Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 31

Haloo.. Maaf ya Mr.Modusnya baru hadir. Maklum aja emaknya Mr.Modus moodnya naik turun kayak bianglala. Semoga masih tetap pada suka ama cerita GJ ini��������

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #

Part 31

��⚾������������������

Dari Waisai, Jalal & Jodha melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya menuju Misool, sebuah pulau besar dengan beberapa pulau pulau kecil yang berserakan di sekelilingnya.Mereka tak mencapai Pulau Misol, karena perjalanan yang di tempuh dengan mesin boat 2 kali 450 PK berakhir di sebuah pulau kecil bernama Batbitim. Disini “ Eco Resort “ membangun surganya bagi pencinta selam. Sebuah resort yang dibangun dan dikelola dengan memegang prinsip prinsip konservasi alam yang ketat. Pulau Misool ibarat kapling surga kecil dengan keindahan pantai dan taman laut yangmenakjubkan. Membentang sederetan pulau batu karang di bagian barat dan timurnya. Jodha memandang pulau ini dengan takjub. Jalal memeluk pinggang Jodha dengan mesra sambil ikut menikmati pemandangan.

"Kau suka sayang?" tanya Jalal.

"Iya. Rasanya menyenangkan sekali berada disini. Mata kita dimanjakan dengan hamparan laut yg indah" Jodha menyunggingkan senyumnya.

"Tapi kamu jauh lebih indah bagiku" bisik Jalal ditelinga Jodha.

Jodha merasa merinding dengan deru nafas Jalal ditelinganya. Jodha menoleh ke Jalal "Dasar gombal"

Jalal tersenyum "Aku serius sayang" Jodha hanya berdecak mendengar rayuan Jalal. Dia tau pasti kemodusan suami gantengnya ini. Jodha kembali menatap keindahan pulau. Pulau kecil ini sangat indah, dengan bukit dan laguna pasir putihnya membentang di depan cotagges-cottages yang seakan membius dengan pesona alamnya. Sebuah jembatan kayu menghubungkan antara dermaga, dengan dive centre dan sisi cottages sebelah depan dengan restaurant tepat di tengah pulau. Dari sana ada jalan mengarah atas bukit untuk menuju sisi cotagges di balik pulau.
Misool Eco Resort menyediakan beberapa tempat untuk beristirahat. Dengan akomodasi yang memiliki kamar mandi bergaya Bali udara terbuka, Ac, mandi dengan air panas dan dingin, mini bar, brankas, dan mebel buatan tangan dan perlengkapan lainnya. Misool Eco Resort menyediakanThe Water Cottage dan beberapa Villa.
Jalal memilih Villa Tabisasu yg terletak di tepi timur Lagoon Utara yang memiliki kamar tidur dan conjoining ruang tamu. Di sini mereka dapat menikmati pemandangan matahari terbenam. Setelah check in, mereka berdua menuju kamar. Sekali lagi Jodha terpana dengan keindahan kamar dimana saat berada di balkonnya kita bisa melihat air laut yg jernih. Saat Jodha asyik menikmati pemandangan,tiba2 ada tangan yg memeluknya dari belakang. Jalal melingkarkan kedua tangannya di perut Jodha dan dagunya dia sandarkan di bahu Jodha. Jodha tersenyum sambil balas memegang tangan Jalal yg ada diperutnya.

"Kau tidak mau mandi sayang?"

"Iya habis ini aku akan mandi lalu istirahat. Aku capek banget"

"Ayo kita mandi bersama" Ajak Jalal.

"Ck.. Kalau kita mandi bareng pasti bukan hanya sekedar mandi" Jodha memicingkan matanya curiga.

Jalal terkekeh "Aku janji kita hanya mandi. Aku tau kalau kamu capek jadi gak mungkin aku memaksamu. Kecuali..." Jalal menggantungkan kata2nya hingga membuat Jodha penasaran.

"Kecuali apa?"

