# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 9
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Aku memanggilmu kesini sebenarnya bukan tentang pekerjaan. Tapi tentang Jodha" ucap Jalal to the point.
"Jodha....Ada apa dengan Jodha pak? Apa dia berbuat kesalahan?" tanya Ruqaya kuatir.
"Tidak,bukan karena itu. Aku minta maaf sebelumnya kalau harus menanyakan masalah pribadi Jodha padamu. Aku hanya ingin tau mengapa Jodha selalu bersikap dingin dan jutek padaku. Apa aku berbuat salah padanya?"
Ruqaya diam. Dia bingung apakah harus jujur. Dia sudah berjanji pada Jodha untuk tidak mengatakan tentang aibnya pada siapapun.
"Ruqaya, kenapa kamu diam?"
"Eh...iya pak" Ruqaya kaget dari lamunannya, "maaf pak,saya ingin bertanya sebelumnya. Apa pak Jalal mencintai Jodha?"
Ditanya seperti itu awalnya Jalal kaget. Tapi perasaan ini memang setiap hari semakin membuatnya gelisah. Kalau perasaan seperti ini dinamakan cinta, maka memang benar kata kakaknya kalau dia sedang jatuh cinta.
"Ya, aku mencintainya" ucap Jalal penuh keyakinan.
Ruqaya merasa lega dan dugaannya memang benar kalau Jalal mencintai Jodha. Seorang pria yg mencintai Jodha dengan tulus.
"Jodha bersikap dingin dan jutek pada pria yg mencoba mendekatinya karena dia trauma pak" Akhirnya Ruqaya menceritakannya.
Dalam hati dia minta maaf pada Jodha karena telah melanggar janjinya. Tapi dia tidak akan menceritakan tentang kegagalan pernikahan Jodha.
"Trauma?" Tanya Jalal heran.
"Jodha pernah ditinggalkan begitu saja oleh pria yg dia cintai tanpa ada alasan ataupun kata2. Sehingga membuat Jodha tidak mau lagi untuk jatuh cinta pak. Dia takut,bila dia jatuh cinta lagi,dia akan tersakiti lagi. Cukup baginya sekali saja merasakan sakit hati yg begitu besar"
Jalal yg mendengar cerita Ruqaya mengepalkan tangannya menahan amarah. Rahangnya mengeras. Ingin rasanya dia memukul pria yg sudah membuat Jodha-nya terluka. Namun Jalal tetap berusaha untuk tenang dan mengendalikan amarahnya.
Ruqaya tau kalau Jalal sedang mencoba menahan amarahnya "anda tidak apa2 pak?"
"Ya. Aku tidak apa2. Teruskan saja"
Ruqaya menghembuskan nafasnya sedikit lega melihat Jalal sudah bisa menguasai amarahnya "sejak saat itu sikap Jodha mulai dingin dan cuek pada pria yg mencoba mendekatinya. Dia tidak percaya lagi dengan yg namanya cinta sejati. Baginya semua pria itu sama. Dia membangun tembok yg tinggi bagi siapa saja yg mencoba mengetuk hatinya"
Jalal merasa miris dengan apa yg dialami Jodha. Sebegitu bencikah dia pada lelaki itu hingga harus membuatnya menutup pintu hatinya rapat2. Pantas saja Jodha selalu jutek dan dingin padanya.
"Kalau pak Jalal memang benar mencintai Jodha dengan tulus,saya harap agar pak Jalal jangan pernah menyakitinya. Karena bila dia tersakiti sekali lagi,maka dia akan hancur sekali lagi" tak terasa mata Ruqaya berkaca-kaca menceritakan kisah Jodha.
"Aku berjanji Ruqaya,aku tidak akan membuatnya sedih. Bahkan aku akan membuatnya selalu bahagia hingga dia lupa akan kesedihannya. Aku mencintainya sejak pertama aku bertemu dengannya. Rasanya seperti ada sesuatu di dirinya yg menarik diriku untuk ingin selalu berada didekatnya." Jalal mengatakannya dengan mata berbinar.
