Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 15

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #

Part 15

₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪

Hari ini seperti biasa Jodha dan Jalal sedang makan siang bersama di restoran Azza Hotel.

"Jalal,besok aku makan siang bareng Moti. Jangan melarangku!" Rajuk Jodha.

"Ok, kamu boleh makan siang dengan Moti tapi besok malam kamu ikut kerumahku"

"Kerumahmu? Ngapain?"

"Kedua orangtuaku ingin bertemu denganmu"

Uhuk...uhuk....Jodha tersedak makanannya. Jalal lalu memberikan air minum ke Jodha. Jodha langsung meminumnya.

"Pelan-pelan sayang" Jalal menepuk2 punggung Jodha.

"Ngapaian orangtuamu ingin bertemu denganku"

"Ya ampun Jodha, tentu saja mereka ingin bertemu calon menantunya. Aku sudah menceritakan pada mereka tentangmu dan mereka sangat ingin bertemu denganmu"

"Tapi,aku belum siap Jalal"

"Apanya yg belum siap! Bukankah kamu sudah bertemu dengan kedua orangtuaku waktu di ultah kak Ryan"

"Tapi kan suasananya beda" Jodha terus merajuk.

"Aku tidak mau tau Jodha, pokoknya besok malam aku menjemputmu!"

"Dasar tuan pemaksa" gumam Jodha lirih.

"Aku bisa mendengarmu Jodha" Jodha hanya mendengus kesal.

៛៛៛៛

Jalal menepati janjinya menjemput Jodha tepat jam 7 malam. Dia terlihat tampan menggunakan hem warna biru dan celana bahan hitam.

Jodha sedang berhias di depan meja riasnya. Dia terlihat cantik memakai gaun berwarna hijau dan biru. Jodha memakai make up natural namun tetap menampilkan aura kecantikannya. Saat sedang memoles bedak tipusnya, tiba2 Ruqaya datang ke kamarnya.

"Cie...cie...yg mau ketemu calon mertua. Cantik banget sih" goda Ruqaya sambil duduk ditepi ranjang Jodha.

"Huuh...kau selalu saja mengejekku" sahut Jodha sewot.

"Diihh..nih anak. Aku memujimu malah dibilang mengejek" Ruqaya mendengus, "gimana Jodha? Deg2an enggak mau ketemu camer"

"Biasa aja" jawab Jodha singkat. Padahal sebenarnya jantungnya sedari tadi gak mau berhenti berdetak kencang.

Terdengar suara klakson berbunyi,tanda mobil Jalal yg datang. Jodha semakin gugup tak karuan.

"Tuh,pangeranmu dengan mobil hitam bukan kuda putih sudah datang menjemputmu." Ruqaya terkekeh dengan ucapannya sendiri. Sedangkan Jodha hanya mendengus.

Jalal disambut oleh Atghah dan Gulbadan. Mereka mempersilahkan Jalal masuk dan duduk. Mereka asyik berbincang saat Jodha keluar dari kamar bersama Ruqaya. Jalal yg melihat Jodha langsung terpesona.

"Tuan putri Jodha sudah siap. Ehm....pak Jalal jangan bengong gitu. Nanti kesambet loh" goda Ruqaya.

Semua tertawa dengan ucapan Ruqaya. Jalal jadi salah tingkah sedangkan Jodha menyenggol lengan Ruqaya.

"Baiklah om,tante. Kami izin berangkat" ucap Jalal sopan pada Atghah dan Gulbadan.

"Iya,hati2. Salam buat kedua orangtua dan kakakmu ya" balas Atghah.

"Iya paman. Kami permisi"

Jodha dan Jalal lalu berjalan bersisian menuju keluar. Jalal membukakan pintu mobil untuk Jodha. Setelah Jodha duduk,Jalal memutar lalu duduk di kursi pengemudi. Jalal lalu menjalankan mobilnya menuju rumahnya.

"Kau cantik sekali malam ini Jo. Apapun yg kau kenakan pasti terlihat cantik" puji Jalal tulus.

"Terima kasih" balas Jodha singkat.

"Hanya itu? Kau tidak memujiku"

"Iishh...pengen banget dipuji"

"Ya iyalah. Aku belum pernah kamu puji sedikitpun. Tampankah? Menawankah? Mempesonakah?"

Jodha memutar bola matanya "iya,kau tampan" ujar Jodha lirih.