"Kecuali... Kalau kamu yg memaksaku"

"Iihhh.. Dasar omes" Jodha langsung mencubit pinggang Jalal. Jalal terbahak dan langsung melepaskan pelukannya. Jalal berlari ke kamar mandi disusul Jodha. Akhirnya Jalal menepati janjinya untuk tidak lebih dari mandi meskipun dia harus berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya.
Setelah mandi, mereka memesan makan untuk dimakan di kamar karena terlalu lelah untuk sekedar makan di restoran. Setelah makan mereka melanjutkan dengan tidur untuk melepas lelah.

⚡⚡⚡

Sore harinya mereka makan di  Restoran Misool Eco Resort yg terletak di pantai yang menghadap ke Lagoon Utara. Restoran ini beratap di bawah pohon kelapa, dengan restoran yang berbentuk bulat. Teras restoran merupakan tempat yang ideal untuk menikmati koktail sambil melihat matahari terbenam. Misool Eco Resort menawarkan berbagai masakan Asia dan Barat. Misool Eco Resort pun menawarkan teh sore yang bisa dinikmati saat berada di teras. Makanan ringan dan minuman tersedia selalu. Setelah makan,Jodha & Jalal jalan2 disekitar resort hingga malam hari. Setelah puas jalan2,mereka berdua kembali ke kamar untuk beristirahat dan besok kembali berpetualang mengelilingi pulau ini.

������

Keesokan paginya, setelah sarapan, Jalal & Jodha berkeliling disekitar pulau sambil bergandengan tangan. Membuat semua orang yg melihatnya iri sekaligus kagum dengan keserasian mereka. Kini mereka telah sampai di dermaga cottage.

"Sayang" panggil Jalal ke Jodha.

"Hmm.."

"Selama kita disini rasanya kurang afdol kalau kita gak snorkeling dan diving"

Jodha menghentikan langkahnya sehingga Jalal juga ikut berhenti "Menyelam?" tanya Jodha balik.

"Iya"

Jodha terlihat berpikir sebentar "Hm.. Enggak ah"

"Kenapa?"

"Aku takut"

Jalal terkekeh "Kenapa takut sayang, kan ada aku bersamamu" Jalal menaikturunkan alisnya menggoda Jodha.

"Tapi..."

"Udah.. Gak usah pake tapi-tapian. Ayo" tanpa perlu menunggu jawaban Jodha, Jalal menarik tangan Jodha untuk mengikutinya ke dermaga. Jalal menyewa peralatan snorkeling. Setelah siap dengan peralatan menyelam, Jalal dan Jodha lalu menyelam ke bawah laut. Jalal terus menggenggam tangan Jodha yg agak ragu2.

"Kamu rileks aja sayang,nikmati aja" Jalal memberikan sugesti ke Jodha dan Jodha mengangguk. Dia tidak perlu kuatir lagi karena Jalal akan selalu menjaganya. Mereka mulai menyelam dan melihat keindahan bawah laut yg begitu mengagumkan yg akan disuguhi warna-warni koral dan spesies ikan serta binatang laut lainnya di dalam air laut yang masih sangat jernih. Jodha yg awalnya takut sekarang begitu antusias menyelam. Mereka berdua takjub dengan ciptaan sang pencipta yg begitu indah. Dan mereka berdua bersyukur masih bisa menikmatinya.

Setelah puas menyelam,mereka naik kepermukaan. Mereka melanjutkan lagi jalan2nya. Tanpa terasa mereka menghabiskan waktu seharian. Sore harinya mereka kembali ke cottage. Setelah membersihkan diri masing2, Jalal dan Jodha kini duduk di kursi balkon yg menghadap ke laut. Mereka menantikan saat matahari terbenam. Pasti sangat menyenangkan melihat terbenamnya matahari bersama orang yg kita cintai. Karena kursinya hanya ada satu, Jodha duduk dipangkuan Jalal. Tentu saja keadaan ini digunakan sebaik-baiknya oleh Jalal. Jalal melingkarkan tangannya di perut Jodha dan menyerukkan kepalanya di leher Jodha sambil mengendusnya. Jodha merasa kegelian.

"Aaahh.. Sayang.. Geli.." desah Jodha. Jalal tak pedulikan ucapan Jodha, dia terus saja menciumi leher dan belakang telinga Jodha karena Jalal tau titik sensitif Jodha.

