Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 17

Part ini masih bikin darting ya. Saya gak terima kalau ada yg lempar panci,teflon,ember & teman2nya. "Jangan ada panci diantara kita" hahaahaha....
Saya hanya terima duit cash...xixixixi
Happy reading....

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #

Part 17

₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪

@ Masih Flashback....

"Aku...aku hamil mas. Dan ini anakmu"

"Apaaaa??" Surya kaget bukan main. Si wanita menyerahkan sebuah kertas yg berisi tes DNA. Surya membacanya dan tes itu menunjukkan bahwa yg anak dikandung wanita itu adalah darah dagingnya. Surya mengusap wajahnya frustasi. Dia teringat kekhilafannya malam itu. Malam dimana dia dan wanita itu bercumbu hingga membuat wanita itu hamil.

@ Flashback end....

"Sejak mengetahui kehamilannya,aku bingung. Kemudian aku beritahukan ke papa tapi papa tetap tidak mau tau. Hingga aku tetap datang ke pernikahan meskipun dengan pikiran yg berkecamuk"

Jodha tidak melanjutkan makannya. Nafsunya sudah benar2 hilang.

"Dua jam sebelum acara akad nikah,aku ditelepon bahwa dia jatuh pingsan. Aku semakin dilema. Kau pasti tau selama pak penghulu memulai akadnya,aku terlihat tegang karena pikiranku tertuju padanya"

Jodha tentu saja masih ingat dengan wajah tegang Surya yg membuatnya heran.

"Dengan keputusan bulat,aku langsung meninggalkanmu tanpa berkata apa2. Saat itu pikiranku kalut dan aku menuruti apa yg dikatakan hatiku. Sampai beberapa hari aku tidak menemuimu karena keadaannya masih belum pulih. Dan saat aku mencarimu kerumah untuk minta maaf dan menjelaskan semua tapi kau sudah pergi dari rumah. Orangtuamu tidak mau memberitahukan keberadaanmu. Hingga akhirnya aku bertemu denganmu di panti."

"Aku pergi dari rumah untuk menenangkan diriku karena perbuatanmu. Rasanya sulit untuk memaafkanmu karena ini menyangkut harga diri keluargaku" ucap Jodha menatap tajam pada Surya.

"Aku percaya karma Jo. Untuk itulah aku benar2 minta maaf padamu agar perbuatan dosaku tidak terjadi pada calon anakku kelak. Mungkin aku memang egois hanya memikirkan kepentinganku sendiri tapi aku percaya kalau kau adalah wanita yg baik dan kau pantas mendapatkan yg lebih baik" ucap Surya sendu.

"Aku tidak sebaik yg kaupikirkan. Maaf Sur,aku harus pergi." Jodha beranjak dari duduknya dan mengeluarkan beberapa lembar uang di meja.

"Jodha...Jodha" Surya terus memanggil Jodha tapi Jodha bahkan tidak mau mendengarkannya. Surya terduduk lesu ditempatnya.

៛៛៛៛៛

* Keesokan malam.....

Jodha sedang santai bersama Ruqaya diruang tamu. Atghah dan Gulbadan sedang pergi ke pernikahan.

"Jadi Surya datang padamu dan meminta maaf" tanya Ruqaya.

"Hm"

"Apa kau memaafkannya?"

"Tidak. Setelah apa yg dia lakukan padaku dan keluargaku"

Ruqaya menghela nafas. Dia juga tak tahu harus berkata apalagi. Tiba2 terdengar suara bel pintu berbunyi. Ruqaya berdiri dari duduknya lalu menuju pintu untuk membukanya. Ruqaya terkejut dengan tamu yg datang.

"Siapa Ruq" tanya Jodha sambil makan cemilan. Karena tidak ada sahutan,Jodha menaruh camilannya dan beranjak dari duduknya menuju ke pintu. Jodha terkejut dengan 2 orang yg ada didepannya "kau.."

Surya berdiri dengan seorang wanita yg perutnya sedikit membuncit. Dan Jodha kenal dengan wanita itu.

"Jodha,maaf kalau aku lancang kesini. Perkenalkan ini istriku,Lidia"

"Jodha..." ujar Lidia yg juga terkejut.

"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Surya heran.

"Jodhalah yg menolongku waktu itu mas" sahut Lidia.