"Terima kasih sayang"

Jodha rasanya ingin muntah mendengar kata 'sayang' dari Jalal.

"Oh iya Jodha,kalau didepan orangtuaku kamu harus memanggilku dengan panggilan sayang"

"Kenapa bisa begitu! Aku gak mau"

"Biar mereka tau kalau kita ini pasangan yg mesra, sayang"

"Hhhh....terserah" Jodha menghembuskan nafas berat. Banyak sekali maunya si mr modus.

៛៛៛៛

Mereka berdua tiba di rumah Jalal. Jodha turun dari mobil dengan dibantu Jalal. Jalal menggandeng tangan Jodha menuju kedalam rumah. Jodha terperangah dengan rumah milik Jalal. Sebuah rumah mewah yg lebih pantas disebut istana saking besarnya.

Setelah masuk rumah,Jodha disambut oleh Hamida,Humayun,Aisha dan juga Shia.

"Selamat datang Jodha. Akhirnya Jalal membawamu kesini juga" sapa Hamida sambil memeluk Jodha.

"Terima kasih bu" ucap Jodha sungkan.

"Jangan panggil ibu,panggil mama aja ya. Sama seperti Jalal."

"Baik..ma"

Jodha lalu bersalaman dengan Humayun dan Aisha. Begitu juga dengan Humayun minta dipanggil papa dan Aisha minta dipanggil kakak.

Lalu Shia memegang kaki Jodha "Hai tante cantik. Kita ketemu lagi" ucap Shia dengan tingkah lucunya.

"Hai Shia sayang. Kamu juga makin cantik dan gemesin" Jodha mencubit pipi chubby Shia lalu menciumnya.

Jodha lalu dipersilahkan menuju keruang makan. Mereka duduk ditempat masing2. Saat itu Ryan baru keluar dari kamarnya.

"Maaf aku terlambat. Hai Jodha" sapa Ryan lalu duduk disebelah Aisha. Jodha membalas sapaan Ryan sambil tersenyum.

Mereka makan malam sambil berbincang-bincang. Jodha ditanya tentang keluarganya. Jodha menceritakan bahwa keluarganya tinggal dibandung. Jodha merasa risih selama berbicara dengan Jalal karena harus memanggil Jalal dengan panggilan 'sayang'.

Tiba2 Aisha menutup mulutnya lalu pamit ke kamar mandi. Ryan mengikuti Aisha.Jodha kaget kenapa Aisha seperti itu.

"Aku mau punya adik lagi tante" ucap Shia seakan menjawab rasa penasaran Jodha.

"Wah. Selamat ya Shia. Kamu akan jadi kakak" ucap Jodha.

"Terima kasih tante"

"Kasihan Aisha di trimester pertamanya sering mual. Bukan hanya pagi saja" ujar Hamidah. Tak lama Aisha kembali sambil digandeng Ryan.

"Kamu tidak apa2 Aisha? " tanya Humayun.

"Tidak apa2 pa. Maaf ya Jodha kalau membuatmu tak enak" ujar Aisha.

"Tidak apa2 kak. Itu sudah wajar untuk ibu hamil. Selamat ya kak atas kehamilannya." Aisha tersenyum.

"Jadi kapan kalian menikah?" Tanya Humayun pada Jodha dan Jalal.

"Uhuk...uhuk" Jodha terbatuk. Jodha kaget dengan kata 'menikah'. Inilah yg dia takutkan saat bertemu dengan orangtua Jalal. Jodha langsung minum air didepannya.

"Kamu tidak apa2 Jodha?" Tanya Hamida kuatir.

"Maaf. Tidak apa2 ma" Jodha melirik Jalal minta bantuan untuk menjawabnya.

"Lebih cepat lebih baik pa" Jawab Jalal santai. Jodha malah membelalakkan matanya.

"Tidak!!" Tiba2 Jodha berteriak. Semua orang melihat ke arah Jodha. Jodha jadi salah tingkah, "maaf,maksud saya kami baru saja saling mengenal. Saya rasa terlalu cepat untuk membicarakan masalah pernikahan."

Jodha saat ini jengkel dengan Jalal yg selalu mengambil keputusan seenaknya sendiri. Jalal bingung dengan jawaban Jodha,kenapa Jodha terkesan menolak menikah dengan Jalal.

"Ya sudah. Itu terserah kalian. Kan kalian juga yg menjalani. Papa sih berharap agar kalian segera menikah" harap Humayun.

