Langsung ke konten utama

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 17




# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 17 (edisi revisi)
°°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°°
Karena melihat wajah Jalal yg memelas, Jodha tidak jadi keluar. Tak berapa lama, sanak saudara Jalal datang berkunjung. 
Lalu sore harinya. Meena dan Shivani datang.
" bagaimana keadaanmu nak rajat? " tanya Meena.
"Alhamdulillah baik bu. meskipun masih sedikit pusing. Saya akan lebih cepat sembuh kalau ada Jodha yg merawat saya bu..." Jalal senyum2 sambil melirik Jodha.
Jodha melotot ke Jalal sambil bibirnya manyun. Semuanya tertawa meliat dua orang ini.
Ketika Meena dan Shivani pamit pulang. Jodha juga ikutan mau pulang. karena dia harus mengurus toko bunganya.
Jalal tidak rela kalau Jodha akan pulang "Jodha...kamu besok kesini lagi kan? "
" ehm...iya aku besok kesini kok...sudah ya...kamu istirahat dulu...aku pulang."
Akhirnya Jodha,Meena dan Shivani pulang bersama2. Setelah sebelumnya pamitan ke Hamida dan Baksi.
Keesokan hari nya Jodha datang dan disambut oleh Hamida. Jalal senang sekali Jodha datang lagi. Hamida keluar sebentar ke kantin rumah sakit.
" bagaimana keadaanmu? "
" baik...apalagi kalau melihat wajahmu...pasti aku akan cepat sembuh..." Jalal tersenyum menggoda,  "Jodha...maafkan aku. Sekarang aku malah melanggar janjiku sendiri dengan bertemu denganmu tapi kalau aku boleh jujur. Aku gak bisa jauh dari kamu"
" sudahlah Jalal...gak usah bahas lagi tentang janji itu. Aku juga minta maaf kalau sudah melukai hatimu"
" jadi...kamu maafin aku kan...kamu cabut tentang janji itu kan...." Mata Jalal berbinar berharap.
Jodha mengangguk dan tersenyum.
"yeeeahhh...aduhhhh....kepalaku" Jalal kegirangan sampai lupa kalau kepalanya masih sakit.
Dia pegang kepalanya yg masih diperban. Jodha  senyum2 liat kelakuan Jalal. Kemudian suster membawakan makanan untuk Jalal.
Jalal mau makan bila Jodha menyuapinya. Jodha memutar bola matanya "dasar manja" gumam Jodha.
Akhirnya Jodha menyuapi Jalal. Dengan telaten Jodha memasukkan makanan sesendok demi sesendok ke mulut Jalal. Jalal hanya menatap Jodha tanpa berkedip.
Ketika Jodha akan menyuapinya, tiba2 Jalal memegang tangan Jodha dan menghentikan suapannya "kau tau Jodha. Aku beruntung karena kecelakaan ini"
"Kenapa bisa begitu. ini kan musibah "
" justru karena kecelakaan ini. kau memaafkan aku dan aku bisa dekat denganmu. Aku bersyukur dengan kecelakaan ini"
Jodha jadi tersanjung dengan kata2 Jalal. Wajahnya langsung bersemu merah karena malu.
Jalal dan Jodha berpandangan lama sekali. Sampai mereka tidak sadar kalau ada orang yg sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
" ehm...ehm.."
Jalal dan Jodha langsung menoleh. Begitu tau kalau itu suara Hamida. Mereka tersipu malu.
"Jalal...ada Salima dan anak2 yayasan datang menengokmu " ucap Hamida.
" eh...ehm...iya bu...suruh mereka masuk"
Salima,Resham dan beberapa anak panti datang menjenguk.
" bagaimana keadaanmu Jalal" tanya Salima.
"Alhamdullillah sudah mendingan '
"Aduh...Jalal. meskipun kamu sakit tapi tetap aja ya ganteng..." sahut Resham.
Semua orang di ruangan itu tertawa liat Resham. Rahim mendekat ke Jalal dan memberikan sesuatu " kak Jalal..ini dari anak2 panti membawakan buah2an dan miss Resham membawakan kue untuk kakak"
" terima kasih ya "
•••••
Jalal menjalani beberapa test pemeriksaan sebelum dokter mengizinkan Jalal pulang. Jodha menemani Jalal untuk menjalani beberapa test nya.
----
Jalal menjalani terapi sekitar 1 minggu di rumah sakit. Jodha bergantian dengan Hamida dan juga Baksi untuk menemani Jalal terapi.  Jodha dan Jalal semakin dekat meskipun mereka belum menyatakan perasaannya masing2.
Setelah menjalani beberapa terapi dan pemeriksaan sekitar hampir 2 bulanan. Kesehatan Jalal berangsur-angsur mulai pulih. 
Jalal memulai aktivitas di kantornya. Hampir tiap hari Jalal berkunjung ke yayasan. Selain alasan untuk bertemu anak2 tapi juga agar bisa bertemu dengan Jodha.
Hamida senang sekali melihat anaknya ceria kembali hingga Hamida menyuruh Jalal agar segera mengatakan perasaannya ke Jodha.
" apalagi yg kau tunggu Jalal. cepat ungkapkanlah perasaanmu ke Jodha. Kalian kan sudah semakin dekat.."
