# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 32
⚾
Muskurane ki wajah tum ho..
Kau adalah alasanku untuk tersenyum
Gungunane ki wajah tum ho..
Kau adalah alasanku untuk bersenandung
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na..
Aku tidak bisa hidup jika tanpa dirimu
O re piya re..
Kekasihku
O re lamhe tu kahin mat ja..
Oh sang waktu janganlah kau pergi kemanapun
Ho sake to umr bhar tham ja..
Bila perlu tinggalah disini untuk selamanya
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na..
Karena aku tidak bisa hidup bila tanpa dirimu
O re piya re..
Kekasihku
Dhoop aaye to chhaanv tum laana..
Bila datang sinar mentari kau akan mendapatkan tempat yang teduh
Khwaahishon ki barishon mein..
Dalam hujan keinginan
Bheeg sang jaana..
Kita akan basah bersama
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na..
Karena aku tidak bisa hidup bila tanpa dirimu
O re piya re..
Kekasihku
Jo mile usmein kaat lenge hum..
Rintangan yang datang apapun kita hadapi bersama
Thodi khushiyaan,thode aansoo..
Sedikit kebahagian dan sedikit air mata
Baant lenge hum..
Kita bagi bersama
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na..
Karena aku tidak bisa hidup bila tanpa dirimu
O re piya re..
Kekasihku
Jodha & Jalal berdansa menikmati alunan lagu yg dinyanyikan sang vokalis. Mereka saling menatap penuh cinta seakan dunia ini hanya milik mereka berdua dan yg lainnya hanya ngontrak (termasuk authornya. Hehe..)
"Kau suka sekali membuat kejutan"
"Untukmu akan kulakukan apapun sayang"
"Kenapa kau begitu mencintaiku Jalal"
"Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata2 sayang. Yang aku tau aku merasa bahagia bila bersamamu dan tak bisa hidup bila kau tidak disisiku"
"Jangan bohong" Jodha merajuk.
"Aku serius sayang. Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan di sinar mataku"
Jodha melihat kedalam mata Jalal dan memang benar ada sinar ketulusan dan cinta disana.
"Apa kau masih meragukanku"
"Tidak. Aku hanya merasa terharu karena begitu dicintai olehmu"
Jalal tersenyum dan mulai mendekatkan wajahnya ke Jodha. Saat jarak mereka tinggal beberapa centi saja Jodha berkata "Stop!"
Jalal menghentikan tindakannya "Kenapa sayang"
"Jangan disini. Banyak orang yg melihat kita" Jodha mengarahkan dagunya kearah para tamu yg melihat mereka berdansa.
Jalal ikut memandang dan terkekeh "Maaf sayang. Aku selalu lupa diri bila ada didekatmu. Kita lanjutkan nanti dikamar" Jalal mengedipkan matanya. Jodha mencubit lengan Jalal dan Jalal sedikit meringis sambil tersenyum jahil.
Setelah acara makan malam dan dansa romantis,mereka kembali kekamar. Jodha sedang ada di balkon kamar untuk menikmati keindahan alam pulau Misool terakhir kalinya karena besok mereka akan kembali ke Jakarta. Jalal yg baru keluar dari kamar mandi,melihat Jodha yg berdiri di balkon. Jalal menghampiri Jodha lalu memeluknya dari belakang. Jodha sedikit terkejut.
"Kamu ngapain disini. Apa gak kedinginan" Jalal meletakkan dagunya di bahu Jodha.
"Aku hanya ingin memandang keindahan pulau ini untuk terakhir kalinya. Aku pasti akan kangen ingin balik lagi kesini"
"Kapan2 aku akan mengajakmu kesini lagi. Ehm..Sayang, aku ingin tanya sesuatu padamu?"
"Tanya apa?"
"Kau ingin punya anak berapa?"
Jodha mengernyitkan dahinya "Kenapa tanya begitu? kau ingin segera punya anak"
"Aku ingin punya anak sebanyak-banyaknya karena aku hanya dua bersaudara. Aku ingin bila sudah tua nanti aku bayangkan anak2 dan cucu2 kita nanti bila berkumpul pasti akan ramai dan kita tak akan kesepian di hari tua kita"
Jodha spechless dengan impian yg diucapkan Jalal. Dia tidak menyangka Jalal begitu jauh membayangkan masa depan mereka dengan memiliki banyak anak. Suami modusnya ini selalu membuat kejutan tak terduga. Jodha selalu berdoa semoga apapun impian Jalal akan terkabul.
