Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 7)

# CINTA? ATAU BALAS BUDI? #

Part 7

����⛅����������������������

Malam harinya,Jodha makan malam bersama Sehnaz dan Jalal.

"Bagaimana kak Jodha,diterima kan kerjanya?"

"Iya Sehnaz. Aku diterima. Terima kasih sekali lagi buat kalian yg sudah banyak membantuku. Aku tidak tau harus bagaimana membalasnya"

Sehnaz dan Jalal saling berpandangan yg sulit diartikan. Antara rasa bersalah dan senang karena bisa membantu Jodha.

"Jadi kakak iparku saja" ucap Sehnaz asal bicara. Jodha dan Jalal langsung mendelik ke arah Sehnaz. Lalu mereka berpandangan.

"Hahaha...ya ampun. Kalian kenapa tegang gitu. Aku cuma bercanda. Tapi kalau benar teejadi,aku pasti akan senang sekali"

"Sehnaz..." ucap Jalal sambil mendelik.

Jodha dan Jalal menjadi salah tingkah gara2 ucapan Sehnaz. Sedangkan Sehnaz malah senyum2 gaje. Dia suka sekali menggoda kakaknya.

"Ehm..Jodha,mulai besok kau akan diantar tiap hari oleh Romi" ujar Jalal sambil menyuapkan sendok yg berisi nasi ke mulutnya untuk menyembunyikan kegugupunnya.

Jodha mengernyit dengan ucapan Jalal "kenapa harus diantar? Aku bisa berangkat sendiri naik taksi. Nanti apa kata orang kantor"

"Sebaiknya kau turuti perintahku Jodha. Demi kebaikanmu. Dan maaf,bukan bermaksud menghinamu,kamu kan belum gajian,lebih baik kamu mengirit karena besok masih hari pertamamu bekerja"

Jodha tercekat dan sadar akan keadaannya. Dia tak marah saat Jalal berkata seperti itu. Justru dia merasa malu karena dia sudah terlalu banyak merepotkan Jalal dan Sehnaz.

"Baiklah. Terima kasih" jawab Jodha akhirnya.

"Maaf Jodha kalau aku harus mengatakan itu padamu. Aku tak bermaksud menghinamu. Aku hanya ingin menjagamu agar kau aman dari pria2 diluar sana. Entah kenapa sejak para lelaki itu melihatmu,aku semakin protektif padamu. Aku seakan tidak rela melihat mereka memandangmu dengan tatapan lapar" dewa batin Jalal berkata. Matanya tak pernah lepas dari Jodha.

Suasana kembali hening. Jodha dan Jalal makan sambil sibuk dengan pikiran masing2.

������

Pagi harinya Jodha sudah bersiap berangkat ke kantor dengan menggunakan blouse warna biru dihias dengan syal disimpul didepan dan celana bahan berwarna cream serta stiletto berwarna senada dengan celananya. Jodha terlihat cantik seperti biasa dengan rambut tergerai dan make up minimalis.
Setelah sarapan dan berpamitan dengan Shivani dan juga Sehnaz yg telah memberinya semangat,Jodha mengambil tas kerjanya dan keluar. Dia sudah ditunggu oleh Romi diluar rumah.

"Selamat pagi Romi" sapa Jodha sambil tersenyum.

"Wow..kau kelihatan ceria dan fresh Jodha" puji Romi tulus. Kini Romi tidak merasa canggung dengan Jodha karena Jodha type wanita yg mudah bergaul dengan orang lain. Didepan Jodha,Romi bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut ketauan bosnya bila pria ganteng ini sudah akrab dengan Jodha.

"Terima kasih"

Romi lalu membukakan pintu untuk Jodha.

"Tidak perlu seperti ini Romi. Aku seperti tuan putri saja"

"Kau kan memang 'tuan putri'nya tuan Jalal..."

"Apa..."

"Eh..gak pa2 Jodha. Aku hanya bercanda. Sudah masuklah,nanti terlambat di hari pertama kamu kerja" ucap Romi salah tingkah karena keceplosan bicara.

Mereka berdua meluncur menuju kantor. Dalam perjalanan,Jodha dan Romi berbicara sambil bercanda. Jodha tidak menyangka kalau Romi yg pertama bertemu dengannya,dia kira cowok pendiam dan kaku. Ternyata dia cowok yg asyik juga diajak bercanda. Jodha beruntung dia punya teman yg baik seperti Romi.

