Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 7






# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 7 (edisi revisi)
•••••••••••••••••••••••••••••••
** di kampus....
Jodha datang 15 menit sebelum test dimulai. Moti menemani Jodha untuk registrasi di tempat panitia dan mengambil nomornya. Tapi alangkah terkejutnya dia,dalam daftar nama2 peserta, tidak tercantum nama Jodha disana.
" bagaimana ini pak,saya kemarin sudah mendaftar,tapi kok nama saya tidak tercantum?" tanya Jodha.
" formulir pendaftaran anda tidak ada nona,kalau nona tidak percaya, silahkan lihat daftar formulir ini " jawab ketua panitia.
Jodha dibantu Moti mencari satu persatu formulir itu. Tapi memang tidak  menemukan sama sekali nama nya tercantum disitu. Jodha semakin bingung dan gusar,dia bertanya-tanya bagaimana formulirnya bisa hilang.
" maaf nona...test nya akan segera dimulai...bisa saya ambil formulirnya? " tanya panitia.
Jodha kaget dan menyerahkan formulir itu ke panitia. Dia berjalan dengan lunglai lalu duduk di sebuah bangku. Moti mencoba menenangkan Jodha yg mulai menangis.
" kenapa ini terjadi padaku Moti, aku sudah memimpikan bisa melanjutkan kuliahku,tapi semuanya sudah hancur..." Jodha menangis.
" sudah dong Jodha, jangan nangis...mungkin ini belum rezekimu"
'prok..prok...prok'
Tiba2 ada seseorang yg bertepuk tangan di depan mereka. Jodha dan Moti menoleh. Ternyata mereka melihat Jalal yg bertepuk tangan sambil tersenyum sinis. Jodha dan Moti kaget melihat Jalal.
" bagaimana Jodha..aku pernah bilang kan padamu kalau kau tidak akan pernah bisa kuliah di jepang...tapi kau terlalu percaya diri, dan sekarang lihat dirimu...kasian..." ejek Jalal, "kau pasti terkejut kan bagaimana formulir itu bisa hilang"
Jodha tambah kaget mendengar pengakuan Jalal.
# flashback #
Sehari sebelum test itu, Jalal telah menyuruh seseorang untuk mengambil formulir milik Jodha. Setelah orang suruhan Jalal berhasil mencurinya, kemudian diserahkannya formulir itu ke Jalal. Lalu Jalal memberikan uang sebagai gantinya.
" good job man, Jodha akan tau dia berhadapan dengan siapa" Jalal lalu menyuruh orang itu pergi kemudian Jalal menyobek kertas itu menjadi bagian kecil hingga berserakan di tanah.
* flashback end #
Jodha membelalakkan matanya dan juga shock. Dia tidak menyangka Jalal akan berbuat setega itu padanya.
" apa salahku padamu, sampai kau melakukan ini padaku? " ujar Jodha sambil menahan tangisnya.
" kau mau tau kesalahanmu. kau..sudah menamparku di depan semua orang. Belum pernah ada yg berani padaku apalagi seorang cewek sepertimu. Tapi kau, sudah berani menantangku" Jalal mengarahkan jari telunjuknya ke Jodha.
"Aku selalu mendapatkan apa yg aku inginkan...kau akan menyesal Jodha karena sudah bermasalah denganku..dan ya, aku senang sekali karena sudah membalas semua sakit hatiku" Jalal tersenyum licik.
" aku benar2 tidak menyangka kalau kau bisa berbuat seperti ini...cih...aku benci kau Jalal...aku benci..sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu...ingat itu baik2" Jodha berkata dengan mata penuh kebencian.
Lalu Jodha dan Moti pergi meninggalkan Jalal yg msh terpaku diam di tempatnya. Jalal melihat sinar kebencian di mata Jodha. Entah kenapa Jalal seperti merasa...bersalah!!!!
 €€€€€€€€€€€€
Moti mengajak Jodha ke cafe dekat kampus untuk menenangkan Jodha.
"udah dong Jodha..jangan nangis ya...anggap aja kamu belum beruntung"
"Aku nggak tau Moti...aku harus bagaimana. Apa yang akan kubilang pada ayah dan ibuku nanti. Aku tidak habis pikir, dia yg sudah membuatku malu di pesta itu tapi dia juga yang balas dendam padaku,dasar picik" Jodha terus memaki Jalal.
Hp Jodha berbunyi tanda ada panggilan. Di layar tertulis nama Shivani. Jodha mengangkatnya "halo Shivani..ada apa?"
"apa kakak sudah selesai testnya?" suara Shivani agak panik.
