JANGAN TAKUT JATUH CINTA
Part 30
⌚
"Kamu kenapa Jodha,kok wajahmu gitu?" tanya Hamidah. Jodha jadi salah tingkah sedangkan Jalal malah senyum2 gaje.
"Ehm...eh...ini ma. Ikannya pedas banget" Jodha berkilat kepedasan karena kebetulan dia memang sedang makan ikan gurami asam pedas kesukaannya. Dan Jalal semakin tersenyum lebar.
"Biasanya kakak kan suka pedas tapi kok sekarang seperti gak tahan gitu?" ucap Daniyal polos.
Jodha semakin salah tingkah apalagi Daniyal bicara seperti itu. Jodha melirik ke Jalal dengan tatapan tajam. Tangan jahil Jalal masih bergerilya di paha Jodha.
"Kau memang harus dikasih pelajaran suamiku!" batin Jodha. Dengan sekuat tenaga Jodha,kaki Jodha langsung menginjak kaki Jalal.
"Aawwww..." Jalal mengaduh kesakitan. Semua orang serempak menoleh kearahnya. Dan tangan Jalal akhirnya terlepas. Giliran Jodha sekarang yg tersenyum lebar.
"Kamu kenapa Jalal?" tanya Humayun.
"Hhh...ini pa. Kakiku digigit semut" Jalal melirik kearah Jodha dengan tajam tapi Jodha malah cuek. Ryan dan Aisha terkekeh dengan ucapan Jalal,sedangkan yg lain hanya mengerutkan dahinya tanda tak percaya.
"Kau itu aneh2 saja. Mana ada semut di hotel" ucap Humayun heran. Jalal hanya meringis.
"Kamu itu jangan bandel Jalal. Sekarang kamu sudah menjadi kepala keluarga" sahut Hamida. Jalal hanya diam mendengar mamanya bicara. Jalal kembali menoleh ke Jodha.
"Rasain!!" ucap Jodha tanpa suara. Membuat Jalal gemas ingin segera menyerang Jodha.
"Kali ini kau boleh selamat sayang. Tapi lihat nanti apa yg akan kulakukan padamu" Jalal tersenyum licik.
"Kalian akan bulan madu kemana?" tanya Bharmal.
"Kami akan ke Raja Ampat di papua selama 5 hari" jawab Jalal.
"Wah..asyik banget ke Raja Ampat. Aku juga pengen kesana dari dulu"
"Iya Dani. Kami ingin kesana karena ingin melihat langsung keindahan Raja Ampat. Akhirnya impian kami tercapai" ucap Jalal sumringah.
"Kenapa gak keluar negeri kak?" tanya Daniyal.
"Di negara kita masih banyak tempat wisata yg indah yg tak kalah dengan luar negeri. Jadi buat apa kita susah2 kesana" sahut Jodha.
"Benar juga. Kita kan cinta indonesia" balas Daniyal.
"Kapan kalian berangkat?" tanya Bharmal.
"Besok pagi"
Bharmal mengangguk "oh iya Jodha. Papa,mama dan Daniyal nanti sore akan balik ke bandung"
"Kenapa buru2 pa. Apa tidak menunggu besok saja" Jodha cemberut.
"Tidak bisa sayang. Pekerjaan papa dikantor banyak. Tidak bisa ditinggal" Jodha sedih karena waktu untuk bersama keluarganya hanya sebentar.
Setelah makan siang,para orangtua kembali kekamar masing2. Sedangkan Jalal,Jodha,Ryan,Aisha dan Shia sekarang berada di ruang karaoke yg ada di hotel. Hotel milik Jalal juga menyediakan fasilitas ruang karaoke di dekat ballrom hotel. Mereka ingin rileks dengan berkaraoke bersama.
Jalal sedari tadi mencoba mendekat ke Jodha tapi Jodha malah menghindar. Dia masih kesal dengan ulah Jalal tadi di meja makan. Ryan dan Aisha sedang asyik memilih lagu. Akhirnya mereka memilih lagu 'MY HEART WILL GO ON milik Celine Dion' dan dinyanyikan duet.
Ryan dan Aisha sudah siap di layar tv besar untuk berduet. Sedangkan Jodha dan Shia kini yg memilih lagu.
* Every night in my dreams...
I see you. I feel you...
That is how I know you go on...
