# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 13
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Kenapa kau selalu menggangguku? Kenapa kau selalu ikut campur urusanku?"
"Karena aku tertarik padamu Jodha. Aku mencintaimu"
Duaarrrrrrr..... Jodha terkejut dengan pengakuan cinta Jalal yg tiba2. Dia hanya diam mematung.
"Aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Tiap hari bayang2mu selalu menyiksaku. Setiap hari aku selalu ingin bertemu denganmu,selalu ingin didekatmu. Apa yg sudah kaulakukan padaku Jodha?"
Jodha kemudian mengubah wajah terkejutnya dengan datar. Seolah pernyataan cinta Jalal tak berpengaruh padanya "cinta itu hanya membuat orang sakit hati dan menderita.kau tidak pernah tau apa yg terjadi padaku. Dan sebaiknya simpan saja rasa cintamu itu"
Jodha kembali berbalik tapi sekali lagi Jalal menarik tangannya hingga tubuh Jodha bertabrakan dengan tubuhnya. Jalal melingkarkan tangannya di pinggang Jodha "Aku tau kalau kau juga mencintaiku" wajah mereka begitu dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas masing2.
"Aku tidak mencintaimu Jalal!!" Jodha mencoba berontak dari pelukan Jalal tapi Jalal semakin erat mendekapnya.
"Mulutmu bisa berbohong Jodha tapi matamu mengatakan segalanya"
Sungguh posisi ini membuat jantung Jodha berdetak kencang. Semoga saja Jalal tidak mendengarnya "kau terlalu percaya diri tuan Jalal"
"Aaaawww...." Jodha menginjak kaki Jalal hingga membuat Jalal mengaduh kesakitan dan melepaskan pelukannya. Kesempatan itu dimanfaatkan Jodha untuk melarikan diri dari Jalal.
"Larilah terus Jodha!! Semakin kau menghindariku,aku semakin gencar mengejarmu!! Aku tidak akan menyerah sampai aku mendapatkan cintamu" Jalal berteriak pada Jodha yg berlari menjauhinya.
Jodha tak perdulikan teriakan Jalal. Dia terus berlari untuk menenangkan debar jantungnya. Entah kenapa rasanya dia ingin menangis setelah mendengar kata cinta dari Jalal. Dia tidak tau bagaimana perasaannya yg sebenarnya. Saat Jodha ada di dekat pintu lobi,dia bertemu dengan Moti yg sudah selesai menelepon.
"Jodha,kau kenapa? Kenapa lari2 begitu?"
"Eh...Moti. tidak apa2. Aku menyusulmu karena perutku lapar sekali. Ayo kita segera makan" Jodha mengalihkan pembicaraan agar Moti tidak banyak bertanya. Jodha menarik tangan Moti menuju restoran.
Moti merasakan ada yg tidak beres dengan Jodha. Tapi nanti saja dia tanyakan meskipun penasaran karena perutnya juga sudah konser tanda minta makan.
₪₪₪₪
Makan malam berlangsung cukup hening. Jalal yg biasanya banyak bicara kini lebih banyak diam. Jalal duduk tepat berhadapan di depan Jodha. Dia terus menatap Jodha hingga membuat Jodha jengah dan hanya menundukkan kepalanya tidak mau melihat Jalal. Jodha tidak nafsu makan,dia hanya mengaduk-aduk makanannya sambil sesekali menyuapkan sedikit ke mulutnya.
"Apa makanannya tidak enak nona Jodha?" Tanya Jalal.
Jodha terperanjat dengan pertanyaan Jalal. Semua orang menoleh padanya "eh...tidak. maksud saya makanannya enak" Jodha gugup karena semua orang melihatnya.
"Lalu kenapa kau hanya mengaduknya saja?" Ucap Jalal semakin memojokkan Jodha.
"Sialan kau Jalal!! Kau ingin mempermalukan aku lagi" batin Jodha.
"Saya mengaduknya agar tercampur dengan benar pak,dan bumbunya meresap sampai kedalam" jawab Jodha asal.
"Kaubilang tadi sangat lapar Jodha?" Moti berbisik ditelinga Jodha.
"Itu tadi Mo. Entah kenapa sekarang jadi gak nafsu makan" Moti menggelengkan kepalanya.
