Only for 18+
JANGAN TAKUT JATUH CINTA
Part 28
"Tenang saja Dani,pasti akan segera kulakukan" jawab Jalal asal. Jodha membelalakkan matanya mendengar ucapan Jalal.
Sedangkan Daniyal malah tertawa "hahaha...ok kakak ipar aku tunggu hasilnya" Jalal ikut tertawa lalu berhigfive dengan Daniyal. Jodha hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak & adik ipar itu. Sekarang ada 2 pria konyol dihidupnya.
Selama para tamu memberikan ucapan selamat pada pengantin,ada band pengisi acara memainkan musiknya mengiringi para tamu makan. Band itu adalah band dari teman2 Daniyal. Sebenarnya Daniyal adalah vokalis band itu tetapi karena tuntutan dari papanya untuk mengurus perusahaan menggantikan papanya,Daniyal harus rela mengorban bakat menyanyinya.
Kini giliran keluarga kecil Ryan yg memberi ucapan selamat pada Jodha dan Jalal. Ryan terlihat tampan menggunakan setelan jas warna putih. Meskipun di wajahnya ditumbuhi sedikit jambang,tapi tetap tak mengurangi ketampanannya. Justru bagi kaum hawa yg melihatnya Ryan semakin terlihat sexy,tak kalah dengan pengantin pria yaitu Jalal. Sedangkan Aisha memakai gaun panjang tanpa lengan berwarna putih senada dengan baju Ryan. Perut buncit Aisha sudah mulai terlihat karena kehamilannya sudah menginjak usia 6 bulan. Mereka benar2 pasangan yg serasi. Seandainya di pesta ini ada award untuk pasangan/couple serasi mungkin Ryan & Aisha lah yg akan memenangkannya. Sedangkan Shia terlihat cantik dengan gaun berwarna pink dimana disekitar bagian dadanya terdapat ornamen bunga2 cantik. Shia terlihat seperti little princess di negeri dongeng.
"Selamat Jodha,Jalal. Semoga kalian menjadi keluarga SAMAWA" ucap Ryan pada kedua mempelai "Jodha,kau harus bersabar menghadapi adikku yg modus dan manja ini ya" ejek Ryan.
Jodha terkekeh "iya kak,terima kasih"
"Iisshh..bilang aku modus.seperti kakak gak modus aja ke kak Aisha" balas Jalal.Jodha & Aisha tertawa mendengar ucapan Jalal.
"Selamat ya Jodha. Jangan lupa kasih Shia teman buat bermain bersama" Aisha mengedipkan matanya. Jodha tersipu malu.
"Tante Jodha. Shia senang banget tante menikah sama uncle. Nanti Shia minta adik buat teman mainku ya" Shia mencium pipi Jodha.
Jodha heran,kenapa semua orang ngomongnya tentang anak terus "Kamu kan juga mau punya adik sayang" ucap Jodha.
"Iya. Tapi kan kalau lebih banyak adik lebih rame" ucap Shia polos khas anak kecil. Semua tertawa mendengar ucapan Shia.
Tak berapa lama,Surya dan Lidia juga datang memberikan selamat pada mereka. Awalnya Jalal tak setuju dengan usul Jodha untuk mengundang Surya mengingat Surya adalah mantan Jodha. Tapi dengan berbagai rayuan dari Jodha akhirnya Jalal luluh juga. Namun dengan syarat harus ada bonus di malam pertama nanti. Hahaha...Mr modus tetaplah modus di segala hal. Lagipula Jalal juga ingin meminta maaf atas pukulan yg dia lakukan pada Surya.
"Selamat ya Jodha,Jalal. Semoga kalian selalu bahagia. Aku minta maaf karena pernah membuat kalian salah paham" ucap Surya tulus.
"Terima kasih Sur. Aku juga minta maaf karena sudah menghajarmu waktu itu" Jalal dan Surya saling memeluk.
"Tidak apa2 Jalal. Aku memang pantas mendapatkannya. Kau beruntung mendapatkan Jodha" Jalal tersenyum. Kemudian Lidia mrmberikan selamat pada mereka berdua. Surya dan Lidia lalu menemui Bharmal dan Meena untuk meminta maaf.
