Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 16

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #

Part 16

₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪₪

Saat Jodha sedang memperhatikan Jalal,ada seseorang yg memanggilnya "Jodha"
Jodha menoleh dan betapa kagetnya dia melihat orang yg kini menyapanya.

"Sur...Surya" 

"Apa kabarmu Jodha?"

"Bagaimana menurutmu setelah ditinggal oleh mantan calon suami dihari pernikahannya!" Jawab Jodha sinis.

Surya merasa sedih dan bersalah melihat tatapan Jodha yg menyiratkan kebencian dan dan kemarahan dimatanya, "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini setelah aku mencoba mencarimu. Aku ingin minta maaf padamu Jodha."

Jalal yg sedang mengucapkan pidato,melihat ke arah Jodha yg sedang berbicara dengan seorang pria. Tapi kenapa Jodha terlihat marah.

"Minta maaf! Setelah apa yg kaulakukan padaku dan keluargaku kau bilang minta maaf. Huh...tidak akan pernah!" Jodha semakin muak dengan Surya. Enak saja dia bilang minta maaf setelah mempermalukan keluarganya.

"Aku memang pantas tidak dimaafkan dan dibenci olehmu dan keluargamu. Tapi aku ingin menjelaskan padamu mengapa aku lari di hari pernikahan kita"

"Penjelasan! Penjelasan apalagi. Kenapa baru sekarang kau mau menjelaskan,kenapa tidak dari awal. Dasar pengecut!"

"Aku terima kau menyebutku apapun Jodha. Aku memang pantas mendapatkannya. Tapi kumohon beri aku kesempatan untuk menjelaskannya padamu"

"Tidak! Jujur saja aku muak melihatmu. Dan aku harap kamu tidak muncul lagi dihadapanku" Jodha lalu pergi dari hadapan Surya.

Surya ingin mengejar Jodha tapi tangannya ditahan oleh seorang wanita "mas,kamu dipanggil paman. Dia butuh bantuanmu"

Surya yg ingin mengejar Jodha mengurungkan niatnya dan lebih memilih ikut bersama wanita itu. Jalal semakin penasaran,kenapa Jodha tiba2 pergi dari sana dan terlihat begitu marah. Jalal sampai tidak konsentrasi dalam pidatonya.

Jodha bertanya pada seseorang dimana letak toiletnya. Setelah diberitahu,dia menuju ke toilet yg berada paling pojok bangunan utama panti ini. Jodha masuk ke toilet dan menguncinya. Dia menyenderkan punggungnya di pintu. Dia ingin meredakan rasa sesak yg menghimpit dadanya. Kenapa dia harus bertemu lagi dengan Surya. Disaat dia ingin menjauh,kenapa dia justru bertemu dengan pria itu lagi.

Jodha teringat kembali bayangan hari pernikahannya. Saat pria itu tiba2 meninggalkannya. Jodha kembali menangis. Dia menutup mulutnya agar tidak terdengar orang lain. Kenapa disaat dia mulai mencoba mengobati luka dihatinya,luka justru terbuka lagi dengan mudahnya.

Andai saja ini bukan acara penting,sudah pasti dia akan langsung kabur dari tempat ini. Tapi dia masih memikirkan Jalal. Jodha tak ingin Jalal kuatir padanya.

Setelah menenangkan gejolak dihatinya,Jodha mengusap air matanya lalu menuju ke wastafel. Dia mencuci mukanya agar tidak terlihat sembab.

Setelah berpidato,Jalal yg sedari tadi tidak melihat Jodha setelah melihatnya berbicara dengan seorang pria, Jalal mulai mencari-cari Jodha. Jalal berkeliling tapi tak menemukan Jodha. Akhirnya dia bertanya pada seseorang dan orang itu berkata kalau Jodha sedang di toilet. Setelah mengucapkan terima kasih,Jalal langsung menuju ke toilet. Dia merasa kuatir dengan Jodha.

Saat Jalal hampir mendekati toilet,Jodha juga keluar dari dari sana. Mereka berpapasan dan Jodha kaget dengan kehadiran Jalal.

"Jodha,kau disini rupanya. Aku mencarimu dari tadi"

"Eh Jalal. Tadi perutku agak sakit jadi aku ke toilet" Jodha berbohong.

