Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? (PART 10)

�� CINTA? ATAU BALAS BUDI? ��

Part 10

✨��������������������������

"Perkenalkan ini miss Javeda,instruktur senam pagi kita"

"Selamat pagi semua"

"Pagi miss Javeda"

Miss Javeda adalah seorang wanita yg cantik,tubuhnya bak gitar spanyol. Siapapun yg melihatnya pasti ngiler. Tak terkecuali para lelaki di dihadapan Javeda ini. Hanya Jalal saja yg terlihat biasa saja melihatnya.

"Baiklah semuanya,kita mulai senam paginya. Kita pemanasan dulu"

Miss Javeda mulai memberikan pengarahan untuk pemanasan. Setelah pemanasan dirasa cukup,Miss Javeda mulai menyalakan music dan menyetel lagu 'Chammak Challo'

Girl you are my chammak challo,
Where you go girl I'm gonna follow
What you want girl just let me know
Oh oh ohh
You can be my chammak challo
Ooh ohh

Miss Javeda mulai menggerakkan tangan dan kakinya diikuti oleh peserta rapat. Karena lagu yg menghentak membuat para peserta begitu bersemangat apalagi melihat Miss Javeda yg begitu energik.

Kaisa sharmana aaja nach ke dikha de
Aa meri holey aaja parda gira de
Aa meri akiyon se akiyan mila le
Aa tu na nakhre dikhaa
Wanna be my chammak challo
Ooh ooh ooh ooh
Wanna be my chammak challo
Ooh ooh ooh ooh
Wanna be my chammak challo
Ooh ooh ooh ooh
Wanna be my chammak challo
Ooh ooh ooh

Kaum lelaki kompak berteriak 'huuu' saat Miss Javeda menggerakkan pinggulnya kekanan dan kekiri. Para wanita hanya bisa berdecak dan tersenyum sedangkan Jalal hanya bisa geleng2 kepala. Jodha sedikit kaget melihat Jalal yg begitu lincah mengikuti gerakan senam. Maklum saja ini pertama kalinya dia melihat Jalal senam.

Setelah senam selesai para peserta duduk selonjoran dibawah untuk merenggangkan otot sembari minum air putih yg sudah disediakan pihak hotel. 15 menit istirahat,para peserta lalu berlari mengelilingi taman hotel sebanyak 3 . Moti dan Jodha berlari bersama sambil bergurau.

"Gila ya,tubuhnya Miss Javeda bagus banget sampai2 semua lelaki disini pada ngiler dan gak konsen waktu senam tadi" ucap Moti memuji Miss Javeda.

"Iya Mo. Namanya juga instruktur senam. Ya pasti baguslah badannya" sahut Jodha.

"Eh tapi kayaknya pak Jalal lihatnya kok biasa aja ya. Aku aja wanita terkagum-kagum dengan bodinya"

Saat Jodha akan menyahut,tiba2 ada suara disebelahnya "Kalian bicarakan saya?"

Jodha & Moti menoleh bersamaan dan mereka berdua kaget karena kedatangan Jalal yg tiba2.

"eehh.. Pak Jalal" Moti cengar cengir merasa malu karena sedang membicarakan bosnya.

"Kalian ngomongin apa?"

"hehehe..itu pak. Pak Jalal & Miss Javeda kelihatan serasi banget kalau bersama" ucap Moti asal bicara sedangkan Jodha melotot kearah Moti.

"Benarkah?" Jalal melirik Jodha. Jodha melihat kedepan tak berani menoleh ke Jalal. Jalal tersenyum,  "Miss Javeda itu sudah punya suami dan 4 orang anak. Jadi gak mungkin saya sama dia" ucap Jalal santai lalu berlalu meninggalkan mereka berdua yg melongo ditempat. Jalal kembali tersenyum melihat ekspresi mereka berdua.

"Kamu sih Mo. Kalau ngomong sembarangan. Jadi malu kan" Jodha menyenggol lengan Moti.

"Wah..aku gak menyangka kalau Miss Javeda sudah punya anak,4 lagi. Ckckck" Moti berdecak.

