Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 24

�� JANGAN TAKUT JATUH CINTA ��

Part 24

����⛺������������������������

Jodha hari ini sedang libur kerja dan berada dirumah Jalal karena Hamidah memanggilnya. Di ruang tamu sedang berkumpul Hamidah,Aisha,Shia dan juga Jodha. Ryan tidak ada dirumah karena sedang keluar bersama Humayun.

Jodha duduk bersama Shia,membantunya mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan Aisha sedang makan rujak bersama Hamidah.

"Jodha,minggu depan kami sekeluarga akan melamarmu ke bandung. Mama beritahu sekarang biar keluargamu tidak kaget. papamu sudah sehat kan?" tanya Hamidah yg duduk diseberangnya.

"iya ma. Papa sudah sehat. Papaku juga sudah siap kapanpun mama dan papa akan melamar Jodha" jawab Jodha.

"baguslah kalau begitu. Jadi tidak terlalu mendadak kan memberitahunya?" Hamidah merasa lega.

"tidak ma"

"Oh iya Jodha,setelah tugas Shia selesai kamu ikut aku ke Mall ya. temani aku beli perlengkapan bayi" Ucap Aisha sambil mencomot Irisan mangga lalu dicocol di sambel rujaknya.

"iya kak"

"horeee...Tante Jodha ikut jalan2 sama aku dan mommy" sahut Shia dengan gembira.

Tiba2 Jalal yg keluar dari kamarnya langsung menyahut "aku ikut ya kak" lalu dia ikut duduk disamping Hamidah dan mencomot irisan pepaya dari piring.

Hamida langsung menepuk punggung tangan Jalal "eeh..eeh..ini rujak buat kakakmu,kenapa kamu ikutan makan!"

"ya ampun ma. Kan masih banyak juga buahnya. Ambil satu aja gak boleh!" Jalal cemberut. Jodha,Aisha dan Shia tertawa.

"iisshh...Kamu ngapain ikut. Ini acaranya perempuan" jawab Aisha.

"iya uncle nih ikut2an aja. Uncle kan cowok" sahut Shia.

"loh...Justru uncle ikut tuh untuk menjaga kalian dari pria2 yg iseng sama kalian"

"Menjaga kami atau menjaga calon istrimu dari pria jelalatan?" sindir Aisha.

"yaaa..Itu juga termasuk sih" jawab Jalal sambil menggaruk tengkuknya.

Semua tertawa melihat tingkah Jalal. Dia selalu saja punya alasan untuk dekat dengan Jodha.

������

Siang harinya mereka berempat pergi ke mall. Mereka berkeliling mall ditempat perlengkapan bayi dan ke butik, mencari gaun untuk Jodha gunakan di pernikahan Ruqaya. Mereka yg belanja,Jalal yg membawa barang belanjaan. Hahaha��.Seperti bodyguard yg menjaga 3 cewek cantik sekaligus merangkap sebagai asisten rumah tangga,tapi asisten rumah tangga yg cakep��

Setelah puas berbelanja,perut mereka terasa lapar dan akhirnya mereka memutuskan untuk makan direstoran. Diantara keempat orang ini,yg paling lahap makan adalah Jalal. Bahkan dia menghabiskan 2 porsi nasi goreng seafood.
(wuih..Itu doyan atau lapar bang..Hahaha��)

Aisha,Jodha dan Shia hanya melongo melihat cara Jalal makan.

"kamu kelaparan ya Jalal? seharusnya yg banyak makan kan aku karena aku berbadan dua" ucap Aisha heran.

"Aku kan bawa barang banyak kak, Jadi ya wajar dong makanku juga banyak" jawab Jalal sambil menyendokkan makanan ke mulutnya.

Shia tertawa sambil menutup mulutnya melihat kelakuan unclenya. Dan Jodha hanya geleng2 kepala. Dia senang menjadi bagian dari keluarga Jalal. Dia merasa nyaman dan hangat bila bersama mereka.

Setelah makan selesai,mereka melanjutkan untuk pulang karena barang2 yg mereka inginkan, sudah mereka dapatkan. Saat mereka asyik jalan sambil bergurau,tiba ada yg memanggil Jalal.

"Jalal..."