"Kau tidak apa2, apa kita pulang sekarang"

"Tidak. Kita jangan pulang dulu,bukankah acaranya baru dimulai"

"Tapi wajahmu terlihat pucat Jo. Apa kau sakit?"

"Tidak. Beneran aku gak pa2 kok" Jodha menunduk menyembunyikan wajahnya. Dia takut Jalal tau kalau dia sedang berbohong.

"Siapa pria itu Jodha?"

"Mampus kau Jodha" batin Jodha, "Hah! Pria? Pria yg mana?" Jodha pura2 tidak tau.

"Tadi aku melihatmu berbicara dengan seorang pria"

"Ooh..itu. Dia teman lamaku,gak sengaja tadi bertemu" Jodha semakin gugup ditatap dengan tatapan menyelidik oleh Jalal, "ayo kita kembali kedalam. Acara sudah dimulai tuh" Jodha menggamit lengan Jalal dan mengajaknya kedalam panti untuk mengalihkan perhatiannya bertanya tentang Surya.

Jalal masih merasa aneh dengan tindakan Jodha barusan. Tidak seperti biasanya Jodha bersikap agresif seperti ini. Jalal semakin yakin kalau Jodha menyembunyikan sesuatu darinya. Nanti dia pasti akan mencari tau.

៛៛៛

Setelah acara di panti selesai,Jodha dan Jalal pamit pulang pada pemilik panti. Jodha bersyukur karena dia tidak bertemu lagi dengan Surya.

Di dalam mobil Jodha lebih banyak diam. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia menatap lurus ke arah depan. Jalal yg melihat Jodha hanya diam mulai bertanya "kau kenapa Jodha?"

Jodha menoleh "hah..aku...tidak apa2"

"Sejak dari panti kau terlihat sering melamun,apa ada yg sedang kaupikirkan?"

"Tidak ada Jalal" Jodha kembali menghadap ke depan.

"Kau menyembunyikan sesuatu Jodha?"

"Sudah kubilang aku tidak apa2 dan tidak menyembunyikan sesuatu" Jodha kesal karena Jalal banyak bertanya padanya.

Jalal terkejut dengan sikap Jodha yg tiba2 marah padanya. Kenapa dia? Apa karena pria itu. Jalal akhirnya memilih untuk diam karena dia tak ingin bertengkar dengan Jodha.

¤¤¤

* Di kantor Azza Wonderland...

Jodha sedang sibuk dengan laptop yg ada didepannya saat Moti datang padanya "Jodha,ada yg ingin bertemu. Seorang pria"

Jodha mengerutkan dahinya "pria? Siapa?"

"Aku tidak tau,dia bilang ingin bicara suatu hal yg penting denganmu"

"Siapa sih. Ya sudah,suruh saja dia masuk"

Moti keluar lalu mempersilahkan pria itu masuk. Seorang pria masuk dan menyapanya "selamat pagi Jodha"

Jodha menghentikan kegiatannya dan mendongak ke asal suara. Jodha membelalakkan matanya "kau..." seru Jodha kaget.

"Maaf mengganggu waktumu Jodha"

"Untuk apalagi kamu kesini dan bagaimana kau tahu kalau aku bekerja disini?" Jodha bangun dari duduknya dan terlihat sangat marah karena harus bertemu lagi dengan Surya.

"Aku tau kamu bekerja disini dari paman Rahman,pemilik panti. Aku ingin bicara denganmu untuk menjelaskan semuanya Jodha"

"Sudah kubilang aku tak ingin bertemu denganmu dan tidak mau tau alasanmu. Sekarang kau pergi atau aku panggil keamanan"

"Aku tetap akan menjelaskan padamu meskipun kau menolaknya 100 kali Jodha, sampai kau tau alasanku meninggalkanmu waktu itu" Surya tetap keukeh.

Jodha mengusap wajahnya lalu menghembuskan nafas untuk menahan amarahnya "baiklah,aku memberimu kesempatan untuk menjelaskan agar kau tidak terus menerus mengikutiku. Tapi tidak disini karena aku sedang sibuk. Kita bicara waktu makan siang saja di kafe yg tak jauh dari sini"

"Ok. Makan siang nanti aku akan menunggumu Jodha. Maaf sekali lagi telah mengganggumu. Selamat pagi" Surya lalu keluar dari ruangan Jodha.