Ryan dan Aisha menyanyi sambil bergandengan tangan. Jalal mendekat dan duduk disebelah Jodha yg masih asyik memilih lagu. Jalal merangkul bahu Jodha tapi Jodha malah menampik tangan Jalal dan pindah duduk disebelah Shia. Sehingga kini Shia berada ditengah2 Jalal dan Jodha. Jodha cemberut karena Jodha terus menghindarinya.
"Sayang,kamu kenapa sih menghindari aku terus" teriak Jalal dibelakang Shia karena harus mengalahkan suara lagu.
"Salah sendiri tangan kamu jahil. Bikin malu aku aja" sahut Jodha ketus.
"Ya ampun sayang..aku hanya bercanda.."
Belum Jalal melanjutkan bicaranya,Shia memotong "aunty...lagu ini aja ya buat Shia nyanyi" Shia menunjukkan list lagu di layar.
Jodha melihat ke list lagu "ah iya,ini saja Shia. Nanti nyanyi sama tante ya" Jodha melirik ke Jalal.
"Iya aunty. Asyeekk...aku nyanyi sama aunty"
"Jodha..kamu gak karaokean sama aku?" tanya Jalal.
"Enggak! Malas..." sahut Jodha.
Jalal memanyunkan bibirnya. Dia tidak diperdulikan sama sekali oleh dua princessnya.
Ryan dan Aisha telah selesai menyanyi. Jodha dan Shia tepuk tangan untuk penampilan mereka. Ryan dan Aisha tersenyum. Kini giliran Jodha dan Shia maju untuk menyanyi duet. Ryan dan Aisha lalu duduk disebelah Jalal.
Jodha dan Shia mulai menyanyi lagu 'AIR milik Joshua'
* Diobok-obok airnya diobok-obok...
ada ikannya kecil-kecil pada mabok...
Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot...
kena mukaku aku jadi mandi lagi...
dingin-dingin dimandiin nanti masuk angin...
Jodha dan Shia enjoy sekali menyanyikan lagu itu. Bahkan Shia menyanyi sambil menggoyangkan badannya kekanan dan kekiri. Jalal melongo melihat Jodha dan Shia menyanyi. Jalal kira mereka nyanyi lagu apa. Eh...ternyata lagu 'diobok-obok'. Hahaha
Sedangkan Ryan dan Aisha tertawa terbahak mendengar Jodha dan Shia menyanyi.
"Kamu kenapa cemberut Jalal?" tanya Ryan.
"Jodha tak pedulikan aku sama sekali. Masa' dia malah duet ama Shia!"
"Hahaha...makanya kalau punya tangan tuh jangan jahil"
Jalal menoleh ke Ryan "siapa yg jahil?" Jalal pura2 tak mengerti.
"Gak usah ngeles gitu. Kamu kira aku gak tau apa yg dilakukan tanganmu tadi di bawah meja makan"
Skak mat!!
Jalal membelalakkan matanya. Ryan sudah tau aksinya.
"Ba...bagaimana kakak tau?"
Hahaha...Ryan dan Aisha tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah culun Jalal.
"Jelas saja tau. Kakakmu kan dulu juga gitu waktu pengantin baru" ucap Aisha sambil melirik Ryan.
Bwahahaha...sekarang ganti Jalal yg tertawa. Ryan mendengus.
"Ternyata kemodusanku menurun dari kak Ryan to"
Plakk.... Ryan menoyor kepala Jalal.
"Aduh kak. Apaan sih pake mukul kepalaku. Sakit tau" Jalal mengusap kepalanya.
"Gak usah lebay deh. Kita modus itu menurun dari papa tau"
Hahaha...Jalal dan Ryan tertawa mendengar ucapan Ryan yg membicarakan papanya. Aisha hanya geleng2 kepala melihat kakak beradik itu.
Setelah puas berkaraoke,mereka berlima kembali kekamar. Jodha dan Jalal sudah berada dikamar. Jodha mulai berbenah untuk pulang nanti sore kerumah Jalal. Jalal mendekat ke Jodha lalu memeluknya dari belakang.
"Kamu masih marah sama aku" Jalal berbisik di telinga Jodha.
"Iya. Gara2 kamu aku malu sama semuanya" Jodha mencebikkan bibirnya.
"Aku minta maaf sayang. Aku tuh gak tahan kalau dekat sama kamu" Jalal mulai merayu mode on.
