Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 25

�� JANGAN TAKUT JATUH CINTA ��

Part 25

����⛺������������������������

Selesai acara tukar cincin,para tamu undangan dipersilahkan mencicipi hidangan prasmanan yg telah disediakan oleh keluarga Jodha. Saat semua orang sedang sibuk mengambil makan,Jalal malah mengajak Jodha duduk berdua.

"Kamu cantik banget pakai baju ini" puji Jalal.

"Jadi...selama ini aku gak cantik" Jodha pura2 merajuk.

"Ya cantik sayang. Tapi hari ini kamu kelihatan beda"

"Terima kasih" jawab Jodha malu2.

"Aku gak sabar nunggu 1bulan lagi kita menikah. Kenapa masih lama sih! Aku pengen sekarang aja nikahin kamu" Rayuan modus mulai dilancarkan Jalal.

Jodha membelalakkan matanya mendengar ucapan Jalal,Jodha mencubit lengan Jalal,  "aaww" pekik Jalal, "sakit sayang. Kenapa kamu nyubit aku sih!"

"Habis kamu kalau ngomong selalu asal aja. Orang tua kita kan menentukan tanggalnya,jadi kita harus menerimanya"

"Iya deh. Aku akan sabar menunggu" Jodha dan Jalal sama2 tersenyum saat tiba2 Shia sudah berdiri didepan mereka berdua dengan berkacak pinggang tanpa mereka berdua sadari.

"Uncle...ngapain disini!!!" Shia berbicara seperti polisi memergoki remaja yg sedang berduaan.hahaha��

Jodha dan Jalal menoleh ke arah Shia. Jodha terkekeh melihat wajah Jalal yg sedang kepergok, "Eeeh...Shia sayang. Uncle kan sedang bicara sama tante Jodha" jawab Jalal dengan wajah innocent.

"Uncle gak makan? Kok malah disini! Tuh disuruh daddy makan" Shia menunjuk ke arah Ryan yg juga sedang melihat kearah mereka bertiga.

Jalal cengengesan "hehehe...nanti aja ya uncle makannya"

"Gak boleh!! Harus sekarang! Ayoo..." Shia menarik tangan Jalal supaya berdiri dan mengikutinya.

"Eehh...tapi" Jalal memberi kode eyetalk ke Jodha supaya membantunya. Tapi Jodha pura2 acuh sambil mengendikkan bahunya kemudian dia terkekeh setelah melihat tangan Jalal yg ditarik-tarik oleh Shia. Tak lama Ruqaya duduk disebelah Jodha dan bicara dengannya.

°°°

Setelah acara tunangan selesai dan berjalan lancar,Jodha dan Jalal kembali bekerja seperti biasa. Seperti hari ini Waktu telah menunjukkan makan siang. Jalal dan Jodha janjian untuk makan siang bersama. Jalal semakin nempel pada Jodha. Setelah Jodha resmi jadi tunangannya,Jalal tidak mau jauh2 dari kekasih hatinya itu. Jodha sampai geleng2 kepala bila Jalal sudah mengeluarkan sifat manjanya. Jalal keluar dari lift dan saat akan sampai ke lobi,ada seseorang yg memanggilnya "Jalal"

Jalal menoleh dan ternyata yg memanggilnya adalah Sesha sedang menuju ke arahnya "Sesha!! Kok kamu ada disini?" tanya Jalal heran.

Sesha tersenyum "aku sekarang menjadi tamu di hotelmu. Begitu aku tau hotel ini adalah milikmu,aku langsung menginap disini"

"Oohhh" Jalal malas menanggapi, "aku pergi dulu Sha"

Jalal akan beranjak pergi tapi Sesha menahan tangan Jalal "kau mau kemana Jalal?" Dari kejauhan,Jodha yg baru masuk ke pintu lobi melihat adegan yg tidak mengenakkan ini,membuatnya geram dengan wanita gatel satu ini.

Jalal menghempaskan tangan Sesha "maaf Sesha,aku akan makan siang dengan Jodha"

"Kamu kok kasar sih Jalal! Aku kan cuma bertanya. Siapa tahu kamu mau makan siang denganku. Aku kan tamu disini" ucap Sesha bergaya sok manja.

