Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 2)

"Kenangan adalah perhiasan terindah yang tak lekang dimakan zaman selama kita mampu sedetik saja mengingatnya"

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

# CINTA? ATAU BALAS BUDI? #

PART 2

• JODHA POV •

Aku sedang berada di samping makam ayah dan ibuku. Sudah setahun setelah kejadian kecelakaan yang telah merenggut nyawa kedua orangtuaku. Kecelakaan beruntun di jalan tol dikarenakan sebuah mini bus yg kehilangan kendali akibat remnya blong dan mengakibatkan hilangnya banyak nyawa.

Kedua orang tuaku termasuk korban dalam kecelakaan itu karena mereka di dalam minibus itu. Setidaknya ada 20 orang meninggal dalam kejadian itu. Aku begitu rindu dengan ayah dan ibu. Dan kini aku hanya tinggal bersama adikku satu-satunya.

Masih teringat jelas amanah ayah sebelum meninggal.

"Bila ayah tidak ada didunia ini,kamu jaga adikmu baik2 Jodha. Kalian jangan pernah bertengkar karena kalian bersaudara,tidak baik kalau bersaudara itu tidak akur"

"Iya ayah..aku janji akan selalu menjaga Shivani dengan baik"

Itulah kata2 terakhir ayah yg masih ku ingat. Air mataku mulai mengalir di pipi. Seperti baru kemarin,ayah dan ibu tersenyum padaku.

"Shivani sekarang sudah kuliah semester 1 ayah,ibu. Aku berjanji akan bekerja keras supaya dia bisa meneruskan kuliahnya sampai lulus"  Aku mulai menyeka air mataku. Aku terus mengusap pusara ayah dan ibu,seolah diriku sedang berbicara dengan mereka. Setelah berdoa dan menaburkan bunga,aku beranjak pergi dari sana.

@@

Langit mulai menampakkan awan hitamnya pertanda akan datangnya hujan. Aku sedikit berlari agar tidak terkena hujan yg sebentar lagi mengguyur bumi. Aku bergegas menuju kantor.

Selama perjalanan ke kantor,hujan turun dengan deras. Hawa yg dingin membuatku mengeratkan pelukan ke tubuhku sendiri. Suasana hatiku selaras dengan cuaca mendung hari ini.

• Author Pov •

Tak berapa lama, Jodha tiba di kantor KAMANIA Adv. Perusahaan penerbitan milik ayahnya yg kini diwariskan padanya. Setelah ayahnya meninggal,dialah yg menggantikan posisi ayahnya. Dengan keadaan tubuh yg agak basah, Jodha masuk ke dalam kantor dan disambut oleh Febby,asisten pribadinya.

"Selamat siang bu Jodha, mau saya buatkan teh hangat?"

"Iya Feb...terima kasih"

Jodha menaruh mantelnya di sofa lalu duduk di kursi kebesarannya. Dia melihat pigura foto yg ada di mejanya. Di foto itu ada ayahnya,ibunya,Shivani dan dia sendiri yg sedang berfoto bersama waktu dia lulus wisuda dulu. Sekali lagi dia mencoba menahan tangisnya agar Febby tidak mengetahuinya.

Febby mengetuk pintu lalu masuk dan memberikan secangkir teh hangat pada Jodha. Setelah itu Feby menyerahkan sebuah map ke Jodha "Ini berkas yg ibu minta kemarin. Semua ada disini datanya"

"Sekali lagi terima kasih"

"Saya permisi keluar bu"

"Iya...silahkan" Febby keluar dari ruangan itu dan siap untuk mendengar bos cantiknya itu marah2. Jodha menyesap tehnya lalu menaruh cangkir itu di meja. Kemudian dia mengambil map itu dan membaca isinya.
Jodha mengerutkan dahinya "jadi dia membawa kabur uang perusahaan.kurang ajar!!!! Masih kurang apa dia selama ini. Ayah begitu mempercayainya dan memberinya fasilitas,tapi begini cara dia membalasnya!!!" Jodha membanting map itu diatas mejanya. Dia marah,geram dengan kelakuan pamannya itu.

