PERHATIAN ; Untuk para begum2 yg ingin hadir di pernikahan Mr.modus dan Miss Jodha, silahkan ambil undangannya di AZZA WONDERLAND. Kalian harus naik wahana disana,baru bisa mendapatkan kartu undangannya. Hahaha..OK.
Author tunggu di pesta ya.sampai jumpa✋
JANGAN TAKUT JATUH CINTA
Part 27
Hari yang ditunggu telah tiba bagi Jodha dan Jalal,begitu juga para begum diharem ini yaitu hari pernikahan Jodha & Jalal. Setelah seminggu dipingit dengan Jalal yg uring2an karena tidak bisa bertemu Jodha. Rindunya kini menumpuk setinggi gunung Himalaya. Bahkan Shia yg notabene adalah keponakan Jalal malah harus menjinakkan Jalal bila dia mulai uring2an. Hanya gadis cilik itulah yg bisa membujuk Jalal bila Jalal sudah mulai merajuk.
Acara pernikahan dilaksanakan di dua tempat yaitu di bandung dan jakarta. Pagi hari dilangsungkan akad nikah dirumah Jodha di bandung. Lalu malam harinya acara resepsi diadakan di Jakarta,tepatnya di AZZA Hotel yg dilaksanakan menggunakan konsep outdoor party.
Jodha sudah berada di bandung setelah ijin cuti menikah pada Ryan. Setelah melalui berbagai ritual sebelum menikah,Jodha kini tengah dirias dikamarnya. Meena yg berada disana merasa bahagia akhirnya Jodha menikah dan menemukan belahan jiwanya.
Jodha telah selesai dirias,dia berdiri dari duduknya dan berkaca dicermin. Jodha menggunakan kebaya putih dengan sanggul modern yg diberi hiasan bunga melati.
"Waahh..mempelai prianya pasti pangling melihat kamu Jodha. Kau begitu cantik" ucap si perias yg tak lain adalah ibu dari temannya.
"Terima kasih tante. Justru karena tangan ajaib tantelah aku bisa secantik ini" Jodha tersenyum dan tak percaya dengan dirinya yg begitu cantik.
"Ya pastilah Jalal akan pangling dan semakin cinta dengan calon istrinya ini" Meena berdiri lalu mendekat ke Jodha, "kamu benar2 cantik sayang"
"Terima kasih ma"
"Kamu deg2an nggak?"
"Iya ma. Rasanya aku begitu gugup"
Meena memeluk bahu Jodha untuk menenangkannya. Lalu ada suara ketukan di pintu. Bharmal masuk dan menginterupsi mereka "Jodha,keluarga mempelai laki2 sudah datang"
Jodha dan Meena menoleh bersamaan. Bharmal tersenyum melihat Jodha yg terlihat begitu cantik "papa tidak menyangka akan melepaskanmu sayang" Jodha menghampiri Bharmal dan memeluknya. Jodha menangis di pelukan Bharmal.
"Jangan menangis,ini hari bahagiamu. Nanti riasanmu luntur. Kasihan tantemu yg harus memake over lagi wajahmu"
Jodha tersenyum dan melepaskan pelukannya. Bharmal mengusap air mata Jodha dengan tissue "ayo kita turun,kamu tidak mau kan membuat Jalal menunggumu lama" goda Bharmal. Jodha lalu keluar dari kamarnya diiringi dengan Meena dan Bharmal.
Kini ruang tamu Jodha disulap menjadi tempat akad nikah yg didekorasi dengan warna serba putih termasuk meja dan kursinya. Jalal sudah duduk ditempatnya. Dia terlihat tampan memakai pakaian pengantin berwarna putih yg senada dengan kebaya Jodha plus kopiah di kepalanya yg berwarna putih juga.
Begitu melihat Jodha keluar,Jalal sekali lagi terpesona dengan penampilan Jodha. Membuatnya pangling setelah satu minggu tak bertemu. Ingin rasanya Jalal merengkuh tubuh Jodha dalam dekapannya saking rindunya yg teramat sangat pada Jodha. Tapi dia harus menahannya sampai nanti Jodha telah sah menjadi istrinya. Dia akan bebas melakukan apa saja. Hoaahh...