"Kalau kamu ngantar aku,terus Jalal bersama siapa?"

"Bos pergi membawa mobilnya sendiri karena hari ini dia ada meeting di cabang divisi Bandung"

"Oohhh. Eh...ngomong2 Jalal memang pria yg dingin dan kaku gitu ya kalau berbicara dengan orang lain" Entah kenapa Jodha ingin tau lebih banyak tentang Jalal.

"Dia sebenarnya pria yg baik,dari luar memang dia terlihat kaku dan dingin. Tapi bila dengan Ibu dan adiknya dia begitu hangat karena dia sangat menyayangi mereka berdua"

Jodha berpikir sejenak. Jodha memang sering melihat sikap Jalal begitu hangat pada adiknya. Tapi Jodha belum pernah tau tentang ibu Jalal. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit,Jodha dan Romi telah sampai di kantor. Romi menurunkan Jodha di basement parkiran gedung karena Jodha tidak ingin karyawan lain mengetahui.

"Romi,terima kasih banyak ya"

"Sama2. Oh iya Jodha,nanti pulangnya kita bareng lagi. Aku tunggu disini. Good luck..." Jodha mengangguk sambil mengacungkan jempolnya. Jodha turun dari mobil dan berjalan ke lift menuju lantai 3 tempatnya bekerja.

Sesampainya di depan ruangan Divisi 2,Jodha menunggu kedatangan Atghah di sofa ruang tunggu yg ada didepan ruangan. Atghah memang menyuruh Jodha menunggu bila telah datang terlebih dahulu. 5 menit kemudian,Atghah datang bersama 2 orang pria dan 1 wanita dibelakangnya.

"Selamat pagi Jodha" Jodha berdiri dari duduknya saat Atghah menyapanya.

"Selamat pagi pak Atghah"

"Maaf kalau saya datang terlambat. Apa kau sudah menunggu lama?"

"Tidak pak. Saya memang sengaja datang lebih pagi"

"Oh iya,kenalkan ini Ravi,Edo dan Rahma. Mereka adalah marketing divisi kita" Atghah memperkenalkan ketiga orang tersebut pada Jodha. Jodha mengulurkan tangannya pada mereka bertiga. Setelah mereka berkenalan,mereka berlima lalu masuk keruangan. Atghah mulai menjelaskan tentang deskjob Jodha.

������

* Di bandung.

Seorang pria tengah fokus pada penjelasan seorang karyawannya diruangan meeting. Dia terlihat puas dan bangga dengan hasil kerja kinerja karyawan IRFANDI COMP cabang divisi Bandung miliknya. Setelah meeting selama 3 jam,Dia keluar ruangan dan balik menuju ke Jakarta. Dia mengambil Hp dan menelepon seseorang.

"Bagaimana dia"

"Dia baik dan selamat sampai kantor bos"

"Bagus. Pastikan dia selalu nyaman dan tidak orang yg mengganggunya"

"Laksanakan bos"

Pria yg dipanggil 'bos' itu menutup teleponnya setelah itu dia tersenyum. Senyum yg jarang dia tampakkan sebelum bertemu wanita itu. Wanita yg sudah mengganggu tidurnya akhir2 ini.

������

Kini diruangan divisi 2 telah berkumpul 3 orang. Atghah,Jodha dan Ravi. Sedangkan Edo dan Rahma sudah pergi untuk menjalankan tugasnya turun ke lapangan. Setelah Atghah menjelaskan deskjobnya pada Jodha,mereka kini sedang membicarakan tentang posisi Ravi.

"Ravi ini adalah calon Supervisor cabang yg baru Jodha. Dia akan ditempatkan di bogor. Dia ini pria yg pantang menyerah. Dalam satu tahun dia bisa melesat naik jabatan menjadi Supervisor. Dan itu artinya,dia akan jadi saingan kita nantinya" jelas Atghah.

"Pak Atghah terlalu memuji saya. Saya bisa seperti ini juga berkat bimbingan anda"

"Jangan terlalu merendah. Kamu memang pria yg cepat tanggap"

Jodha tersenyum menanggapi dua orang pria didepannya ini. Dia senang karena rekan kerjanya adalah orang2 yg baik.

