "
bentak Jalal.
"apa urusanmu hah...emang dia pacarmu...sudah pergi sana " jawab salah satu dari mereka berempat.
"Aku bilang lepaskan dia. Kalau tidak...kalian akan menerima akibatnya" ancam Jalal.
Jodha yang melihat Jalal langsung berkata dengan mulut bergetar "Jalal...tolong...tolong aku" Jodha mulai menangis.
"Tenanglah Jodha..aku akan menolongmu"
Mereka mulai  berkelahi. 2 orang dari mereka mulai  menyerang Jalal. Jalal dengan sigap berhasil memukul mereka berdua. 2 orang yg tadinya memegang Jodha,kini menyerang Jalal. Jalal terkena bogem mentah di mulutnya sehingga menyebabkan sudut bibirnya berdarah. Jalal semakin marah dan memukul mereka dengan penuh amarah. Dan keempat orang itu kelimpungan. Mereka berlari tunggang langgang.
Jodha berhambur ke arah Jalal dan memeluknya. Dia sangat ketakutan. Jalal kaget karena Jodha tiba2 memeluknya. Jalal membalas memeluk Jodha dengan lembut.
"Aku takut Jalal.." Jodha terisak di pelukan Jalal. Jodha merasakan kenyamanan di pelukan Jalal.
"Sssttt...tenanglah, sekarang kamu aman ada aku disini" Jalal mengusap lembut kepala Jodha.
Jodha melepaskan pelukannya dan menatap Jalal. Ada luka di bibir Jalal "kamu terluka Jalal " Jodha menyentuh sudut bibir Jalal.
Jalal menikmati sentuhan Jodha di bibirnya " hmm..tidak apa2 Jodha. ini hanya luka kecil. Ayo aku antar pulang"
Jalal membawa Jodha menuju mobilnya. Di dalam  mobil mereka cuma diam. Mereka sama2 canggung. Tak berapa lama mereka tiba di rumah Jodha.
"Kita sudah sampai Jodha...masuklah"
"Mampirlah dulu ke dalam. biar aku obati lukamu"
"Tidak usah. Biar aku obati sendiri dirumah" Jalal menolak.
"Tidak...ehm...maksudku kamu tadi kan sudah menolongku jadi aku harus obati lukamu. anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku"
Melihat tatapan Jodha yg memohon. akhirnya Jalal mau masuk. Di dalam rumah Jodha terlihat sepi. Setelah membuka pintu, Jodha menyuruh Jalal duduk di ruang tamu. Sementara Jodha mengambil handuk kecil dan baskom berisi air.
" ibu dan adikmu kemana... kok sepi?" tanya Jalal.
" oh...mereka ada dirumah sepupuku karena ada acara disana. aku gak ikut karena aku kan harus hadir di pernikahan Moti."
Jalal mengangguk. Setelah mengambil baskom dan handuk kecil. Jodha menggeser kursi dan duduk di depan Jalal. Kini mereka duduk berhadapan. Pelan2 Jodha mengompreskan handuk di sudut bibir Jalal. Jalal menatap Jodha tanpa berkedip karena posisi mereka begitu dekat.
"aaawww....." Jalal mengeluh karena Jodha menekan sedikit lukanya.
" eh...maaf...maaf ya.." Jodha sedikit terkejut.
"Tidak apa2..." Jalal tersenyum.
Tak terasa tangan Jalal memegang tangan Jodha yang sedang mengobati luka nya. Mereka saling menatap. Tatapan penuh kerinduan. Perlahan-lahan Jalal mendekati Jodha. Mempersempit Jarak diantara mereka. Jodha diam tak bergeming sedikitpun.  Kini wajah mereka hanya tinggal beberapa inci saja. Hembusan nafas mereka mulai terasa. Jalal mulai memiringkan kepalanya. Dan tiba2 saja ada suara...
Kompraaaaangggg......
Mereka berdua kaget dan bebarengan menoleh ke asal suara tadi.
" siapa disitu? " Jodha menoleh ke arah dapur.
