Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 6)

# CINTA? ATAU BALAS BUDI #

Part 6

---------©©©©©©©-----------

Hari ini Jodha bersiap untuk melamar kerja di perusahaan. Dia harus tampil cantik dan anggun agar tidak mengecewakan Jalal. Dengan memakai kemeja putih yg ditutup dengan blazer abu2 yg warnanya senada dengan rok pensil selutut yg dia pakai. Jodha memakai make up tipis dengan rambut tergerai. Meskipun Jodha kini tidak kaya seperti dulu,tapi masalah style fashion dia masih update. Seandainya bersandingan dengan Jalal pun,juga tidak akan membuatnya malu.

Setelah selesai berdandan dan sarapan,Jodha pamit ke Shivani "Shivani,doakan kakak semoga kakak diterima kerja ya" Jodha lalu mengecup kening Shivani yg matanya masih tertutup.

Jalal dan Sehnaz selesai sarapan dan mereka kini menunggu Jodha di luar pintu depan ruang tamu. Mereka sengaja sarapan tidak bersama dengan Jodha karena harus berangkat pagi. Jalal melihat jam ditangannya saat Sehnaz menunjuk kearah seseorang "itu dia kak Jodha datang."

Jalal menoleh kearah Sehnaz menunjuk. Disana Jalal melihat berjalan dengan anggun kearah mereka berdua. Jalal terpana dan tanpa sadar mulutnya sedikit terbuka. Jalal melihat dari atas ke bawah. Jodha membawa tas kerja dan juga map CVnya yg dia letakkan didepan dadanya. Dari bawah terlihat kaki Jodha yg jenjang yg sangat pas dengan rok pensil yg dia pakai. Seandainya ini film kartun,pasti Jalal digambarkan dengan wajah yg matanya melotot dan bibirnya meneteskan air liurnya. Hahaha....

"Selamat pagi" sapa Jodha pada mereka berdua.

"Pagi kak" jawab Sehnaz. Dan Jalal masih diam terpana. Sehnaz senyum2 gaje melihat kakaknya lalu berdehem "ehem"

Jalal langsung tersadar dari lamunannya karena deheman Sehnaz dan bersikap biasa saja "em..pagi Jodha"

"Maaf membuat kalian menunggu"

"Tidak apa2. Ayo kita berangkat" Jalal berjalan mendahului mereka menuju ke mobil. Sehnaz masih tersenyum.

"Kak Jodha cantik banget" ucap Sehnaz sambil berjalan bersama Jodha menuju ke mobil.

"Terima kasih"

"Kak Jalal sampai tak berkedip melihat kak Jodha" goda Sehnaz.

Jodha tersipu malu "Kamu masuk pagi Sehnaz?" Jodha mengalihkan pembicaraan.

"Iya kak. Aku masuk pagi. Karena kita searah jadi aku ingin bareng sama kalian. Aku takut nyetir sendiri sejak kecelakaan itu..." Sehnaz menghentikan bicaranya. Dia hampir saja keceplosan bicara.

Jodha mengerutkan keningnya "sejak kecelakaan apa?"

"Eh..itu..em..aku hanya malas nyetir aja kak. Iya" Jodha semakin heran dengan Sehnaz yg tiba2 gugup.

Akhirnya mereka masuk ke mobil dan Jalal menjalankan mobilnya. Selama dalam mobil,Jodha lebih banyak bicara dengan Sehnaz. Sesekali Jalal melirik Jodha yg ada dibelakang bersama Sehnaz. Tadinya Sehnaz menyuruh Jodha untuk duduk didepan tapi Jodha tidak mau. Lebih baik dia duduk bersama Sehnaz agar tidak canggung duduk disamping Jalal.

Mobil mereka telah tiba dikampus Sehnaz. Sehnaz berpamitan pada Jodha dan Jalal lalu turun dari mobil masuk ke kampusnya. Jalal menyuruh Jodha duduk didepan agar orang2 tidak menyangka kalau dia supir. Akhirnya Jodha menuruti perintah Jalal yg tidak bisa dibantah.

Jalal melajukan mobilnya menuju kantornya. Suasana hening karena mereka berdua merasa canggung. Jodha tidak tau harus berkata apa hingga Jalal bicara untuk menghilangkan kecanggungan.