"Semoga impianmu menjadi kenyataan sayang"
"Dan hanya kau yg bisa mewujudkannya nyonya Jalal" Jalal tersenyum jahil.
Jodha tau pasti maksud Jalal yg selalu ujungnya pasti modus. Jalal membawa Jodha kedalam kamar dan mewujudkan impian mereka.
Keesokan harinya di hari terakhir mereka bulan madu, Jalal dan Jodha berbelanja suvenir untuk oleh2 keluarga mereka. Mereka membeli suvenir dan makanan khas pulau Misool. Tak terasa bulan madu mereka berakhir dan kembali kerutinitas mereka.
Setelah puas berbelanja,mereka mulai mengepaki barang2. Mereka check out dari kamar dan menuju ke bandara Domine Eduard. Setelah menempuh perjalanan 2 jam akhirnya mereka tiba dibandara SOETA. Di bandara telah menunggu sopir yg menjemput mereka.
✈✈✈
Jodha dan Jalal tiba dirumah yg langsung disambut oleh Hamida,Aisha dan Shia.
"Kami pulang.." Teriak Jalal. Jalal dan Jodha langsung berhambur ke pelukan Hamida.
"Aah..kalian sudah pulang. Wajah kalian bahagia sekali"
"Iya dong ma. Namanya juga bulan madu" jawab Jalal.
"Jalal gak nakal kan Jodha?" goda hamida.
"Kalau enggak nakal bukan Jalal dong ma" Jawab Jodha sambil tersenyum mengejek ke Jalal yg dibalas Jalal dengan mendengus.
Jodha lalu gantian memeluk Aisha "Gimana Raja Ampat, bagus gak? "
"Bagus banget kak. Aku jadi ingin kesana lagi"
Shia langsung minta gendong ke Jalal "Uncle bawa oleh2 gak buat Shia?"
"OOhh..tentu saja uncle bawa dong buat princess Shia yg cantik. Ini" Jalal menyodorkan bingkisan ke Shia.
"Kok bukan adik yg dibawa. Aku kan minta oleh2 adik" Semua tertawa mendengar ucapan polos Shia.
"Adiknya belum ada sayang. Adiknya Shia aja belum keluar apalagi dedeknya aunty Jodha. Uncle ngasih oleh2 ini dulu ya" Jalal mengelus kepala Shia dan Shia mengangguk.
"Ini ma,ada oleh2 buat mama dan kak Aisha" Jodha menyerahkan paper bag ke Hamida dan Aisha.
"Terima kasih sayang"
"Kak Ryan dan papa mana ma?"
"Mereka kerja jadi gak bisa menyambut kalian. Sebaiknya kalian istirahat dulu. Nanti makan malam bersama"
"Baik ma,Kak Aisha, kami kekamar dulu" Hamida & Aisha mengangguk. Jalal dan Jodha menuju kekamar mereka.
Saat makan malam semua keluarga berkumpul.
"Kalian kapan mulai kerja?" tanya Humayun.
"3 hari lagi pa karena besok Jodha mau ke bandung menyerahkan oleh2 ke orangtua Jodha"
"Kalian gak capek, baru juga datang?"
"Besok kami kesana sore pa. Sebelum ke bandung kami ke rumah paman Atghah dulu" Humayun mengangguk.
"Lagian aku dan Jodha juga gak bisa lama2 cuti. Nanti bosnya Jodha bisa marah2 karena memberi dispensasi ke adik iparnya" Jalal melirik ke Ryan.
Ryan yg merasa disindir langsung berdecak "Ck.. tenang saja. Bosnya Jodha gak akan pilih kasih meskipun adik iparnya adalah karyawannya"
Semua tertawa dengan ucapan Ryan. Jodha tidak marah pada Ryan karena ucapannya karena dia tau kalau Ryan hanya bercanda.
"Ya meskipun begitu tapi jangan kejam loh sama istriku. Nanti aku bakalan protes" bantah Jalal.
"Emm.. Mulai nih jadi suami protektif. Kamu tanya sendiri sama Jodha emang aku pernah apa kejam sama dia" balas Ryan.
