# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 8
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Kak Aisha,sudah ditunggu kak Ryan tuh"
"Ini juga mau kesana,tapi Shia lari2an. Untung ada nona Jodha yg menolong Shia."
Jalal menoleh ke Jodha lalu tersenyum penuh arti padanya. Membuat Aisha merasakan ada sesuatu diantara mereka.
"Terima kasih sudah menolong keponakan tersayangku" ucap Jalal.
Jodha hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Shia turun dari gendongan Jalal dan Aisha menuntunnya menuju ke Ryan setelah berpamitan dengan Jalal dan Jodha. Jodha kembali melanjutkan tugasnya,tak memperdulikan Jalal yg terus melihatnya.
Acara pembukaan wahana baru berjalan dengan lancar. Para pengunjung merasa puas dan senang dengan adanya wahana baru ini. Tak terkecuali Jodha beserta timnya. Tidak sia2 mereka selama 1 bulan ini bekerja keras untuk memberikan yg terbaik untuk para pengunjung.
Karena acaranya berlangsung lama,membuat mereka pulang agak malam.meskipun lelah tapi ada binar kebahagiaan di hati melihat para pengunjung yg puas. Sebelum pulang,Ryan mengumpulkan mereka di sebuah restoran jepang. Ryan membooking restoran itu merayakan keberhasilan mereka.
Kini tim mereka yg terdiri 10 orang ditambah Jalal sedang makan malam bersama di satu meja besar yg telah dipesan Ryan. Mereka sesekali berbincang sambil bercanda.
"Saya senang sekali melihat kekompakan kalian dan bekerja keras hingga Azza Wonderland bisa mengalami peningkatan drastis. Tidak salah kalau saya memilih kalian untuk menggarap proyek ini. Mari kita bersulang"
Ryan mengangkat minumannya diikuti mereka dan serempak berkata "cheerrrssss...." lalu minum bersama.
Lalu mereka kembali melanjutkan makan. Jalal sejak tadi terus menerus melihat Jodha membuat Jodha jadi risih. Dan hal itu tak luput dari pandangan Ryan dan Moti.
Moti menyenggol lengan Jodha yg ada disebelahnya lalu berbisik "eh Jodha,itu Pak Jalal dari tadi liatin kamu terus tuh"
Jodha menoleh ke Moti dengan menatapnya tajam sedangkan Moti hanya terkekeh melihat wajah jutek Jodha.
"Ngapain sih si Mr.arogan menatapku terus! Tidak tau apa kalau jantungku kebat kebit ditatap terus seperti itu oleh dia. Bisa2 runtuh pertahananku yg kujaga selama ini gara2 dia. Eh....ngomong apa sih aku!!!!" Batin Jodha bergejolak.
"Ehm..." Ryan berdehem agak keras,membuat Jalal mengalihkan pandangannya ke Ryan.
"3 hari lagi saya akan berulang tahun dan mengadakan pesta dengan mengundang karyawan Azza Wonderland dan Azza hotel .sebenarnya saya tidak mau merayakannya,tapi istri saya yg memaksa merencakan sendiri pesta ini.Jadi saya mengundang kalian semua untuk hadir di pesta ulang tahun saya. Saya harap kalian semua bisa hadir"
Semua orang terlihat senang dan mengangguk. Moti saking gembiranya sampai meremas lengan Jodha dengan kuat tanpa disadarinya.
"Aww...Moti! Apa yg kaulakukan? Kau bisa meremukkan tulangku tau!!"
Moti melepaskan cengkramannya sambil cengengesan "hehehe...maaf ya Jodha. Ini karena aku terlalu gembira"
"Lebay deh" Jodha tersenyum mengejek dibalas Moti dengan memeletkan lidahnya.
₹₹₹₹
Setelah makan malam bersama,mereka berpamitan pulang pada Ryan dan mengucapkan terima kasih. Setelah semua berpamitan,kini tinggal Jodha, Moti,Ryan dan Jalal.
"Terima kasih pak Ryan atas makan malamnya. Maaf, kami pamit dulu" ucap Jodha diikuti Moti disebelahnya.
"Iya sama2. Hati2 dijalan ya" ucap Ryan.
"Iya pak,terima kasih. Selamat malam" ucap Moti dan Jodha bebarengan.
"Selamat malam" balas Ryan dan Jalal.