Huffftt...Jodha duduk lemas dikursinya. Sebenarnya dia juga ingin tau alasan apa yg membuat Surya meninggalkannya di hari pernikahan.

"Ya tuhan. Tolong kuatkan aku"

Jodha lalu teringat dengan Jalal. Dia mengambil hpnya untuk menelepon Jalal dan mengabarkan kalau dia tidak bisa makan siang dengannya. Tapi dia bingung harus berbohong apa. Saat dia akan mendial nomor Jalal,tiba2 hpnya berbunyi. Ternyata Jalal yg meneleponnya. Jodha mengangkatnya.

"Halo"

"Halo Jodha, maaf nanti siang aku tidak bisa makan siang denganmu karena aku disuruh papa untuk menemui kliennya"

Jodha bernafas lega. Itu berarti dia tidak perlu berbohong "iya tidak apa2 Jalal. Aku akan makan siang dengan teman2"

"Ok sayang. I love you. Muaachh" Jalal menutup teleponnya. Jodha menggelengkan kepalanya mendengar ucapan narsis Jalal.

¥¥¥¥

Tepat jam makan siang,Jodha pergi ke cafe tempat janjiannya dengan Surya. Di cafe yg jaraknya tak jauh dari kantor Jodha,Surya ternyata telah datang terlebih dahulu menunggu Jodha. Jodha melihat Surya melambaikan tangan padanya,lalu Jodha menghampirinya.

Jodha duduk di depan Surya "apa kau sudah lama disini" tanya disini.

"Tidak lama. 5 menit yg lalu" jawab Surya.

Seorang pelayan kemudian datang dan menyerahkan buku menu pada mereka berdua. Setelah mengatakan pesanan mereka berdua,si pelayan pergi dari hadapan mereka.

"Jadi,apa yg ingin kaujelaskan?" Tanya Jodha sinis.

Surya menghembuskan nafasnya dan mulai berbicara "sebelumnya aku benar2 minta maaf padamu Jo. Aku memang pantas untuk dibenci ataupun tidak dimaafkan. Tapi aku berharap agar kau bisa memaafkanku"

Jodha diam mendengarkan.

"Sebenarnya sebelum orangtua kita menjodohkan kita,aku sudah jatuh cinta dengan wanita lain"

Jodha mencoba menguatkan hatinya.

"Aku sudah bilang ke papa kalau aku mencintai wanita lain tapi papa seakan tak perduli karena dia sudah terikat janji dengan papamu. Aku bertengkar hebat dengan papa karena aku menolak perjodohan ini,bahkan aku tidak pulang kerumah selama 2 hari. Mama sangat kuatir padaku dan memintaku untuk bertemu dengannya. Mama memohon sampai berlutut di kakiku agar aku menyetujui perjodohan ini. Karena aku tidak tega melihat mama memohon padaku akhirnya aku setuju"

Tiba2 pelayan datang membawa pesanan sehingga menghentikan pembicaraan mereka. Setelah menaruh pesanan,si pelayan permisi.

"Makanlah dulu Jodha. Aku akan melanjutkannya sembari makan"

Jodha akhirnya memakan makanannya,meskipun sedikit sulit karena setelah mendengar ucapan Surya,dia jadi tidak nafsu makan.

"Akhirnya aku mau berkenalan denganmu,itu semua demi mama. Aku mencoba untuk belajar mencintaimu,tapi aku tak bisa. Hingga hari itu,sehari sebelum hari pernikahan kita,dia datang padaku dan membuatku bimbang"

#Flasback...

"Mas,aku ingin memberitahu sesuatu yg penting padamu" ucap si wanita mencoba menahan tangisnya.

"Kau ingin memberitahu apa. Kau tau sendiri kan,kita tidak bisa lagi berhubungan karena aku akan segera menikah" ucap Surya penuh penyesalan.

"Aku...aku hamil mas. Dan ini anakmu"

"Apaaaa??" Surya kaget bukan main. Si wanita menyerahkan sebuah kertas yg berisi tes DNA.

Surya membacanya dan tes itu menunjukkan bahwa yg dikandung wanita itu adalah darah dagingnya. Surya mengusap wajahnya frustasi.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...