Terdengar suara dari MC "perhatian untuk para tamu undangan. Mempelai pria tuan Jalaluddin akan mempersembahkan sebuah lagu untuk sang pengantin wanita nyonya Jodha. Untuk tuan Jalal dipersilahkan naik ke panggung" semua tamu memberikan tepuk tangan. Jalal menggandeng tangan Jodha dan menuju ke panggung. Jodha sempat kaget dengan kejutan Jalal.
"Lagu ini saya persembahkan untuk istri saya tercinta Jodha Afaaren Zahida" Band pengiring mulai nemainkan musiknya dengan kode dari Jalal. Jalal menyanyikan lagu 'Hanya kamu yg bisa By.Tiket band'
* Tanpa terasa kau curi hatiku...
Dengan berbeda caramu menaklukan hati kecilku...
Berjuta rayuan yang pernah ku rasa...
Namun tak pernah tersentuh tak ada yang mengesankanku...
Jalal masih menggengam tangan Jodha sambil bernyanyi. Jodha tersipu malu melihat mata Jalal yg sarat akan cinta untuknya.
Tapi semua berbeda...
Saat kau ada disini...
Mempesonakan aku selalu...
Hanya kamu yang bisa...
Membuat aku jadi tergila-gila...
Membuat aku jatuh cinta...
Karna tak ada yang lain sepertimu...
Jalal kini merangkul Jodha didepannya. Sehingga kini punggung Jodha bersentuhan dengan dada Jalal. Tangan kiri Jalal memeluk pinggang Jodha sedangkan tangan kanannya memegang microphone sambil bernyanyi didekat telinga Jodha. Membuat Jodha merinding. Para tamu bersorak melihat kemesraan pengantin ini. Tak terkecuali para begum2,bahkan diantara mereka ada yg bersiul. Hahaha...
***
Berkali ku mencoba...
Berpaling dengan makhluk indah lainnya...
Namun tak pernah ku rasakan...
Bila seindah bercinta ku denganmu... (2x)
Lagupun berakhir. Semua tamu bertepuk tangan dengan meriah. Jodha merasakan bahagia yg teramat sangat begitu dicintai oleh Jalal. Mereka turun dari panggung lalu digantikan oleh Daniyal yg menyanyi untuk kakak tercintanya.
"Lagu ini saya persembahkan untuk kak Jodha dan kak Jalal. Semoga kalian selalu bersama hingga maut memisahkan" Daniyal mulai menyanyikan lagu 'Janji Suci By.Yovie & nuno' diiringi band teman2nya.
Jalal mengajak Jodha berdansa dan diikuti oleh pasangan lainnya. Pandangan Jalal tak pernah dia alihkan dari Jodha. Membuat Jodha sedari tadi memerah wajahnya.
Malam semakin larut. Para tamu undangan mulai pulang satu persatu. Setelah berbincang-bincang dengan keluarganya,Jodha & Jalal kembali kekamar pengantin mereka. Begitu keluar dari lift,Jalal langsung menggendong Jodha ala bridal style. Membuat Jodha kaget dan mengalungkan tangannya dileher Jalal.
"Jalal,turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri"
"Pengantin baru harus selalu romantis sayang. Dan aku juga ingin tau apakah nyonya Jalaluddin berat atau tidak setelah seminggu tak bertemu" goda Jalal.
"Iisshh...kau ini" Jodha lagi2 tersipu malu.
Kini Jalal telah sampai didepan pintu kamar. Jalal meminta tolong Jodha untuk mengambil kunci kamar di saku jasnya. Setelah terbuka,Jalal masuk lalu mendorong pintu dengan sebelah kakinya. Jalal berjalan menuju ranjang yg telah dihiasi dengan bunga2 mawar yg dibentuk love. Dengan perlahan Jalal membaringkan Jodha diranjang. Jodha kagum dengan kamar yg dihias sedimikian indahnya dan juga aromaterapi yg tercium begitu harum.
"Kau suka kamarnya?" tanya Jalal yg kini berada diatas tubuh Jodha dengan siku menahan tubuhnya agar tak menindih Jodha.
