Hallooo...uncle modus datang lagi. Maaf ya kalau di part kali ini lebih banyak membahas Ryan & Aisha. Sekali-kali saya mau menampilkan romance Ryan-Aisha. Kalau gk mau baca,silahkan di skip aja.
OK...happy reading......
# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 11
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Jalal masih menggendong Jodha sambil bergoyang. Jodha menutup matanya sambil tangannya melingkar erat di leher Jalal. Semua orang menatap heran melihat kemesraan mereka. Mereka pasti mengira kalau Jalal dan Jodha ada hubungan. Dan para karyawan wanita merasa sedih karena bos mereka sudah mempunyai kekasih.
MC kemudian mengumumkan pemenangnya "baiklah,kita sudah menemukan pemenangnya yaitu tuan Jalal dan nona Jodha"
Tepuk tangan para tamu mulai bergemuruh. Jodha membuka matanya dan bertepatan dengan Jalal yg menatapnya sambil tersenyum.
"Untuk pemenang silahkan maju kedepan untuk menerima hadiah yg akan diberikan langsung oleh pak Ryan"
Jalal lalu menurunkan Jodha. Wajah Jodha memerah malu dan itu semuanya karena Jalal. Mereka berdua maju ke atas panggung bersama2. Ryan memberikan sepasang jam tangan itu pada Jalal dan Jodha.
"Selamat ya,kalian memang pasangan serasi" goda Ryan pada mereka berdua.
"Terima kasih pak"
Jalal tersenyum sedangkan Jodha mukanya merah padam antara malu dan kesel dengan Jalal. Jodha langsung turun dari panggung tanpa memperdulikan Jalal. Dia kembali ke Moti dan Ruqaya.
"Selamat ya Jodha,kamu dapat hadiah jam tangan dari bos sekaligus bisa digendong oleh pak Jalal" goda Moti sambil mengedipkan matanya.
"Motiiii!!!" Moti terkekeh.
"Moti benar Jodha,kau gadis beruntung yg bisa digendong oleh bos tampan hahaha...."
Jodha cemberut karena malam ini dia jadi bahan bully-an teman2nya. Dan itu semua karena Mr.modus.
"Awas kau Mr.Modus. rasakan pembalasanku nanti" batin Jodha sambi tersenyum menyeringai.
Tiba2 terdengar lagu mengalun.
* Yahin doobe din mere...
Yahin hote hain savere...
Yaheen marna aur jeena...
Yaheen mandir aur madeena..
Kali ini giliran Ryan yg mengajak Aisha berdansa. Shia bersama kakek dan neneknya, membiarkan kedua orangtuanya untuk berdua saja. Semua orang melihat kearah pasutri ini dengan kagum. Setelah tadi Jodha dan Jalal yg menjadi pusat perhatian. Ryan juga tidak mau kalah menjadi bintang pesta karena dialah yg berulang tahun.
* Teri galliyan.. galiyan teri galiyan..
Mujh ko bhaavein galiyaan teri galliyan..
Teri galiyan.. galiyan teri galiyan..
Yoon hi tadpaavein galliyan teri galiyan..
Mereka berdua berdansa begitu romantis. Membuat semua orang yg ada disana menjadi iri dengan pasangan ini. Mereka berdua tidak memperdulikan sekeliling,seakan dunia milik mereka berdua.
*Tu meri neendon mein sota hai..
Tu mere ashqon mein rota hai..
Sargoshi si hai khayaalon mein..
Tu na ho, phir bhi tu hota hai..
Kini dahi mereka saling menempel hingga bisa saling merasakan hembusan nafas masing2.
"Terima kasih sayang untuk semuanya. Aku senang dengan kejutanmu. Jadi malam itu kau dan Shia bisik2 untuk menyiapkan kejutan ini" ucap Ryan.
"Sama2 suamiku. Aku ingin memberikan yg terbaik untukmu. Dan ya,aku dan Shia memang sengaja membuatmu penasaran" jawab Aisha sambil tersenyum.
"Aku jadi makin cinta sama kamu sayang" Ryan memiringkan kepalanya hendak mencium bibir Aisha. Tapi Aisha malah memundurkan wajahnya. Membuat Ryan heran.
"Jangan disini mas"
"Kenapa?"
"Kamu tidak lihat,disini banyak orang" ucap Aisha malu2.
