JANGAN TAKUT JATUH CINTA
Part 26
⛺
# Masih Flashback...
Jodha tiba-tiba mencium Jalal,membuat Jalal kaget. Sedangkan Sesha yg melihat kejadian tersebut langsung hatinya panas. Apa yg dia rencanakan telah gagal.
Jalal awalnya masih kaget dengan serangan mendadak Jodha,tapi setelah itu dia membalas ciuman Jodha. Jarang2 Jodha seagresif ini tapi Jalal tak perduli. Rezeki tak boleh ditolak bukan. Hahaha
Dengan hati dongkol,Sesha pergi dari sana. Tidak tahan dengan adegan yg membuatnya panas dingin.
#Flashback end...
Jalal mulai memeluk pinggang Jodha untuk lebih dekat dengannya. Jalal tersenyum disela-sela ciumannya. Jalal mulai melumat,menghisap bergantian bibir bawah dan atas milik Jodha. Jodha menjadi terlena dengan ciuman Jalal,tangan Jodha kini berpindah ke belakang kepala Jalal dan meremas rambutnya.
Gila! Ini benar2 sudah gila. Jodha yg awalnya ingin memberi pelajaran pada Sesha dengan mencium Jalal didepannya,justru dia sendiri yg kini terjebak dalam permainannya. Ciuman Jalal sungguh membuatnya terhipnotis dan Jodha tidak bisa menolaknya.
Karena pasokan udara yg menipis,akhirnya Jalal melepaskan ciuman mereka untuk menghirup oksigen. Meskipun dia enggan untuk melepasnya. Kini kening mereka saling menempel,sehingga mereka berdua bisa merasakan hembusan nafas masing2. Wajah Jodha memerah karena malu.
"Kau kenapa sayang? Kenapa kamu seagresif ini,hmm?" tanya Jalal dengan suara parau.
Jodha tak berani menatap mata Jalal "aku melakukannya karena aku tak ingin wanita lain merebutmu dariku"
Jalal menjauhkan wajahnya "apa maksudmu Jodha?"
"Tadi Sesha mengikutimu kemari,sebelum dia sampai disini,maka akulah yg harus sampai disini terlebih dahulu" ucap Jodha dengan amarah.
"Jadi kamu cemburu?" Jalal tersenyum menggoda.
"Ya. Aku cemburu!Aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebutmu dariku"
Tangan Jalal membelai pipi Jodha "kau tahu sayang,aku suka sekali melihatmu cemburu. Kau terlihat seksi dan agresif. Kalau seperti ini,aku jadi ingin segera menikahi dan memilikimu sayang. Kalau saja aku tidak ingat kalau kita belum menikah,aku pasti sudah menerjangmu sekarang juga" Wajah Jodha kembali memanas dan malu mendengar ucapan Jalal.
Jarinya turun ke bibir Jodha dan mengusapnya. Bibirnya agak belepotan karena lipstiknya dan juga karena ulahnya "sepertinya aku harus berterima kasih pada Sesha karena membuatmu cemburu"
"Apa!" Jodha membelalakkan matanya tak terima, "jangan macam2 Jalal!" ancam Jodha.
Jalal terbahak "hahaha..aku hanya bercanda sayang. Aku hanya akan macam2 denganmu saja" goda Jalal.
Jodha cemberut karena Jalal menggodanya.
"Jangan cemberut gitu. Apa kamu mau aku cium lagi?"
"Jangan aneh2 Jalal! Ayo kita kembali ke pesta,nanti mereka mencari kita" Jodha menggandeng lengan Jalal supaya Jalal tidak terus menggodanya.
"Ya tinggal aku bilang saja ke mereka kalau kita habis berci...hmmptt"
Belum Jalal menyeselaikan kalimatnya,Jodha menutup mulut Jalal dengan telapak tangannya "jangan bilang apa2. Awas kalau kau sampai membocorkannya!"
"Hhmmpptt" Jalal menunjuk tangan Jodha dengan matanya. Jodha lalu melepasnya.
"Baiklah,aku tidak akan bilang. Tapi sebagai ganti tutup mulut,kau harus menciumku dulu"
"Iihhh...dasar Mr.modus!!" Jodha memukul bahu Jalal dan Jalal malah makin terbahak.