"Sudah, memangnya ada apa?" Jodha menyembunyikan kejadian yg sebenarnya.
"kak..tolong cepat ke rumah sakit ya...ayah tiba2 kena serangan jantung " Shivani mengatakan dengan gugup.
"Apaaa...serangan jantung...ba...baik aku akan kesana sekarang" Jodha kaget dan memutuskan sambungannya.
"ada apa Jodha...kok kamu cemas gitu..?"
"ayo Moti..kita ke rumah sakit...ayahku kena serangan jantung"
"ya tuhan...baiklah kita kesana" Moti ikut kaget.
Mereka berdua beranjak dari duduk lalu bergegas menuju rumah sakit.

~~~~~~~~~~~
* Rumah Jalal.
Jalal sedang berbaring di ranjang. Dia senang bisa membalaskan dendamnya ke Jodha. Tapi dibalik rasa senang nya itu...ada yg mengganjal di hati nya.
kata2 yang Jodha ucapkan tadi masih terngiang di pikirannya
"sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu Jalal..aku membencimu..aku benci "
Dan ketika Jodha mengatakan itu sambil menangis, hati Jalal seakan ikut terluka. Dia tidak tau apa yg terjadi dengannya. Kenapa hati nya terasa ikut teriris melihat air mata Jodha. Seharusnya dia kan senang.
"ada apa denganku, seharusnya aku kan senang...tapi kenapa aku merasa bersalah dan kepikiran dia terus. Jodha...apa yang sudah kau lakukan padaku" Jalal mengusap wajahnya frustasi.
^^^^^^^
Jodha dan moti sudah tiba di rumah sakit. Setelah bertanya ke suster,Jodha segera menuju ke UGD. Dia melihat ibunya dan Shivani menunggu dengan gelisah. Jodha lalu memeluk ibunya.
"Jodha..ayahmu tadi tiba2 dadanya terasa sakit..ibu bingung jadi ibu menelepon paman dan bibimu...ibu tidak meneleponmu dulu karena kamu pasti sedang test...jadi ibu gak mau ganggu...ibu takut sekali bila terjadi sesuatu dengan ayahmu" Meena menangis.
"Sudah ibu...ibu tenang ya...jangan berpikir yg tidak2....kita berdoa saja agar ayah baik2 saja" Jodha mencoba tegar demi ibunya.
Shivani pun ikut berpelukan dengan keduanya. Paman dan bibi Jodha ada disana, mencoba menenangkan mereka. Setelah menunggu beberapa menit, dokter  keluar dari ruangan. Semua terlihat gelisah menunggu penjelasan dari dokter.
Dokter dengan wajah sedih mengatakan "maaf bu..kami sudah berusaha sebisa mungkin..tapi pak barmal tidak bisa diselamatkan"
" tidaaakkk!!!!"  Meena berteriak histeris kemudian pingsan tak sadarkan diri. Jodha dan Shivani menangis. Mereka telah kehilangan sosok ayah yang sangat mereka sayangi.
••••••••••••••••••••••
  
Para pelayat mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Jenazah ayahnya sudah dimakamkan. Jodha masih menangis. Moti dan Ruq mencoba menghibur Jodha.
"apa salahku...kenapa tuhan memberikan cobaan yg begitu berat padaku...." ucap Jodha serak karena terlalu banyak menangis.
"Sabar Jodha...kamu gak boleh ngomong gitu...tuhan memanggil ayahmu karena tuhan sayang padanya...kamu harus ikhlas supaya ayahmu tenang di sana.." Moti ikut menangis melihat sahabatnya terpuruk.
"Kau harus kuat Jodha...demi ibu dan adikmu" Ruq memeluk Jodha.
£££££££
Seminggu kemudian. Paman Jodha yg bernama bhairam khan mengajak Jodha dan keluarganya untuk tinggal di rumahnya di luar kota. Bhairam adalah kakak dari Meena. Bhairam berjanji kepada Jodha akan membantu mereka dan mencarikan pekerjaan buat Jodha.
Meena dan Shivani sudah mengetahui kalau Jodha gagal mengikuti beasiswa di jepang itu. Akhirnya setelah dibujuk,Meena bersedia ikut kerumah Bhairam. Mereka bertiga diboyong oleh Bhairam keluar kota. Sedangkan rumah mereka sementara waktu dititipkan ke Salima, adik Meena.
Selama Jodha disana, dia diberi pekerjaan oleh pamannya di kantornya. Jodha bekerja keras agar tidak mengecewakan pamannya.
* bersambung *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...