CINTA? ATAU BALAS BUDI?
Part 9
✨
"Tolong maafkan sikap mamaku padamu Jodha. Meskipun bicaranya ceplas ceplos tapi sebenarnya mama wanita yg baik"
"Tidak apa-apa pak. Saya mengerti kalau beliau bersikap begitu pada orang yg baru dikenalnya"
"Apakah mama pernah bicara kasar padamu?" Jodha teringat kata2 Hamidah kemarin yg menyebutnya sebagai 'benalu'. Wajahnya berubah sedih dan Jalal tau itu.
"Jodha,kau tidak apa2?"
"ehm...Iya pak. Maksud saya,beliau tidak pernah bicara kasar pada saya" Jodha menyembunyikan kegelisahannya.
"kau yakin?"
"iya pak"
"Baiklah. Aku harap kamu jangan terlalu mengambil hati semua ucapan mama. Mama hanya belum mengerti saja tentang keadaanmu. Sekarang kamu boleh kembali bekerja"
"baik pak. Saya permisi" Jalal mengangguk dan Jodha berlalu dari ruangan Jalal. Jalal meremas rambutnya. Melihat wajah sedih Jodha mengapa dia ikut merasakan sakitnya. Dan kenapa mamanya seperti tidak menyukai Jodha.
Hari demi hari,Hamidah masih saja sinis pada Jodha dan Jodha harus ekstra sabar menghadapinya. Jodha tau diri kalau dia hanya menumpang dirumah ini dan dia berjanji bila Shivani telah sembuh,dia akan pindah dari rumah ini.
Pagi itu,tanpa ada angin ataupun hujan,Jalal mengajak Jodha berangkat bersama ke kantor. Tentu saja Jodha menolak karena Jodha tidak ingin Hamidah semakin membencinya. Tapi tentu saja Jalal memaksa dan mau tak mau Jodha akhirnya menurut juga.
"Aku mengajakmu berangkat bersama ke kantor karena ada yg ingin kubicarakan denganmu Jodha" ucap Jalal saat mereka kini di dalam mobil menuju ke kantor.
"Di kantor kan masih bisa"
"Aku tidak ada waktu Jodha karena nanti jam 8 ada rapat divisi jadi hanya sekarang waktu yg tepat" Jodha hanya diam, "kenapa kamu tidak mau lagi diantar oleh Romi?"
"aku hanya tidak ingin semakin dibenci oleh tante Hamida"
Jalal mengernyitkan dahinya "kenapa kau berpikir begitu?"
"Aku kan hanya menumpang dirumahmu,aku tidak ingin semakin merepotkan. Lagipula aku sudah terbiasa naik angkutan umum"
Jalal terdiam. Dia tau kalau Jodha menyembunyikan kegelisahannya. Biarlah saat ini Jodha melakukan apapun keinginannya. Jalal tak ingin Jodha semakin tertekan.
# Di kantor...
Jalal mengumpulkan para supervisor dan sekretaris divisi 1&2 untuk meeting membahas acara Gathering nasional PT.IRFANDI COMP.
"Selamat pagi semuanya,saya mengumpulkan kalian disini untuk membahas acara Gathering nasional tahunan yg akan diadakan di puncak selama 3 hari. Waktu kalian 5 hari dari sekarang untuk mempersiapkan semuanya. Di acara itu selain membahas masalah perkembangan perusahaan ini,saya juga akan mengangkat supervisor baru yaitu pak Ravi dan pak Iwan dari divisi Jogja. Mereka berdua selama setahun ini telah berhasil mencapai target menjadi Supervisor" Jalal melihat ke arah Ravi.
Semua peserta meeting yg ada disana bertepuk tangan untuk Ravi. Ravi tersenyum dan mengangguk mengucapkan terima kasih.
"Dan untuk nona Jodha,anda adalah sekretaris baru dan wajib untuk ikut dalam acara ini. Untuk lebih jelasnya tentang acara Gathering nasional,anda bisa bertanya pada pak Atghah"
Jodha sedikit terkejut karena dia diharuskan ikut ke puncak selama 3 harj. Bagaimana dengan Shivani? Apakah dia harus meninggalkanya disaat keadaan Shivani masih belum sadar. Jodha mengalami kebimbangan.
