Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 29

Scene dewasa utk 18+++. Diharapkan yg blm cukup umur agar bijak tidak membacanya. Maaf kalau MP nya kurang hot karena diriku gak bisa buat scene hot.

�� JANGAN TAKUT JATUH CINTA ��

Part 29

������⌚������������������

Jalal menggendong Jodha didepannya dengan masih berciuman dan membawa Jodha menuju ke ranjang. Dengan perlahan Jalal membaringkan Jodha dan mulai menindihnya. Keduanya melepaskan ciuman karena kehabisan nafas. Mata Jalal memancarkan gairah yg tak bisa dipendam lagi. Jodha tersenyum sehingga membuat Jalal ikut tersenyum. Jalal kembali melumat bibir Jodha dengan penuh gairah. Jodha melingkarkan tangannya dileher Jalal dan meremas rambut Jalal. Tangan Jalal tidak tinggal diam,tangannya membelai lengan Jodha dan mulai menurunkan tali bahu lingerie Jodha.

Jalal melepaskan ciumannya lalu turun ke leher Jodha yg terbuka. Jodha menengadahkan kepalanya agar Jalal bisa lebih leluasa menjalankan aksinya.

"Aaahhh..." Jodha mendesah merasakan kecupan Jalal. Jalal semakin bergairah mendengar suara desahan Jodha. Dengan perlahan-lahan Jalal menurunkan lingerie Jodha dan terpampanglah tubuh atas polos Jodha yg masih menggunakan underwarenya.

"Cantik" Jalal menyeringai melihat ke Jodha dan membuat Jodha tersipu. Jalal melumat p*****a Jodha bergantian. Membuat Jodha menggelinjangkan tubuhnya.

Lalu Jalal membuka penutup terakhir Jodha. Jodha kembali merasakan malu hingga memalingkan wajahnya.

"Kenapa kau memalingkan wajahmu sayang. Lihat aku" Jalal berlutut di antara kedua kaki Jodha dan mulai membuka kaosnya. Jodha yg sedikit ragu akhirnya melihat kearah Jalal yg memperlihatkan tubuh polos sixpacknya. Jodha menggigit bibir bawahnya karena terpukau dengan tubuh Jalal. Jalal lalu menurunkan celananya dan terlihat keperkasaannya telah begitu keras meminta bersatu. Jalal kembali mencium bibir Jodha.

"Jangan kau gigit bibirmu karena hanya aku yg berhak" ucap Jalal disela ciumannya. Tangan Jalal mulai menggosok kewanitaan Jodha, "kau sudah basah sayang. Aku akan melakukannya perlahan. Awalnya akan sakit tapi setelah itu aku janji akan membuatmu melayang. Kau sudah siap?"

Jodha menganggukkan kepalanya meskipun agak sedikit ragu. Dia sering mendengar kalau keperawanan wanita ditembus pertama kali akan sakit. Jodha tidak tau sebesar apa rasa sakit itu. Dengan hati2 Jalal mulai menyatukan dirinya dengan Jodha.

"Aaargghhh...sakit" Jodha meringis merasakan kewanitaannya. Dan membuat matanya yg indah mengeluarkan air mata.

"Maafkan aku sayang bila menyakitimu. Tapi aku harus melanjutkannya agar kau tidak semakin merasakan sakitnya" Jalal mencium pipi Jodha bergantian menghilangkan air matanya lalu melumat kembali bibir Jodha untuk mengalihkan rasa sakitnya.

Dengan bergerak perlahan,Jalal mulai memaju mundurkan kejantanannya. Jodha mulai membiasakan dirinya untuk menerima tubuh Jalal. Dia mulai rileks dan mendesah karena hantaman kenikmatan yg diberikan Jalal. Setelah Jodha rileks,Jalal mulai memompa dengan cepat.

"Aahhh..Jalal..aku..akan..keluar" Jodha terbata-bata karena akan mengalami orgasme pertamanya.

Keringat mulai keluar dari tubuh mereka berdua. Suara erangan dan desahan keduanya memenuhi kamar ini. Dan tak lama Jodha telah mencapai orgasmenya.

"Jalaalll..." tubuh Jodha bergetar dan meneriakkan nama Jalal. Jalal tersenyum melihat wajah Jodha.

