Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 14

Mr modus datang nih dengan pembalasannya buat Jodha.
WARNING : Saya tidak bertanggung jawab bila para readers setelah membaca cerita ini jadi ikut mual bin tegang seperti yg Jodha rasakan...hahahaha...
Selamat membaca....

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #

Part 14

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

"Ada seseorang yg ingin bertemu anda di lobi"

"Seseorang.Siapa ya?"Tanya Jodha penasaran.

"Nanti nona juga tau. Permisi" OB itu langsung pergi.

Jodha jadi bengong dan bertanya2 siapa yg mau bertemu dengannya. Daripada tebak-tebak buah manggis,lebih baik dia menemui orang itu. Jodha masuk lagi ke kamar dan berpamitan dengan Moti.

"Moti,aku keluar sebentar ya. Ada yg ingin menemuiku. Nanti aku berkemas lagi setelah bertemu orang itu"

"Emangnya siapa Jo?"

"Aku juga tidak tau. Makanya aku mau menemuinya. Aku pergi dulu ya"

"OK. Hati-hati"

Jodha keluar dari kamar lalu menuju ke lobi. Sampai di lobi,Jodha tidak menemukan siapapun disana. Tiba2 ada seorang pria berpakaian rapi menghampirinya.

"Maaf,anda nona Jodha?" Tanya pria itu.

Jodha menoleh "iya"

"Saya manager resort ini. Ada pesan dari orang yg ingin bertemu dengan anda bahwa dia sedang menunggu anda di taman depan resort ini"

Jodha menaikkan sebelah alisnya "maaf pak kalau boleh saya tau,siapa orang itu"

"Saya tidak tau nona. Saya hanya menyampaikan pesan dan anda diharapkan segera kesana karena ini berhubungan dengan masa depannya. Permisi" Manajer itu langsung pergi dari hadapan Jodha.

"Masa depan? Apa maksudnya?" Jodha menggaruk kepalanya yg tidak gatal dan mengendikkan bahu. Daripada penasaran,dia langsung menuju ke taman.

Jodha tiba ditaman tapi tidak ada seorangpun disana "haduh...siapa sih yg mau bertemu denganku?" Jodha celingak celinguk mencari-cari.
Tiba2 ada sebuah lengan memegang bahu Jodha "hai Jodha"

Jodha terkejut dan reflek menoleh ke sumber suara. Didepannya berdiri pria tampan yg tersenyum manis padanya. Jodha melongo sambil melihat pria itu dari atas ke bawah.

"Jalal"

"Ya cantik. It's me." Jalal merentangkan tangannya.

"Ke..kenapa kamu disini? Bukannya kamu..." Jodha tak melanjutkan kata2nya karena bisa2 ketauan kalau dia yg menjahili Jalal.

"Kau lihat sendiri.aku baik2 saja kan"

"Ehm...tunggu sebentar. Apa orang yg ingin bertemu denganku itu kamu?" Jodha memicingkan matanya menatap Jalal penuh selidik.

"Iya,aku yg menyuruh mereka agar kau menemuiku karena aku ingin memberikan hukuman untukmu" Jalal tersenyum misterius.

"Hu..hukuman? Hukuman apa" Jodha menelan ludahnya.

Jalal mendekat ke Jodha "hukuman karena kau sudah membuatku lemas"

"Ap...apa maksudmu lemas?"

"Aku tau kalau kamu yg memberiku obat pencahar kan"

Jodha membelalakkan matanya "hah...enak saja menuduh sembarangan" Jodha berkelit. Dia malah menantang Jalal dengan menaikkan dagunya sambil berkacak pinggang agar Jalal tidak semakin mengintimidasinya.

"Ooh..jadi kamu tidak mau mengakuinya. Jadi kamu suka dipaksa ya. Ayo ikut aku!!!!" Jalal menarik tangan Jodha untuk mengikutinya.

"Jalal,Lepasin!! Kenapa sih kamu selalu menarik tanganku kasar" Jodha mencoba berontak tapi Jalal semakin erat memegangnya.

"Karena kamu itu selalu membantah perintahku dan memang kamu itu harus dipaksa"

Jalal membawa Jodha disebuah tempat yg luas didekat resort itu. Jalal menuju ke sebuah helikopter yg sudah disewanya. Jodha kaget karena ada helikopter disini. Jangan2 Jalal akan...

