Haaaiiii…. Mr.Modus datang. Maaf ya kalau kelamaan ngepostnya.
Part ini banyak adegan percakapannya. Semoga gak boring.
Udah ah… gak usah banyak ngomong…
Cussss….. HAPPY READING
® JANGAN TAKUT JATUH CINTA ®
PART 35
o(*//*)q(⊙v⊙)=@~@=〒▽〒(┬_┬)π__(ಡωಡ)(๑˙ー˙๑)
"SURPRISE.... "
Jalal terkejut saat semua orang berkumpul dengan tiba2.
"SELAMAT ULANG TAHUN"
Jodha menghampiri Jalal sambil membawa kue ulang tahun ditangannya.
Jalal bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dia tidak menyangka bahwa keluarganya mengingat dan merayakannya. Kemarahan yg tadi sudah diubun-ubun akhirnya hilang entah kemana.
"Make a wish dan tiup lilinya sayang"
Jalal yg masih sedikit melamun tersadar dan langsung memejamkan matanya. Dalam doanya dia berharap agar keluarganya selalu bahagia serta kehidupan rumah tangganya segera diberikan momongan. Setelah mengucapkan doanya,Jalal membuka matanya lalu meniup lilinnya. Semua bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu 'Selamat ulang tahun'
Jodha memeluk Jalal dengan sebelah tangannya "Happy birthday my lovely husband. Semoga apapun yg kauharapkan bisa terkabul"
"Terima kasih sayang. Kau tau sebenarnya aku masih marah padamu karena tidak menerima teleponku" Jalal melepaskan pelukannya sedangkan Jodha hanya tersenyum.
"Kau tidak akan bisa marah padaku karena aku akan memberikan kejutan yg akan membuatmu bahagia" Jodha mengedipkan matanya menggoda Jalal.
"Oh iya...apa itu sayang"
"Rahasia. Nanti kamu juga tau"
"Hei...kalian!!! malah asyik berduaan. Kami yg ada disini dianggurin" Sahut Ryan pura2 marah. Jalal terkekeh.
Satu persatu mereka memberikan selamat ke Jalal. Mulai dari Hamidah,Humayun,Ryan,Aisha dan juga Shia. Setelah bergantian mengucapkan selamat,kini saatnya memotong kue. Saat Jalal memotong kue,yang lain menyanyikan sekali lagi lagu selamat ulang tahun.
Suapan pertama Jalal berikan untuk Papa dan mamanya. Lalu Jodha dan bergantian dengan Ryan, Aisha dan Shia. Jalal bahagia sekali hingga tidak bisa berkata apa-apa. Di hari bertambahnya usia, semua orang berkumpul merayakanya. Ditambah lagi dengan kehadiran Jodha disampingnya membuatnya semakin membuncah bahagia.
Setelah acara potong kue, kini waktunya makan bersama dengan hidangan yg sudah dipersiapkan oleh Hamidah, Jodha dan Aisha. Disela-sela mereka makan, suasana humor tak lepas dari keluarga ini.
"Kau tau Jodha, suamimu ini tadi pagi meneleponku sambil marah2 kayak orang kesambet setan. Hp yg kupegang sampai aku jauhkan dari telingaku gara2 suara melengking jalal merusak gendang telingaku. Mungkin telingaku harus kuperiksa, takut tiba2 mendengung tak bisa mendengar apapun" Ryan mengomel panjang kali lebar kali tinggi. Membuat semua orang disana tertawa.
"Ck... Kau itu kak. Ngomel seperti emak2 yg bergosip sambil belanja sayuran saja. Wajar kan aku kuatir tidak mendengar kabar Jodha dari semalam" Jalal mencebikkan bibirnya mendengar omelan kakaknya.
"Halah.. Kamu tuh yg terlalu alay. Mentang2 pengantin baru"
Saat Jalal akan menjawab, Hamidah menyela "Sudah.. Sudah. Kalian ini kalau berkumpul selalu saja bikin ribut. Capek mama dengarnya” Jodha dan Aisha hanya geleng-geleng melihat tingkah suami mereka.
“Jadi kamu seharian ini mengerjaiku karena aku ulang tahun?”
“Iya”
“Awas kamu ya.. Kamu akan menerima hukuman karena sudah membuatku kuatir” Jalal mencubit pipi Jodha yg chubby.
