# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 5
៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛
"Selamat pagi pak Ryan"
"Pagi" Ryan menjawab dan pria yg satunya menoleh.
Jodha dan pria itu sama2 terkejut.
"Kau..." ucap mereka bersamaan.
Ryan mengernyit bingung melihat mereka berdua "loh...kalian sudah saling kenal?"
"Kenal sih enggak,cuma pertemuan tak terduga aja" jawab Jalal sewot.
Jodha cuma memutar bola matanya. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan pria arogan ini.
"Silahkan duduk nona Jodha" Ryan mempersilahkan Jodha untuk duduk, "Jalal, kamu tunggu sebentar bisa kan? Aku mau interview nona Jodha dulu"
"Ok kak" jawab Jalal.
Jalal duduk di sofa sambil melihat Jodha dengan intens. Jodha merasa risih karena ada Jalal disini,membuatnya sedikit terganggu. Tapi dia tetap berusaha profesional. Ryan lalu mulai mewawancarai Jodha dan Jodha menjawab dengan penuh percaya diri. Sedangkan Jalal ikut mendengarkan dan menatap Jodha.
"Baiklah nona Jodha,anda saya terima karena posisi ini sesuai dengan keahlianmu. Saya harap kamu bisa nyaman bekerja disini"
"Terima kasih Pak Ryan" Jodha menjabat tangan Ryan dan dibalas oleh Ryan.
"Mulai besok kamu sudah mulai bisa bekerja. Manajer saya besok yang akan membantumu"
"Baik pak"
"Oh iya satu lagi, Jalal nanti juga akan ikut membantu dalam proyek ini. Saya harap kalian bisa bekerjasama dengan baik" Ryan melirik Jalal dan memberi kode untuk mendekat.
Jalal berdiri lalu menuju ke arah mereka. Jalal mengulurkan tangannya ke Jodha, Jodha membalasnya.
"Selamat datang nona Jodha, semoga kita bisa menjadi tim yg baik" ucap Jalal tulus.
"Terima kasih pak...Jalal" Jodha tersenyum tipis.
Jalal menarik tangannya dan merasa aneh dengan panggilan Jodha padanya. Jodha lalu pamit keluar pada Ryan dan Jalal. Jalal melihat Jodha hingga keluar dari ruangan.
"Ehem..." Ryan berdehem. Jalal menoleh.
"Sepertinya ada yg jatuh cinta nih" goda Ryan.
"Siapa???" Jalal pura2 tak tau.
"Kamu...siapa lagi"
"Aku??" Jalal menunjuk dirinya, "dengan dia" menunjuk keluar.
"Ya iya. Kalau gak jatuh cinta,kenapa kamu lihatnya sampai gitu. Dari tadi mata kamu gak berkedip menatapnya"
"Hah...jatuh cinta sama gadis aneh macam dia...no way!"
"Jangan gitu. nanti kalau beneran cinta, aku yg bakalan tertawa pertama kali" Ryan terkekeh. Jalal mendengus sambil menghempaskan pantatnya di kursi depan Ryan.
"Eh...ngomong2 kamu ketemu Jodha dimana? Kok bilang pertemuan tak terduga"
"Sudahlah kak gak usah dibahas,gak penting juga" Jalal mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudah kalau gak mau cerita"
Ryan dan Jalal lalu melanjutkan diskusi mereka.
¤¤¤¤¤¤¤
Jodha keluar dari kantor AZZA Wonderland dan naik taksi pulang kerumah. Di dalam taksi Jodha menelepon Ruqaya. Dalam deringan ketiga,Ruqaya mengangkat teleponnya.
"Halo"
"Halo...Ruq, kamu sedang sibuk gak?"
"Enggak...oh iya gimana hasilnya"
"Aku diterima..."
"Benarkah!!!! selamat ya Jo. Aku sudah bilang kan kalau kamu pasti lolos"
"Iya. Aku senang sekali. Terima kasih ya atas bantuanmu"
"Iyaa...itu juga karena keberuntunganmu. Kapan kamu mulai kerja?"
