Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 19)

# CINTA ATAU BALAS BUDI # Part 19 ♡+:。.。❣L๏พ›Vะ❣。.。:+♡(เฒกฯ‰เฒก)(˘•ฯ‰•˘) Suasana timur tengah langsung terasa ketika memasuki restoran, yang disambut dengan lounge penuh dengan  pernak-pernik dan furniture khas timur tengah.  Layaknya di sebuah galeri benda seni, hampir 100 persen barang yang ada di ruangan tersebut diimpor dari Maroko. "Selamat siang pak Jalal, Nona.." Seorang pelayan menyapa mereka berdua. "Selamat siang. Saya pesan tempat  biasanya" “Baik pak. Silahkan ikuti saya” Pelayan itu menunjukkan ruangan VIP yaitu ruangan private yg biasa dipesan Jalal yg berada di lantai tiga. Ruang VIP itu berkonsep lesehan dengan sofa-sofa rendah khas Arab dan permadani yang terhampar memenuhi lantai. Jodha dan Jalal duduk berseberangan. Si pelayan memberikan buku menu pada mereka berdua. "Aku pesan Mansaf dan Orange juice" ucap Jalal pada pelayan dan si pelayan mencatatnya. ( Mansaf adalah makanan khas Yordania yaitu nasi dengan topping daging kambing. Yang...

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 35

Haaaiiii…. Mr.Modus datang. Maaf ya kalau kelamaan ngepostnya. Part ini banyak adegan percakapannya. Semoga gak boring. Udah ah… gak usah banyak ngomong… Cussss….. HAPPY READING ® JANGAN TAKUT JATUH CINTA ® PART 35 o(*//*)q(⊙v⊙)=@~@=〒▽〒(┬_┬)ฯ€__(เฒกฯ‰เฒก)(เน‘˙ใƒผ˙เน‘) "SURPRISE.... " Jalal terkejut saat semua orang berkumpul dengan tiba2. "SELAMAT ULANG TAHUN" Jodha menghampiri Jalal sambil membawa kue ulang tahun ditangannya. Jalal bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dia tidak menyangka bahwa keluarganya mengingat dan merayakannya. Kemarahan yg tadi sudah diubun-ubun akhirnya hilang entah kemana. "Make a wish dan tiup lilinya sayang" Jalal yg masih sedikit melamun tersadar dan langsung memejamkan matanya. Dalam doanya dia berharap agar keluarganya selalu bahagia serta kehidupan rumah tangganya segera diberikan momongan. Setelah mengucapkan doanya,Jalal membuka matanya lalu meniup lilinnya. Semua bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 18)

๐Ÿ’— CINTA? ATAU BALAS BUDI? ๐Ÿ’— Part 18 ♡+:。.。❣L๏พ›Vะ❣。.。:+♡(เฒกฯ‰เฒก)(˘•ฯ‰•˘) Jodha saat ini berada di rumah Jalal. Dia sedang membantu Hamidah untuk mempersiapkan pesta pernikahannya. "Siapa saja keluargamu yg akan kamu undang Jo?" "Tidak banyak ma. Keluarga dari ayahku menyebar Ma. Ada yg di Surabaya, banjarmasin, pontianak dan Bali. Sedangkan ibuku anak tunggal, tidak ada keluarganya yg berada disini" "Wah.. Jauh2 semua ya keluarga dari ayahmu. Oh iya Jodha,ini coba kamu pilih dekorasi mana yg bagus menurut seleramu" Hamidah menunjukkan brosur beberapa dekorasi pernikahan. "Kalau aku terserah mama saja" "Jangan begitu sayang. Kamu kan yg menikah. Biar mama tau seleramu bagaimana" Akhirnya jodha melihat-lihat brosur yg ditunjukkan Hamidah. "Jodha, mama harap kamu bisa bersabar menghadapi Jalal ya. Dari luar dia memanh terlihat dingin dan kaku tapi ...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART17)

๐Ÿ’— CINTA? ATAU BALAS BUDI? ๐Ÿ’— Part 17 ♡+:。.。❣L๏พ›Vะ❣。.。:+♡(เฒกฯ‰เฒก)(˘•ฯ‰•˘) "Bagaimana keadaan tante?" "Mama masih belum sadar setelah tadi diperiksa. Pagi setelah sarapan mama jatuh dari tangga karena merasa kepalanya pusing. Kata dokter tekanan darah tingginya naik" Sehnaz menangis sambil memeluk Jodha. "Sstt.. Sudah jangan menangis. Doakan saja semoga tante Hamidah baik-baik saja. Apa Jalal sudah kamu beritahu" "Sudah kak. Dia dalam perjalanan kesini" Tak berapa lama Shivani juga datang bersama dengan Romi. Kini mereka berempat masih menunggu Hamidah sadar. Sedangkan di lain tempat, Jalal langsung membatalkan meetingnya begitu mendengar mamanya sakit. Dia sekarang berada di bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju bandara SOETA. Jalal merasa semakin marah dan panik saat penerbangannya harus delay. Dia terus berdoa agar mamanya baik-baik saja. *...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 16)