Ryan menoleh kesekitar dan memang benar kalau semua orang sedang memperhatikan mereka. Ryan tersenyum jahil "apa kau tidak memberiku hadiah?"
"Hadiah? Kan udah tadi"
"Itu kan dari Shia,sayang. Dari kamu belum"
"Nanti hadiahnya dirumah saja" Aisha mengerling nakal lalu menyenderkan kepalanya di dada Ryan karena malu.
Ryan merapatkan pelukannya sambil mencium pucuk kepala Aisha "aku tagih nanti janjimu dirumah"
£££
Malam semakin larut. Para tamu mulai bergantian pulang. Jodha dan Ruqaya berpamitan pada Ryan dan keluarganya. Kebetulan Jalal sedang berada di toilet. Jodha bernafas lega karena dia tidak harus bertemu dengan Jalal.
Setelah semua tamu pergi,kini giliran keluarga Jalal yg pulang. Jalal keluar dari toilet dan melihat ruangan ballroom sudah tidak ada orang.
"Semua orang sudah pulang kak" tanya Jalal ke Ryan.
"Iya. Ayo kita pulang" ajak Ryan.
"Yaahhh....padahal aku tadi mau mengantar Jodha pulang"
"Salahmu sendiri pake ke toilet segala. Lagipula Jodha kan tadi datang bersama Ruqaya,pulangnya juga pasti dengan Ruqaya"
"Ya sudahlah. Ayo kita pulang kak"
¤¤¤¤
Mereka akhirnya tiba dirumah. Humayun dan Hamida sudah datang lebih dulu dan sedang menunggu Jalal diruang tamu. Ryan menggendong Shia yg tertidur dan masuk bersama Aisha dan Jalal. Begitu mereka sampai diruang tamu,Humayun memanggil Jalal.
"Jalal,kemari!! Papa ingin bicara denganmu"
"Iya pa" Jalal lalu duduk di sofa depan papanya.
"Pa...ma...aku dan Aisha pergi ke kamar dulu. Kami mau istirahat" pamit Ryan.
"Iya. Kalian istirahat saja.pasti kalian capek" ucap Hamida.
Kini tinggal mereka bertiga diruang tamu. Jalal diinterogasi seperti terdakwa yg mau disidang.
"Ada apa pa?"
"Siapa gadis itu Jalal?"
"Gadis! Gadis yg mana pa?" Jalal pura2 tidak tau.
"Ck. Gak usah pura2 gitu. Gadis yg tadi kamu ajak dansa"
"Ooohhh...dia bernama Jodha Afaaren. Karyawannya kak Ryan"
"Kamu mencintainya?" Tanya Humayun serius.
"Ya. Aku mencintainya pa"
"Hhhhhhh" Humayun dan Hamida sama2 bernafas lega. Akhirnya anak bungsunya sudah menemukan belahan hatinya. Jalal mengerutkan dahi melihat kedua orangtuanya.
"Kapan kamu membawanya pada papa dan mama"
"Hah!!" Jalal melongo.
"Gak usah melongo begitu. Papa dan mama ingin kenal dengan calon menantu kami. Kapan kamu membawanya kesini?"
"Jadi..papa dan mama setuju?"
"Tentu saja kami setuju anak nakal! Kelihatannya dia gadis yg baik dan juga cantik" ucap Hamida senang.
"Tapi papa dan mama sedikit bersabar ya. Karena agak sulit menaklukkannya"
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Humayun penasaran.
"Hhhhh....dia pernah ditinggalkan oleh kekasihnya pa. Sejak saat itu dia membentengi hatinya untuk tidak jatuh cinta lagi. Dia takut tersakiti kembali. Karena itu aku harus ekstra kerja keras untuk bisa meluluhkan hatinya" Jalal mengatakannya dengan sedih.
Humayun dan Hamida ikut miris mendengar cerita Jodha. Mereka tidak menyangka dibalik wajahnya yg terlihat ceria,gadis itu menyimpan luka yg dalam.
"Papa dan mama doakan agar kamu bisa meluluhkan hatinya. Gadis seperti dia pastilah gadis yg kuat dan tegar. Papa senang bila mempunyai menantu seperti dia"
Jalal mendekat ke Humayun,lalu bersimpuh didepannya dan mencium tangan Humayun "Terima kasih pa sudah merestuiku. Aku jadi bersemangat untuk mengejarnya karena sudah dapat ijin dari kalian"
Humayun mengacak rambut Jalal "hmm...ternyata ada juga ya gadis yg tidak terpesona olehmu. Padahal selama ini kamu selalu dikejar2 oleh gadis2"
"Tenang saja pa. Sebentar lagi aku akan membuatnya klepek2 dan akan menjadi menantu keluarga ini" Jalal tersenyum percaya diri.