"Untuk apalagi kau kesini?" Tanya Jodha sinis.

"Maaf Jodha. Akulah yg meminta pada Surya untuk kesini menemuimu" sahut Lidia.

Karena suasana yg tegang,Ruqaya mencoba untuk mencairkan "ehm...Surya,Lidia mari silahkan masuk. Kita bicarakan didalam saja"

Mereka berempat masuk ke dalam. Surya dan Lidia dipersilahkan duduk. Jodha duduk didepan mereka berdua.

"Kalian mau minum apa?" Tanya Ruqaya sopan.

"Tidak perlu repot2. Terima kasih" ucap Lidia.

"Tidak merepotkan kok. Sebentar ya aku ambil minuman dulu" Ruqaya masuk ke dapur untuk membuatkan minuman.

"Maafkan kami Jodha kalau sudah berani kesini. Aku yg meminta kesini untuk minta maaf padamu. Tolong maafkan kami Jodha. Kami akan pergi dari kehidupanmu bila kamu bersedia memaafkan kami. Aku mohon Jodha,tolong maafkan kami" Lidia berdiri dari duduknya lalu bersimpuh di kaki Jodha.

"Apa yg kaulakukan Lidia!" Jodha memegang bahu Lidia.

"Aku rela bersujud di kakimu agar kau bisa memaafkan kami" Lidia terus bersimpuh di kaki Jodha sambil menangis.

"Jangan lakukan ini Lidia. Baiklah aku memaafkan kalian" Jodha membantu Lidia berdiri dan mendudukkannya kembali.

Tak berapa lama Ruqaya datang membawa minuman. Ruqaya mempersilahkan mereka berdua untuk minum.

៛៛៛

* Di rumah Jalal.

Jalal bersiap akan pergi ketika mamanya bertanya "mau kemana Jalal?"

"Mau kerumah Jodha,ma. Mau ngasih oleh2 dari mama nih"

"Kan bisa dikasih besok Al, dikantor"

"Aku kangen ma sama Jodha. Gak sabar nunggu besok. Aku pergi ya ma" Jalal mencium pipi mamanya lalu pergi. Mamanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

៛៛៛

"Setelah kejadian itu aku menikahi Lidia dan meminta restu pada papa dan mamaku. Tapi papa malah memukuliku dan mengusirku dari rumah. Aku tidak diakui lagi oleh papa. Sejak itu aku memulai usaha sendiri untuk menafkahi istri dan calon anakku dan juga mencarimu untuk meminta maaf. Dan kemarin di acara panti kita bertemu. Lidia adalah keponakan dari pak Rahman,pemilik panti. Kami berdua diundang ke jakarta untuk menghadiri acaranya" Surya menjelaskan panjang lebar tentang dirinya.

"Aku berterimakasih padamu Jodha karena kamu mau memaafkan kami. Bukan mas Surya yg menyuruhku untuk menemuimu tapi atas inisiatifku sendiri. Aku tau kau wanita yg baik dan berhati mulia. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu" ucap Lidia.

"Jangan terlalu memujiku Lidia. Aku bukan wanita sebaik itu. Aku hanya wanita biasa yg bisa sakit hati" sahut Jodha.

Ruqaya merangkul bahu Jodha "sepupuku ini memang wanita yg baik. Aku bangga mempunyai saudara sepertimu" Jodha tersenyum sambil memegang tangan Ruqaya yg merangkulnya. Lidia dan Surya ikut tersenyum melihat mereka berdua.

"Ehm...Jodha. bolehkah aku numpang ke kamar mandi" ucap Lidia.

"Oh iya, bisa. Mari kuantar" sahut Ruqaya menawarkan. Ruqaya lalu mengantar Lidia kekamar mandi. Kini tinggal Jodha dan Surya berdua. Suasana jadi canggung.

"Berapa bulan kandungan Lidia?" Tanya Jodha untuk mencairkan suasana.

"Sudah memasuki bulan kelima" jawab Surya.

Ting tong. Suara bel berbunyi tanda ada tamu. Saat Jodha ingin membuka pintu,Ruqaya muncul "biar aku saja yg membukanya Jodha"

Ruqaya membuka pintu dan terkejut sekali lagi dengan tamu yg datang "pak...pak Jalal..." ucap Ruqaya terbata2.

"Hai Ruqaya. Jodhanya ada?"