"Aku tidak tau bu...ketika aku berhadapan dengannya, lidahku seperti kelu, jantungku deg2an..."
" aneh sekali kamu. Dulu kamu gampang sekali nembak cewek kenapa sekarang susah..."  Hamida tersenyum menyindir anaknya.
"Tapi Jodha itu gadis yg berbeda bu...dia tidak seperti gadis2 lain yg hanya mencintai ku karena harta. Aku benar2 mencintainya bu..." Jalal mengatakannya sambil tersipu malu.
~~~~~~~
Jodha akan berulang tahun. Salima dan anak2 merencanakan pesta kejutan buat Jodha. Tak terkecuali Meena,Sivani,Hamida,Baksi dan tentu saja Jalal ikut menyiapkan pesta kejutan itu. Pesta itu akan  diadakan di yayasan.
Saat hari ultahnya. Pagi2 sekali setelah sarapan,Meena dan Shivani buru2 mau pergi.
"Lho...ibu mau kemana...kok buru2 pergi.." tanya Jodha.
" ibu ada perlu mendadak...jadi ibu sama Shivani berangkat dulu ya...kamu nanti ke toko sendirian aja ya...gak pa2 kan..." jawab Meena.
"Iya bu...gak pa2... hati2 ya "
"Iya...ibu berangkat ya "
"Aku juga berangkat kak...bye " sahut Shivani.
Setelah mereka berdua pergi, Jodha merasa ada yg aneh pada ibu dan adiknya "kenapa ya ibu dan Shivani aneh gitu. gak seperti biasanya....hah...sudahlah"
Jodha melanjutkan makan nya. Setelah sarapan, Jodha berangkat ke toko. Hari ini toko bunganya tidak terlalu rame pengunjung jadi dia menganggur. Untuk mengisi waktu luangnya, dia kirim sms ke Jalal tapi Jalal tidak juga membalasnya.
15 menit...
20 menit...
Sampai setengah jam. Jalal tetap tidak membalas sms nya. Dia jadi gak sabar, akhirnya Jodha menelepon  Jalal. Tapi jawabannya "nomer yg anda tuju sedang tidak aktif "
Bolak-balik dia mencoba menelepon Jalal tapi tetap operator yang bicara. Jodha makin kesal. Dia benar2 marah " tumben sih Jalal tidak bisa ditelepon..benar2 menyebalkan..."
Sekitar jam 1 siang, Jodha menutup toko dan berangkat menuju ke yayasan. Setelah sebelumnya dia menelepon ibunya. Begitu tiba di yayasan, suasana disana begitu sepi tidak seperti biasanya. 
" aneh " gumam Jodha.
Jodha kemudian menuju ke ruangan Salima tapi tidak ada orang sama sekali. Jodha lalu menuju ke ruang kamar anak2 juga tak ada siapapun. Jodha kebingungan mencari-cari smua orang.
Akhirnya dia menuju ke ruang serba guna yg biasanya digunakan untuk berbagai keperluan. Begitu Jodha membuka pintu....
" surpriseeee...."
Jodha terkejut. Ternyata semua orang ada disini. Mereka semua bersorak "selamat ulang tahun "
Dan mereka memberi selamat satu persatu kepada Jodha. Ada Hamida,Meena, Baksi,Sivani,Salima,Resham,anak2 dan juga Jalal .
Setelah semuanya memberi selamat, giliran Jalal yg memberi ucapan selamat "selamat ulang tahun Jodha" Jalal memberikan seikat bunga untuk Jodha.
"terima kasih" Jodha tersenyum, "oh iya kenapa tadi hpmu tidak aktif? "
"Aku memang sengaja mematikan hp biar kamu  kangen sama aku " Jalal tersenyum menggoda sambil mengedipkan matanya.
Jodha wajahnya langsung merah karena malu. Lalu Hamida menyuruh Jodha untuk memotong kue ultahnya. Setelah acara potong kue,mereka makan bersama-sama. Anak2 menari dan menyanyi dengan gembira.
Anak2 mengajak Jodha untuk ikut menari bersama mereka. Tak lupa Jalal juga ikut ditarik. Tapi yg narik si Resham...xixixi.
Jodha merasa sangat senang sekali karena dia bisa merayakan ultahnya bersama orang2 yg dia cintai dan yg mencintainya. Tak terasa air mata Jodha menetes. Jalal yg melihat Jodha menangis langsung menghampirinya "Jodha...kamu kenapa menangis? bukankah hari ini ultahmu ..."
Jodha kaget melihat kedatangan Jalal dan langsung mengusap air mata nya "aku menangis bukan karena sedih tapi ini adalah air mata kebahagiaan. Hari ini adalah ulang tahun yg paling membahagiakan buatku"
Jalal memegang tangan Jodha "kami semua menyayangimu Jodha"
Jalal dan Jodha saling berpandangan. Resham mengagetkan mereka dan menyuruh mereka untuk berfoto bersama. Sebelum Jodha berdiri, Jalal memegang tangan Jodha sehingga membuat Jodha menoleh ke Jalal.
"Jodha..setelah acara ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat...kau mau kan?" tanya Jalal.
* bersambung *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...