"Jodha"

"Ya" Jodha menoleh ke arah Jalal.

"Aku harap kau bisa bekerja dengan baik. Kalau mereka tanya tentang kita,bilang saja kalau kau adalah temanku. Dan satu lagi,jangan bilang kalau aku yg telah menolongmu dan adikmu. Katakan saja kamu dari luar kota dan harus tinggal dirumahku untuk sementara"

"Baiklah" Jodha mengerti kekhawatiran Jalal. Dia juga tau diri untuk tidak mempermalukan Jalal dan keluarganya karena Jalal sudah banyak menolongnya.

Tak lama mereka telah sampai di kantor Jalal. Jalal dan Jodha turun dari mobil lalu masuk kedalam kantor. Didalam kantor semua mata memandang kearah mereka berdua. Semua orang bertanya-tanya siapa gerangan gadis cantik yg sedang bersama boss mereka. Ada rasa iri dihati karyawan wanita melihat Jodha berdampingan dengan Jalal. Dan untuk karyawan pria melihat Jodha sampai tak berkedip karena terpana oleh kecantikan Jodha.

Jodha dan Jalal naik lift ke lantai 3 dimana tempat divisi 2 berada. Jodha dan
"selamat pagi pak" sapa beberapa karyawan yg ada didalam lift.

"Pagi" ucap Jalal singkat.

Kembali mereka memandang Jodha dengan rasa kagum. Jodha jadi risih dipandang seperti itu tapi dia berusaha tenang dan santai. Lain halnya dengan Jalal,tangannya mengepal dan rahangnya mengeras. Dia tidak suka cara karyawan pria memandang Jodha. Rasanya dia ingin mencongkel setiap mata yg seakan ingin melahap Jodha.

Ting...

Lift terbuka di lantai 3 dan mereka berdua keluar dari lift menuju kantor supersivor divisi 2. Jodha merasa lega setelah keluar dari lift.

"Abaikan tatapan pria2 tadi. Mereka seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja" ucap Jalal tanpa sadar.

Eh...apa tadi yg Jalal bilang? Dia bilang aku cantik. Batin Jodha merasa senang. Wajahnya merona tanpa sadar karena pujian Jalal.

Jodha dan Jalal masuk keruangan Atghah khan yaitu Supervisor divisi 2.

"Selamat pagi pak Jalal" sapa Atghah ramah sambil berjabat tangan.

"Pagi pak Atghah. Oh iya,kenalkan ini Jodha. Saya merekonendasikannya menjadi sekretaris anda"

"Saya Jodha Indira Kamania" Jodha berjabat tangan dengan Atghah.

"Saya Atghah Khan. Senang bertemu anda. Silahkan duduk" Atghah membalas jabatan tangan Jodha.

"Terima kasih pak"

"Pak Atghah akan mewawancaraimu Jodha. Saya akan tinggalkan kalian" ucap Jalal lalu berlalu dari hadapan Jodha dan Atghah.

Setelah kepergian Jalal,Atghah langsung mewawancarai Jodha. Jodha menyerahkan map yg berisi CV miliknya. Atghah terkesan dengan CV milik Jodha yg semuanya bernilai baik. Jodha menjawab pertanyaan Atghah dengan lancar dan penuh percaya diri. Atghah terlihat puas dengan kepercayaan diri yg dimiliki Jodha. Atghah merasa Jodha mempunyai kepribadian seorang pemimpin.

"Ternyata pak Jalal tidak salah merekomendasikan kamu pada saya. Sepertinya divisi 2 akan memiliki seseorang yg akan membuat perkembangan begitu pesat. Saya yakin itu"

Jodha tersenyum "pak Atghah terlalu memuji saya. Saya hanya berusaha memberikan yg terbaik bagi perusahaan sesuai kemampuan saya dan saya juga masih perlu banyak bimbingan"

"Kamu jangan merendah seperti itu Jodha. Divisi ini bisa maju karena adanya kerjasama yg baik antara Supervisor dan sekretarisnya. Saya harap kita bisa menjadi partner yg baik untuk perkembangan perusahaan ini karena sekretaris2 saya yg sebelumnya tidak berkompeten dalam bekerja."