“Iiiiihhh… sakit tau”
“Uncle jangan cubit pipi aunty dong. Kan sakit” Shia yg sedari tadi diam mulai angkat bicara karena tidak tega melihat Jodha dicubit oleh Jalal.
“Uncle nyubitnya gak sakit kok sayang. Uncle cuma gemas aja sama auntymu” Jalal mengedipkan matanya menggoda Jodha.
“Gak sakit gundulmu” Jodha mencebik.
“Ya ampun sayang.. Kamu dapat darimana kata2 itu”
“Dari emak kamu. Eh..ngomong-ngomong soal emak,mana oleh-olehnya?”
“Oh iya… sampai lupa” Jalal menepok Jidatnya.
Jalal masuk lagi kedalam rumah untuk mengambil tasnya. Tak lama Jalal keluar membawa tas besar. Tas itu ditaruh dibawah lalu dibuka. Jalal mengeluarkan beberapa isi yg ada didalam tas dan ditaruh di meja. Ada kue lemper,jenang,risol mayo,dodol,buah manggis,buah mangga.
Semua yg ada disebana tercengang melihat barang-barang yg dikeluarkan Jalal.
“Ini semua dari emakmu,Jalal” tanya Humayun heran.
“Iya pa. Ini semua untuk kalian dan Jodha. Ini semua belum seberapa pa. Emak malah mau bawakan masakan lontong balap dan tahu campur. Tapi berhubung masakan itu cepat basi kalau sudah beberapa jam,jadinya dicancel bawa makanan itu”
“Yaah… padahal aku pengen banget tuh. Kan disini tidak ada masakan khas Surabaya” jawab Jodha sedih sambil mengelus perutnya.
“Iya Jo. Aku juga ikutan pengen begitu mendengarnya” Sahut Aisha.
“Waduuh… gawat nih kalau ibu hamil ngidam makanan yg susah dicari” Ryan ikutan menyahut.
“Ya… itu masalahmu kak.. Hahaha” Jalal menertawakan Ryan.
“Huh…jangan sombong dulu. Sebentar lagi kamu juga akan merasakan istrimu ngidam. Uufffttt” Ryan hampir keceplosan bicara.
“Apa kak!”
“hm.. Enggak kok. Gimana kabar emakmu?” Ryan mengalihkan perhatian.
“Baik. Emak kabarnya baik. Emak titip salam buat kalian”
“Waalaikumsalam” Serentak semua berkata. Ryan menghembuskan nafas lega.
“Oh iya sayang,katamu kau ingin memberikan aku kejutan. Apakah hadiah untukku? Mana hadiahnya?” Jalal bertanya dengan tak sabar.
“Nanti saja di kamar aku akan menunjukkannya”
Mata Jalal langsung bersinar bahagia. Dia berpikir pasti kejutannya akan sangat menyenangkan.
“Aduuh” Jalal mengaduh kesakitan pada kepalanya karena dilempar botol air mineral kosong oleh Ryan, “Apaan sih kak! Kenapa aku dilempar”
“Pasti pikiranmu omes kan” Ryan mencibir.
“Yeeyyy… sama istri sendiri gak pa-pa kaleee…”
Semua yg ada disana hanya berdecak heran melihat kakak beradik ini kalau sudah adu mulut. Gak akan ada habisnya.
Jalal dan Jodha kini berada dikamar setelah tadi berpamitan pada semuanya. Jalal sudah tidak sabar melepas rindunya pada Jodh dadn juga ingin tau tentang kejutan yg akan diberikan Jodha. Setelah Jalal menutup dan mengunci pintu,dia memeluk Jodha dari belakang. Jalal menyerukkan kepalanya di leher Jodha. Mengendus wangi tubuh Jodha yg begitu dia rindukan 3 hari ini.
“Jalal…”
“Hmmm…”
“Mandilah dulu,aku akan menyiapkan minuman hangat untukmu. Kamu pasti capek kan”
“Aku gak mau mandi. Aku ingin hadiahku sekarang” Jalal merajuk.
“Ck… jangan manja gitu sayang. Kalau kamu gak mau mandi,hadiahmu tak akan kuberikan” Jodha melepaskan tangan Jalal yg melingkari perutnya lalu berbaik menghadap Jalal.
“Ok… baiklah. Aku akan mandi tapi satu ciuman dulu buat nambah energi”
Jodha memicingkan matanya curiga. Pasti suaminya ini modus. Karena bukan hanya ciuman saja,akan lebih dari itu.
