Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 18 - END

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 18 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° "Jodha..setelah acara ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat...kau mau kan?" tanya Jalal. Jodha menganggukkan kepalanya tanda setuju. Sebenarnya jantung Jodha berdegup kencang saat ini. Jodha sepertinya harus memeriksakan jantungnya deh. Sejak dekat dengan Jalal,dia selalu sport Jantung. Jalal tersenyum lebar lalu menggandeng Jodha untuk berfoto bersama. Setelah acara selesai, Jalal meminta izin ke Meena untuk mengajaknya keluar. Meena mengizinkan.  Hamida berpesan kepada Jalal agar menjaga Jodha baik2, Jalal mengangguk. Jalal mengajak Jodha ke sebuah tempat di atas bukit  dimana di tempat itu bisa melihat seluruh kota dari ketinggian. Mereka turun dari mobil, Jalal menunjuk ke bawah dimana lampu2 menyala dengan indah di malam hari ditemani dengan sinar rembulan...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 17

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 17 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Karena melihat wajah Jalal yg memelas, Jodha tidak jadi keluar. Tak berapa lama, sanak saudara Jalal datang berkunjung.  Lalu sore harinya. Meena dan Shivani datang. " bagaimana keadaanmu nak rajat? " tanya Meena. "Alhamdulillah baik bu. meskipun masih sedikit pusing. Saya akan lebih cepat sembuh kalau ada Jodha yg merawat saya bu..." Jalal senyum2 sambil melirik Jodha. Jodha melotot ke Jalal sambil bibirnya manyun. Semuanya tertawa meliat dua orang ini. Ketika Meena dan Shivani pamit pulang. Jodha juga ikutan mau pulang. karena dia harus mengurus toko bunganya. Jalal tidak rela kalau Jodha akan pulang "Jodha...kamu besok kesini lagi kan? " " ehm...iya aku besok kesini kok...sudah ya...kamu istirahat dulu...aku pulang." Akhirnya Jodha,Meena dan Shivani pulang bersama2. Setelah sebelumnya pamitan ke Hamida dan Baksi. Keesokan hari...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 16

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 16 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Tak berapa lama dokter keluar. " bagaimana keadaan anak saya dok...dia tidak apa2 kan? " Hamida sangat kuatir dan tidak bisa menahan lagi air mata nya. " maaf bu..tapi keadaan pak Jalal sangat kritis.Kecelakaan itu menyebabkan luka serius di bagian kepalanya karena benturan yg sangat keras. Kami akan berusaha semampu kami utk menolongnya bu. kita berdoa saja smoga masa kritisnya segera berlalu " Hamida langsung lemas. Dia tidak bisa lagi menahan tubuhnya. Baksi mencoba menahan tubuh ibu nya supaya tidak sampai jatuh ke tanah. Mereka berdua menangis bersama. **keesokan pagi nya.. Jodha bersiap-siap menyusul ibu dan adiknya ke rumah sepupunya. Ketika akan berangkat hp nya berdering. Dia melihat tulisan di layar ada nama Salima. " halo...iya bibi Salima...ada apa pagi2 tlp" "Jodha.....Jalal kecelakaan. dia ada rumah sakit sekarang ...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 15

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 15 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Selama pesta itu, Jalal hanya bisa curi2 pandang ke Jodha. Mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Sebenarnya Jalal ingin sekali berbicara dengan Jodha. Tapi dia teringat janjinya. Dan ketika Jodha tak sengaja menoleh ke Jalal, Jalal memalingkan wajahnya ke arah lain. Hal itu membuat Jodha sedih. Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Jodha berpamitan pulang pada Moti dan Todar. Karena dirumahnya sedang tidak ada orang. Ibu dan adiknya sedang berada dirumah sepupunya. Jadi dia harus segera pulang kerumah. Todar menawarkan Jodha untuk mengantarkannya sampai ke rumah. Tapi Jodha menolak karena dia tidak enak kalau harus diantar oleh pengantin baru. Jodha memutuskan untuk pulang sendiri. Tempat tinggal Moti termasuk kawasan yg agak sepi penduduknya. Sudah hampir 15 menit Jodha tidak menemukan taxi satupun. Dia mulai cemas. Tak jauh dari tempat Jodha menunggu, ada 4 oran...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 14

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 14 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Jalal menemani Jodha ngobrol " oh iya Jodha penampilanmu tadi bagus banget. kamu terlihat cantik dan menawan" Jalal tersenyum menggoda. " terima kasih " " kamu kalau diajak ngomong kok jawabnya dikit banget...sariawan ya?" "Enggak..." "Jodha, apakah kamu masih belum bisa maafin aku...apakah kesalahanku ini tidak bisa dimaafkan! Tuhan saja bisa memaafkan hambanya meskipun dosa nya setinggi gunung. Tapi kenapa kamu tetap gak bisa maafin aku. Aku benar2 menyesal Jodha" Jalal terlihat frustasi. "Aku bukan tuhan. Aku hanya manusia biasa yg bisa merasakan sakit hati. Bertemu denganmu hanya akan membuka lagi luka lama. Selama ini aku berusaha untuk tegar dan menjadi Jodha yang ceria seperti dulu" Jodha meneteskan air matanya Jalal mencoba mengusap air mata Jodha. Tapi Jodha langsung menepisnya "sebesar itukah keb...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 13