"Wah...tidak terasa waktunya makan siang. Ayo kita makan siang" Atghah mengajak Jodha dan Ravi makan siang bersama.

������

Cafetaria yg berada di lantai bawah gedung IRFANDI COMP telah ramai oleh para karyawan. Cafetaria ini juga tak luput dari campur tangan Jalal. Cafe yg mengusung tema alami karena ibunda Jalal sendiri yaitu Hamida yg memberi ide sekaligus merancangnya. Jalal adalah seorang pria yg perfeksionis. Apapun akan dia perhitungkan untuk kenyamanan karyawannya dan juga para tamu yg berkunjung kesini. Desain cafe tema bambu mampu memberikan keakraban dan nuansa persahabatan bagi tiap karyawan dan pengunjung cafe. Menitik beratkan pada konsep tradisonal, cafe bambu ini menghadirkan suasana “ndeso” sehingga  terlihat lebih teduh menyejukkan di siang hari.

Mereka bertiga duduk dan memesan beberapa makanan yg masih kental dengan ketradisionalannya dari seluruh penjuru nusantara. Saat mereka sedang menunggu makanan yg datang,tiba2 ada seorang wanita mendekat kearah mereka.

"Selamat siang semua. Boleh saya duduk disini"

Ketiga orang tersebut menoleh. Ravi dan Atghah tersenyum karena sudah tau siapa wanita yg menyapa mereka sedangkan Jodha mengernyitkan dahinya karena belum tau siapa wanita ini.

"Siang Moti. Silahkan duduk" ucap Atghah.

"Terima kasih" wanita bernama Moti duduk disebelah Jodha dan menyapanya.

"Hai...kamu sekretaris barunya pak Atghah ya. Aku Moti,Sekretarisnya pak Jalal. Senang berkenalan denganmu" Moti mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Jodha.

"Hai. Aku Jodha. Senang juga mengenalmu"

Moti adalah wanita yg supel dan juga ramah. Dia mudah bergaul dengan siapa saja. Jodha sekali lagi merasa beruntung karena mendapat teman baru.

⌚⌚⌚

Meskipun seharian bekerja,Jodha tidak merasa lelah karena tugasnya masih belum banyak. Dan dia juga senang karena mendapat teman baru dan atasan yg baik. Tepat pukul 4 sore Jodha pulang bersama Romi. Dalam perjalanan,Jodha menceritakan semua pengalaman di hari pertama dia bekerja pada Romi.

Malam hari setelah makan malam,Jodha duduk disamping ranjang Shivani dan menceritakan tentang pekerjaannya.

"Kau tau Shivani,di kantor aku banyak mendapat teman baru. Padahal sebelumnya aku mengira bakal kesepian. Tapi seharian ini aku tidak melihat Jalal sama sekali"

Iisshhh...apa yg aku pikirkan sih. Kenapa bicara tentang Jalal. Tentu saja dia sibuk. Dia kan Direktur utama. Batin Jodha lalu menepok jidatnya sendiri.

"Kak Jodha.." tiba2 ada sesorang yg memanggilnya dari luar kamar. Jodha menoleh dan melihat Sehnaz berjalan kearahnya lalu duduk di samping Jodha.

"Hai Sehnaz"

"Bagaimana keadaan Shivani?"

"Masih tetap sama" wajah Jodha berubah sedih.

"Yang sabar ya kak. Aku yakin kalau Shivani pasti akan segera sembuh"

"Aamiin"

"Oh iya kak. Bagaiman dengan hari pertama kakak kerja dikantor" Tanya Sehnaz antusias. Lalu mengalirlah cerita dari bibir Jodha. Sehnaz begitu gembira karena Jodha ternyata senang bekerja di kantor kakaknya.

"Maafkan aku kak. Karena hanya ini yg bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku. Maaf kalau aku tidak bisa jujur padamu" batin Sehnaz.

Sudah 5 hari berlalu dan juga Jodha bekerja di kantor Jalal. Jalal masih terus memperlakukan Jodha seperti tuan putri tanpa sepengetahuan Jodha. Dan Jodha merasa hari2nya baik2 saja hingga hari itu datang....








Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...