"Jalal apa yg kaulakukan? Kita mau kemana? Apa kau akan menculikku!"

"Sudah diam saja! Nanti kau juga akan tau" Jalal membuka pintu lalu menyuruh Jodha untuk naik. Jodha tak bergeming tapi Jalal menatapnya tajam dan Jodha mau tak mau menurutinya.

Setelah mereka duduk,Jalal menyuruh pilot untuk menyalakan helikopternya. Sang pilot mengangguk lalu menerbangkan Helikopternya.

"Jalal,kau mau bawa aku kemana?" Jodha bergidik ketakutan sambil matanya melirik kebawah.

"Kita tidak akan kemana-mana tapi kita akan melakukan sesuatu" Jalal semakin menunjukkan seringainya.

"Melakukan sesuatu. Apa Jalal?"

Jalal lalu mengambil sebuah tali panjang beserta peralatan untuk bungee jumping "kita akan melakukan bungee jumping disini"

"Apaaaa!!! Bungee jumping. Di helikopter!! Apa kau gila Jalal"

"Ini balasan karena kau sudah membuat perutku sakit" Jalal menarik kaki Jodha dan mengikatnya dengan tali itu.

"Jalal,jangan lakukan itu. Aku mohon. Aku takut ketinggian Jalal. Aku...aku minta maaf karena sudah menjahilimu" Jodha memohon dan dia melihat lagi kebawah. Kini helikopter mereka ada diatas pantai.

Jalal membuka pintu dan sudah menyiapkan Jodha untuk terjun. Suara berisik baling2 helikopter semakin membuat Jodha puyeng.

Jodha memeluk lengan Jalal dengan erat dan menyerukkan kepalanya di leher Jalal,dia ketakutan "Jalal...kumohon. jangan lakukan ini...please"

Jalal tak perdulikan permohonan Jodha "Ayo,sekarang kamu terjun dulu" Jalal mencoba melepas tangan Jodha yg memeluknya.

"Tidak Jalal.Jangaaan!!!" Jodha berpindah memeluk leher Jalal dan semakin erat memeluknya.

"Ayo Jodha"

"Tidaaakk!!"

Jalal menahan tawanya melihat Jodha ketakutan "baiklah aku tidak akan melakukannya tapi dengan syarat" Jalal tersenyum licik.

"Syarat apa?"

"Kau harus menerima cintaku dan mau jadi kekasihku" ucap Jalal santai.

"Apaaaa!!!" Jodha membelalakkan matanya, "kau sudah gila ya. Ini pemaksaan namanya. Aku tidak mau!!"

"Baiklah kalau kau tidak mau" Jalal akan mengangkat tubuh Jodha untuk dibawa ke pintu.

"Aah..aaah..Jalal..jangannn!!!" Teriak Jodha, "OK...aku setuju dengan syaratmu. Tolong jangan lempar aku" Jodha semakin erat memeluk Jalal. Jalal malah terkekeh.

"Apa Jodha? Aku tidak dengar yg kaukatakan" Jalal pura2 tak mendengar.

"Iya,aku mau jadi kekasihmu!!!!" Jodha berteriak di telinga Jalal supaya dia mendengarnya.

"Itu baru gadisku"

Jalal menutup pintu kembali dan mendudukkan Jodha di kursi. Jalal kemudian melepaskan tali yg tadi diikat ke kaki Jodha.

"Pak,kita kembali ke resort" perintah Jalal pada sang pilot.

"Baik pak"

Akhirnya helikopter kembali ke resort. Jodha melepaskan pelukannya pada Jalal dan mencoba bernafas setelah tadi mati-matian menahan nafas. Dia memegang dadanya,mencoba menetralkan detak jantungnya yg melaju cepat. Perutnya serasa diaduk-aduk dan seperti mau mual. Dia masih shock. Sedangkan Jalal malah tersenyum penuh kemenangan.

Helikopter mendarat dengan mulus ditempatnya tadi. Saat Jodha akan turun dari heli,Jalal berkata "besok aku akan memberitahukan semua orang kalau kita sudah menjadi kekasih"

Jodha langsung berhenti ditempat. Dia menoleh ke Jalal "kau gila Jalal!! Aku gak mau semua orang tau tentang hubungan kita. Biar menjadi rahasia"

Jalal mengerutkan keningnya "kenapa begitu? Bukankah bagus kalau semua orang tau biar mereka tidak bergosip tentang kita terus. Atau aku tidak pantas jadi kekasihmu?"