Acara semakin larut,para tamu undangan sudah mulai meninggalkan pesta. Sesha juga sudah tak terlihat lagi sejak dari toilet. Jodha penasaran dengan Sesha,bagaimana bisa dia selalu terlihat disekitar Jalal. Untuk menjawab rasa penasarannya,Jodha bertanya ke Ruqaya yg sedang makan bersama Mirza.
"Ruq,apa kamu kenal dengan wanita yg bernama Sesha?"
"Tidak. Memang kenapa Jo? Mungkin suamiku tahu" Ruqaya menoleh ke Mirza, "beib,kamu kenal dengan Sesha?"
"Sesha? Dia kan partner bisnisku" ucap Mirza sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Partner bisnis?" tanya Jodha penasaran.
"Iya. Namanya Sesha angelica. Dia tinggal di Amerika tapi dia berasal dari indonesia. Dia ikut orang tuanya ke Amerika. Dan dia ada disini karena aku mengundangnya. Katanya dia teman kuliah Jalal kan" jawab Mirza.
"Iya,dia teman kuliah Jalal" jawab Jodha malas.
"Hmm...jadi dia kesini karena diundang Mirza" batin Jodha. Tapi Jodha merasa kurang puas dengan kedatangan Sesha kemari. Apa benar karena hanya untuk menghadiri undangan dari Mirza atau karena ada maksud lain.
Sesha sedang berhias di kamarnya saat ada seseorang mengetuk pintunya.
Tok..tok..
"Iihh...siapa sih! Ganggu orang aja" Dengan malas Sesha bangun dari duduknya dan melangkah menuju pintu. Sesha membuka pintu dan betapa terkejutnya dengan kehadiran orang yg ada didepannya "kau..."
"Hai Sesha,boleh aku masuk"
"Untuk apa kau datang kesini?"
"Ada yg ingin kubicarakan denganmu,penting!"
"Masuklah" Sesha minggir untuk memberi ruang orang itu masuk.
"Ada perlu apa?"
"Aku akan to the point aja. Jauhi Jalal!" ucap tegas seseorang yaitu Jodha.
Sesha mencibir "siapa kau berani memerintahku. Selama janur kuning belum melengkung,Jalal bebas dimiliki siapapun"
Jodha menggeram marah tapi sedetik kemudian dia kembali tenang. Dia tidak boleh terpancing emosi "Jalal adalah tunanganku,jadi dia adalah milikku. Apa tujuanmu kesini selain menghadiri pernikahan Mirza, kau juga ingin mendapatkan Jalal?"
Sesha tersenyum menyeringai "aku menyukai Jalal sejak kuliah tapi dia sama sekali tidak menganggapku. Aku akan lakukan apapun untuk mendapatkannya"
"Selain cantik,kau juga licik. Tapi tidak sesuai dengan kehormatan yg kau miliki. Kau wanita terhormat,dari kalangan sosialita tapi kelakuan seperti p*****r!" Jodha men-skak-mat Sesha.
Sesha yg disebut seperti itu oleh Jodha,tak terima dan dia langsung mengangkat tangannya akan menampar Jodha. Tapi dengan cepat Jodha menangkap tangan Sesha lalu memelintirnya ke belakang tubuh Sesha.
"Aaww..." Sesha meringis kesakitan.
"Jangan macam2 denganku Sesha! Kau belum tau siapa aku. Aku tahu rahasiamu di Amerika sana"
"Rahasia apa?" Sesha mencoba memberontak tapi Jodha malah semakin menekan tangannya dibelakang.
"Aku tahu siapa kau. Kau yg suka gonta ganti pasangan. Bahkan kau pernah menggugurkan anakmu bukan!"
Sesha terhenyak,bagaimana mungkin Jodha bisa tau tentang dirinya, "itu semua bohong. Kau hanya mengarang" Sesha mencoba berkilat.
"Aku punya bukti. Ini!!" Jodha melempar sebuah amplop coklat besar dan melepaskan tangan Sesha. Sesha mengambil amplop itu dan membukanya. Sesha membelalakkan matanya,isi amplop itu adalah foto2nya dengan beberapa orang pria asing dan berita mengenai dirinya yg pernah menggugurkan kandungannya.