Setelah meeting tadi hingga sampai dirumah saat ini,Jodha masih memikirkan tentang ikut tidaknya dia ke puncak. Dia harus segera memutuskan. Setelah makan malam,Jodha izin bicara berdua dengan Jalal. Kini mereka ada diruang kerja Jalal. Mereka duduk berhadapan di sofa yg ada didepan meja kerja Jalal.
"Maaf,sepertinya aku tidak bisa ikut ke puncak"
"Kenapa Jodha? Apa karena kau kuatir dengan Shivani?"
"Iya"
"Tentang Shivani kau tidak perlu kuatir, Ada Sehnaz dan juga perawat pribadi yg akan menjaganya. Kau harus profesional Jodha. Semua sekretaris divisi ikut acara ini dan itu kewajiban setiap tahunnya"
Jodha semakin gelisah. Di satu sisi ada Shivani dan disisi lain karena tuntutan pekerjaan. Jalal yg melihat kegelisahan Jodha menghampirinya dan duduk disebelahnya. Jalal menggenggam tangan Jodha. Reflek Jodha terkejut dengan tindakan tiba2 Jalal.
"Kau jangan gelisah lagi. Percayalah pada Sehnaz. Dia bisa menjaga Shivani. Kau fokus saja pada pekerjaanmu"
Jodha masih tertegun dengan apa yg dilakukan Jalal. Jalal memberinya semangat dan Jalal sendiri tak sadar dengan apa yg dia lakukan. Jodha menatap mata Jalal lalu menunduk kearah tangan mereka berdua. Jalal mengikuti arah pandangan Jodha dan dia ikut terkejut. Buru2 Jalal melepas tangannya dan menjadi salah tingkah.
"Ehm... Maaf Jodha aku tidak bermaksud kurang ajar padamu" Jalal berdiri lalu berjalan menuju kursi kerjanya. Jalal berpura2 mengecek berkas yg ada dimeja.
Jodha tersenyum melihat tingkah Jalal. Dalam hati dia merasa gembira dengan perhatian Jalal padanya, "Baiklah,aku akan ikut ke puncak"
Jalal mendongakkan wajahnya dan melihat Jodha tersenyum padanya. Tentu saja Jalal membalas senyuman Jodha tak kalah lebarnya. Tanpa mereka sadari dibalik pintu ada seseorang yg melihat mereka berdua dengan pandangan tidak suka.
Hari itupun tiba. Acara diadakan di Lembah hijau Resort Puncak. Lembah Hijau Mountain Resort merupakan hotel dan konvensi dengan fasilitas berstandar tinggi yang berlokasi di kawasan Puncak. Resort ini merupakan pilihan tepat untuk liburan atau agenda kerja. Memiliki fasilitas pendukung acara formal yang berkualitas. Selain itu, hotel ini juga mampu menampung pengunjung dengan kapasitas besar. Para peserta yang ikut berangkat menggunakan bis yang sudah disewa oleh perusahaan.
Jodha telah bersiap untuk berangkat. Dia berangkat bersama Jalal menuju kantor. Sebelum keluar rumah,Jodha berpamitan dengan Shivani.
"Kakak berangkat dulu ya Shiva. Kakak disana akan sering menelepon Sehnaz untuk menanyakan kabarmu" Jodha mencium kening Shivani lalu keluar rumah. Jodha membawa tas ransel yang berisi perlengkapannya selama 3 hari di puncak. Sebelum berangkat, Jodha dan Jalal berpamitan pada Sehnaz dan Hamida.
"Kak Jodha tidak usah kuatir dengan Shivani. Aku akan menjaganya dengan baik" ucap Sehnaz menenangkan Jodha.
"Terima kasih ya Sehnaz. Maaf merepotkanmu"
"Jangan sungkan begitu kak. Aku senang membantu kakak" Jodha tersenyum lalu pamit pada Hamidah. Tapi Hamidah menjawab hanya dengan anggukan kepala. Jam 6 pagi,mereka berdua tiba didepan kantor. Jodha segera masuk kedalam bis dimana Moti sudah menunggunya didalam. Para karyawan satu persatu mulai berdatangan. Setelah mengabsen satu persatu semua karyawan,tepat pukul 06.30 bis mulai berangkat. Jalal duduk didepan bersama dengan wakilnya sedangkan Jodha duduk dibangku deretan tengah bersama Moti.