Jalal tersenyum tipis "oh iya,apa kalian menikmati liburannya?" Tanya Jalal pada semua orang.
"Kami senang sekali pak. Disini pemandangannya juga indah. Membuat kami betah" jawab Moti dan dibenarkan oleh yg lain.
"Baguslah kalau begitu. Aku harap semua orang menikmati liburan ini,tanpa terkecuali" Jalal menatap tajam kearah Jodha.
Jodha sekali lagi tak pedulikan tatapan Jalal padanya. Saat hidangan penutup disediakan,Jalal tiba2 berdiri dan mengucapkan permisi pada semuanya. Jalal melangkah menuju panggung yg ada didepan mereka. Dia minta izin pada band yg mengisi acara untuk bernyanyi. Jalal mengambil gitar lalu duduk didepan microphone.
"Ehm...selamat malam semuanya"
Para pengunjung restoran itu sontak menoleh ke arah Jalal. Tak terkecuali Jodha.
"Maaf kalau saya mengganggu makan malam kalian. Izinkan saya bernyanyi disini untuk mengungkapkan isi hati pada seseorang yg sangat saya cintai" Jalal menatap Jodha.
"Wah...lihat Jodha pak Jalal mau menyanyi. Selain tampan ternyata dia juga bisa nyanyi ya" puji Moti. Jodha hanya diam.
Jreeeng.....Jalal mulai memetik gitarnya dan mulai menyanyi.
* Hidupku tanpa cintamu...
Bagai malam tanpa bintang...
Cintaku tanpa sambutmu...
Bagai panas tanpa hujan...
Jiwaku berbisik lirih...
Kuharus memilikimu...
Aku bisa membuatmu...
Jatuh cinta kepadaku...
Meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu...
Biar cinta datang karena telah terbiasa...
---
Jalal begitu menghayati lagu yg dinyanyikannya. Semua wanita yg ada disini terpesona dengan suara Jalal yg serak2 sexy. Jodha yg ditatap begitu intens oleh Jalal menelan ludahnya dengan susah payah. Benarkah Jalal mencintainya? Di satu sisi dia ingin percaya,tapi disisi lain dia masih gamang dengan perasaannya.
---
Simpan mawar yang kuberi...
Mungkin wanginya mengilhami...
Sudikah dirimu untuk kenali aku dulu...
Sebelum kau ludahi aku...
Sebelum kau robek hatiku...
Aku bisa membuatmu...
Jatuh cinta kepadaku...
Meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu...
Biar cinta datang karena telah terbiasa...
Lagu berakhir. Semua orang bertepuk tangan. Mereka terpukau dengan penampilan Jalal yg mengagumkan. Hanya Jodha yg terlihat biasa saja padahal dalam hati dia begitu deg2an mendengar Jalal bernyanyi.
Di kamar Moti mencoba menanyakan rasa penasarannya. Tapi Jodha selalu berkelit dan pura2 sangat mengantuk. Malam ini sepertinya dia tidak bisa tidur.
£££
* Keesokan harinya...
Pagi2 sekali Jodha dan Moti bersepeda disekitar Resort. Pihak resort menyediakan persewaan sepeda untuk para tamu berkeliling. Sedangkan Jalal dan yg lain memilih ke gym untuk fitness. Setelah semua selesai berolahraga pagi,mandi dan ganti pakaian,mereka bersiap untuk sarapan.
Kali ini sarapan mereka dengan prasmanan. Setelah mereka mengambil makanan masing2,mereka mencari kursi dan meja untuk duduk. Jalal menghampiri meja dimana Moti dan Jodha duduk.
"Selamat pagi,boleh ikut gabung?" sapa Jalal.
"Pagi pak. Silahkan..." jawab Moti ramah. Sedangkan Jodha malah cemberut. Kenapa pagi2 begini dia harus melihat wajah Jalal lagi.
Jalal tersenyum lihat wajah Jodha "Bagaimana tidur kalian,nyenyak?"
"Iya pak" jawab Moti.
Jalal lalu berdiri untuk mengambil minum yg tertinggal. Jodha tiba2 mendapat ide.
"Moti,aku boleh minta tolong? Tolong aku ambilkan sausnya dong" pinta Jodha ke Moti.