"Sekarang puaskan aku sayang" Jalal melepaskan kejantanannya dan tertidur telentang. Lalu mengangkat tubuh Jodha untuk naik diatasnya. Jodha kaget dengan tindakan tiba2 Jalal.

"Jalal...aku..."

"Ikuti saja instingmu Jodha. Sekarang kau yg memegang kendali" suara serak Jalal memberikan sugesti ke Jodha agar Jodha memegang kendali atas dirinya.

Dengan perlahan Jodha mulai menyatukan tubuhnya dengan Jalal. Kedua tangannya dia letakkan didada Jalal. Dan kedua tangan Jalal memegang pinggang Jodha untuk membantunya mendorong.

"Aaahhh...uugghh" Jalal mendesah merasakan nikmat akibat goyangan Jodha yg menaikturunkan pinggangnya. Dengan posisi woman top seperti ini,kejantanan Jalal masuk sempurna ke tubuh Jodha.

Jalal senang dengan ulah Jodha yg menjadi liar karena dirinya. Jodha kembali merasakan orgasmenya datang begitu juga dengan Jalal. Jalal ikut menaikturunkan pinggangnya berlawanan dengan Jodha untuk mendapatkan orgasmenya. Mereka kembali mengerang dan meneriakkan nama saat orgasme itu datang.

"Jalaaalll..."

"Jodhaa..."

Jalal menyemprotkan benihnya ke rahim Jodha,berharap akan ada Jalal junior didalamnya. Jodha terkulai lemas diatas tubuh Jalal dengan nafas yg tersengal-sengal. Jalal mencium pucuk kepala Jodha dan membaringkan Jodha disebelahnya sambil memeluknya.

"Terima kasih sayang kau sudah membuatku menjadi pria yg paling bahagia. Aku tidak akan pernah melupakan malam ini. Sekarang tidurlah,kau pasti capek" Jalal menutupi tubuh polos mereka dengan selimut sampai kebahu.

"Aku juga berterimakasih padamu atas semuanya" Jodha merebahkan kepalanya di bahu Jalal dan melingkarkan tangannya di perut Jalal.

Mereka berdua akhirnya memejamkan mata dan tertidur lelap setelah aktivitas panas mereka.

��������

Jodha yg sedang asyik tertidur tiba2 terbangun karena ada sesuatu yg menciumi seluruh wajahnya. Jodha membuka matanya sambil berkedip dan kaget dengan wajah Jalal yg ada didepannya dengan tersenyum jahil.

"Jalal...kau..apa ini sudah pagi?" Jodha berkata dengan suara paraunya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat ke jendela,apakah sudah pagi atau belum.

"Belum sayang,ini masih jam 2 malam" Jalal terkekeh.

"Hah! Jam 2 malam! Tapi kenapa kau membangunkan aku jam segini?"

"Aku ingin menagih bonus yg kau janjikan padaku"

"Bonus? Bonus apa?"

"Jangan pura2 amnesia! Kau sudah berjanji memberiku bonus kalau aku mengijinkanmu mengundang Surya" Jalal mencebikkan bibirnya pura2 marah padahal dia sedang melakukan modusnya.

"Ya ampun Jalal! Kita baru 2 jam tertidur dan sekarang kau mau minta bonus. Apa kau tidak capek?"

"Aku tidak akan capek bila itu berhubungan denganmu sayang. Apakah masih sakit?" tanya Jalal menunjuk ke bawah tubuh Jodha.

"Enggak...tapi aku...hhmmpptt..."

Belum Jodha selesai bicara,Jalal langsung menyambar bibir Jodha. Dan bisa dipastikan Jalal benar2 melakukan lagi aktivitas olahraga malam mereka dan membuat Jodha kewalahan.

������

Jalal tertidur tengkurap. Dia merasakan hangat diwajahnya. Ternyata rasa hangat itu berasal dari sinar matahari yg menembus jendela dan mengenai wajahnya. Tangan Jalal meraba-raba ranjang disebelahnya dan tidak ada siapapun. Jalal membuka matanya perlahan dan kaget karena tidak ada Jodha disebelahnya.