"Wanita macam apa kau. Setelah berbuat zina,kau membuang bayimu sendiri. Kau bahkan lebih rendah dari p*****r. Aku tidak akan membiarkan Jalal jadi korbanmu berikutnya. Bagaimana kalau foto2 ini kuberikan pada Jalal? Dia pasti akan sangat jijik padamu" sindir Jodha.
Sesha menangis "darimana kau dapatkan semua ini?"
"Kau tidak perlu tahu darimana aku mendapatkannya. Sekarang aku minta padamu,jauhi jalal dan segera pergi dari negara ini. Kembalilah ke Amerika dan jangan pernah ganggu lagi kehidupanku dan Jalal. Aku tidak main2 dengan ancamanku Sesha! Kau akan tahu akibatnya" Jodha lalu pergi meninggalkan Sesha yg masih menangis.
Dia telah kalah sebelum berperang. Kalah untuk mendapatkan hati seorang Jalaluddin karena hati Jalal hanya untuk Jodha.
Jalal menunggu Jodha di restoran hotel. Jodha memang menyuruhnya menunggu karena Jodha bilang sedang ada urusan. Saat Jalal meminum Moccacinonya,dia melihat Jodha datang.
"Hai sayang,maaf ya membuatmu menunggu" Jodha duduk didepan Jalal.
"Kau tau,ternyata menunggu seseorang yg spesial itu mempunyai keasyikan tersendiri" Jawab Jalal menggoda.
"Iisshh..gak usah gombal deh"
"Bener sayang. Aku gak gombal. Walaupun aku harus menunggumu seumur hidup,aku rela" Jodha malah terkekeh mendengar gombalan Jalal.
"Aku sudah pesankan makanan untukmu" sahut Jalal begitu Jodha akan memanggil waitress.
"Oohh...ya sudah"
"Memang kamu ada urusan apa sih sayang?"
"Mau tau aja atau mau tau banget" giliran Jodha menggoda Jalal.
"Ya mau tau banget lah. Kamu kok sekarang pintar menggodaku?" tanya Jalal heran.
"Kan kamu yg menularkannya padaku"
"Hahaha...iya juga ya" Jalal merasa konyol dengan dirinya.
"Urusan wanita tapi udah selesai kok" jawab Jodha akhirnya.
"Yaaa...baiklah. Kalau urusan tentang wanita,aku angkat tangan aja" Jalal mengangkat kedua tangannya seperti orang menyerah.
Hahaha...Jodha terbahak. Kini dia bisa merasa tenang sudah menyelesaikan masalahnya dengan si ular gatel Sesha. Tapi Jodha tetap akan waspada pada Sesha.
Tak terasa kurang 2 minggu lagi pernikahan Jalal dan Jodha. Jodha dan Jalal sama2 sibuk menyiapkan pernikahan mereka. Meskipun dibantu dengan pihak WO,tapi Jodha dan Jalal tetap turun tangan agar konsep pernikahan mereka sesuai dengan keinginan mereka.
Karena waktu yg mepet,Jodha dan Jalal baru bisa fitting baju pengantin hari ini.
Setelah fitting baju pengantin,mereka harus melakukan foto prewedding di kawasan puncak. Dan mereka melakukannya dalam waktu 2 hari. Cukup melelahkan juga tapi mereka melakukannya senang hati. Senyuman tak pernah lepas dari bibir mereka berdua. Sehingga sang fotografer begitu excited dengan antusias sang calon pengantin,jadi sang fotografer tidak perlu repot2 mengarahkan mereka. Karena mereka sudah berpose semesra dan senatural mungkin sesuai dengan keinginan sang fotografer.
Seminggu sebelum pernikahan adalah waktunya pingitan. Inilah yg membuat Jalal tidak suka. Dia yg sudah terbiasa bertemu Jodha setiap hari,sekarang harus rela untuk tidak boleh bertemu. Bahkan kini dia makan siang dikantornya saja. Sendirian tanpa Jodha. Oohhh...kasian...hahaha.
Seperti hari ini,Jalal beruntung karena Ryan menemaninya makan siang. Ryan tak berhenti tertawa melihat adiknya yg biasanya bawel,kini terlihat lesu tak nafsu makan. Sebenarnya Ryan kasihan juga melihat adiknya tapi mau bagaimana lagi. Pingitan kan sudah tradisi. Mau gak mau ya harus mau.
Komentar
Posting Komentar