"I..iya. Indah sekali kamar ini" Jodha gugup dengan posisi mereka saat ini.
"Tapi kau lebih indah sayang" Jalal mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Jodha yg sudah menggodanya dari tadi.
Jalal mulai mengecup bibir atas dan bawah Jodha. Lalu menghisap,mengulum,menggigit bibir wajahnya hingga membuat Jodha harus membuka mulutnya. Lidah mereka bertautan saling menukar saliva. Setelah oksigen yg berkurang karena ciuman panas mereka,Jalal melepaskan ciumannya, menatap Jodha dengan penuh gairah dengan nafas yg tersengal-sengal. Jodha sedikit kecewa karena Jalal melepaskan ciuman mereka.
"Aku akan meminta cicilannya nanti. Sekarang kamu lebih baik mandi terlebih dahulu agar badanmu segar sayang" Jalal kembali mengecup bibir Jodha yg sedikit bengkak akibat ulahnya dan beranjak dari atas tubuh Jodha, "Aku akan memesan sesuatu selama kamu mandi. Setelah itu gantian aku yg mandi"
Jodha mengangguk lalu bangkit dan menuju ke kamar mandi dengan wajah memerah. Jalal tersenyum melihat wajah malu2 Jodha. Jodha telah selesai mandi dan menggunakan bathrobe yg ada dikamar mandi karena dia lupa tidak membawa baju ganti. Dengan jantung berdebar,Jodha keluar dari kamar mandi dan melihat Jalal yg menunggunya di sofa dengan menonton televisi.
"Jalal,aku sudah selesai. Kau bisa mandi sekarang" Jalal menoleh dan tersenyum melihat Jodha. Jalal beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Jodha.
"Kau harum sekali" Jalal mengendus leher Jodha lalu mendaratkan kecupan di pipi Jodha, "nanti ada pelayan yg mengantar makanan. Tunggu aku selesai mandi dan pakailah baju yg ada diatas ranjang" Jalal berbisik ditelinga Jodha lalu berlalu kekamar mandi. Jodha semakin deg2an dengan sikap Jalal.
Jodha membuka sebuah kotak diranjang. Jodha membelalakkan matanya melihat lingerie berwarna merah menyala. Jodha kembali memerah wajahnya. Dia merasa malu harus memakai baju yg transparan ini.
Tiba2 pelayan datang mengantar makanan pesanan Jalal. Jodha mulai menata diatas meja. Setelah itu dia mulai mengganti bathrobenya dengan lingerie. Jalal selesai mandi dengan menggunakan kaos ketat dan celana piyama. Jalal mengeringkan handuknya saat melihat Jodha memakai lingerie dengan posisi duduk yg terlihat gelisah. Jalal menelan ludahnya melihat tubuh sexy Jodha dan tersenyum menghampiri Jodha yg duduk menonton televisi.
"Kamu cantik sekali memakai baju ini sayang" Jalal memeluk Jodha dari belakang. Jodha terkejut dan tak lama tersipu mendengar pujian Jalal.
"Ehm...Jalal. Sebaiknya kita makan dulu"
"Ok" Jalal kemudian duduk didepan Jodha dan mereka mulai makan.
Selama makan,Jalal tak melepaskan pandangannya sedikitpun pada Jodha. Membuat Jodha semakin gelisah. Setelah mereka selesai makan,Jalal memanggil pelayan untuk mengambil piring kotor tetapi pelayan tersebut tidak diperbolehkan masuk,Jalal membawa nampannya didepan pintu dan menyerahkannya diluar kamar. Setelah pelayan pergi,Jalal kembali kedalam lalu duduk disebelah Jodha sambil memakan buah anggur. Jalal menyuapkan buah anggur ke mulut Jodha dengan mulutnya. Jodha yg belum siap sempat kaget tapi akhirnya dia menerima transferan anggur itu dari mulut Jalal. Dan kembali Jalal mencium bibir Jodha. Ciuman yg semakin lama semakin menuntut. Jodha memeluk leher Jalal untuk memperdalam ciumannya. Jalal lalu menggendong Jodha didepannya sambil terus berciuman.
* END *
• hahaha...next or no
Komentar
Posting Komentar