"Eh..itu...ehm...ada tamu didalam pak. Silahkan masuk" Ruqaya jadi gugup sendiri sambil menelan ludah susah payah, "alamak...bisa2 terjadi perang dunia keempat nih" batin Ruqaya.

Jalal masuk keruang tamu dan kaget dengan pemandangan didepannya. Jalal melihat Jodha bersama seorang pria dan sepertinya Jalal pernah bertemu pria itu. Jodha yg melihat Jalal ikut kaget dan sontak berdiri dari duduknya "Jalal..."

"Hai Jodha,aku kesini karena ingin memberikan oleh2 ini padamu. Mamaku dari singapura dan membelikannya untukmu" Jalal menyerahkan sebuah bingkisan ke Jodha. Jodha menerimanya dan mengucapkan terima kasih.

"Siapa dia Jodha? Bukankah dia teman lamamu yg ada di panti waktu itu" Surya berdiri lalu mengulurkan tangannya ke Jalal.

"Aku Surya"

"Jalal" Jalal membalas uluran tangan Surya.

Jodha bingung harus bagaimana,pertama dia sudah berbohong pada Jalal tentang pertemuannya dengan Surya. Dan kini haruskah dia berbohong tentang siapa Surya sebenarnya.

Akhirnya dengan sedikit keberanian Jodha bicara "Dia...adalah...mantan tunanganku...Jalal"

Duaaarrr.....

Seakan ada petir menyambar,Jalal kaget dan membelalakkan matanya mendengar ucapan Jodha, "apa katamu...dia...mantanmu?"

Jodha mengangguk lirih. Jalal gelap mata,rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. Dia menatap Surya penuh amarah. Dengan reflek Jalal melayangkan pukulannya ke wajah Surya.

Bukk...bukk...

Jalal memukuli Surya dengan sekuat tenaga "b******k kau bajingan. Gara2 kau Jodha jadi trauma"

Jodha dan Ruqaya kaget dengan tindakan Jalal yg tiba2. Mereka berdua mencoba melerai tapi kekuatan Jalal begitu besar.

"Jalal...hentikan" teriak Jodha sambil memegangi lengan Jalal. Tapi Jalal semakin membabi buta memukul perut dan wajah Surya. Surya tidak melawan karena dia memang pantas mendapatkannya. Bahkan sakit fisik yg dia alami tak sebanding dengan luka dihati Jodha. Lidia yg baru keluar dari kamar mandi kaget dengan keributan ini. Begitu tau kalau Surya dipukuli,dia langsung menghampiri Surya. Jodha merangkul bahu Jalal lalu menarik lengannya. Dengan susah payah Jodha berhasil melepaskan tangan Jalal dari Surya.

"Jalal hentikan. Kau bisa membunuhnya!" Teriak Jodha.

Ruqaya membantu Surya duduk dan Lidia menangis sambil menaruh kepala Surya dipangkuannya dan memegang wajah Surya yg lebam.

Dengan nafas ngos2an Jalal berkata "dia pantas mendapatkannya!"

Saat Jalal akan maju untuk memukul lagi,Jodha menahan lengan Jalal "cukup Jalal! Apa kau tidak lihat dia sudah tidak berdaya. Apa kau ingin membunuhnya!"

Jalal semakin marah dengan ucapan Jodha. Matanya berkilat penuh amarah. Jodha menjadi ketakutan. Dia tidak pernah melihat Jalal semarah ini. Jalal terlihat sangat menakutkan bila marah.

"Kenapa kau membelanya Jodha? Apa kau masih mencintainya?" Tangan Jalal menunjuk ke Surya tapi matanya menatap tajam ke mata Jodha.

Wajah mereka begitu dekat. Jodha bisa merasakan hembusan nafas Jalal yg memburu. Jodha tidak menjawab karena begitu takut melihat mata Jalal.

"Jawab aku Jodha!!!" Jalal berteriak didepan wajah Jodha hingga membuat Jodha tersentak kaget. Jodha merasakan matanya memanas dan sebentar lagi air mata pasti akan jatuh. Jantung Jodha berdetak kencang saking kagetnya.

Karena Jodha hanya diam,Jalal menyimpulkan kalau pertanyaannya memang benar. Hatinya terluka melihat Jodha hanya diam dan lebih membela Surya.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...