Jodha berjalan bersama Moti meninggalkan mereka berdua. Jalal berkata pada Ryan "kak....kak Ryan pulang dulu saja,aku masih ada perlu"
Jalal lalu berlari mengejar Jodha dan Moti. Ryan hanya geleng2 kepala melihatnya. Saat Jalal tak jauh dari Jodha dan Moti, Jalal berteriak memanggil mereka.
"Jodha...Moti...tunggu"
Jodha dan Moti berhenti berjalan lalu berbalik. Jodha dan Moti kaget melihat Jalal memanggil mereka berdua.
"Ya pak Jalal,ada apa?" Tanya Moti.
"Kalian aku antar pulang ya. Ini kan sudah malam"
Jodha dan Moti saling berpandangan tak percaya dengan ajakan Jalal. Saat Moti mau bicara,dengan cepat Jodha memotongnya "eh...tidak perlu pak Jalal, kami bisa pulang naik taksi. Terima kasih tawarannya. Benar kan Moti? Ayooo.."
Tanpa memperdulikan jawaban Moti,Jodha menarik tangan Moti dengan paksa dan menyeretnya. Moti hanya bisa pasrah sedangkan Jalal hanya melongo melihat kepergian mereka.
£££
Kini Jodha dan Moti sedang berdiri di pinggir jalan depan restaurant untuk mencegat taksi.
Moti ngomel2 karena Jodha tidak mau menerima tawaran Jalal "Kamu itu kenapa sih gak mau tawaran Jalal? Sebentar lagi pacarku menjemputku,terus kamu sendirian nanti. Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri Jodha"
"Sudahlah Moti kamu jangan bicara tentang dia lagi. Aku malas membahasnya. Dan kamu tenang saja,aku bisa menjaga diriku kok" Jodha mencoba menenangkan Moti.
Tak berapa lama,suara motor terdengar mendekati mereka berdua. Seorang pria menaiki motor berhenti tepat di depan mereka. Pria itu membuka helmnya dan menyapa mereka.
"Hai sayang" ucap pria itu pada Moti.
Moti tersenyum lalu menghampiri pria itu "hai kak Andi"
Andi adalah pacar Moti,dia melihat Jodha dan juga menyapanya "hai Jodha"
"Hai" balas Jodha sambil tersenyum.
"Kak,kita tunggu Jodha biar dapat taksi ya.kasian kalau dia harus ditinggal sendiri"
"Ok"
"Tidak usah.kalian pulang saja dulu,aku tidak apa2 kok" Jodha bersikeras dengan mendorong Moti agar naik ke motor.
"Tapi...Jodha"
"Sudah...sana kalian pulang" Jodha terus mendesak mereka. Akhirnya Moti dan Andi terpaksa pulang terlebih dahulu meninggalkan Jodha.
"Kamu hati2 ya Jodha" ucap Moti sambil memakai helmnya.
"Iya"
"Bye Jodha" ucap Moti dan Andi.
Setelah bayangan Moti dan Andi menjauh,Jodha mengeluarkan hpnya dari dalam tas. Ada pesan dari Ruqaya bahwa dia ingin menjemput Jodha. Jodha membalasnya pesan Ruqaya. Dia menolak tawaran Ruqaya dan berbohong kalau dia sudah naik taksi. Jodha tidak mau merepotkan Ruqaya.
Tak berapa lama ada taksi lewat dan Jodha mencegatnya. Taksi berhenti dan saat Jodha akan membuka pintu taksi,ada sebuah tangan yg menariknya. Membuatnya Jodha kaget.
"Maaf pak,gadis ini tidak jadi naik taksinya" ucap pria itu pada si sopir taksi. Si sopir mengerti lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apa yg kaulakukan Jalal,kenapa kau menyuruh taksi itu pergi!"
"Aku yg akan mengantarmu pulang,ayo!"
"Tidak!!!" Jodha berhenti. Jalal ikut berhenti dan menatapnya tajam.
"Ini sudah malam Jodha. Tidak baik seorang gadis pulang sendirian malam2 begini. Dan kenapa kau menolakku tadi? Kalau aku tau Moti dijemput pacarnya. Aku pasti sudah memaksamu dari tadi" Jalal kembali menarik tangan Jodha tapi Jodha menghempaskannya.
"Kenapa sih kau selalu memaksaku!"
"Dan kau kenapa selalu menolakku?"
"Karena aku....aku..."
