Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 19)

# CINTA ATAU BALAS BUDI #

Part 19

♡+:。.。❣LロVЁ❣。.。:+♡(ಡωಡ)(˘•ω•˘)

Suasana timur tengah langsung terasa ketika memasuki restoran, yang disambut dengan lounge penuh dengan  pernak-pernik dan furniture khas timur tengah.  Layaknya di sebuah galeri benda seni, hampir 100 persen barang yang ada di ruangan tersebut diimpor dari Maroko.

"Selamat siang pak Jalal, Nona.." Seorang pelayan menyapa mereka berdua.

"Selamat siang. Saya pesan tempat  biasanya"

“Baik pak. Silahkan ikuti saya”

Pelayan itu menunjukkan ruangan VIP yaitu ruangan private yg biasa dipesan Jalal yg berada di lantai tiga. Ruang VIP itu berkonsep lesehan dengan sofa-sofa rendah khas Arab dan permadani yang terhampar memenuhi lantai. Jodha dan Jalal duduk berseberangan. Si pelayan memberikan buku menu pada mereka berdua.

"Aku pesan Mansaf dan Orange juice" ucap Jalal pada pelayan dan si pelayan mencatatnya.

( Mansaf adalah makanan khas Yordania yaitu nasi dengan topping daging kambing. Yang membuatnya berbeda, ada kuah yoghurt yang asam dan segar sebagai pelengkap makanan nya)

"Kalau anda nona, pesan apa?"

Jodha terlihat membolak-balik buku menu dan akhirnya menemukan apa yg dia inginkan "Aku pesan Nasi kebuli dan milshake"

Si pelayan mencatat kembali "Baik. Makanan akan segera diantar. Permisi" Si pelayan menundukkan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan mereka.

Jodha memulai pembicaraan "Apa yg ingin kaubicarakan denganku?" Tanya Jodha to the point.

“Kenapa kau tidak ingin hubungan kita diketahui orang kantor?”

“Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mau dibully para wanita pemuja di kantormu dan disebut sebagai wanita matre tukang rayu bosnya sendiri”

“Kau itu terlalu berlebihan Jodha. Siapa yg akan membullymu dan jika memang ada yg melakukan itu maka mereka akan berurusan denganku” Jodha melihat kesungguhan dimata Jalal waktu mengucapkan kalimat yg terakhir.

“Dan juga kau jangan terlalu perdulikan omongan orang lain. Mereka tidak tau tentang kehidupan kita. Yg penting kita tidak pernah melakukan kejahatan,untuk apa kita takut”

Jodha mendengus “Tentu saja kau tidak takut karena kau sendiri pernah menyembunyikan kejahatan”

“Kau…” Jalal tidak melanjutkan ucapannya karena ada pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Jalal hanya menggeram pelan. Dia tidak habis pikir kenapa Jodha mengungkit lagi masalah itu. Gadis ini selau saja memancing emosinya. Beruntung ada pelayan datang,kalau tidak,Jalal pasti akan meluapkan kemarahannya.

“Selama menikmati” ujar si pelayan sopan dan dibalas anggukan oleh mereka berdua. Setelah si pelayan pergi,mereka mulai makan siangnya.

“Setelah menikah,kau ingin bulan madu kemana?” Jalal bertanya disela-sela makannya.

“Aku tidak ingin berbulan madu kemanapun. Toh buat apa bulan madu kalau tidak melakukan apa2. Lebih baik bekerja saja”

Jalal mengernyitkan dahinya “Apa kau berharap kita melakukan apa2 Jodha” Jalal tersenyum menyeringai.

Jodha menatap tajam “Never. In your dream”

Sekali lagi Jalal merasa marahnya mulai kembali “Lalu apa yg akan kaukatakan pada mama bila bertanya mengapa kita tidak berbulan madu” Jalal tidak menyerah,mungkin menggunakan tameng mamanya bisa membuat Jodha sedikit melunak.

