# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 33
↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖↖↖
Sepasang pengantin baru ini selalu lengket dimanapun. Membuat iri semua orang yg melihatnya. Bagaimana tidak bikin iri bila pagi hari mereka berangkat bersama ke kantor. Siangnya makan siang bersama. Sore hari pulangnya juga bersama. Ckckckck... Jalal benar2 tidak membiarkan Jodha lepas dari pandangannya. Bahkan dimanapun tempatnya Jalal selalu tak lupa dengan modusnya. Membuat Jodha harus mengelus dadanya setiap sifat modus suaminya keluar.
Seperti siang ini. Biasanya mereka makan di restoran tapi kali ini Jodha memasak sendiri untuk bekal makan siang mereka. Menurut Jalal masakan diluar membuatnya bosan dan ingin menyicipi masakan istri tercintanya yg tak kalah enaknya dengan masakan restoran.
Jalal menyuruh Jodha datang keruangannya karena Jalal sedang banyak kerjaan. Jodha naik lift menuju ruangan Jalal. Saat tiba di ruangannya, sekretaris Jalal sudah tidak ada ditempatnya berarti dia sedang istirahat makan siang. Jodha langsung masuk kedalam dan melihat Jalal sedang sibuk dengan berkas-berkasnya hingga tidak mendengar suara Jodha masuk. Meskipun sedang serius, Jalal masih terlihat tampan dan sexy.
Uuhhhh... Jodha menggelengkan kepalanya dengan pikiran liarnya yg tiba2 menghampirinya. Sepertinya dia ketularan virus omes suaminya.
"Sibuk sekali tuan Jalal" Goda Jodha dengan gaya manjanya.
Jalal mendongak melihat Jodha yg membawa tupperware ditangannya. Jalal tersenyum melihat Jodha yg begitu cantik dengan setelan kantor berwarna pink.
"Kemarilah sayang" Jalal berdiri dari duduknya dan menghampiri Jodha.
Jodha menaruh tupperwarenya di meja dekat sofa. Jalal merentangkan tangannya dan bersiap memeluk Jodha. Tapi Jodha menahannya.
"Kenapa sayang?"
"Ck..Kau ini. Tiap hari memelukku masih saja kurang"
"Hahaha...kau tau sendiri kan sayang, aku tidak akan pernah puas bila bersamamu" Jalal akhirnya berhasil memeluk Jodha. Jalal menghirup harum tubuh Jodha seakan seperti oksigen untuk dia bernafas. Jalal menyerukkan kepalanya di leher Jodha.
"Jalal"
"Hm"
"Ayo kita makan. Aku sudah lapar"
"Biarkan sebentar begini sayang. Aku ingin melepas lelahku dengan memelukmu"
Jodha tersenyum mendengar gumaman Jalal. Dia biarkan suaminya melakukan apapun. Tangan Jodha mengelus punggung Jalal naik turun dengan lembut. Hal itu membuat Jalal menggeram.
"Hhh... Kau sedang menggodaku sayang"
Uuuppsss... Jodha langsung menghentikan gerakannya. Sepertinya dia sudah salah membuat singa terbangun. Jalal melepaskan pelukannya lalu menatap Jodha dengan..gairah.
Glek..Jodha menelan ludahnya susah payah. Alarm tanda bahaya mulai berbunyi dikepalanya.
"Kau harus menerima hukuman karena sudah menggodaku. Sekarang aku ingin mengisi bateraiku"
Dengan hasrat yg mencuat, Jalal langsung menyambar bibir Jodha. Melumat, memagut, mengecup bibir ranum Jodha yg sudah menjadi candu buatnya. Dan Jodha hanya bisa pasrah bila Jalal sudah mulai mengeksplor bibirnya. Jalal menggigit bibir bawah Jodha hingga mulut Jodha terbuka. Lalu lidah mereka saling bertaut untuk memperdalam ciuman mereka.
Jalal memeluk pinggang Jodha hingga merapat ketubuhnya dan kedua tangan Jodha melingkar dilehernya. Jodha meremas rambut gondrong Jalal dan Jalal semakin menggeram ditengah ciumannya. Mereka sudah terbuai dalam cumbuan nikmat hingga lupa dengan makan siang mereka. Seandainya makanan bisa bicara, pasti mereka sudah protes dan berdemo untuk segera dimakan.