๐Ÿ’ˆ CINTA? ATAU BALAS BUDI? ๐Ÿ’ˆ Part 16 ●︿●,ิพ︿ิพ,(เน‘รณ﹏รฒเน‘),ิพ︿ิพ, "Kak Jodha,maafkan aku..hikss" Sehnaz menangis sesenggukan di pelukan Jodha. "Sstt..jangan menangis Sehnaz. Kakak sudah memaafkanmu" Sehnaz mendongak dan memgusap air matanya "Benarkah kak?" "Iya. Sekarang kamu makan ya" Jodha mengambil bubur yg ada di meja makan lalu mulai menyuapkannya ke Sehnaz. "Kamu manja banget sama Jodha. Giliran mama dan kakakmu yg menyuruh makan, kamu gak mau" Hamidah menyindir Sehnaz tapi dia juga bahagia melihat keakraban Jodha dan Sehnaz. Sehnaz hanya nyengir pada mamanya. Jalal yg melihat mereka berdua ikut terharu. Dia tidak menyangka kalau Sehnaz begitu menyayangi Jodha. Kalau seandainya Jalal yg sakit, apa mungkin Jodha akan begitu perduli padanya, "Huh..kenapa aku jadi mikir gitu sih" Batin Jalal. "Shivani.. Duduk sini" Sehnaz menyuruh Shivani duduk didekatnya. Shivani mende...

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 33

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA # Part 33 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖↖↖ Sepasang pengantin baru ini selalu lengket dimanapun. Membuat iri semua orang yg melihatnya. Bagaimana tidak bikin iri bila pagi hari mereka berangkat bersama ke kantor. Siangnya makan siang bersama. Sore hari pulangnya juga bersama. Ckckckck... Jalal benar2 tidak membiarkan Jodha lepas dari pandangannya. Bahkan dimanapun tempatnya Jalal selalu tak lupa dengan modusnya. Membuat Jodha harus mengelus dadanya setiap sifat modus suaminya keluar. Seperti siang ini. Biasanya mereka makan di restoran tapi kali ini Jodha memasak sendiri untuk bekal makan siang mereka. Menurut Jalal masakan diluar membuatnya bosan dan ingin menyicipi masakan istri tercintanya yg tak kalah enaknya dengan masakan restoran. Jalal menyuruh Jodha datang keruangannya karena Jalal sedang banyak kerjaan. Jodha naik lift menuju ruangan Jalal. Saat tiba di ruanga...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 15)

๐Ÿ”ฐCINTA? ATAU BALAS BUDI?๐Ÿ”ฐ Part 15 (เน‘>؂<เน‘)⁽˙³˙⁾◟(เน‘•́ ₃ •̀เน‘)◞⁽˙³˙⁾ "Saya tidak mau mempunyai hutang budi pada anda. Karena itulah saya akan mengganti semua yg sudah anda keluarkan untuk adik saya" Braaakk... Jalal menggebrak meja membuat Jodha menjengit kaget. Jodha benar2 telah membuat Jalal naik darah. "Apa kaupikir aku menolong Shivani untuk meminta balasan! Aku melakukan itu karena karena tanggung jawab dan juga menebus kesalahan. Kenapa pikiranmu bisa sedangkal itu Jodha!" Jodha yg masih Shock dengan bentakan Jalal ikut tersulut emosi "Lalu apa maksudmu dengan membeli rumahku dari pihak bank?" Jodha sudah tidak mengucapkan kata 'anda' lagi. Jodha ikut emosi. Kini giliran Jalal yg kaget. Jodha tersenyum mengejek "Kamu kaget bagaimana aku bisa tau kan? Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai, pasti akan tercium ...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 14)

๐Ÿ”ฐCINTA? ATAU BALAS BUDI?๐Ÿ”ฐ Part 14 ๐Ÿ’ฟ๐Ÿ“€๐Ÿ“ท๐ŸŽฅ๐Ÿ’ป๐Ÿ“ฑ๐Ÿ“ ☎๐Ÿ’ฝ๐Ÿ“ผ๐Ÿ”Š๐Ÿ“ข Romi mengemudikan mobilnya dengan arahan menuju kerumah Febby,temannya. Romi hanya bisa menuruti keinginan Jodha agar gadis itu tidak berbuat nekat. Romi tidak menyangka sisi lain seorang Jodha yg begitu menegangkan. Romi melihat ke Shivani yg duduk dibelakang melalui kaca spionnya. Shivani memberi kode melalui matanya agar memaafkan perbuatan kakaknya. Romi mengerti dengan menganggukkan kepalanya. Begitu sampai didepan rumah Febby,Jodha dan Shivani turun lalu membuka garasi. Mengeluarkan koper dan tasnya dibantu Romi. Jodha mengetuk pintu rumah Febby dan Febby sendiri yg membukanya. "Jodha.." Febby kaget dengan kedatangan Jodha malam2 begini bersama Shivani dan membawa tas besar. "Maaf Feb, kalau malam2 begini aku datang kerumahmu. Tolo...