"Bu...bukan begitu. Aaaarrrrgghhhh!!!! Kau tidak akan pernah mengerti Jalal. Lagipula kau yg memaksaku menjadi kekasihmu. Itu berarti hanya keputusan dari satu pihak saja" Jodha frustasi.

"Aku tidak mau tau,pokoknya hubungan kita akan aku publikasikan.titik!"

"Dasar tuan pemaksa!!!" Maki Jodha lalu turun dari heli.

Jalal tertawa lalu berteriak "aku mencintaimu Jodha"

Jodha tak perdulikan teriakan Jalal,dia terus berlari menuju kamarnya. Saat tiba dikamarnya,Jodha menutup pintu dengan kasar "braaakkk"

Moti yg sedang berkemas jadi kaget dengan suara itu. Dilihatnya Jodha cemberut lalu menjatuhkan tubuhnya diranjang.

"Kamu kenapa Jodha,kok manyun gitu Siapa orang yg ingin bertemu denganmu?"

"Jalal b******k!!" Jodha melempar bantalnya sembarangan.

"Jalal!! Apa kau bertemu dengan pak Jalal?"

Jodha bangkit lalu duduk dengan wajah masih marah "orang yg ingin bertemu denganku itu Jalal dan dia mengajakku naik helikopter"

Moti menghentikan kegiatannya lalu duduk disebelah Jodha "hah! Naik helikopter,mau kemana?"

"Mau melakukan bungee jumping"

"Loh...bungee jumping kok di heli,bukannya ditempat yg tinggi" Moti garuk2 kepalanya.

"Dia menghukumku karena aku yg memberikan obat pencahar di makanannya sampai dia sakit perut...uuupppsss!!" Jodha tanpa sadar mengakui kejahilannya.

"Apaaa! Kasih obat pencahar. Jadi,yg tadi pagi itu kelakuanmu.Waaah..kamu tega banget Jo. Pantes aja dia balas dendam"

"Salah dia sendiri kenapa selalu menggangguku dan membuatku malu di pesta pak Ryan" Jodha merajuk.

"Sepertinya pak Jalal itu suka kamu deh Jo" duga Moti.

"Hhhh. Kau tidak tau saja kalau Jalal malah sudah nembak aku" batin Jodha.

Moti melambaikan tangannya didepan Jodha "hei..malah bengong"

"Eh. Enggak. Ya udah aku mau lanjutin kemas barang dulu" Jodha lalu membuka lemari dan mulai berkemas. Moti hanya menggeleng.

Sore hari mereka kembali ke Jakarta naik kapal. Jalal tak henti2nya tersenyum selama dalam perjalanan. Sedangkan Jodha hanya cemberut.

"Selamat datang diduniaku Jodha Afaaren. Aku takkan pernah menyerah untuk membuatmu jatuh cinta padaku" batin Jalal.

₹₹₹₹

* Keesokan harinya....

Berita hubungan Jodha dan Jalal sudah menyebar di AW dan AH. Jalal benar2 menepati ucapannya dan hal itu membuat Jodha pusing tujuh keliling. Begitu dia tiba dikantor,semua karyawan mengucapkan selamat padanya karena telah menjadi kekasih dari CEO Azza Hotel. Jodha menanggapinya dengan senyum kaku. Dari para karyawan itu,ada yg senang,ada yg iri dengan pasangan baru jadian ini.

Dan Ryan tentu saja gembira dengan berita ini. Dia tidak menyangka kalau Jalal bisa secepat ini mendapatkan Jodha. Jalal tidak mengatakan yg sebenarnya tentang kejadian obat pencahar dan bungee jumping di helikopter pada kakaknya itu. Karena dia dan Jodha  sepakat untuk merahasiakannya.

Ruqaya dan Moti tak percaya dengan apa yg mereka dengar. Dan tentu saja Jodha menjadi bahan bully-an mereka berdua karena sifat sok gengsi Jodha yg sering menolak Jalal. Padahal mereka tidak tau kejadian yg sebenarnya.

Hari berganti hari,setiap hari jika waktu makan siang,Jalal selalu mengajak Jodha makan siang dan mengumbar kemesraan di depan semua orang. Membuat Jodha jadi tidak bebas bila ingin makan siang dengan Moti atau teman2nya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...