Sedangkan Jodha hanya menunduk tak berani menatap wajah Jalal. Kini mereka duduk berdampingan. Jalal masih terus menatap Jodha,tak mau mengalihkan pandangannya. Hingga Bharmal berdehem "ehem"
Dan Jalal langsung terkesiap. Wajahnya malu karena terpergok sang calon mertua. Shia yg melihat unclenya salah tingkah malah terkekeh. Dan acara ijab kabulpun dimulai. Bharmal sendirilah yg menjadi wali Jodha. Pak penghulu yg memberi kata sambutan lalu setelah dirasa siap,Bharmal memulai ijab kabulnya. Bharmal mengulurkan tangannya dan disambut oleh Jalal. Jalal merasakan jantungnya berdetak kencang. Dia nervous campur deg2an tapi Jalal berusaha untuk menormalkan kembali rasa gugupnya.
Jangan ditanya dengan keadaan Jodha. Dia merasa seperti dejavu,ingatannya kembali ke pernikahannya yg dulu gagal. Jodha merasakan panas dingin ditubuhnya tapi dia berusaha untuk kuat.
"Saya nikahkan dan kawinkan kamu Jalaluddin Alaric Azzahidi bin Humayun Azzahidi dengan anak saya yg bernama Jodha Afaaren Zahida binti Bharmal Zahid dengan mas kawin satu set perhiasan emas 24 karat dibayar tunai" Bharmal menghentak tangan Jalal tanda Jalal mulai bicara.
Dengan menghembuskan nafas panjang Jalal menjawab "Saya terima nikah dan kawinnya Jodha Afaaren Zahida binti Bharmal Zahid dengan mas kawin satu set perhiasan emas 24 karat dibayar tunai" Jalal mengatakan dengan lancar tanpa hambatan.
"Bagaimana saksi-saksi,sah?"
"Saaahhh" jawab para saksi.
"Bagaimana hadirin sekalian,sah?"
"Saaahh" jawab semua orang. Jalal bernafas lega.
"Alhamdulillah" pak penghulu lalu membacakan doa.
Jodha yg sedari tadi sibuk dengan pemikirannya langsung sadar begitu semua orang mengatakan 'sah'. Dia ikut bernafas lega. Akhirnya dia berhasil mengatasi rasa traumanya.
Setelah membaca doa dan menandatangani surat nikah. Jodha dan Jalal kini saling berhadapan. Jodha yg sedari tadi menunduk,mendongakkan kepalanya dan melihat Jalal yg tersenyum manis padanya. Mata Jodha berkaca-kaca. Kini dia telah resmi menjadi nyonya Jalaluddin. Jodha meraih tangan Jalal lalu mencium punggung tangannya. Setelah itu,Jalal mencium kening cukup lama. Mereka berdua begitu bahagia akhirnya telah menikah. Acara selanjutnya yaitu sungkeman kepada kedua orang tua mereka. Pertama sungkem kepada Bharmal dan Meena. Mereka berdua menangis terharu melihat putri kesayangan mereka telah menikah.
"Jaga putriku baik2 Jalal. Pesan papa padamu tolong buatlah Jodha bahagia. Karena dia putri kami satu2nya. Kini dia telah menjadi tanggung jawabmu" Jalal mencium punggung tangan Bharmal.
"Iya pa.aku berjanji akan selalu membahagiakannya"
Kemudian mereka berdua sungkeman pada Humayun dan Hamida. Humayun juga memberikan wejangan kepada Jalal dan Jodha untuk keharmonisan rumah tangga mereka berdua.
Setelah acara sungkeman,barulah acara ucapan selamat kepada kedua mempelai lalu makan2. Setelah acara akad nikah selesai,Jodha dan Jalal berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan resepsi pernikahan di hotel. Jodha menyandarkan kepalanya di bahu Jalal dan Jalal merangkul bahu Jodha. Tangan mereka yg bebas saling bertautan di atas paha Jodha. Kini mereka berada di mobil pengantin menuju ke hotel.
"Kau bahagia?" tanya Jalal.
"Tentu saja" jawab Jodha.