Ruqaya tersenyum dengan kata cinta yg keluar dari mulut bosnya "saya percaya anda bisa membuat Jodha ceria lagi seperti dulu. Untuk itulah saya berani menceritakan kisah Jodha pada anda"
"Terima kasih banyak Ruqaya kau sudah percaya padaku dan mau menceritakan semuanya. Aku akan buktikan padanya kalau cintaku itu murni untuk dia. Aku akan tunjukkan padanya kalau cinta itu indah. Kau bisa pegang kata2ku"
Ruqaya merasa lega karena dia sudah menemukan pria yg tepat untuk Jodha "saya minta tolong,pak Jalal jangan bilang ke Jodha kalau saya menceritakan ini. Anggap saja kalau pak Jalal tidak pernah tau tentang kehidupannya"
"Tenang saja. Aku akan merahasiakannya"
¥¥¥¥
* Malam hari di rumah Jalal....
Jalal sedang duduk di kursi dekat kolam renang belakang rumahnya sambil memandang bintang. Jalal seperti melihat bayangan wajah Jodha tersenyum padanya di antara gugusan bintang itu. Dia memikirkan pembicaraannya tadi pagi dengan Ruqaya. Masih teringat kata2 Ruqayah tentang Jodha "Jodha takut jatuh cinta lagi. Dia takut tersakiti lagi"
"Apa yg pria itu lakukan padamu Jodha? Dia benar2 pria bodoh karena sudah menyakiti wanita baik sepertimu.seandainya aku adalah pria itu,aku tidak akan pernah sedikitpun menyakitimu" gumam Jalal.
"Jalal"
Tiba2 ada seseorang yg memanggil namanya. Jalal menoleh dan melihat Ryan berjalan ke arahnya. Ryan lalu duduk disebelah Jalal.
"Ya kak"
"Kamu ngapain ngelamun disini,lagi mikirin Jodha ya" goda Ryan.
Jalal hanya tersenyum. Kenapa kakaknya bisa tau kalau dia memang sedang memikirkan Jodha. Ryan berdecak melihat tingkah Jalal yg berubah sejak jatuh cinta.
"Ck..kau ini. Jodha benar2 sudah mengubahmu.Tapi sepertinya Jodha tidak merespon,benar kan?"
Jalal mendesah "iya kak. Dia berbeda dengan gadis lain. Biasanya para gadis2 mengejar-ngejarku tapi dia malah menghindariku"
"Hahahaha...mungkin pesona sudah hilang dan tak berpengaruh pada Jodha" Ryan mengejek Jalal dan Jalal cemberut mendengarnya, "kalau kau memang mencintainya,kejar dia. Mendapatkan sesuatu melalui perjuangan dan kerja keras itu lebih berharga daripada mendapatkannya dengan mudah"
Ryan menepuk bahu Jalal untuk memberinya semangat.Jalal tersenyum mendapat dukungan sepenuhnya dari kakaknya. Dia semakin bersemangat untuk mendapatkan Jodha.
* Sedangkan di kamar Ryan. Aisha dan Shia sedang sibuk membahas sesuatu untuk pesta kejutan ulangtahun Ryan. Shia tidur terlentang sambil menghapalkan sesuatu dan Aisha duduk disebelahnya dengan menulis di buku.
Tak berapa lama Ryan datang ke kamar dan menghampiri mereka berdua. Shia yg melihat daddynya datang langsung menutup bukunya dan membuka bukunya yg lain.
"Kalian sedang apa?"
"Eh daddy. Aku sedang minta diajarin sama mommy,ada PR nih" Shia berbohong sambil melirik ke Mommynya.
Ryan ikut duduk disebelah Shia lalu membelai rambutnya "sayang,princessnya daddy kok belum tidur?ini kan sudah malam"
"Belum ngantuk dad" Shia pura2 membaca buku.
Ryan menghela nafas,dia melirik ke Aisha dengan kode untuk minta bantuan tapi Aisha hanya mengendikkan bahunya sambil tersenyum.
"Huuuffftttt" Ryan kembali menghela nafas. Sepertinya malam ini dia harus bersabar menunggu Shia mengantuk agar bisa berduaan dengan istrinya. Hahahaha...
¤¤¤
Pesta ulangtahun Ryan diadakan di Ballrom Azza Hotel. Semua pengaturan pesta Aisha yg menangani mulai dari dekorasi,catering dan juga isi acara karena ide pesta ini juga berasal dari dia.
Jam menunjukkan pukul 7 malam. Para tamu undangan mulai berdatangan yg terdiri dari para karyawan Azza Wonderland dan Azza hotel.