Sarif, paman Jodha telah tega menghianatinya. Sarif adalah adik angkat dari ayahnya. Neneknya dulu mengangkat Sarif menjadi anaknya karena dia seorang yatim piatu. Tapi begitu ayah Jodha meninggal, pamannya itu mulai berulah.
Sarif pelan2 mulai menggelapkan uang perusahaan. Awalnya Jodha tidak curiga dengan kelakuan pamannya. Tapi beberapa bulan ini pamannya sering sekali ijin tidak masuk kerja,alasannya karena sakit. Dan akhirnya minggu lalu, Jodha memeriksa laporan keuangan perusahaannya dan mengapa semakin berkurang. Dan kini pamannya itu telah membawa kabur uang perusahaan entah kemana.

Jodha tentu saja tidak tinggal diam,dia melaporkan hal ini pada pihak kepolisian. Kini pamannya menjadi buronan polisi dan masih dalam proses tahap pencarian. Tentu saja hal ini mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian dan akan mengalami kebangkrutan.

Jodha memijit keningnya,merasa lelah menghadapi ini sendirian. Seandainya ayahnya masih hidup,pasti dia bisa berbagi masalah ini dengan ayahnya.
Jalan satu-satunya untuk bisa menyelamatkan perusahaannya adalah dengan meminjam uang dari bank. Dia sudah melakukannya,tapi pihak bank banyak yg menolak karena image buruk perusahaan yg sudah diberikan oleh pamannya. Pada siapa lagi dia harus meminta tolong. Apakah perusahaan yg sudah dirintis ayahnya sejak dulu akhirnya harus berakhir dengan cara seperti ini. Tapi Jodha masih tetap berusaha minta tolong pada teman dan juga kerabatnya. Bagaimanapun juga perusahaan ini harus dia pertahankan. Karena ini amanah dari ayahnya.

^^^^^^

Hari ini Jodha pulang agak malam karena harus menyelesaikan masalah perusahaannya. Dia masih dikantor untuk menghubungi beberapa temannya yg sekiranya bisa membantunya. Febby tadi bersikeras ingin menemani Jodha tapi Jodha menolak karena jam kerja Febby sudah selesai dan Dia tidak menyuruh Febby untuk lembur. Dia masih bisa menyelesaikan ini tanpa harus merepotkan Febby.

Sebenarnya malam ini Jodha janji untuk menjemput Shivani,adiknya. Hari ini Shivani ada les privat piano. Shivani menyukai musik dan juga piano. Untuk menyalurkan hobynya itu,dia les privat piano sehabis pulang kuliah. Shivani tahu kalau kakaknya masih sibuk dan memaksa untuk pulang sendiri agar dia bisa belajar mandiri. Kakaknya dianggap terlalu protektif padanya.

"Sudah kak, tidak apa2. Aku kan sudah besar dan aku bisa pulang sendiri" Shivani sedang berbicara dengan Jodha di telepon.

"Tapi Vani, kakak kuatir kamu pulang sendirian. Kamu tuh cewek"

"Kakak kan masih sibuk. Sekali ini saja,biarin aku pulang sendiri...ok. Love you kak. Bye..." Shivani menutup teleponnya.

"Tapi..."

Tut...tut...tut...

Jodha mendesah berat. Adiknya kalau sudah ada maunya,pasti tidak bisa dicegah.

"Semoga tidak terjadi apa2 dengannya" batin Jodha lalu menutup teleponnya. Entah kenapa perasaannya seperti tidak enak. Dia punya firasat seperti akan terjadi sesuatu yg buruk. Tapi dia berusaha mengenyahkan perasaan itu.

****

Mata Jodha terasa begitu lelah. Sampai sekarang dia belum mendapat bantuan untuk perusahaannya. Kepalanya terasa berat memikirkan masalah ini. Jodha menyenderkan kepalanya di kursi untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak sambil memejamkan matanya.

Drtt....drrrttt.....

Hpnya bergetar tanda ada panggilan masuk. Jodha membuka matanya dan melihat nama Shivani disana. Dia menerima telepon itu.

"Iya Shivani...ada apa?"