Hamida dan Humayun tertawa "hahahaha...iya...iya...putra siapa dulu dong. Humayun gitu loh" ucap Humayun narsis.
"Ih papa. Kok lebay gitu" Ucap Hamida.
"Tapi mama suka kan?" Balas Humayun tersenyum jahil.
"Ya ampun!papa dan mama nih tidak lihat apa,ada anak kecil disini. Aku pergi saja kalau begitu daripada harus lihat adegan ++" Jalal berdiri dan menutup matanya sambil berlalu ke kamarnya.
Humayun dan Hamida kembali tertawa melihat kelakuan Jalal.
៛៛៛
Setelah Ryan mengantar dan membaringkan Shia di kamarnya,dia kembali ke kamarnya sendiri. Ryan membuka pintu dan melihat tidak ada siapa2 dikamarnya.
"Sayang,kamu dimana?" Ucap Ryan sambil menutup pintu lalu membuka jasnya.
Cklek....Pintu kamar mandi terbuka dan Aisha keluar dari sana. Ryan membelalakkan matanya melihat penampilan Aisha.
Aisha memakai lingerie warna hitam transparan yg memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ryan terpaku ditempatnya. Dia melihat tubuh Aisha dari bawah sampai keatas. Aisha berjalan dengan sensual mendekati Ryan. Kini dia berhadapan dengan Ryan.
"Kau mau hadiahmu?" Goda Aisha sambil mengedipkan matanya.
"Of course honey. Aku mau menagih janjimu. Mana hadiahku?"
"Aku-lah hadiahmu. I'm yours" Aisha merentangkan tangannya.
Ryan tersenyum menyeringai dan tanpa babibu lagi,dia menerjang Aisha. Membaringkannya diranjang lalu menindihnya.
"I love my gift. Mari kita buat adik untuk Shia."
Aisha tertawa. Dan selanjutnya yg terdengar hanya desahan & erangan yg menggema di kamar ini. Cumbuan panas menemani malam mereka yg begitu indah.
₪₪₪₪
* Kantor Azza Wonderland...
Hari ini Ryan mengadakan rapat penting khusus untuk tim proyek wahana baru. Sekitar 10 orang yg ikut meeting ini termasuk Jodha & Jalal. Semenjak pesta ulangtahun Ryan,Jodha mencoba menghindar sejauh mungkin dari Jalal. Dia masih marah gara2 Jalal yg sudah membuatnya malu di pesta Ryan.
Semua karyawan AW mulai membicarakan hubungan Jodha dan Jalal. Mereka berbisik-bisik bahkan di depan Jodha. Jodha yg baru datang keruangannya langsung melemparkan tasnya ke meja.
"Ada apa Jodha? Kok kusut gitu wajahmu" tanya Moti yg melihat Jodha uring2an.
"Bagaimana gak kesal coba. Gara2 si Mr.Modus itu,aku jadi bahan perbincangan satu kantor. Sebel gak sih" jodha mempoutkan bibirnya.
"Hahahaha...sudah gak usah meladeni mereka. Mereka tuh iri karena kamu bisa dekat dengan CEO tampan itu"
"Iish...kau itu Moti. Sama saja dengan mereka. Suka mengejekku"
Telpon Jodha berdering "selamat pagi, Jodha Afareen disini"
"Selamat pagi Nona Jodha,saya sekretaris pak Ryan"
"Ya. Ada apa?"
"Pak Ryan mengadakan meeting jam 9 pagi dengan rekan se-tim anda. Anda dan nona Moti diharapkan datang untuk meeting" ucap sekretaris Ryan.
"Baik. Saya dan Moti akan datang. Terima kasih atas pemberitahuannya"
"Sama2. Selamat pagi" Sekretaris Ryan menutup teleponnya.
"Pagiiii"
"Hufff" Sepertinya keberuntungan sedang berada di pihak Jalal. Pagi ini mereka akan kembali bertemu. Jodha sebisa mungkin menghindari tatapan dengan Jalal.
Komentar
Posting Komentar