“Tentu saja aku akan bilang kalau bulan madu bisa dilakukan kapanpun tanpa harus setelah menikah. Dan aku akan beralasan kalau pekerjaan di kantor masih banyak apalagi menjelang akhir tahun”

“Jadi masih ada kemungkinan untuk kita berbulan madu” pancing Jalal ingin melihat reaksi Jodha.

Jodha langsung menghempaskan sendok yg dia pegang “Bisakah kita tidak usah membicarakan hal yg tidak perlu. Aku bosan dengan apa yg terus kaukatakan”

“Kaubilang hal yg tidak perlu!” Nada bicara Jalal mulai meninggi. Rupanya dia ikut tersulut emosi, “Apapun yg aku lakukan seperti selalu salah dimatamu. Apa kau anggap dirimu selalu benar nona Jodha! Kau anggap siapa dirimu. Jangan mentang2 mamaku percaya padamu lalu kau merasa diatas angin”

“Aku juga tidak menginginkan mamamu percaya padaku. Kalau bukan karena rasa balas budi,aku juga tidak mau menikah denganmu!” Dengan perasaan kesal Jodha mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Jalal tanpa memperdulikan makanan yg masih tersisa setengah itu. Nafsu makannya hilang sudah karena ucapan Jalal yg mengungkit-ngungkit kebaikan Hamidah padanya. Matanya memanas tanda air mata akan segera meluncur di mata indahnya.

“Shit!!! Jodha…” Jalal ikut berdiri dan mengejar Jodha setelah sebelumnya mengatakan pada pelayan untuk mencatat tagihan makanannya pada rekeningnya.

Jodha terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Jalal padanya. Jalal terus memanggilnya hingga membuat para pengunjung restoran melihat mereka dengan pandangan bertanya-tanya. Jodha melihat sebuah taksi melintas didepannya lalu mencegatnya. Setelah Jodha masuk kedalam taksi,dia mengatakan pada supir taksi untuk menuju ke kantor IRFANDI COMP.

Jalal yg terlambat mengejar Jodha hanya bisa mengumpat “Double shit!!” Jalal mengusap wajahnya frustasi, “AAarrgghhhhtttt!!!! Kenapa bila didekatnya aku selalu tidak bisa mengendalikan emosiku” Dengan langkah gontai Jalal berjalan ke mobilnya dan meluncur menuju kantornya.

������

Semenjak kejadian di restoran itu,Jodha dan Jalal mulai menjaga jarak. Karena bila mereka bertemu pasti yg ada hanya pertengkaran. Sebisa mungkin mereka kurangi.waktu untuk bertemu. Hal ini semakin dikuatkan dengan kesibukan mereka mengurus pesta ultah perusahaan hingga sementara waktu urusan pernikahan diambil alih oleh Hamidah. Hamidah bukan tak tau tentang persoalan mereka. Hamidah hanya ingin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Persiapan pesta ultah perusahaan sudah rampung 90%. Sisanya dipastikan selesai malam ini karena acara  berlangsung besok sore. Acara pesta diselenggarakan di Azza hotel tepatnya di luar gedung hotel yaitu di taman samping hotel Azza. Konsep outdoor yg direkomendasikan oleh Jalal sendiri terlihat begitu sempurna karena sang pemilik hotel yaitu Tuan Azzahidi begitu briliian membangun hotel ini.

Saat Jalal berdiskusi dengan Atghah,dari kejauhan dia melihat Jodha yg sedang sibuk mengawasi pegawai di bagian sound system dibantu Rahma dan Moti. Meskipun Jodha memakai baju santai yaitu blouse dan rok selulut namun dimata Jalal gadis itu selalu terlihat cantik. Saking sibuknya melihat Jodha,Atghah yg memanggilnya tak dihiraukan.

“Pak Jalal…”

Jalal masih belum sadar kalau  dia dipanggil.

“Pak…pak Jalal” Karena Jalal tidak segera menyahut,akhirnya Atghah menepuk bahunya.