"Apa benar ini kerabatnya nona Shivani?" terdengar suara seorang wanita yg tak dikenal olehnya.

"Iya...saya kakaknya. Ini siapa? Shivani mana?" Jodha heran mengapa orang lain yg meneleponnya menggunakan hp Shivani.

"Saya suster. Adik anda mengalami kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit"

Deg!!!!

Kecelakaan.....

Jantung Jodha berdegup kencang mendengar berita ini. Firasatnya ternyata benar. Tubuhnya terasa lemas seketika.

~~~

Jodha berlari disepanjang lorong rumah sakit. Dia terus melafalkan doa untuk Shivani,berharap tidak terjadi sesuatu yg buruk terjadi pada adik satu-satunya karena hanya Shivani yg dia punya. Entah bagaimana hidupnya bila Shivani juga meninggalkannya. Jodha tiba di ruang UGD. Dia bertanya pada suster disana untuk mengetahui keadaan Shivani.

"Sus,bagaimana keadaan adik saya?" tanya Jodha kuatir. Penampilannya kini terlihat lusuh. Dia tak perduli lagi dengan penampilannya. Yg terpenting sekarang adalah keadaan adiknya.

"Nona Shivani masih diperiksa dokter,anda tunggu disini nona" jawab sang suster lalu kembali ke ruang UGD.

Jodha merasakan kakinya lemas,dia lalu duduk diruang tunggu. Dia masih belum tahu keadaan Shivani. Jodha menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis terisak.

"Ya tuhan,tolong sembuhkanlah adikku. Aku tidak ingin kehilangan lagi orang yg kusayang. Cukup kedua orangtuaku..hiks" tangisan Jodha begitu menyayat hati siapapun yg mendengarnya.

Tiba2 ada orang yg memanggil namanya "apa anda yg bernama nona Jodha?"

Jodha mendongak lalu mengusap air matanya. Dia melihat ada 2 orang polisi berdiri dihadapannya "iya pak,saya Jodha" Jodha kemudian berdiri dihadapan kedua polisi itu.

"Maaf nona Jodha,kami ingin memberitahu bahwa nona Shivani mengalami tabrak lari"

"Apa!!!!" Jodha semakin shock dengan berita yg baru dia dengar.

"Pelakunya melarikan diri setelah menabrak adik anda. Karena keadaan pada saat itu sedang sepi,jadi tidak ada orang yg melihat kejadian itu. Bahkan nona Shivani ditemukan tergeletak di jalan setelah beberapa menit dia ditabrak"

Saat itu juga merasa marah,geram dengan orang yg sudah menabrak adiknya. Sumpah serapah keluar begitu saja dari mulutnya "dasar b******k!! Aku doakan supaya hidup penabrak itu tidak akan tenang" gumamnya.

"Kami akan terus berusaha mencari si pelaku. Setelah nona Shivani sembuh,kami butuh kesaksiannya" ucap pak polisi,Jodha hanya mengangguk, "baiklah kami permisi dulu nona Jodha. Maaf sudah mengganggu waktu anda. Semoga nona Shivani cepat sembuh dan semoga anda diberi kesabaran"

"Terima kasih pak" Kedua orang polisi itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Jodha sendiri.

Jodha kembali duduk dan merasakan dunianya seperti runtuh. Cobaan datang bertubi-tubi padanya. Seandainya ada kedua orang tuanya yg menemaninya disini,dia tidak akan sefrustasi ini.
Jodha baru ingat kalau dia belum menghubungi Bi Lina,asisten rumah tangga yg setia dengan kelurganya sejak dia kecil. Jodha lalu menelepon Bi Lina untuk memberitahukan tentang Shivani.

∆∆∆

Dokter keluar dari ruangan UGD. Jodha beranjak dari duduknya dan menghampiri dokter "dok,bagaimana keadaan adik saya?" Jodha harap-harap cemas.

Dokter menghela nafas berat "keadaan nona Shivani kritis. Kecelakaan itu membuat kepalanya terbentur keras. Kemungkinan untuk sembuh sangat tipis. Dia koma dan hidupnya harus ditopang dengan alat penunjang"

"Ya tuhan..."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...