Jalal,Aisha,Jodha dan Shia menoleh ke arah orang yg memanggil Jalal. Seorang wanita cantik memakai pakaian yg ketat dan seperti kekurangan bahan dan make up yg menor menghampiri Jalal. Jalal hanya mengerutkan keningnya melihat wanita yg seperti tidak dia kenal. Aisha yg melihat wanita itu langsung mengelus perutnya yg buncit sambil bergumam "amit2 jabang bayi"

"Hai Jalal" wanita itu tanpa tedeng aling-aling langsung memeluk Jalal dan cipika cipika. Jalal kaget dengan tindakan tiba2 wanita itu. Sedangkan Jodha membelalakkan matanya tak percaya. Aisha juga kaget,dia menutup mata Shia agar tidak melihat adegan yg tidak pantas dilihat oleh anak kecil.

Jalal masih melongo dengan wanita didepannya ini. Jodha langsung memasang wajah cemberut.

"Kau masih ingat aku Jalal" tanya si wanita.

"Siapa ya?" balas Jalal.

"Aku Sesha. Kita satu kampus. Masak kamu lupa! Aku kan primadona kampus kita dulu" ucap wanita bernama Sesha ini penuh percaya diri.

Jalal nampak mengingat-ingat lalu berkata "ooohh...ya...Sesha. Bagaimana kabarmu? Kok masih ingat aku"

"Aku baik. Tentu saja aku ingat kamu. Mana mungkin cowok setampan kamu bisa dilupakan sih. Aku dari dulu kan naksir kamu"

Jodha membelalakkan matanya lagi. Jalal bahkan lupa kalau ada Jodha,Aisha dan Shia disini.

"Ehem" Jodha berdehem untuk mencari perhatian 2 orang yg sedang reuni ini. Jalal dan Sesha menoleh dan Jalal seakan tersadar kalau dia sedang bersama 3 perempuan.

"Eh...sayang. Kenalin ini teman kampusku dulu Sesha dan Sesha ini Jodha calon istriku"

Sesha kaget mengetahui Jalal sudah punya calon istri. Dengan agak malas dia mengulurkan tangannya "Sesha"

"Jodha" Jodha hanya tersenyum tipis.

Jalal merasakan ada aura ketegangan antara Jodha dan Sesha "Dan ini kakak iparku kak Aisha dan juga keponakanku Shia"

Aisha dan Shia mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Sesha dengan senyuman manis.

"Iihh...kamu cantik banget Shia. Gemesin" Sesha mencubit pipi chubby Shia.

"Aaww...sakit tante genit" ucap Shia sambil mengusap pipinya.

Sesha tersenyum "oh iya...kalian sedang belanja ya?"

Saat Jalal akan menjawab,Jodha menyela "ayo kak lebih baik kita pulang" Jodha berjalan mendahului Aisha dengan wajah cemberut.

"Mampus kau Jalal!" ucap Aisha tanpa suara ke Jalal. Lalu dia menarik tangan Shia untuk menyusul Jodha.

"Maaf ya Sesha aku harus pergi. Bye" Jalal pergi meninggalkan Sesha dan menyusul mereka bertiga. Bersiap akan ada perang dunia kelima melawan macan betina ngamuk��.

"Kau semakin tampan saja Jalal. Dan sepertinya aku masih menyukaimu. Tapi kenapa kamu bisa menyukai wanita biasa saja seperti Jodha. Apa kelebihannya dari aku! Aku lebih cantik..huh!" Sesha mengibaskan rambutnya lalu berjalan dengan lenggak lenggok cantik��.

������

Setelah kembali kerumah Jalal,Jodha kini sedang diantar Jalal pulang kerumahnya. Di dalam mobil Jodha hanya diam sejak pulang dari mall tadi. Tepatnya setelah bertemu Sesha. Jalal yg sedari tadi menggoda Jodha bahkan tidak digubris sama sekali oleh Jodha.

"Sayang,kamu kenapa sih dari tadi diam terus. Dia itu cuma teman aku. Masak kamu marah hanya karena dia"

"Teman tapi kok cipika cipiki gitu kayak pacar aja" sindir Jodha.

Jalal tersenyum mendengar Jodha akhirnya mau bicara.

"Kamu ngapain senyum2 gitu! Senang ya ketemu cewek cantik"

"Kamu cemburu ya?" goda Jalal sambil menjawil dagu Jodha.

"Iisshh..gak usah pegang2 deh! Siapa juga yg cemburu" ucap Jodha ketus.