"Sa..yang..stop! aku mau lihat sunset nih" Jodha masih terus menolak Jalal.

"Apa sunset itu lebih indah dari aku?" Jalal pura2 cemberut.

Jodha tersenyum lalu memegang pipi Jalal dengan sebelah tangannya "Kamu lebih cakep dari apapun tapi please sayang, aku ingin melihat sunset. Mumpung suasananya mendukung..hmm"

"Baiklah. Tapi ada satu syarat"

"Syarat? syarat apa?" Jodha mulai mencium aroma kemodusan disini��.

"Cium aku dulu" Ucap Jalal sambil memajukan bibirnya.

"Iissh..dasar Mr.Modus. Selalu aja ngambil kesempatan dalam kesempitan" Akhirnya Jodha mencium Jalal karena kalau tidak,dia akan mendapat hukuman yg membuatnya ketagihan. Hahaha...
Awalnya ciuman mereka biasa tapi lama kelamaan ciuman Jalal semakin menuntut. Jalal menahan tengkuk Jodha untuk memperdalam ciumannya. Jodha semakin dibuat tak berdaya oleh bibir Jalal dan dia merasakan ada sesuatu yg menggeliat di bawahnya karena Jodha berada dipangkuan Jalal. Tangan Jalal tidak tinggal diam mulai menjelajahi tubuh Jodha. Jodha sadar kalau ciuman ini tidak dihentikan maka akan berlanjut kearah yg lebih intim. Dia akan gagal melihat sunset yg indah itu. Dengan terpaksa Jodha melepaskan ciumannya. Nafas mereka berdua tersengal-sengal. Tepat pada saat itu matahari mulai terbenam dan digantikan dengan malam.
Jodha tersenyum sumringah karena akhirnya dia bisa melihat matahari terbenam. Jalal yg melihat Jodha bahagia ikut tersenyum meskipun sekarang dia harus menahan hasratnya.

"Jodha.." Panggil Jalal dengan suara parau. Jodha menoleh dan merinding melihat mata Jalal yg berkabut gairah.

"Aku menginginkanmu sayang"

Dan tanpa perlu menunggu jawaban Jodha,Jalal menggendong Jodha menuju ke kamar. Setelah itu yg terdengar hanya suara desahan dan erangan yg menyelimuti kamar ini.

������

Malam hari, Jalal mengajak Jodha makan malam romantis di restoran. Tak henti-hentinya Jalal memandang kagum kearah Jodha yg terlihat cantik dengan dress merah yg khusus Jalal belikan buat Jodha.

"Kau cantik sekali sayang dan begitu.. Sexy" Jalal menekankan kata 'Sexy' sambil mencium tangan Jodha.

Wajah Jodha langsung merona mendengar pujian Jalal. Entah kenapa sekarang Jodha sering sekali merona bila dipuji Jalal.

Malam ini pihak restoran menampilkan sebuah band untuk mengibur pengunjung. Setelah memainkan beberapa lagu,sang vokalis mengumumkan sesuatu "Selamat malam para tamu. Untuk lagu selanjutnya adalah request lagu dari seorang pria tampan yg ditujukan untuk wanita yg dicintainya yaitu tuan Jalaluddin mempersembahkan lagu ini untuk sang istri tercinta. Selamat menikmati"

Sang vokalis menunjuk kearah Jalal dan Jodha yg otomatis membuat semua orang memandang kearah mereka. Jodha terkejut dengan tindakan Jalal ini.

"Kejutan untukmu sayang. Ayo" Jalal berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya mengajak Jodha berdansa dan Jodha membalas uluran tangan Jalal dengan senang hati. Mereka berdua berdansa didepan panggung. Lalu mengalunlah lagu 'MUSKURANE KI WAJAH TUM HO'

Muskurane ki wajah tum ho
*Kau adalah alasanku untuk tersenyum
Gungunane ki wajah tum ho
*Kau adalah alasanku untuk bersenandung
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na
*Aku tidak bisa hidup jika tanpa dirimu
O re piya re
*Kekasihku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...