Cup…..
Jodha mengecup singkat bibir Jalal. Jalal yg sudah bersiap mendesah kecewa “Kok cuma gitu aja yang”
“Aku sudah tau modusmu,buruan mandi atau gak jadi nih hadiahnya”
“Hmmm… “ Akhirnya Jalal pasrah dan berjalan gontai ke kamar mandi. Jodha terkekeh melihat tingkah suaminya.
“Aku yg hamil,kenapa dia yg manja” Jodha mengelus perutnya, “Kita lihat nanti gimana reaksi papamu sayang”
Jodha menyiapkan minuman hangat selagi Jalal mandi. Setelah Jodha menaruh minuman di meja nakas,dia ganti baju dengan gaun tidurnya lalu duduk disandaran kepala ranjang sambil mengutak-atik Ipadnya.
Tak lama,Jalal keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidur. Dia terlihat segar apalagi dengan rambutnya yg basah.
“Sayang….” Panggil Jalal yg melihat Jodha sibuk dengan gadgetnya hingga tidak tau kalau Jalal sudah selesai mandi.
Jodha mendongak dan tersenyum pada suaminya lalu menaruh Ipadnya di meja nakas. Dia mengaelmbil gelas yg berisi minuman hangat dan membawanya pada Jalal.
“Ini diminum dulu biar segar”
“Apa Ipadmu lebih menarik dibanding diriku sampai kamu gak tau aku sudah selesai mandi” Jalal mengomel sambil minum.
“Hahaha… kau ini. Masa cemburu sama gadget”
Jalal meletakkan gelasnya di meja lalu mulai beraksi lagi dengan modusnya. Jalal memeluk Jodha dari depan dan merapatkan tubuh mereka “Jadi.. Apa hadiahku nyonya Jalal”
Jodha melepaskan tangan Jalal dan menuju ke laci meja nakas untuk mengambil sesuatu. Jalal mengernyitkan dahinya karena Jodha sedari tadi mengabaikannya.
Jodha lalu menyerahkan sebuah benda panjang tipis pada Jalal.
“Apa ini sayang”
“Lihat saja sendiri”
Jalal melihat ada 2 garis warna merah di benda itu. Jalal melebarkan matanya sambil mulutnya menganga “Ini kan…”
“Iya sayang. Harapanmu terkabul. Aku hamil”
“Benarkah sayang”
Jodha menganggukkan kepalanya. Jalal tersenyum lebar lalu dengan cepat Jalal memeluk Jodha,mengangkat tubuhnya lalu memutarnya. Jodha sampai kaget dengan tindakan tiba2 Jalal.p
“Yeeeyyyy… aku akan jadi ayah” Jalal terus memutar-mutar tubuh Jodha.
“Sayang… berhenti. Aku pusing nih”
Jalal menghentikan putarannya dan menurunkan Jodha. Lalu dikecupnya kening Jodha. Jodha menikmati kecupan Jalal di keningnya. Dia ikut bahagia melihat Jalal
“Terima kasih sayang. Kau sudah menyempurnaan hidupku”
“Berterima kasihlah pada yg di atas karena sudah mempercayakan kita menjadi tua” Jodha menangkup wajah Jalal dengan kedua tangannya.
“Terima kasih Ya tuhan” Jalal mengadahkan tangannya lalu mengusapnya ke wajah,“Ini hadiah ulang tahun yg sangat berarti untukku. Terima kasih istriku”
“Kamu gak marah kan aku sudah mengerjaimu?”
“Enggak sayang. Buat apa aku marah. Kamu sudah memberi kebahagiaan padaku” Jalal kembali memeluk Jodha.
“Ayo kita tidur sekarang”
Jalal menuntun Jodha ke ranjang dan membaringkannya. Jalal ikut berbaring disebelahnya dan menarik Jodha dalam pelukannya.
“Jalal”
“hmm”
“Kamu gak menghukumku?”
“Kali ini kamu bebas dari hukuman. Kita tidur saja malam ini”
Jodha tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Jalal “Aku mencintaimu Jalal”
“Aku lebih mencintaimu sayang” ucap Jalal sambil mencium pucuk kepala Jodha.
Mereka berdua mulai memejamkan mata dan tidur saling berpelukan. Terlelap menuju alam mimpi dengan wajah penuh senyuman. Berharap esok hari bisa mereka lalui bersama.
Komentar
Posting Komentar