# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 7
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Masuk! Atau kucium" ancam Jalal.
Jodha terkesiap dan membelalakkan matanya mendengar ancaman Jalal.
"kau tidak bisa memaksaku Jalal!!!" Jodha terus berontak.
"Aku tidak main2 dengan ancamanku Jodha!"
Jalal mendekat ke Jodha hingga tubuh Jodha membentur mobil. Jodha mulai panik karena Jalal semakin mendekat padanya. Bahkan aroma parfum Jalal menyeruak dalam indra penciumannya. Membuatnya gugup dan jantungnya berdetak kencang.
"Ada apa denganku? Kenapa aku jadi deg2an gini didekatnya" batin Jodha.
"Jangan macam2 Jalal..." akhirnya Jodha bisa mengeluarkan kata2nya.
"Pilihan ada ditanganmu" ucap Jalal santai.
Dengan hati dongkol,Jodha menyentakkan kakinya lalu masuk ke dalam mobil dengan terpaksa. Jalal menutup pintu mobil dan tersenyum menang. Jalal memutar kedepan lalu masuk ke kursi pengemudi.
Dalam perjalanan,suasana hening. Jodha cemberut sambil melihat ke jendela sampingnya sedangkan Jalal masih terus tersenyum.
"Kamu kenapa selalu jutek padaku Jodha,sedangkan dengan orang lain kau begitu ramah" Akhirnya Jalal memulai pembicaraan.
Jodha menoleh "karena aku TAKUT JATUH CINTA PADAMU" batin Jodha.
"karena kau pria yg menyebalkan"
"Menyebalkan?" Jalal mengerutkan dahinya, "hei..aku ini pria yg menyenangkan dan juga tampan tau,apa kau tidak lihat" ucap Jalal penuh percaya diri.
Ganti Jodha yg mengerutkan keningnya.
"Percaya diri sekali" cibir Jodha.
"Kenyataannya memang begitu" balas Jalal.
"Hhhhhh" Jodha mendesah putus asa. Percuma berdebat dengan pria paling sok tampan dan PD ini.
"Kamu sahabat Ruqaya? Kok kalian terlihat akrab" Tanya Jalal lagi sambil melirik Jodha lalu melihat lagi ke depan.
"Dia sepupu sekaligus sahabatku"
"Oooohhhh" jawab Jalal.
"Sekarang aku bisa cari tau tentang dirimu ke Ruqaya...hm" batin Jalal sambil tersenyum menyeringai.
Mereka akhirnya sampai di depan rumah paman Jodha setelah sebelumnya mereka sempat berdebat gara2 Jodha minta diturunkan di tepi jalan yg agak jauh dari rumah pamannya. Tapi Jalal bersikeras untuk mengantarnya sampai kerumah.
Jodha melepas sealtbeltnya lalu berkata "terima kasih atas tumpangan paksaannya" sindir Jodha.
Jalal terkekeh mendengar sindiran Jodha "sama2 cantik" goda Jalal.
Jodha memutar bola matanya lalu membuka pintu mobil. Tapi sebelum Jodha membukanya,Jalal kembali memanggilnya "Jodha, tunggu."
"Apalagi"
"Aku boleh kan kapan2 main kerumahmu"
"Enggak!!!!"
"Kenapa?"
"Karena ini bukan rumahku,tapi rumah pamanku"
"Ya ampun Jodha,masak pamanmu gak bolehin aku main sih"
"Gak boleh tetap gak boleh"
Tanpa memperdulikan protes yg akan dilakukan Jalal, Jodha buru2 keluar dari mobilnya sebelum si Mr.arogan semakin menahannya di mobil.
Jalal terus memperhatikan Jodha masuk kerumah sambil tersenyum "kau memang gadis yg berbeda Jodha. Aku suka itu. Kau membuatku tertantang untuk mendapatkanmu." Ucap Jalal penuh percaya diri.
Akhirnya Jalal pergi dari sana dengan bersiul gembira.
៛៛៛៛៛
Jodha sedang makan malam berdua bersama Gulbadan. Atghah sedang dinas keluar kota dan Ruqaya juga belum pulang. Setelah makan malam,Gulbadan pamit ke kamarnya karena merasa kurang enak badan. Jodha mengangguk.