"Jodha....sayang...kamu dimana?" Jalal bangun dari tidurnya dan bersandar di kepala ranjang. Dia melihat ranjangnya yg berantakan seperti kapal pecah. Bunga2 mawar berserakan dimana-mana. Baju dan celananya juga tersebar di lantai. Jalal menyunggingkan senyumnya mengingat kejadian semalam. Lalu dia mendengar suara gemericik air dikamar mandi. Jalal turun dari ranjang dengan tubuh toplessnya menuju ke kamar mandi.

Jalal membuka kenop pintu kamar mandi tapi malah terkunci.

Tok...tok..

"Jodha sayang,kenapa pintunya dikunci" Jalal menggedor pintu.

Jodha yg mendengar suara Jalal dibalik pintu langsung mematikan showernya.

"Ada apa Jalal,aku sedang mandi" teriak Jodha.

"Buka pintunya sayang. Aku juga mau mandi"

Uuppsss...Jodha lupa kalau dia udah menikah dan sekamar dengan Jalal karena biasanya dia mengunci pintu kalau sedang mandi.

"Gantian aja mandinya. Kamu mandi setelah aku"

Dug...

"aduuhhh...." terdengar suara mengaduh Jalal. Jodha yg mendengar seperti suara benda jatuh,langsung berlari ke pintu dan membuka kunci pintu tanpa peduli dengan tubuh polosnya.

Jodha keluar dan tak melihat Jalal disana "Jalal...kamu dimana...aarrgghh"

Tubuh Jodha tiba2 didorong lagi masuk kedalam kamar mandi. Dan tentu saja yg mendorong adalah Jalal. Jodha kaget dengan tindakan tiba2 Jalal.

"Jalal,apa yg kaulakukan!" Jodha masih terengah-engah karena kaget. Jalal menutup pintu dan tersenyum jahil.

"Aku kan sudah bilang kalau aku mau mandi bareng kamu" Jalal berjalan mendekat ke arah Jodha dan matanya kembali bergairah melihat tubuh basah Jodha yg polos. Jodha mundur menghindari Jalal dan sudah bisa menebak tanda bahaya menghampirinya.

"Jalal...jangan mendekat. Aku capek" Jodha sudah terpojok di dinding. Tangannya memegang dada Jalal agar tak semakin dekat dengan tubuhnya.

"Kau tau sayang,melihat tubuhmu seperti ini,rasanya aku tidak hanya akan mandi"

Jalal kembali menyerang Jodha. Dan bisa dipastikan Jodha tidak akan bisa menolak keinginan Jalal karena diapun menginginkannya.

������

Gara2 kelakuan Jalal,akhirnya mereka berdua keluar dari kamar saat akan makan siang. Keluarga mereka menunggu direstoran hotel. Ada Humayun,Hamida,Ryan,Aisha,Shia dan juga Bharmal,Meena dan Daniyal yg masih berada disini. Jodha dan Jalal bergandengan tangan saat masuk ke restoran. Semua orang yg melihat mereka hanya tersenyum.

"Pagi semuanya" sapa Jalal.

"Pagi" jawab semua orang.

Jalal menggeret kursi untuk Jodha duduk dan Jalal duduk disebelahnya.

"Duh...pengantin baru. Udah siang baru keluar kamar" goda Ryan. Semua orang tersenyum. Wajah Jodha memerah karena godaan Ryan.

"Sudah Ryan,jangan menggoda adikmu. Lihat Jodha jadi malu begitu" ucap Hamida.

"Tau nih kakak. Kayak gak pernah pengantin baru aja" sahut Jalal sewot.

Ryan tertawa mendengar ucapan Jalal. Humayun menggelengkan kepala melihat kedua anaknya. Mereka mulai makan siang bersama.

"Gimana kak Jalal. Sukses kan?" giliran Daniyal yg menggoda Jalal.

"Beres Dani" Jalal mengacungkan jempolnya dan Daniyal terkekeh. Jodha kembali wajahnya memerah. Selama makan,tangan kiri Jalal tidak tinggal diam. Tangan kanan Jalal memegang sendok sambil menyuapkan ke mulutnya tapi tangan kirinya berada dibawah meja mengelus paha Jodha. Jodha sudah menyingkirkan tangan Jalal tapi tetap saja Jalalnya bandel. Dan itu sukses membuat Jodha harus menahan desahannya.

"Kamu kenapa Jodha,kok wajahmu gitu?" tanya Hamidah. Jodha jadi salah tingkah. Jalal malah tersenyum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...