“Eh… iya pak Atghah,ada apa?”Jalal terkesiap kaget.

“Apa ada yg pak Jalal pikirkan hingga tidak mendengar panggilan saya”

“Maaf.. Saya hanya sedang memikirkan acara ini. Semoga semuanya berjalan lancar” Jalal mencoba mengelak.

Atghah tersenyum “Anda tenang saja pak Jalal. Semuanya pasti berjalan lancar” Jalal mengangukkan kepalanya sambil tersenyum. Untung saja Atghah tidak memergokinya sedang menatap Jodha. Kalau tidak dia akan sangat malu ketahuan melamun.

������

Hari itupun tiba dimana pesta ulang tahun perusahaan IRFANDI COMP digelar. Taman hotel yg telah disulap dengan konsep outdoor begitu membuat para karyawan antusias dengan acara ini. Dekorasi bernuansa alami semakin menyejukkan mata setiap orang yg memandangnya. Pesta tahun ini memang terlihat berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya. Para karyawan mulai berdatangan. Bukan hanya divisi jawa barat yg datang,tetapi dari divisi kota lain juga datang. Para karyawan juga membawa keluarga mereka karena pesta ini bukan hanya diperuntukkan untuk karyawan saja tapi keluarga merek juga bisa ikut merayakannya.

Jalal datang bersama Hamidah dan juga Sehnaz. Dia terlihat tampan menggunakan  kemeja warna merah dan setelan jas berwarna grey. Sedangkan Jodha datang bersama Shivani dan juga Romi karena Jalal yg menyuruh Romi menjemput mereka berdua. Jodha terlihat cantik memakai gaun panjang semata kaki tanpa lengan berwarna biru muda yg ditutup dengan blazer berwarna peach.

Jalal yg belum pernah melihat Jodha memakai gaun pesta begitu terpesona. Gaun itu adalah gaun pemberian Hamidah yg beberapa hari lalu dia beli di butik langganannya. Hamidah tersenyum melihat Jalal yg terpana. Hingga Hamidah iseng menggodanya.

“Jodha cantik kan Jalal?”

“Iya Ma” jawab Jalal tanpa sadar. Hamidah dan Sehnaz terkekeh mendengar kekaguman Jalal. Jalal lalu tersadar setelah mendengar kekehan dari ibu dan adiknya itu.

“Ehm... Kenapa kalian tertawa” Jalal kembali berkata dengan datar untuk menutupi rasa malunya.

“Kakak terpesona kan?” goda sehnaz.

“Tidak… biasa saja”

Hahahaha…

Hamidah dan Sehnaz malah terbahak mendengar ucapan Jalal yg tidak sesuai dengan perilakunya. Jodha dan Shivani menghampiri mereka bertiga untuk menyapa.

“Selamat malam Ma”

“Malam sayang. Kamu cantik sekali malam ini. Ternyata mama tidak salah memilihkan gaun untukmu. Begitu pas”

“Terima kasih ma atas gaunnya. Ini indah sekali”

“Sama2 sayang”

“Oh iya kak Jodha,kak Jalal tadi juga bilang kalau kakak terlihat cantik sekali” ucap Sehnaz sambil melirik ke Jalal. Jalal melotot ke arah Sehnaz. Hamidah dan shivani tersenyum penuh arti.

Sedangkan jangan ditanya lagi dengan wajah Jodha. Wajahnya merona merah meskipun coba dia tutupi tapi tetap saja terlihat karena wajahnya yg putih. Jalal sempat melihat rona merah itu dan dia menyunggingkan senyum sedikit agar tidak ada yg melihatnya.

“Aku permisi dulu untuk menyapa para tamu” Jalal berpamitan pergi dengan alasan menyapa tamu. Padahal dia hanya ingin menutupi rasa gugupnya di depan Jodha. Dia bersikap cool dan cuek yg justru terlihat sekali seperti remaja yg sedang jatuh cinta. Bahkan sedari tadi jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang.