Jodha menuju kamar Ruqaya,menunggunya pulang. Dia ingin minta penjelasan pada Ruqaya tentang hubungannya dengan Mirza. Tak berapa lama Ruqaya datang. Dari luar kamar,Jodha mendengar langkah kaki Ruqaya. Ruqaya membuka pintu kamarnya dan betapa kagetnya dia melihat Jodha duduk diranjangnya.
"Ya ampun Jodha,kau bisa membuatku terkena serangan jantung" Ruqaya memegang dadanya.
"Hahaha..gak usah lebay deh"
"Habisnya kamu tiba2 saja sudah ada dikamarku" Ruqaya menaruh tasnya di meja nakas lalu duduk disamping Jodha.
"So...kau hutang satu penjelasan padaku"
"Penjelasan apa?" Ruqaya pura2 tidak tau.
"Tentang kau dan Mirza"
"Ehm...oh...um..dia..." Ruqaya mencoba mengelak.
"Gak usah um...ehm...gitu. jujur sama aku!!"
Ruqaya menghembuskan nafasnya "baiklah aku jelaskan. Mirza itu cinta orang yg selama ini aku cintai" ucap Ruqaya sambil tersenyum.
"Apaaaa!!! Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku"
"Iiiihhh, gak usah lebay deh. Biasa aja kelesss..." Ruqaya mencopot sepatunya sat persatu.
"Ceritakan"
"Aku memendam rasa cintaku pada Mirza selama 2 tahun. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh karena dia sahabat Jalal,bosku. Aku jarang bertemu dengannya karena dia juga punya perusahaan di amerika dan mengharuskannya bolak balik Jakarta-amerika. Karena itulah aku hanya bisa memendam rasa ini karena aku merasa mungkin Mirza tidak menyukaiku. Tapi ternyata dugaanku salah,dia sebenarnya selama ini juga mencintaiku dan dia tadi baru menembakku"
"Ya ampun, jadi kalian baru jadian?" Ruqaya mengangguk.
"Tapi kan aku sahabatmu Ruq. Kamu tega banget sama aku. Gak pernah cerita apapun" Jodha cemberut.
"Aku tidak cerita ke kamu karena belum ada kepastian dengan hubungan kami. Dan baru sekarang aku ceritakan ke kamu untuk berbagi kebahagiaan" Ruqaya memeluk Jodha dan Jodha membalasnya.
"Selamat ya Ruq. Akhirnya kamu punya kekasih" Ujar Jodha tulus.
"Terima kasih" Ruqayah melepas pelukannya "eh..sekarang kamu yg kasih penjelasan padaku kenapa tadi Jalal mengajakmu pulang"
"Aku juga gak tau,kan sudah kubilang dia itu pria arogan" Jodha jadi malas bicara tentang Jalal.
"Eh,jangan2 dia suka sama kamu" goda Ruqaya.
"Gak mungkinlah Ruq. Pria cassanova seperti dia mana mungkin menyukai satu wanita"
"Siapa tau kan!! Dan siapa bilang dia cassanova. Memang sih banyak wanita2 yg mendekati dia tapi aku tidak pernah tuh melihat dia bersama seorang wanita"
"Ah,sudahlah Ruq. Malas bicara tentang dia" Jodha beranjak dari duduknya lalu keluar kamar Ruqaya.
"Jangan terlalu membencinya Jodha, nanti kamu malah jatuh cinta padanya!!" Teriak Ruqaya pada Jodha, "kalau sampai itu terjadi,akulah orang pertama yg akan minta traktiran besar padamu" tambahnya sambil terkekeh.
Jodha mendengar teriakan Ruqaya dari luar kamarnya tapi dia tak memperdulikan omongan Ruqaya.
¤¤¤
Sudah hampir 3 minggu Jodha bekerja keras dalam pekerjaannya. Jalal yg berada satu tim dengannya juga ikut andil dalam membantunya. Jadi hampir tiap hari mereka bertemu. Dan yg membuat Jodha jengkel karena tiap hari dia harus bertemu dan berinteraksi dengan Jalal yg selalu sok menebar pesona padanya.
Hal itu sebenarnya ada campur tangan Jalal agar bisa berdekatan dengan Jodha yg tak lain setelah mencoba membujuk kakaknya.
#Flashback#
"Kak,aku ada satu permintaan" Jalal berbicara berdua dengan Ryan diruangan Ryan.
"Apa"
"Aku ingin kau menempatkanku satu tim dengan Jodha Afaaren di proyek wahana barumu"
Ryan terlihat menaikkan alisnya mendengar permintaan Jalal dan sedetik kemudian Ryan tertawa "hahahaha..."