Perjalanan menempuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke puncak. Begitu sampai,mereka disuguhi dengan pemandangan hotel yg begitu asri. Membuat siapapun yg melihatnya merasakan ketenangan dan kenyamanan. Fasilitas penunjang di hotel ini tak kalah menakjubkan. Sebut saja, arena gymnasium yang memiliki peralatan olahraga yang canggih dan modern. Meeting room lengkap dengan OHP,sound system,dll. Serta indoor dan outdoor swimming pool.
Para peserta masuk ke ballroom hotel untuk mengambil kunci kamar mereka. Kebetulan Jodha sekamar dengan Moti. Mereka senang sekali bisa sekamar berdua karena mereka kini telah bersahabat.
Para peserta Gathering diberi waktu selama 3 jam untuk istirahat. Moti dan Jodha memanfaatkan waktu 3 jam untuk sarapan dan beristirahat. Segala akomodasi sepenuhnya ditanggung pihak perusahaan.
Mereka sudah diberi agenda selama 3 hari kedepan. Tepat jam 11 siang mereka keluar kamar untuk makan siang dan memulai kegiatan dengan jadwal yg padat.
Jam 12.30 siang rapat dimulai. Mereka berkumpul di Meeting room yang ada ditengah bangunan hotel. Peserta yg datang berasal dari seluruh indonesia karena Jalal berhasil mengembangkan perusahaannya hingga keseluruh nusantara. Rapat dimulai dengan perkenalan dari seluruh divisi. Jodha memperkenalkan diri sebagai sekretaris Atghah. Selain Jodha juga ada 2 sekretaris baru dari Divisi Padang dan Pontianak. Dengan adanya Gathering nasional ini,para peserta menjadi lebih mengenal rekan kerja dari divisi lain yang hanya bisa bertatap muka bila ada acara seperti ini dan ulang tahun perusahaan.
Setelah acara perkenalan,acara selanjutnya membahas perkembangan perusahaan selama setahun ini. Acara terus berlangsung hingga sore hari.
Para peserta dipersilahkan istirahat dan berkumpul kembali saat makan malam. Moti bergantian mandi dengan Jodha. Selama menunggu Moti mandi,Jodha menelepon Sehnaz untuk menanyakan kabar Shivani. Sehnaz bilang kalau Shivani baik2 saja. Jodha merasa rindu sekali dengan adiknya padahal belum sehari berpisah dengannya.
Setelah Moti selesai mandi,ganti Jodha yang mandi. Tepat jam 7 malam mereka keluar kamar untuk makan malam. Selama makan malam Jodha berbaur dengan sesama sekretaris divisi lain agar lebih mengenal. Acara berikutnya yaitu acara rapat tapi tidak terlalu serius karena diselingi dengan canda tawa. Selama acara itu Jalal tak pernah melepaskan pandangannya sedikitpun dari Jodha. Jalal senang karena melihat Jodha yang terlihat gembira mendapat teman2 baru dan tidak terlalu memikirkan Shivani.
* Hari kedua....
Pagi hari mereka bangun. Sesuai jadwal,mereka akan berolahraga bersama. Moti dan Jodha telah siap berolahraga dengan memakai kaos dan celana training selutut. Sebelum instruktur senam datang,para peserta saling berbincang tentang tidur mereka tadi malam. Tak berapa lama, seorang instruktur wanita datang bersama dengan Jalal. Jalal menggunakan kaos putih ketat ditutup dengan jaket warna hitam dan celana panjang training warna hitam. Jalal terlihat tampan dengan pakaian santainya membuat para peserta wanita terkagum melihatnya tak terkecuali Jodha.
"Selamat pagi semua" sapa Jalal.
"Pagi pak"
"Maaf membuat kalian semua menunggu. Perkenalkan ini miss Javeeda instruktur senam pagi kita" Jalal memperkenalkan wanita cantik disebelahnya.
Komentar
Posting Komentar