Ryan dan Jalal terlihat tampan dengan setelan jas mereka. Jalal memakai setelan jas warna grey. Aisha dan juga Shia juga terlihat cantik dengan gaun berwarna sama yaitu pink.
Ryan nampak menyambut para tamu. Humayun dan Hamida juga ikut menyambut. Salah satunya Mirza yg juga hadir disana. Jalal kelihatan gelisah menoleh ke kanan dan kiri,mencari seseorang yg dinantikannya. Tapi masih belum terlihat sama sekali.
Dari arah pintu datanglah 2 orang gadis cantik. Mereka adalah Jodha dan Ruqaya. Jodha terlihat sangat cantik mengenakan gaun pesta sifon ditaburi kristal di bagian perutnya. Tidak glamour namun terkesan elegan. Gaun panjang tanpa lengan berwarna putih dengan kerah berbentuk V Neck yg memperlihatkan leher putihnya yg mulus. Rambutnya disanggul modern dengan sedikit rambut disisi telinganya. Sedangkan Ruqaya juga terlihat cantik menggunakan dress selutut berwarna ungu.
Jodha dan Ruqaya menghampiri Ryan dan memberikan sebuket bunga sebagai kadonya.
"Selamat ulang tahun pak Ryan" ucap Jodha sambil bersalaman.
"Terima kasih Jodha sudah datang" Ryan balas tersenyum.
Ruqaya juga memberikan ucapan pada Ryan. Jodha juga bersalaman dengan Aisha dan Shia.
"Hai tante Jodha. Kita ketemu lagi. Tante cantik sekali" puji Shia.
"Terima kasih sayang. Kamu juga terlihat cantiiiiik sekali..." Jodha menjawil dagu Shia.
Jodha dan Ruqaya juga berkenalan dengan Humayun dan Hamida.
Dari jauh Jalal melihat Jodha. Dia terpesona dengan penampilan Jodha. Mirza yg ada didepannya ikut melihat ke arah mata Jalal. Mirza tersenyum karena disana juga ada Ruqaya.
Mirza lalu menarik tangan Jalal "ayo Jalal,kita menyapa gadis2 cantik"
Jalal hanya pasrah mengikuti Mirza. Dia terlalu terpana melihat Jodha. Sampai di depan mereka berdua,Mirza menyapa Jodha dan Ruqaya.
"Hai Jodha,hai Ruqaya honey" Mirza mencium pipi Ruqaya membuat Ruqaya tersipu malu. Jodha tersenyum ke Mirza.
"Ehm" Jalal berdehem membuyarkan kemesraan Mirza dan Ruqaya. Mirza dan Ruqaya hanya tersenyum.
"Hai Jodha" sapa Jalal.
Jodha tersenyum tipis. Dia kaget dengan penampilan Jalal. Jalal terlihat begitu tampan malam ini.
"Ya tuhan, kenapa jantungku deg2an gini sih" batin Jodha.
Mirza yg melihat kecanggungan Jalal dan Jodha langsung mengajak Ruqaya untuk pergi meninggalkan mereka berdua "Jalal,Jodha. Aku dan Ruqaya pergi dulu ya. Kalian having fun aja. Ok" Ruqaya melambaikan tangannya ke Jodha.
Jodha jadi bingung harus bagaimana.Berdua dengan Jalal bisa membuatnya harus memeriksakan diri ke dokter jantung.
Jalal mulai bicara untuk memecahkan keheningan antara meteka berdua "Malam ini kau terlihat cantik Jodha"
"Terima kasih" ucap Jodha singkat.
Tiba2 terdengar MC memulai acaranya. MC mengucapkan selamat datang untuk para undangan dan juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ryan. Setelah itu MC mempersilahkan Ryan untuk memberikan kata sambutan. Acara berikutnya adalah tiup lilin dan potong kue.
Lalu MC mempersilahkan tamu undangan untuk menyantap hidangan yg tersedia. Jodha mengambil makanan bersama dengan Moti. Akhirnya dia punya teman untuk makan bersama setelah tadi ditinggal Ruqaya. Sebisa mungkin dia menghindar dari Jalal karena sejak kedatangannya,Jalal tak pernah berhenti menatapnya. Dan itu membuatnya risih.
Saat para tamu sedang asyik makan,lampu tiba2 padam....
Jalal bener2 kepincut sama Jodha...tatapan matanya hanya untuk melihat Jodha seorang...wwooww
BalasHapus