Setelah semua karyawan berkumpul,acara pun segera dimulai. Sang MC mulai membawakan acaranya. Pertama acara sambutan dari sang direktur utama yaitu Jalal. Jalal maju keatas panggung dan memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya dia mengucapkan terima kasih pada seluruh karyawan dan juga mengenai perkembangan perusahaan yg maju pesat.

Setelah sambutan,saatnya pemotongan kue. Sebuah kue raksasa bertingkat tiga yg bertuliskan ‘HAPPY ANNIVERSARY IRFANDI COMP’ dihadirkan ditengah-tengah panggung. Jalal memanggil mamanya ke atas panggung untuk bersama-sama memotong kue. Seluruh karyawan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan Jalal bersama Hamidah memotong kue. Jalal lalu menyuapkan potongan kue pertama pada mamanya dan dibalas Hamidah menyuapkan potongan itu juga pada Jalal.

Acara selanjutnya yaitu pemberian penghargaan kepada karyawan teladan atau disebut Employee of the years. Penghargaan diberikan kepada lima orang karyawan yg selama setahun ini menunjukkan loyalitas dan kinerja yg baik pada perusahaan.

Setelah acara penyerahan penghargaan,acara yg paling ditunggu-tunggu yaitu acara Doorprize. Semua karyawan sudah diberi tiket doorprize saat mereka datang. Si MC mulai mulai membacakan nomer yg keluar. Hadiah yg disediakan yaitu Magic com,setrika,mesin cuci,kompor gas,TV LCD dan hadiah utama yaitu 2 unit sepeda motor.

Karyawan yg mendapat hadiah begitu gembira sedangkan yg tidak mendapat harus menelan kekecewaannya dan berharap semoga tahun depan bisa mendapatkannya. Diantara sekian karyawan yg mendapat hadiah,Jodha ada diantara salah satunya. Dia mendapatkan TV LCD 21”.

Acara doorprize pun berakhir. Kini berganti dengan acara hiburan yaitu menampilkan sebuah band. Dan para karyawan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yg tersedia. Begitu band telah menampilkan 2 buah lagu,sang MC mengumumkan sesuatu.

“Perhatian untuk para ibu2 dan bapak2. Saya minta waktunya sebentar. Tapi kalau anda masih ingin makan tidak apa-apa sambil mendengarkan,asal jangan sampai tersedak” ucapan sang MC sontak membuat semua orang tertawa. MC kembali melanjutkan, “Ada hal penting yg ingin diumumkan oleh direktur kita yaitu pak Jalal. Untuk pak Jalal,waktu dan tempat saya persilahkan”

Begitu nama Jalal disebut. Dia langsung maju ke atas panggung “Terima kasih atas perhatian anda semua. Hari ini saya akan mengumumkan sesuatu hal yg sangat penting” Semua orang penasaran dengan apa yg akan dikatakan Jalal. Termasuk Jodha.

“Dua bulan lagi saya akan segera menikah dan saya harap kalian semua hadir dipernikahan saya”

Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat. Suasana yg tadinya hening kini ramai dengan gemuruh suara para karyawan.

“Siapa calon istri pak Jalal? Perkenalkan pada kami pak” Salah seorang karyawan pria berteriak. Semua orang ikut mengiyakan ucapan pria tadi.

“Kalian saya harapkan tenang” Suasana kembali hening, “Saya akan kenalkan kalian pada calon istri saya. Kalian yg berada divisi 1&2 sudah pasti mengenalnya”

Semua orang saling berbisik,mereka penasaran siapakah wanita yg telah berhasil mencuri hati boss mereka yg terkenal dingin pada wanita yg mendekatinya. Para karyawan wanita yg masih single merasa was-was dengan calon istri boss mereka. Hamidah,Sehnaz dan Shivani hanya tersenyum melihat rasa penasaran semua orang.

“Calon istri saya adalah….”


*************

Bersambung dulu ya….hehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...