Lalu ada suara "kuciiiinggg"
"Hah...masak kucing bisa ngomong" Jodha heran.
Jodha segera menuju ke dapur dan ternyata memang ada kucing garong..eh salah...kucing maksudnya. Jodha mengusir kucing itu keluar.
Jalal jadi kesal "aaarrggghhhh.... dasar  kucing. ganggu aja sih... hadeeehh.." Jalal mengacak rambutnya frustasi.
Jodha kembali ke ruang tamu. Langit di luar mendung dan petir serta kilat saling bersahutan. Jalal berpamitan ke Jodha karena hujan akan turun "Jodha. sebaiknya aku pulang. Karena sepertinya akan turun hujan"
" baiklah...terima kasih sudah menolongku " ucap Jodha tulus.
" maafkan aku Jodha...aku jadi melanggar janjiku. Tapi aku tidak bisa melihat jika ada orang yg menyakitimu. jika kamu terluka. Aku juga ikut terluka..."
Jodha terharu dengan perhatian Jalal" iya tidak apa2..."
Ketika Jalal akan keluar dari rumah Jodha. Tiba2 Jalal berhenti lalu berbalik " oh iya aku hanya ingin mengatakan kalau kamu cantik sekali malam ini" Jalal tersenyum menggoda.
Wajah Jodha memerah tersipu malu. Jalal jadi tertawa geli lihat wajah Jodha yg tersipu malu. Jalal lalu masuk ke mobil dan hujan pun turun. Jodha masih berdiri terdiam di teras rumahnya menatap kepergian Jalal. Entah mengapa setelah Jalal pergi, seperti ada sebagian dari diri nya yg hilang bersama dengan kepergian Jalal.
---
Hujan turun sangat deras. Sampai2 jalanan pun tidak terlihat saking derasnya. Karena jalanan licin, ada sebuah truk yg kehilangan kendali akibat lebatnya hujan menyebabkan ban truk tergelincir dan melaju kencang di depan mobil Jalal. Jalal yg tak begitu jelas melihat, tidak bisa mengelak dari tabrakan itu.
'ciiiitttt.....'
'bruuuukkk....'
Mobil Jalal berguling2 sampai terlempar beberapa meter jauhnya dan akhirnya menabrak sebuah pohon besar. Kecelakaan yg benar2 mengerikan.
----
Setelah berganti pakaian tidur Jodha akan tidur tapi karena dia haus, dia menuju dapur untuk mengambil minum. Ketika mau minum tiba2.
'pyaaaar.....'
Gelas yg dipegangnya tadi terjatuh di tanah. Hati Jodha menjadi tak enak. Tiba2 jantungnya berdetak begitu cepat " ada apa ini. Kenapa perasaanku jadi gak enak gini " Jodha memegang dadanya.
Setelah membersihkan pecahan gelas tadi. Jodha mengambil minum dengan gelas lain lalu pergi ke tempat tidurnya. Jodha sudah berusaha untuk memejamkan mata nya tapi tidak bisa. Dia berbaring ke kanan ke kiri tapi tetap saja tidak bisa tidur.
** Di rumah Hamida....
Hamida sedang tertidur. Tiba2 terdengar bunyi hp. Hamida bangun agak malas karena sudah tengah malam "siapa telpon malam2 begini"
Hamida melihat jam menunjukkan pukul 12 malam. Dengan mata masih mengantuk, dia angkat telponnya " haloo... selamat malam...ini siapa ya"
" selamat malam bu...maaf mengganggu tengah malam begini...apa benar ibu ini kerabat dari tuan Jalal?"
" iya benar saya ibu nya"
" begini bu...saya suster ana. Putra ibu mengalami kecelakaan dan sekarang ada di MALWA HOSPITAL "
"aaa...paaa..ba...baiklah saya segera kesana " Hamida mengambil jaket lalu membangunkan Baksi. Mereka berdua berangkat ke rumah sakit dengan terburu- buru.
°°°°
Begitu sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang UGD. Mereka menunggu dengan harap2 cemas. Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Jalal.
* bersambung *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...