"Udah ah. Ayo buruan,kita ditinggal tuh. Nanti telat sarapannya" Akhirnya mereka menyelesaikan lari menuju tempat berkumpul.

������

Setelah mandi dan sarapan,para peserta rapat memulai kembali meeting mereka. Agenda kali ini,Jalal mendatangkan seorang motivatir terkenal di negeri ini untuk memberikan motivasinya kepada para peserta agar lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas yg ada pada diri mereka. Acara itu berlangsung hingga jam makan siang. Setelah makan siang bersama,rapat dilanjutkan dengan pelantikan Supervisor baru yaitu Ravi dan Iwan dari divisi Jogja. Ravi membuka cabang baru di Bogor sedangkan Iwan membuka cabang di Solo. Setelah acara serah terima jabatan dilanjutkan dengan acara santai. Panitia mengadakan games untuk menghibur para peserta. Semua peserta merasa nyaman dan santai setelah seharian mengadakan rapat yg begitu padat jadwalnya.

"Kau tau Jodha,pak Jalal sekarang sudah banyak berubah" Moti berbisik-bisik ke Jodha.

"Berubah bagaimana?" tanya Jodha penasaran.

"Dia sekarang lebih sering tersenyum. Kalau dulu jangankan tersenyum,menyapa karyawannya aja jarang2. Makanya dia terkenal sebagai bos yg dingin dan kaku meskipun gantengnya gak ketulungan..qiqiqi"

Jodha terkekeh mendengar ucapan Moti. Jodha juga heran,semua orang bilang kalau dia dingin dan kaku tapi sejak Jodha mengenalnya,dia merasa kalau Jalal itu pria yg ramah dan baik. Mungkin ada sesuatu yg membuatnya berubah,pikir Jodha.

Sore hari mereka kembali ke kamar masing2 untuk mandi dan berganti pakaian. Tepat jam 7 malam,mereka makan malam bersama lalu dilanjutkan dengan penutupan Gathering nasional ini.
"Saya selaku direktur utama PT.IRFANDI COMP mengucapkan terima kasih untuk anda semua yg telah datang dan mengikuti acara ini dengan lancar tanpa halangan apapun. Kedepannya saya berharap agar IRFANDI COMP sukses selalu dan melahirkan Supervisor2 yg hebat dengan segala kemampuannya. Tak terasa kita akan berpisah dan mulai kembali pada aktivitas kita masing2. Saya mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan selama acara ini berlangsung. Terima kasih"

Semua orang bertepuk tangan. Mereka semua bersedih karena harus berpisah dengan sesama rekan kerja mereka dari seluruh nusantara. Perlu waktu satu tahun lagi bagi mereka untuk bertemu kembali. Setelah acara penutupan,mereka berfoto bersama untuk dijadikan kenangan. Lalu mereka semua disuruh keluar ruangan untuk melaksanakan ritual terakhir acara Gathering nasional ini yaitu 'Firewalk' yg artinya adalah berjalan diatas api. Tujuan firewalk adalah Jalan di atas api hanyalah sebuah’Metafora’ (batu ujian), yang paling penting adalah bagaimana menaklukkan rasa takut.Menaklukkan rasa takut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena hambatan terbesar adalah : Rasa Takut dalam upaya mencapai goal .Firewalk digunakan sebagai magic moment kita ingat seumur hidup karena kita telah menaklukkan ketakutan terhadap panasnya api.

Api mulai dinyalakan diatas rumput yg terdapat kayu dan arang khusus firewalk. Jodha yg pertama kali melihat ini agak sedikit ketakutan.Jalal menjelaskan secara ilmiah. Ilmiah di sini maksudnya, setiap orang bisa berjalan diatas api dengan aman, tanpa trik tanpa magic dan cukup menggunakan Subsconscious Reprogramming ( alam bawah sadar). Lalu apa dasar ilmiahnya berjalan diatas api:
– Kayu bukan penghantar panas yang baik dibandingkan dengan logam atau yang lain
– Ternyata untuk jenis kayu tertentu telapak kaki kita tahan dalam beberapa detik untuk berjalan diatas bara api (berjalan dalam jarak 3-10 meter)
– Telapak kaki memiliki kekuatan dibandingkan dengan kulit yang lain.
– Jika pikiran kita difokuskan pada hal tertentu, maka otak kita bisa jadi tidak merasakan api.