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 13 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Resham,Jodha,Baksi,Shivani,Jalal dan anak2 jalan2 ke kebun teh. Anak2 kelihatan senang sekali dan sesekali bercanda. Jalal jadi pemandu mereka dan menjelaskan tentang perkebunan teh yg pemiliknya tak lain adalah ayahnya sendiri,Humayun. Jodha melihat para petani yg sedang memetik teh. Jalal berada disampingnya. Ketika  mau melangkah, Jodha gak sengaja terpeleset karena jalannya yg licin. Dengan sigap Jalal menangkap tubuh Jodha sehinggatidak sampai terjatuh. Posisi mereka kini seperti orang yang berpelukan. Mereka berdua saling berpandangan. "Ehm" Baksi dan Shivani yg melihat mereka berdua langsung berdehem sambil terkekeh. Membuat Jalal dan Jodha sehingga tersadar dengan posisi PW mereka. Jalal lalu melepaskan pelukannya. Mereka berdua sama2 tersipu malu. Anak2 serempak ngomong " cie...cie..." sambil tersenyum kepada mereka berdua. Jodha mengucapkan ter...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 12

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 12 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Setelah Resham membawa kotak P3K. Salima menyuruh Jodha mengobati tangan Jalal. Sedangkan Salima dan Resham membersihkan pecahan kaca. Jalal duduk di bangku dan Jodha berlutut dibawah untuk membalut luka Jalal. Selama membalut lukanya. Jalal terus menatap Jodha. Bahkan dia tidak meringis kesakitan sedikit pun. Seolah-olah Jodha lah obatnya. Merasa diperhatikan, Jodha melirik Jalal. tetapi ketika pandangan mereka bertemu Jodha langsung menundukkan kepalanya. " pasti sakit ya kak Jalal tangannya..." tanya Rahim yang kini ada disamping Jalal. "Tidak rahim...kan sudah ada kak Jodha yg mengobati, jadi tidak sakit..luka seperti ini akan cepat sembuh Rahim" ucap Jalal sambil tersenyum dan melihat Jodha. Jodha langsung menyahut " luka di tangan memang cepat sembuh tapi luka di hati tidak akan bisa sembuh" deg!!!! Jalal kaget mendengar kata2 Jod...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 11

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 11 (edisi revisi) °°°°°°°°°°||||°°°°°°°°°°°°°°° Makan malam pun dimulai. Jodha duduk di depan Jalal. Jalal makan sambil sesekali melirik ke arah Jodha. Jodha hanya tertunduk. Dia merasa jengah duduk di depan Jalal.  Sambil makan, Hamida bercerita tentang ayah Jalal dan juga tentang masa kecil Jalal. Mereka tertawa bersama setelah Hamida menceritakan masa kecil Jalal. Baksi pun tak mau kalah, dia ikut mengolok- olok Jalal. suasana di meja makan begitu ceria. " oh iya Jodha...Jalal dulu waktu kuliah anaknya suka usil ya?" tanya Hamida. Jalal mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan ibunya. " iya...bu...dia itu dulu jahil sekali dan juga sifatnya arogan" Jodha tanpa sadar sudah mengadu ke Hamida. Jodha berkata sambil melirik Jalal. Dan Jalal balik menatap Jodha dengan tajam. Hamida dan Baksi menahan senyum melihat tingkah Jalal & Jodha yang seperti anak kecil. " itu dulu Jodha,seka...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 10

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 10 (edisi revisi) °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Dan setelah berbincang-bincang. Jodha mengajak Jalal dan Baksi untuk bertemu anak2. Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan. Jalal tak henti2 nya menatap Jodha. Sampai2 Baksi berdehem untuk menggoda kakaknya. Mereka telah tiba dan disambut gembira oleh anak2. " anak2... hari ini kita kedatangan tamu....mereka memberikan sumbangan kepada kalian. doakan supaya mereka diberi umur panjang, selalu sehat dan dilancarkan rezeki nya....aamiin..." ucap Jodha. "aaaminn..." serentak anak2 mengaminkan. " perkenalkan...ini kak Jalal dan kak Baksi...mereka adalah putra putri dari ibu Hamida Bano yg menjadi donatur tetap di yayasan ini..." "hai kak Jalal...kak Baksi" "hai semua..." jawab Jalal dan Baksi. Setelah berbicara kepada anak2 cukup lama, Baksi berpamitan kepada Jodha dan Resham. Jalal sebenarnya masih ingin berlama-lama ...

CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU PART 9

# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU # PART 9 ( edisi revisi ) °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° ** di rumah Jalal ** Malam minggu,Jalal sedang bersantai di balkon depan kamarnya sambil melihat bintang yg bersinar di malam itu. Dia juga memegang sebuah piala yg dimenangkan dulu bersama Jodha waktu acara prom night di kampusnya. Dia masih menyimpan piala itu dan juga foto Jodha bersama dirinya. Dia tersenyum dan sesaat kemudian dia bersedih. Jalal ingat kembali kata2 Jodha " aku membencimu Jalal. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu " Kata2 itulah yg selalu dia ingat selama 4 tahun ini. Kata2 itu begitu menyesakkan dadanya. " kau dimana Jodha, hatiku tidak akan bisa tenang sebelum aku bertemu denganmu dan minta maaf. Aku akan terus merasa bersalah seumur hidupku jika kau masih belum memaafkanku" Tak terasa bulir2 airmata jatuh di pipinya. Tiba2 Baksi menepuk pundak Jalal dari belakang. Jalal pun menjadi kaget " kamu kenapa ka...