"Ehem..." Sebuah deheman membuyarkan cumbuan mereka.
"Ck...kalau mau make out cari kamar sana. Di hotel ini kan banyak kamar, jangan disini. Dasar pengantin baru"
Jalal dan Jodha langsung salah tingkah karena ketahuan sedang bercumbu. Mereka berdua langsung merapikan penampilan masing2 yg sudah berantakan. Untung saja pakaian mereka masih lengkap.
"Isshh..Kakak kenapa tidak mengetuk pintu sih" Jalal mencebik kearah Ryan.
"Aku sudah mengetuk pintu tapi sepertinya kalian tidak mendengar karena sedang asyik bercumbu" Ryan menoleh ke Jodha yg wajahnya memerah karena malu. Ryan terkekeh.
"Kakak ada perlu apa sampai kemari sendiri" Jalal mengalihkan pembicaraan.
"Setelah makan siang, aku ingin bicara penting denganmu. Rapat pribadi"
"Hanya itu"
"Iya"
"Kenapa tidak telpon saja"
"Aku mau makan siang direstoran hotel sekalian mengajakmu makan tapi sepertinya aku terlambat. Hahaha" Akhirnya Ryan tidak bisa menahan tawanya. Jalal cemberut ditertawakan oleh Ryan dan Jodha masih tersipu malu.
"Ya sudah silahkan lanjutkan aktivitas kalian. Aku tidak akan menganggu. Bye" Setelah mengucapkan itu, Ryan meninggalkan mereka berdua yg masih melongo melihat sikap innocentnya Ryan.
"Dasar kakak aneh. Ya sudah sayang, ayo kita makan"
Jodha terkekeh mendengar julukan Jalal untuk kakaknya "Dia kan kakakmu. Dari tadi aku sudah menyuruhmu makan tapi kamu malah modus"
Akhirnya mereka makan bersama setelah ada jeda iklan bercumbu dan kedatangan Ryan. Hahaha
"Kau tau sayang, aku rasanya tidak rela kalau kamu harus kerja" Jalal merajuk sambil makan.
"Kenapa memangnya?"
"Aku tidak tahan kalau mata para lelaki melihatmu dengan tatapan memuja. Apa mereka tidak tau kalau kamu itu milikku. Rasanya ingin aku congkel saja mata mereka atau kalau perlu aku beri tanda di tubuhmu 'Milik Jalal' dengan tulisan besar"
Jodha terkekeh sambil memukul lengan Jodha "Kau ini. Emangnya aku barang apa"
"Aku lebih suka kamu dirumah daripada harus kerja karena tidak akan ada yg melirikmu. Aku tidak sabar kamu segera hamil"
Jodha tergelak dengan ucapan Jalal "Jadi kamu ingin mengurungku dirumah gitu!" kini giliran Jodha yg merajuk.
Jalal memegang tangan Jodha "Bukan gitu sayang. Aku hanya cemburu bila ada pria lain yg melirikmu"
Jodha tersenyum sambil membalas pegangan tangan Jalal "Meskipun diluar sana banyak pria yg melirikku, tapi hanya kamu dihatiku Jalal"
"Hmm..kenapa kamu sekarang pintar gombal?"
"Kan ketularan kamu"
"Aku jadi makin cinta deh sama kamu" Jalal mengedipkan matanya dan mulai mendekati Jodha.
"Jalal..kamu mau ngapain?"Jodha mulai gugup dengan tindakan Jalal.
"Melanjutkan yg tadi tertunda gara2 kak Ryan"
"Jalaaallll..." Dan Jodha sudah tidak bisa menghindar lagi dari si Mr.Modus.
ㄟ(≧◇≦)ㄏ
1 bulan kemudian pertunangan Daniyal dan Tania dilangsungkan. Jodha beserta keluarga Jalal dan juga keluarga Ruqaya sudah ada dirumah Bharmal dan bersiap untuk pergi kerumah Tania karena pesta pertunangan digelar disana.
Daniyal terlihat tampan menggunakan baju batik dan celana bahan yg pas ditubuhnya. Sedangkan Tania terlihat cantik menggunakan kebaya. Pertunangan berlangsung lancar, Daniyal dan Tania menyematkan cincin sebagai tanda mereka telah terikat. Setelah acara tukar cincin, para tamu satu persatu mengucapkan selamat pada mereka berdua.