"Kenapa kakak tertawa?" Jalal bingung dengan kakaknya.
"Kau ini,kan aku sudah bilang kalau aku orang pertama yg akan tertawa bila kau jatuh cinta"
"Siapa yg jatuh cinta"
"Jalal...Jalal...masih saja mengelak. Di dahimu itu sudah tertulis bahwa kamu telah jatuh cinta"
"Masak sih,memang terlihat ya" Jalal mengusap dahinya.
Ryan semakin tertawa terbahak-bahak "aku ini kakakmu,jadi tau bila ada sesuatu denganmu. Lalu apa alasanmu agar aku mengabulkan permintaanmu untuk menempatkan Jodha satu tim denganmu"
"Aku kan juga berbakat dalam web design jadi aku bisa membantu Jodha untuk memasarkan rancangannya bukan" ucap Jalal percaya diri.
"Ckck. Alasanmu sungguh klise. Seperti kata pepatah 'sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui' benar kan????"
Jalal tersenyum sumringah "kau lebih tau siapa aku kak"
Ryan kembali tertawa "sepertinya rumah kita sebentar lagi akan ada bau pernikahan"
#Flashback end#
Dan dalam 1 bulan akhirnya Jodha berhasil membuat rancangannya berhasil dan diterima oleh masyarakat. Wahana baru dari Azza Wonderland telah menarik minat masyarakat hingga membuat kemajuan yg signifikan pada perkembangan AW.
Hari ini adalah pembukaan resmi wahana baru. Karena bertepatan dengan hari minggu,sehingga pengunjung membludak. Jodha terlihat sangat sibuk mengawasi jalannya acara. Dan dipastikan seharian ini dia akan berada di AW.
Saat Jodha sedang bicara dengan anak buahnya,tiba2 hpnya berdering. Jodha melihat layar Hp,Gulbadan meneleponnya. Jodha mengangkatnya dan bicara agak menjauh dari keramaian.
Setelah bicara,Jodha mematikan teleponnya dan berbalik. Tepat pada saat itu dia menabrak sesuatu. Bukan sesuatu tapi seseorang.
"Aduh..."
Terdengar suara seseorang mengaduh kesakitan. Jodha kaget lalu melihat kebawah. Ada seorang gadis kecil terduduk di tanah.
"Ya ampun. Maaf ya sayang,tante tidak sengaja" Jodha membantu gadis kecil itu berdiri sambil bersimpuh di depannya.
"Kamu tidak apa2" tanya Jodha sambil melihat tubuh gadis cilik itu.
"Tidak apa2 kok tante cantik" ucap si gadis cilik dengan lucunya.
Jodha jadi gemas lalu mencubit pipi chubbynya "kamu lucu banget sih. Oh iya,kamu sama siapa sayang?"
Belum gadis cilik itu menjawab,ada yg memanggilnya "Arshia...Arshia"
"Mommy...." Arshia melambaikan tangan ke arah Mommynya.
Aisha merasa lega melihat Arshia baik2 saja. Dia langsung berlari ke arah putri kecilnya "Arshia,jangan bikin Mommy kuatir sayang. Jangan lari2an ditempat ramai"
"Maaf Mommy.tapi aku ingin segera bertemu Daddy"
Aisha melihat Jodha ada didepannya. Arshia lalu mengenalkan Mommynya pada Jodha "Mommy,tante cantik ini yg sudah menolongku"
"Saya Jodha" Jodha mengulurkan tangannya ke Aisha dan dibalas oleh Aisha.
"Saya Aisha dan ini putriku Arshia.terima kasih sudah menolongnya"
"Sama2 bu." Jodha tersenyum.
"Shia" tiba2 ada seseorang memanggil Arshia dari arah belakang.
"Om Jalaaaallll...." Shia berlari menghampiri Jalal. Dan Jalal menggendong Shia menuju ke 2 wanita cantik di hadapannya.
"Om????" Batin Jodha bertanya-tanya.
"Kak Aisha,sudah ditunggu kak Ryan tuh"
"Ini juga mau kesana,tapi Shia lari2an. Untung ada nona Jodha yg menolong Shia."
Jalal menoleh ke Jodha lalu tersenyum penuh arti padanya. Membuat Aisha merasa ada sesuatu diantara mereka.
Komentar
Posting Komentar