"Tapi lihat tempat juga dong. Jangan asal aja"
"Iya deh. Aku minta maaf. Gak akan kuulangi" Jalal mencium leher Jodha dari belakang.
"Eennggh..Jalal hentikan! Aku mau berkemas" Jodha mengerang dan Jalal tersenyum karena bisa menggoda Jodha kembali. Jalal membalikkan tubuh Jodha sehingga kini mereka berhadapan.
"Berkemasnya nanti saja. Sekarang aku mau berkaraokean sama kamu" Jalal akan mencium Jodha tapi tangan Jodha menutup bibir Jalal.
"Aku gak mau! Lebih baik sekarang kamu mandi setelah itu aku"
Jalal melepaskan tangan Jodha yg membekap mulutnya "kita mandi bersama ya" Jalal menaik turunkan alisnya.
"Enggak! Nanti bakal lama lagi kalau mandi bareng. Cepat sana mandi!"
"Aku maunya mandi bareng" Jalal mulai manja.
"Oohh...jadi kamu pengen nanti malam gak dapat jatah. Ok"
Jalal membelalakkan matanya "eh...sayang. Jangan gitu dong.iya deh aku mandi. Tapi nanti malam kita karaokean ya" Jalal kembali tersenyum mesum.
Jodha mendengus "udah sana mandi!" Jodha mendorong Jalal ke kamar mandi. Sebelum Jalal menutup pintu,dia masih menyempatkan diri mencium bibir Jodha sekilas.
"Dasar mr.modus!"
Hahaha...Jalal tertawa didalam kamar mandi.
Sore hari mereka kembali ke rumah Jalal. Bharmal,Meena dan Daniyal berpamitan pada keluarga Jalal untuk pulang ke bandung.
"Pak Humayun,bu Hamida, kami pamit dan titip Jodha pada kalian. Anggap Jodha seperti anak kalian sendiri. Bila dia berbuat salah,tegur saja" ucap Bharmal.
"Tentu saja kami menganggap Jodha seperti anak kami. Anda tenang saja pak Bharmal,kami akan menjaga Jodha dengan baik" balas Humayun.
"Papa dan mama cepat sekali mau pulang. Aku masih kangen" Jodha bergelayut manja di lengan Meena.
"Kamu dan Jalal kan bisa main ke bandung kalau kangen. Jangan manja gitu. Kamu sudah jadi seorang istri sekarang" balas Meena merangkul Jodha. Semua tersenyum melihat tingkah manja Jodha.
"Jalal,papa titip Jodha padamu ya. Buatlah dia bahagia karena dia putri papa satu2nya yg sangat papa sayangi"
"Iya pa,aku janji akan membuat Jodha bahagia"
Setelah bersalaman dan berpamitan dengan semuanya,Bharmal,Meena dan Daniyal meninggalkan mereka.
# Keesokan harinya...
Jalal dan Jodha berangkat bulan madu diantar oleh Ryan,Aisha dan Shia ke bandara SOETA setelah sebelumnya berpamitan pada Humayun dan Hamida.
Setelah tiba di bandara SOETA,Jalal dan Jodha pamit pada mereka bertiga.
"Selamat bersenang-senang ya" ucap Ryan sambil memeluk Jalal.
"Terima kasih kak" jawab Jalal.
"Hati2 ya Jodha selama disana. Siap2 kewalahan menghadapi Jalal" bisik Aisha ke Jodha dan Jodha tersipu.
"Aunty dan uncle belikan Shia oleh2 yg banyak ya" sahut Shia tak mau kalah.
Jalal menggendong Shia lalu mengecup pipi chubbynya "Shia mau oleh2 apa? Boneka atau adik baru" Jalal melirik ke Jodha dan dibalas Jodha dengan tatapan tajam. Jalal terkekeh.
"Aku mau semuanya" ucap Shia polos. Semua tertawa.
Panggilan keberangkatan sudah terdengar. Jalal dan Jodha melambaikan tangan pada mereka bertiga dan masuk ke pesawat.
Membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari bandara SOETA Menuju ke bandara Domine Eduard Osok, Sorong-Papua barat. Setelah tiba di bandara Domine Eduard Osok, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan taxi menuju ke palabuhan rakyat untuk menuju ke ibukota Raja Ampat ( Waisai ). Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan kembali dengan menggunakan kapal Fery. Perjalanan akan memakan waktu 4 - 5 jam untuk sampai di pelabuhan Waisai.
Komentar
Posting Komentar