"Dengar Sesha...." Saat Jalal ingin membalas kata2 Sesha,tiba2 Jodha datang "hai sayang"

Jalal menoleh dan melihat Jodha sudah ada disebelahnya dengan melingkarkan tangannya di lengan Jalal "ada apa ini Jalal" Sesha mendengus mendengar Jodha bicara dengan manja ke Jalal.

"Tidak apa2 sayang,ayo kita makan siang" ucap Jalal mengajak Jodha pergi dari sana tanpa menoleh ke arah Sesha.

"Tunggu" Jodha menahan tangan Jalal dan berbicara di depan Sesha, "dengar nona Sushi...eh...siapa...aku lupa" ejek Jodha.

"Sesha!!" jawab Sesha lantang.

"Oh ya nona Sesha. Meskipun kamu seorang tamu disini, bukan berarti kamu bisa seenaknya menggoda calon suami orang lain. Aku tegaskan padamu bahwa Jalal tidak akan suka dengan wanita penggoda sepertimu" Jodha menunjuk jarinya ke arah Sesha, "Dia hanya cinta padaku dan dia milikku, jadi lebih baik buang jauh2 rayuan dan godaanmu dari calon suamiku!!"

Sesha merasa tertohok dan dibuat diam tak berkutik di depan Jodha. Membuatnya kesal bukan main. Jodha dengan anggun berbalik menggandeng tangan Jalal dan pergi meninggalkan Sesha yg wajahnya terlihat merah karena malu dan marah. Sesha menghentakkan kakinya lalu pergi menuju kamarnya.

Jodha berjalan dengan Jalal menuju ke restoran hotel. Jalal senyum2 sendiri."Ngapain kamu senyum2?" tanya Jodha heran.

"Ternyata kamu cerdas juga menghadapi Sesha. Aku kira kamu akan mencakar wajahnya" Jalal terkekeh.

"Sorry ya. Aku ini wanita terhormat. Tidak mungkin aku berkelahi di depan umum. Menghadapi wanita penggoda seperti dia harus pakai otak,bukan otot"

"Aku gak salah mencintai kamu. Semakin hari kau membuatku semakin cinta. Dan aku suka sekali melihatmu cemburu. Semakin cantik" Jalal berbisik menggoda di telinga Jodha.

Jodha merinding merasakan nafas Jalal menerpa telinganya. Tapi dia berusaha bersikap biasa "kamu gak usah ngerayu deh. Dan jangan coba2 untuk selingkuh dariku Jalal. Karena korbannya adalah aset berhargamu!" Jodha menatap tajam tepat ke mata Jalal sambil tangannya membentuk seperti gunting.

Jalal berhenti berjalan dan menelan ludahnya susah payah "kalau kau memotong aset berhargaku,bagaimana kita bisa punya baby,sayang" Jalal memasang wajah memelas.

Jodha membelalakkan matanya,sepertinya dia salah bicara, "Jalaaallll!!!! Dasar omes!!" Jodha mencubit pinggang Jalal.

"Aaaww...sakit sayang"

"Biarin! Salah sendiri punya otak omes"

"Kan kamu yg mulai,jadi aku hanya meneruskan saja. Tapi meskipun gitu,kamu cinta kan sama aku" Jalal menaik turunkan alisnya.

"Au ah gelap" Jodha langsung melenggang pergi meninggalkan Jalal. Jalal tersenyum. Dia senang sekali menggoda Jodha.

♨♨♨

Hari ini adalah hari pernikahan Ruqaya dan Mirza. Acara akad nikah diadakan di rumah Ruqaya pada pagi harinya. Dan acara resepsinya diadakan di Azza hotel siang harinya. Acara akad nikah berjalan lancar. Setelah acara akad selesai,sang mempelai berangkat menuju ke hotel untuk persiapan resepsi. Resepsi diadakan di ballroom hotel yg telah disulap dengan dekorasi berwarna hijau. Ruqaya memakai baju pengantin ala eropa yg juga berwarna hijau senada dengan setelan jas hijau yg dipakai oleh Mirza. Kenapa semuanya berwarna hijau karena Ruqaya dan Mirza menyukai warna hijau. Sedangkan Jodha terlihat cantik memakai gaun panjang berwarna biru. Dan Jalal terlihat tampan memakai setelan jas warna hitam. Tamu2 mulai berdatangan,dari pihak keluarga dan kerabat dari Ruqaya dan juga Mirza. Kedua orang tua Jodha dan Daniyal juga datang. Jodha senang sekali bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.