"Ok"
"Terima kasih"
Saat Moti pergi mengambil saus dimeja prasmanan,Jodha mengambil sesuatu dari saku bajunya yaitu sebuah botol kecil berisi cairan berwarna putih. Jodha menengok ke kanan dan kiri,memastikan tidak ada yg melihat aksinya. Setelah merasa aman,Jodha menuangkan sedikit cairan itu di makanan Jalal.
Jodha tersenyum menyeringai "rasakan pembalasanku karena sudah membuatku malu di pesta ultah Pak Ryan...hahaha"
Moti dan Jalal datang bersamaan lalu duduk. Jalal kini melihat wajah Jodha terlihat sumringah. Berbeda dengan tadi saat Jalal minta ijin duduk bersamanya. Jalal merasa aneh dengan sikap Jodha.
"Mari makan"
Mereka mulai makan bersama. Jodha terlihat lahap memakan sarapannya. Dalam hati dia menahan rasa tawanya dan tinggal menunggu sesuatu yg akan meledak. Saat Jalal menyuapkan makanan terakhirnya,tiba2 perutnya serasa berguncang. Dia meringis menahan sakit. Keringat mulai mengalir di dahinya. Wajahnya sudah pucat, bila di film kartun pasti wajahnya sudah berwarna hijau. Ternyata cairan itu mulai bereaksi.
Moti yg melihat Jalal gelisah langsung bertanya "pak Jalal kenapa?" Jodha pura2 terlihat biasa tapi dalam hati dia menahan tawanya.
"Engghhh....maaf ya,aku permisi ke toilet sebentar" Jalal lalu lari terbirit-birit sambil memegang perutnya. Semua orang terheran-heran melihat tingkah Jalal.
"Hhhmmfffttt" Moti melongo sedangkan Jodha menutup mulutnya agar tawanya tidak keluar.
"Pak Jalal kenapa lari seperti itu?"
"Mungkin dia sakit perut" jawab Jodha enteng.
Jalal terus2an BAB. Dia sampai bingung sendiri kenapa dia tiba2 sakit perut. Perasaan dia tidak alergi makanan apapun dan tidak salah makan.
Karena Jalal lama di toilet. Akhirnya Jodha dan Moti meninggalkan mejanya. Nanti mereka akan menanyakan kabar Jalal bila bertemu dengannya. Saat Jodha dan Moti sudah sampai di kamar,Moti pamit ke kamar mandi. Saat Moti sudah masuk ke kamar mandi,Jodha langsung tertawa terbahak-bahak. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Buwahahahahaha...rasakan itu tuan Jalal. Emang enak...hahahaha"
Cairan yg diberikan Jodha pada Jalal adalah pencahar. Sebenarnya cairan itu sengaja dibawanya karena 2 hari ini dia tidak bisa BAB. Dan entah mengapa ide untuk menjahili Jalal tiba2 terbersit dipikrannya.
៛៛៛៛៛
Siang harinya Jodha dan Moti pergi ke sebuah pasar tradisional untuk membeli suvenir khas pulau Pari. Sedangkan Jalal istirahat dikamarnya setelah diperiksa dokter dari pihak resort. Badannya terasa lemas. Sesuatu yg sudah direncanakannya hari ini harus gagal. Dan yg membuat dia kaget adalah dokter bilang kalau dia sudah meminum obat pencahar. Dia merasa tidak minum obat apapun. Tapi dia lalu teringat wajah Jodha yg saat sarapan tadi senyum2 gaje.
"Jangan2 Jodha yg memberiku obat pencahar itu" pikir Jalal, "Oohhh...jadi kau mau main2 denganku Jodha sayang. Ok..kita lihat apa yg akan kulakukan padamu" Jalal tersenyum menyeringai.
€€€€
Jodha dan Moti telah selesai berbelanja. Kini mereka sedang siap2 berkemas untuk pulang nanti sore. Tiba2 ada seseorang mengetuk pintu. Jodha membuka pintu dan ternyata seorang office boy "maaf,apakah anda nona Jodha?"
"Ya benar"
"Ada seseorang yg ingin bertemu anda di lobi"
"Seseorang.Siapa ya?"Tanya Jodha penasaran.
"Nanti nona juga tau. Permisi" OB itu langsung pergi.Jodha msh bertanya2 siapa dia.
Komentar
Posting Komentar