"Saya juga berharap begitu pak dan saya akan berusaha agar tidak mengecewakan bapak dan perusahaan ini"

"Baiklah,kamu saya terima sebagai sekretaris saya. Mulai besok kamu bisa bekerja. Selamat datang di perusahaan IRFANDI COMP" Atghah menjabat tangan Jodha dan Jodha membalasnya.

"Terima kasih pak. Saya permisi"

"Sama2...silahkan"

Atghah mengantar Jodha sampai depan pintu. Jodha merasa senang sekali akhirnya dia diterima kerja. Saat hatinya sedang gembira,tiba2 Romi berdiri didepannya dan mengagetkan Jodha.

"Nona Jodha..."

"Eh..iya" Jodha sampai terlonjak saking kagetnya. Jodha melihat Romi yg memakai setelan jas warna hitam dan dengan tubuhnya yg tinggi atletis. Tak kalah tampan dengan Jalal.

"Tuan Jalal menyuruh saya untuk mengantar anda pulang setelah interview anda selesai"

"Oh iya. Baiklah" Jodha bingung harus bicara apa. Jalal bahkan sudah menyuruh Romi mengantarnya pulang. Seperti tuan putri yg dijaga oleh bodyguardnya saja. Jodha menggelengkan kepalanya karena pikiran konyolnya barusan. Jodha akhirnya mengikuti Romi menuju basement untuk mengambil mobil.

°°°

Dalam perjalanan suasana kembali hening. Tidak ada yg memulai percakapan baik Romi maupun Jodha. Karena tidak tahan dengan suasana yg sepi,akhirnya Jodha memulai pembicaraan.

"Ehm...Romi. Apa benar pak Jalal menyuruhmu untuk mengantarku pulang? Eh..maksudku aku kan bisa pulang sendiri"

Romi melirik sekilas kearah Jodha "tuan Jalal tidak ingin anda tersesat di kantor dan juga pulang kerumah. Untuk itulah tuan menyuruh saya,nona..."

"Kamu jangan panggil aku nona,cukup Jodha saja. Lagian kita pasti seumuran jadi gak enak kalau bicara terlalu formal. Dan aku boleh kan panggil kamu dengan Romi saja"

"Terserah anda nona"

"Romii!!" Romi tersenyum tipis.

"Baiklah. Jo...dha" ucap Romi terbata2. Membuat Jodha tersenyum karena menurutnya ucapan Romi lucu. Kini suasana tidak sesepi tadi. Ternyata Romi bisa diajak bercanda juga.

"Kamu sudah lama kerja dengan pak Jalal?" tanya Jodha.

"Sudah 5 tahun lebih" ucap Romi singkat.

"Oohhh"

Tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah Jalal karena keasyikan mengobrol. Jodha turun dari mobil.

"Romi,kamu gak turun?"

"Aku harus kembali ke kantor. Aku hanya mengantarmu saja"

"Ok,baiklah. Terima kasih ya" Romi mengangguk.

Jodha lalu masuk kedalam rumah. Hp Romi berdering dan dilayar terpampang nama Jalal.

"Halo boss"

"Apa Jodha sudah sampai rumah?"

"Sudah boss"

"Bagus. Sekarang kamu kembali kesini"

"Baik boss" Romi mematikan hpnya. Dan tak perlu waktu lama buat Romi untuk segera kembali ke kantor Jalal.

����������

Sesampai didalam,Jodha langsung ke kamar Shivani. Kebetulan ada dokter dan perawat pribadi yg telah selesai memeriksa Shivani. Jodha bertanya tentang keadaan Shivani. Dokter mengatakan kalau keadaan Shivani masih sama. Jodha kembali bersedih. Dokter dan perawat itu lalu pamit setelah memeriksa Shivani. Kini tinggal mereka berdua.Jodha duduk disebelah Shivani dan bercerita.

"Shivani,kakak diterima bekerja. Kapan kau akan sadar sayang. Kakak ingin membagi kebahagiaan ini denganmu." Jodha menitikkan air matanya. Seandainya Shivani baik2 saja. Pasti sekarang dia akan melonjak senang karena berita gembira ini.

"Maafkan kakak ya kalau nanti waktu kakak akan tersita untuk bekerja. Tapi kakak janji,setelah pulang kerja,kakak akan bercerita setiap hari tentang pekerjaan kakak" Jodha mengusap air matanya. Jodha kembali teringat ayah dan ibunya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...