Karena Jodha hanya diam,Jalal makin geram "sudahlah...ayo kita pulang"
"Aku tidak mau!" Jodha berbalik dan pergi dari hadapan Jalal. Tapi dengan cepat Jalal menarik lengan Jodha hingga tubuh Jodha bertabrakan dengan tubuh Jalal.
"Apa aku harus mengancammu dulu Jodha"
Wajah mereka begitu dekat. Tangan Jalal melingkar di pinggang Jodha,menguncinya supaya Jodha tidak bisa bergerak.
"Sial!!!! Kenapa aku selalu tidak bisa berkutik bila berada didekatnya" batin Jodha.
"Ba...baiklah aku ikut"
"Bagus. Itu baru gadisku" ucap Jalal sambil tersenyum kemudian melepaskan tangannya.
"Apa...." Jodha tidak percaya dengan apa yg barusan dia dengar.
Jalal terus menggandeng tangan Jodha menuju mobilnya. Lagi....sekali lagi Jodha harus mengalah dengan ancaman Jalal.
Dalam perjalanan suasana hening. Tidak ada yg berbicara hingga mereka sampai dirumah Jodha. Jodha melepaskan sealtbealtnya begitu juga dengan Jalal.
"Kau mau kemana Jalal?" Jodha heran kenapa Jalal ikut keluar.
"Aku ingin mengantarmu sampai ke dalam rumahmu dan berkenalan dengan paman dan tantemu"
"Hah...." Jodha melongo dengan kata2 Jalal. Akhirnya Jodha keluar dari mobil. Jodha berjalan didepan Jalal. Sampai di depan pintu,Jodha membunyikan bel.
Ruqaya yg membuka pintu dan betapa terkejutnya dia melihat Jalal ada disini bersama dengan Jodha.
"Pak Jalal..."
"Selamat malam Ruqaya" sapa Jalal santai.
"Malam pak,mari silahkan masuk"
"Terima kasih"
Mereka bertiga masuk. Ruqaya berbisik ke Jodha "katamu tadi naik taksi,kenapa pulang dengan pak Jalal?"
"Aku yg mengajaknya Ruqaya" sahut Jalal yg sedikit mendengar bisikan Ruqaya.
Ruqaya langsung terdiam. Gulbadan dan Atghah keluar dari kamarnya setelah mendengar suara.
"Jodha,kau sudah pulang nak" tanya Gulbadan.
"Iya tante" Jodha mencium tangan paman dan tantenya.
"Siapa pria ini?" Tanya Atghah.
"Perkenalkan pak,saya Jalal. Atasan Ruqaya dan rekan satu tim Jodha" Jalal mengulurkan tangannya pada Atghah & Gulbadan dan dibalas oleh mereka.
"Mari silahkan duduk"
"Terima kasih pak tapi maaf saya tidak bisa lama2 karena sudah malam. Saya tadi mengantar Jodha untuk memastikan dia baik2 saja" Jalal melirik ke arah Jodha. Begitu juga Atghah,Gulbadan dan Ruqayah serempak menoleh ke Jodha dengan heran.
"Baiklah,pak,bu,saya permisi pulang"
"Oh iya. Terima kasih sudah mau mengantar Jodha" ujar Atghah sambil bersalaman kembali dengan Jalal.
"Sampai jumpa besok Jodha" Jalal tersenyum ke Jodha.
"Terima kasih" jawab Jodha sambil tersenyum kaku.
Jalal diantar oleh Gulbadan dan Atghah sampai di depan rumah. Setelah Jalal pergi,Jodha dan Ruqaya pergi ke kamar,dan Jodha kembali diinterogasi oleh Ruqaya.
₪₪₪₪
* keesokan hari....
Ruqaya dipanggil Jalal keruangannya. Ruqaya heran kenapa tiba2 dia dipanggil. Kini Ruqaya duduk di depan meja berhadapan dengan Jalal.
"Aku memanggilmu kesini sebenarnya bukan tentang pekerjaan. Tapi tentang Jodha" ucap Jalal to the point.
"Jodha....Ada apa dengan Jodha pak? Apa dia berbuat kesalahan?" tanya Ruqaya kuatir.
"Tidak,bukan karena itu. Aku minta maaf sebelumnya kalau harus menanyakan masalah pribadi Jodha padamu. Aku hanya ingin tau mengapa Jodha selalu bersikap dingin dan jutek padaku. Apa aku berbuat salah padanya?"
Komentar
Posting Komentar