Setelah makan malam,pembicaraan mereka dilanjutkan keruang keluarga. Jodha merasa nyaman berada ditengah keluarga Humayun. Mereka keluarga yg hangat dan harmonis.

"oh iya Jalal seminggu lagi kamu wakili papa di acara amal ya. Ajak Jodha sekalian. Papa tidak bisa datang karena papa harus mengurus kantor cabang di medan"

"Memang kak Ryan tidak bisa pa?"

"Aku tidak bisa Jalal karena aku harus menggantikan papa sementara" jawab Ryan.

"Baik pa. Kau mau kan sayang menemaniku?" Tanya Jalal ke Jodha.

"I..iya" jawab Jodha.

Sekitar jam 10 malam Jodha pamit untuk pulang. Selama dalam perjalanan Jodha hanya diam karena masih marah dengan Jalal.

"Kamu kenapa cemberut gitu?" Tanya Jalal.

"Kenapa kamu bilang ke papamu kalau kita segera menikah?"

"Loh...memangnya kenapa? Aku ingin segera menikah denganmu Jodha. Agar aku bisa sepenuhnya memilikimu"

"Aku gak mau!"

"Kamu kenapa gak mau nikah sama aku?"

"Dengar ya Jalal! Kita jadian itu juga karena terpaksa dan aku juga gak mau menikah karena terpaksa"

Ciiittt....Jalal mengerem mobilnya mendadak "apa kamu tidak bisa sedikit saja mencoba mencintaiku Jodha?"

Jodha menatap Jalal. Dia bingung harus menjawab apa. Dia marah karena masih trauma dengan pernikahannya. Dia tidak bermaksud menyinggung tentang hubungan mereka.

"Tidak" jawab Jodha singkat dengan memalingkan wajahnya kedepan. Menghindari tatapan mata Jalal.

Jalal merasakan sesak di dadanya mendengar ucapan Jodha "Ok. Tapi aku juga janji padamu kalau aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Meskipun sekarang kau menolakku tapi suatu saat nanti aku yakin kau pasti juga akan mencintaiku karena kau akan melihat bahwa cintaku tulus padamu Jodha"

Jalal kembali menjalankan mobilnya. Suasana kembali hening. Mereka sibuk dengan pemikiran masing2.

₹₹₹₹

Hubungan Jalal dan Jodha kembali normal seperti biasa. Jalal tak pernah putus asa meskipun Jodha sering mengacuhkannya.

Seminggu kemudian Jalal dan Jodha menghadiri acara amal di sebuah panti asuhan. Humayun adalah donatur di panti asuhan ini. Untuk itulah dia menunjuk Jalal untuk menggantikannya karena acara ini sangat penting baginya.

Jodha datang memakai dress selutut berwarna peach sedangkan Jalal memakai setelan jas warna hitam. Saat mereka datang,mereka berdua disambut ramah oleh pemilik panti. Jalal minta maaf mewakili papanya yg tidak bisa datang. Pemilik panti memaklumi hal itu. Jalal lalu memperkenalkan Jodha pada pemilik panti. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg melihat kaget kearah mereka dari kejauhan.

"Jodha" gumam orang itu.

Pemilik panti mengenalkan Jodha dan Jalal pada anak2 panti lalu mengenalkannya pada seorang wanita.

"Lidia,kenalkan ini pak Jalal dan nona Jodha. Dan ini Lidia,keponakan saya" ucap pemilik panti.

"Lidia", "Jodha" Ucap mereka bersamaan.

"Loh...kalian sudah saling kenal?" Tanya pemilik panti.

"Iya pak. Dia teman saya. Apa kabarmu Lidia?" Ujar Jodha.

"Aku baik" Lidia lalu bersalaman dengan Jalal.

Pemilik panti ijin dari hadapan mereka untuk memulai acara. Acara dimulai dengan sapaan dan kata sambutan dari pemilik panti. Lidia lalu juga permisi pada Jodha Jalal untuk melihat persiapan anak panti. Pemilik panti lalu memanggil Jalal untuk memberikan kata sambutan. Jalal naik keatas panggung sedangkan Jodha menunggu di depan panggung.

Saat Jodha sedang memperhatikan Jalal,ada seseorang yg memanggilnya "Jodha"

Jodha menoleh dan betapa kagetnya dia melihat orang yg kini menyapanya.

"Sur...Surya" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...