"Sudah..sudah. Kalian ini kalau udah ketemu berantem mulu. Apa gak malu sama usia. Lagi makan aja ribut banget" Sela Hamidah.
Jalal & Ryan langsung diam kalau Hamidah mulai menghardik mereka. Jodha & Aisha hanya terkekeh melihat suami mereka yg diam begitu Hamida angkat bicara. Hahaha
Sesuai janji mereka,esok harinya mereka berdua kerumah Ruqaya. Kebetulan sekali mereka semua sedang berkumpul dirumah. Setelah memberikan oleh2 dan berbincang2,sorenya Jalal & Jodha berangkat ke bandung. Mereka sampai di Bandung sekitar jam 7 malam. Meena & Bharmal senang sekali melihat kedatangan mereka. Jodha memeluk mereka berdua.
"Kalian sudah pulang bulan madu?" Tanya Meena.
"Sudah ma. Bagaimana kabar kalian?" ucap Jodha.
"Kami sehat. Ayo masuk,ada Daniyal di dalam" balas Bharmal.
"Ini ma,pa, oleh2 dari kami" Jalal menyerahkan oleh2nya pada Meena.
"Terima kasih ya. Kalian repot2 bawa oleh2 segala" Meena menerimanya.
Mereka berempat masuk kedalam. Jodha kaget karena melihat Daniyal bersama seorang gadis. Daniyal yg melihat Jodha & Jalal langsung menghampiri mereka.
"Wah.. Selamat datang pengantin baru" Daniyal memeluk Jodha & Jalal bergantian, "Gimana nih, sukses kan buat ponakan buat aku?"
"Daniii.." Meena menatap tajam kearah Daniyal namun Daniyal hanya cengar-cengir. Jodha & Jalal tersenyum.
"Itu siapa Dan?" Jodha melihat kearah gadis dibelakang Daniyal.
"Oh iya kak,kenalin ini pacar aku Tania dan Tania ini kakakku Jodha dan kakak iparku kak Jalal"
"Tania"
"Jodha"
"Jalal" Mereka bertiga saling memperkenalkan diri.
"Kok kamu gak pernah bilang kalau punya pacar cantik" goda Jodha.
Daniyal menggaruk kepalanya yg tidak gatal "Aku akan mengenalkan dia di waktu yg tepat kak"
Dan akhirnya mereka mengobrol sambil makan malam.
"Apa? kalian akan bertunangan 1 bulan lagi" Jodha terkejut dengan ucapan Daniyal yg akan bertunangan.
"Gak usah kaget gitu juga kali kak. Kami pacaran sudah 3 bulan jadi buat apalagi nunggu lama2"
"Kau ini. Kenapa baru dikenalkan sekarang. Dasar" Jodha mendengus.
"Sudah, jangan ribut didepan Tania. Gak enak dilihatnya. Jangan kaget ya Tania kalau kamu melihat mereka berdua" Ucap Meena. Bharmal & Jalal terkekeh. Ternyata bukan hanya Jalal yg sering ribut dengan Ryan,ternyata Jodha & Daniyal sama aja.
"Iya tante tidak apa2" sahut Tania.
Setelah makan malam,Jodha & Jalal disuruh menginap oleh Meena. Daniyal mengantar Tania pulang sedangkan Jalal dan Jodha istirahat di kamar Jodha.
Jalal duduk bersandar di kepala ranjang sedangkan Jodha tidur telentang dengan kepalanya berada dipaha Jalal.
"Sayang"
"Hmm"
"Setelah menikah,aku masih boleh kerja kan?"
"Iya kamu aku ijinin kerja tapi bila kamu hamil kamu harus berhenti kerja"
"Kenapa begitu?"
"Aku gak mau kamu capek sayang dan fokus kepada anak kita saja"
"Aku nganggur dong. Kan gak enak sayang"
"Dirumah kan ada kak Aisha & Shia. Kamu gak akan kesepian" Jalal melihat Jodha yg hanya diam saja, "Ya sudah tidak usah dipikirkan. Ayo tidur" Jalal membangunkan Jodha lalu membaringkan Jodha disisinya. Mereka berdua tidur berpelukan.
Kini mereka sudah kembali bekerja. Jalal selalu mengantar dan menjemput Jodha karena tempat kerja mereka dekat.
Komentar
Posting Komentar