Setelah menjelaskan,Jalal yg mempraktekkan pertama kali cara berjalan diatas api. Pertama membaca basmalah,menghembuskan nafas dan hilangkan rasa takut. Lalu kedua kaki dimasukkan dalam ember yg berisi air dan mulai berjalan diatas api dengan cepat. Dia mengulanginya hingga 3 kali. Jodha yg melihat sedikit bergidik ngeri. Para peserta satu persatu mulai melakukannya dan mereka baik2 saja. Tiba giliran Jodha,dia sedikit ragu untuk memulainya. Jalal menatap Jodha dan saat pandangan mereka bertemu,Jalal menganggukkan kepalanya untuk memberi semangat padanya.

"Ayo Jodha,kamu bisa.." Seru Moti memberi semangat.

Jodha memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya. Jodha memasukkan kakinya ke ember dan mulai melangkahi api yg terlihat menyala-nyala didepannya seakan menantangnya. Jodha berjalan dengan cepat dan setelah sampai di ujung dia bersorak gembira karena berhasil melakukannya tanpa rasa takut. Jalal hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Jodha.

Setelah semua acara selesai,mereka kembali kekamar masing2 untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Moti langsung merebahkan dirinya diranjang karena kelelahan. Jodha tidak langsung tidur karena dia menelepon Sehnaz untuk menanyakan kabarnya.

������

Jodha membolak-balikkan badannya diatas ranjang tapi tetap saja dia tidak bisa tidur. Padahal tadi seharian dia beraktivitas tiada henti. Dia melihat Moti yg tertidur lelap di ranjang sebelahnya. Jodha melihat jam yg ada di hpnya menunjukkan pukul 11 malam.

"hhh...sudah hampir tengah malam tapi kenapa aku tidak bisa tidur" Jodha bangun dari tidurnya,memakai jaket lalu keluar dari kamarnya menuju ke taman yg berada ditengah hotel. Malam ini cahaya bulan bersinar begitu terang membuat Jodha merasa nyaman sambil merapatkan jaketnya menghalau dinginnya malam. Dia berdiri di depan pagar pembatas taman,tangannya diletakkan di pagar taman yg tingginya sepinggang. Jodha melihat kesekeliling taman yg begitu indah terkena tempaan cahaya bulan. Suasana begitu sunyi karena para penghuni hotel ini sudah terbang kealam mimpi. Yang terdengar hanya suara jangkrik yg saling bersahutan.

"Apa yg kaulakukan disini Jodha?"

Jodha tersentak kaget dengan suara bariton yg ada dibelakangnya. Suara itu adalah suara Jalal yg menatapnya heran.

"eh..pak Jalal bikin kaget saja. Saya tidak bisa tidur jadi saya keluar sebentar"

Jalal berdiri disamping Jodha dan ikut memandang taman yg terlihat indah dimalam hari, "Kenapa tidak bisa tidur? Apa kau memikirkan adikmu"

"Saya sendiri tidak tau. Saya tadi sudah menelepon Sehnaz menanyakan kabar Shivani" Jalal mengangguk, "Lalu bapak kenapa belum tidur?"

Jalal tersenyum "Kalau hanya kita berdua jangan memanggil bapak. Kesannya tua banget" Jodha terkekeh, "Aku tadi habis berenang dan saat akan kembali kekamar,aku melihatmu disini"

Jodha sedikit melirik kearah Jalal,pantas saja rambutnya terlihat basah ternyata dia habis berenang,batin Jodha. Suasana tiba2 hening. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing2.Jantung mereka berdua sama2 berdegup kencang berdekatan seperti ini.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...