"Kamu tidak apa2 Jodha?" tanya Meena yg kini berdiri disamping Jodha yg sedang memandang Ruqaya yg tersenyum bahagia.

"Aku gak pa2 ma. Memang kenapa?"

"Melihat Ruqaya menikah dan keluarga besar kita berkumpul kembali,mama takut traumamu hadir lagi" Meena nampak kuatir.

Jodha menggenggam tangan Meena untuk menenangkannya "mama tidak perlu kuatir lagi. Ada Jalal yg bersamaku ma. Dialah yg sudah memberiku semangat dan bisa terbebas dari traumaku"

Meena merasa lega dan tersenyum sambil mengusap pipi Jodha "jadi mama harus berterima kasih pada Jalal nih" Jodha ikut tersenyum.

Tiba2 Jodha melihat sesuatu yg merusak pemandangan. Sesha ada di pesta ini "ngapain sih cewek gatel itu ada disini. Apa dia mengikuti Jalal? Apa dia belum kapok aku kasih pelajaran kemarin"

Sesha memakai gaun seksi berwarna kuning yg terlihat pas ditubuhnya. Membuat para lelaki tak berkedip kearahnya. Sesha melihat Jalal yg sedang berbicara kepada dua orang lelaki paruh baya. Dengan senyum menyeringai dia menghampiri Jalal.

"Aduh"  dengan sengaja Sesha menumpahkan minumannya di jas Jalal, membuat jas Jalal basah. Jalal tentu saja kaget.

"Aah..maaf ya gak sengaja" ucap Sesha pura2 menyesal.

Jalal melihat kearah Sesha "kau..."

"Maaf ya Jalal..sini biar kubersihkan" Sesha mengambil tissu dari dalam tasnya dan menggosokkannya di jas Jalal.

Jodha yg melihat dari kejauhan merasakan amarahnya sudah diubun-ubun. Jodha memanggil Daniyal dan berbisik sesuatu padanya.

Sesha terus mengusap jas Jalal, membuat Jalal risih "sudah,biarkan Sha. Aku akan membersihkannya sendiri. Maaf tuan2 saya permisi ke toilet" Jalal pamit pada kedua pria yg tadi diajaknya bicara.

"Jalal...biar aku membantumu" Sesha mengikuti Jalal dibelakangnya namun dia dihadang oleh Daniyal.

Daniyal mencoba mengalihkan perhatian Sesha dari Jalal. Namun Sesha masih celingak celinguk melihat Jalal yg mulai menjauh.

❄❄❄

Akhirnya Sesha berhasil menghindar dari Daniyal. Dia lalu pergi ke toilet menyusul Jalal. Saat dia berjalan di lorong sepi yg menuju ke toilet, matanya tanpa sengaja melihat adegan dua orang didepannya yg membuat hatinya seketika memanas. Sesha membelalakkan matanya tak percaya, "S**t!! Rencana yg sudah aku buat gagal. Dasar wanita sialan!!!" umpat Sesha dengan mengepalkan tangannya. Rencana yg dia pikir berhasil ternyata gatot aliaz gagal total. Dengan hati panas,Sesha melangkah pergi.

# Flashback #

Jodha menyuruh Daniyal untuk menghentikan Sesha yg mencoba merayu Jalal. Sebelum Sesha berhasil menyusul Jalal ke toilet,Jodha terlebih dahulu menyusulnya setelah pamit pada Meena. Jodha menunggu Jalal di depan pintu toilet. Kebetulan toilet sedang sepi sehingga Jodha tidak merasa canggung berada diluar toilet pria. Jodha harus memastikan agar si wanita kegatelan itu tidak berhasil melaksanakan rencana busuknya. Tak berapa lama Jalal keluar dari toilet dengan jasnya yg sudah sedikit kering. "Jodha! Kamu ngapain disini?" Jalal kaget dengan Jodha yg berdiri didepan toilet pria.

"Eh..aku tadi habis dari toilet juga dan menunggumu karena tau kamu ada disini"

Saat Jodha mendengar suara langkah kaki dan melihat Sesha berjalan ke arahnya,Jodha segera membalik tubuh Jalal,menangkup wajah Jalal dengan kedua tangannya kemudian mencium bibir Jalal. Jalal tentu saja kaget dengan tindakan Jodha.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...