"Selamat ya Dani, semoga kamu segera menyusul kakakmu untuk segera menikah" Jalal mengucapkan selamat pada Daniyal.
"Terima kasih kak" balas Daniyal sambil tersenyum.
"Selamat ya Tania. Kalau adikku nakal, jewer aja telinganya" Jodha mengucapkan selamat ke Tania sambil melirik ke arah Daniyal.
"Terima kasih kak" Tania tersenyum malu sedangkan Daniyal malah cemberut. Jodha dan Jalal terkekeh melihat Daniyal.
Selanjutnya acara makan-makan. Jodha mengambil beberapa makanan prasmanan yg tersedia. Ada nasi putih,nasi goreng,capcay,sop jamur,sate dan masih banyak lainnya. Jodha mengambil semua makanan itu hingga piringnya penuh terisi. Jalal yg melihatnya dari heran. Tumben istrinya makan sebanyak itu.
"Sayang, kamu gak salah nih"
"Kenapa?"
"Tuh..kamu ngambil makanan segitu banyaknya kayak gak makan satu bulan. Padahal tiap hari aku memberimu makan. Porsinya seperti porsi makan tukang bangunan" Jalal menunjuk ke piring Jodha.
"Husss..masa' istri sendiri dibilang kayak tukang bangunan sih" Jodha memukul lengan Jalal.
"Habis aneh banget yang. Wanita cantik sepertimu makannya kok seperti itu"
"Lagi pengen aja masa' gak boleh. Kelihatannya enak banget. Kenapa? Kamu malu kalau aku makan banyak gini" Jodha cemberut.
Jalal yg melihat Jodha cemberut jadi bingung sendiri "Eeehh..enggak kok sayang. Aku gak malu. Suwer terkewer-tewer deh" Jalal menunjukkan jari telunjuk dan jari manisnya. Jodha terkekeh melihat tingkah Jalal.
"Udah gak marah lagi kan. Terserah deh kamu mau makan apa. Nih sambel ama kerupuknya jangan lupa"
"Hehehe...terima kasih suamiku tercinta" Jodha mencubit pipi Jalal.
"Your welome my lovely wife" Jalal bernafas lega karena istrinya tidak ngambek. Bisa berabe kalau sampai si nyonya ngambek. Bakal gak dapat jatah harian. Hahaha
Setelah acara selesai, Jodha dan Jalal beserta keluarganya pulang kembali ke jakarta. Mobil yg ditumpangi Jalal dikemudikan sopir karena Jalal cukup lelah. Jodha menyandarkan kepalanya di bahu Jalal dan Jalal memeluk Jodha dengan sebelah tangannya. Jodha tertidur karena lelah atau mungkin kekenyangan makan tadi. Melihat Jodha yg tertidur pulas, Jalal jadi ikut mengantuk dan akhirnya ikut tertidur menyandarkan kepalanya di kursi.
Sampai di jakarta hampir tengah malam. Si sopir membangunkan Jalal. Jalal terbangun dan melihat Jodha yg masih tertidur. Karena tidak ingin mengganggu tidur istrinya, akhirnya Jalal menggendong Jodha ala bridal style.
"Jodha ketiduran Jalal?" tanya Hamidah yg berpapasan dengan Jalal di tangga.
"Iya ma. Kasihan Jodha kelelahan tadi di pesta"
"Ya sudah. Selamat malam Jalal"
"Selamat malam ma"
Jalal sampai dikamar lalu merebahkan Jodha diranjang. Jalal membuka sepatu higheels Jodha lalu pergi ke dapur sebentar untuk mengambil air sebaskom dan handuk kecil. Jalal membersihkan make up di wajah Jodha dengan hati2 agar tidak membangunkannya. Jodha benar2 tertidur pulas hingga tidak merasakan apapun yg dilakukan Jalal. Setelah membersihkan wajah Jodha, Jalal membuka gaun istrinya dan menggantinya dengan pakaian tidur berbahan sutra. Jalal sekuat tenaga menahan hasratnya melihat tubuh polos Jodha. Untuk meredakan hasratnya, Jalal ke kamar mandi lalu mandi dengan air dingin.
Poor Jalal... Xixixi
Komentar
Posting Komentar