"Kau tau, aku kangen banget sama kamu selama satu minggu ini dan hampir semua pekerjaanku berantakan"
Jodha terkekeh "aku juga kangen sama kamu"
"Tapi begitu tadi melihatmu,rasanya kangenku terobati. Kau kelihatan berbeda dan semakin cantik"
Jodha menegakkan tubuhnya dan menghadap ke Jalal "jangan gombal"
"Aku serius sayang. Aku nggak ngegombal. Kau terlihat sangat...sangat cantik" Jalal membelai pipi Jodha dan Jodha memejamkan matanya merasakan sentuhan Jalal. Jalal mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka kini hanya beberapa centi.
Jodha membuka matanya dan kaget dengan wajah Jalal yg begitu dekat "Jalal...jangan disini"
"Ssttt...aku ingin mencicipi sedikit bibir manismu..hm"
"Tapi ada supir"
"Biarkan saja,anggap saja dia nyamuk" Sopir Jalal yg mendengarnya hanya bisa tersenyum geli melihat tuannya yg mulai modus.
Dan tanpa banyak basa basi Jalal mencium Jodha dengan lembut. Ciuman kerinduan yg menggebu. Jalal meneguk manisnya bibir Jodha yg lama dirindukannya. Tak perduli dimana mereka berada. Jodha pun ikut terhanyut dengan kelihaian bibir Jalal. Hingga mereka kehabisan nafas dan menghentikan ciuman. Jodha merasakan wajahnya memanas karena malu berciuman di depan sopir.
"Sekarang aku mencicipi dulu DPnya. Nanti malam aku tagih cicilannya"
Jodha terkekeh dan mencubit pelan lengan Jalal "emangnya mau kredit motor,pake DP dan cicilan" Jalal tertawa sesudahnya.
Jam 3 sore,pengantin beserta rombongan keluarga besar Jodha telah sampai di Jakarta. Mereka langsung menuju ke AZZA hotel. Jalal telah membooking kamar untuk seluruh keluarga Jodha dan Jalal. Jodha dan Jalal menuju ke kamar pengantin untuk bersiap-siap ke acara resepsi.
Jam 6.30 malam,Jalal dan Jodha keluar dari kamar menuju ketempat resepsi. Resepsi diadakan diluar hotel tepatnya ditaman samping hotel. Taman hotel disulap menjadi outdoor garden party dengan Konsep white wedding yang elegan. Jodha dan Jalal memilih warna putih karena warnanya yg soft. Dekorasi taman dengan memasang tenda warna putih di. Semua properti dilapisi dengan kain putih polos dan tambahan hiasan lampu yg berbentuk balon di bagian atap.Tema warna putih yang identik dengan kesucian bisa membuat pernikahan lebih sakral. Selain itu, warna putih juga tak bikin tamu kegerahan karena sifatnya yang tak menyerap panas.Dijamin, para tamu undangan pasti akan terkesan dengan kesederhanaan dan keanggunan pesta.
Para tamu sudah mulai berdatangan. Jalal dan Jodha berjalan menuju pelaminan yg juga didominasi warna putih. Jodha terlihat cantik memakai baju pengantin warna putih sebuket bunga ditangannya. Sedangkan Jalal memakai setelan jas warna abu2. Para tamu undangan berdecak kagum dengan pasangan pengantin yg begitu serasi ini. Tak ayal beribu pujian dilontarkan untuk kedua mempelai. Sang MC memulai acara. Mulai acara sambutan lalu mempersilahkan para tamu untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Para saudara dan juga kerabat Jodha dan Jalal satu persatu menyalami mereka.
"Selamat bro. Akhirnya kau menyusulku juga" ucap Mirza sambil memeluk Jalal.
"Thanks brother" balas Jalal.
"Selamat ya Jo. Akhirnya kamu menikah juga" Ruqaya juga memberikan selamat.
"Terima kasih Ruq"
Lalu Daniyal juga memberikan selamat dan memeluk Jodha "Selamat ya kak. Semoga kau selalu bahagia"
"Terima kasih Dani sayang"
"Jangan lupa kasih aku keponakan yg cantik dan tampan ya" goda Daniyal.
"Tentu saja Dani,secepatnya akan kulakukan" sahut Jalal. Jodha membelalakkan matanya.
Komentar
Posting Komentar