"Iihhh...galak banget sih. Tapi kamu tambah cantik loh kalau marah dan aku suka kalau kamu cemburu gitu. Itu artinya kamu cinta sama aku" tangan Jalal memegang tangan Jodha "dengar sayang,meskipun ribuan wanita menggodaku,hatiku hanya milikmu. Tak akan tergoyahkan. Masa kamu masih gak percaya sih sama aku" Jalal berkata serius.

"Aku hanya takut kehilanganmu Jalal" hati Jodha mulai melunak.

Jalal tersenyum "kamu gak perlu takut. Aku kan sudah janji sama kamu untuk membahagiakanmu sayang. Anggap saja ini ujian buat cinta kita. Setelah kita menikah,akan ada banyak lagi ujian yg lebih dari ini. Aku hanya ingin kamu percaya sama aku kalau cintaku hanya untukmu" Jalal mencium punggung tangan Jodha.

"Aku percaya sama kamu Jalal tapi aku tidak percaya dengan cewek genit itu. Ingin rasanya aku cakar wajah genitnya itu" geram Jodha.

"Hahaha...ternyata seorang Jodha Afaaren bisa sadis juga ya" goda Jalal.

"Kalau berhubungan dengan milikku,aku tidak akan tinggal diam"

"Uuhhh...posesif eh!"

"Biarin"

Dan Jalal merasa bahagia karena Jodha begitu perhatian padanya. Dia malah semakin suka dengan sikap Jodha yg posesif.

⚡⚡⚡

Hari lamaran pun tiba. Jodha sudah berada di bandung sehari sebelum acara lamaran. Bharmal dan Meena telah menyiapkan semuanya dengan baik. Ruang tamu rumah Jodha dijadikan tempat acara lamaran. Jodha terlihat cantik memakai kebaya warna pink dengan rambutnya disanggul modern. Hari ini dia begitu bahagia begitupun dengan Daniyal dan kedua orangtuanya. Mereka akhirnya bisa melihat Jodha terlepas dari rasa traumanya.

Rombongan dari keluarga Jalal telah datang dirumah Jodha setelah menempuh perjalanan kira-kira 3 jam. Mereka tidak terlalu banyak membawa anggota keluarganya,hanya orang tua Jalal,keluarga kakaknya dan juga paman dan bibi Jalal.

Jalal terlihat tampan menggunakan baju koko warna hitam dihiasi ornamen yg senada dengan celananya. Dengan penuh percaya diri,Jalal melangkah masuk digandeng oleh Hamida. Rombongan keluarga Jalal membawa beberapa seserahan untuk Jodha.

Setelah mengucap salam,rombongan keluarga Jalal dipersilahkan masuk dan menyerahkan seserahan. Jodha keluar dari kamarnya menuju ruang tamu ditemani Ruqaya dan Meena. Jalal terpana melihat penampilan Jodha yg begitu cantik dengan kebayanya yg berwarna pink kontras dengan kulitnya yg putih. Begitupun dengan Jodha yg terpukau dengan penampilan Jalal yg begitu tampan.

Tepat jam 10 pagi acarapun dimulai. Dari pihak keluarga Jodha, Atghah yg bertindak sebagai MC sekaligus juru bicara untuk pihak perempuan. Setelah acara penyambutan,Atghah mempersilahkan kepada pihak keluarga Jalal untuk bicara yg diwakili oleh Ryan.

Setelah acara serah terima,acara selanjutnya adalah tukar cincin. Jodha dan Jalal maju kedepan. Meena membawakan 2 buah cincin dan menyerahkannya pada Jodha dan Jalal. Dengan wajah gembira,Jalal menyematkan cincin ke jari manis Jodha lalu bergantian dengan Jodha yg menyematkan cincin di jari manis Jalal. Dan mereka kini sah menjadi tunangan. Semua orang yg hadir merasa bahagia,tak lupa Daniyal mengabadikan moment itu dengan memotretnya. Dia ikut bahagia melihat kakaknya telah menemukan tambatan hatinya.

Selesai acara tukar cincin,para tamu undangan dipersilahkan mencicipi hidangan prasmanan yg telah disediakan oleh keluarga Jodha. Saat semua orang sedang sibuk mengambil makan,Jalal malah duduk berdua dengan Jodha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...