"Besok aku sudah mulai kerja. Ya sudah,nanti saja dilanjutkan dirumah. Aku tidak mau mengganggumu. Sampai nanti dirumah ya"
"Ok...bye"
Jodha menutup teleponnya. Hari ini dia begitu gembira karena diterima bekerja. Jodha ingin segera sampai dirumah dan mempersiapkan diri untuk besok.
៛៛៛
* Malam hari.
Saat makan malam,Jodha menceritakan pada om dan tantenya bahwa dia diterima bekerja di AZZA Wonderland. Atghah dan Gulbadan ikut gembira dan memberikan selamat ke Jodha.
Setelah makan malam, Jodha dan Ruqaya berbicara di kamar.
"Jadi kamu sudah bertemu dengan CEO kakak beradik yg tampan itu ya?" Tanya Ruq antusias.
"Iya. Pak Ryan itu selain tampan,dia pria yg baik. Tidak sepertinya adiknya"
"Eh...kamu jangan bicara begitu. Bagaimanapun pak Jalal itu bos ku loh"
"Meskipun dia bosmu,tapi lagaknya itu loh. Sok banget" Jodha mencibir.
"Masak sih. Setahuku pak Jalal itu orangnya baik dan banyak cewek2 yg suka ama dia"
"Hmm...kamu gak tau aja aslinya dia gimana. Pria yg menabrakku waktu di mini market kan dia"
"Apaaaa??? Jadi kamu pernah bertemu dia sebelumnya dong"
Jodha mengangguk "dan dia itu ternyata orang yg menyebalkan"
"Kamu jangan bilang gitu, nanti jatuh cinta baru tau rasa" goda Ruq.
Jodha membelalakkan matanya "No way!!!! Apalagi dengan pria seperti dia"
"Sampai kapan kamu mau membuka hatimu Jo?" Ruqaya bicara serius.
Jodha diam sejenak. Dia kembali menerawang "aku tidak mau lagi mengenal cinta. Cukup sekali aku merasakan sakitnya. Aku tidak tau apakah aku bisa membuka hatiku lagi atau tidak"
Mata Jodha berkaca-kaca. Ruq merasa bersalah karena sudah membuat Jodha mengingat lagi kejadian itu. Ruq memeluk Jodha.
"Maafkan aku Jodha. Aku tidak bermaksud membuatmu mengingat lagi sakit hatimu. Aku hanya ingin kamu merasakan bahagia lagi seperti dulu" Ruq ikut bersedih.
"Aku bahagia Ruq. Ada kamu,ada om,tante,papa,mama dan juga Daniyal. Aku tidak butuh yg lain lagi" Jodha mengeratkan pelukannya.
"Aku tau kamu kesepian Jo. Meskipun kami bersamamu,hatimu tentu saja masih membutuhkan seseorang yg akan mendampingimu. Aku akan selalu berdoa agar kau segera bertemu cinta sejatimu" batin Ruqaya.
¤¤¤
* Keesokan harinya...
Jodha dan Ruqaya berangkat lagi bersama-sama. Jodha terlihat cantik dan anggun dengan memakai setelan baju kerja berwarna krem. Di hari pertama bekerja dia harus terlihat cantik dan berkesan.
Setelah tiba di kantor AZZA Wonderland, Jodha menuju keruangan manajer yg bernama pak Hasan. Disana dia akan diberitahu tentang job desknya. Jodha diantar keruangannya yaitu ke Divisi marketing dan diperkenalkan dengan asistennya yg bernama Moti juga karyawan lainnya.
Jodha mulai bekerja dengan penuh semangat di hari pertamanya dibantu oleh Moti. Mereka berdua cepat akrab karena Moti adalah gadis yg supel dan mudah bergaul. Sehingga sesuai dengan karakter Jodha yg juga mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Setelah makan siang,Jodha dipanggil Ryan keruangannya. Jodha tiba diruangan Ryan. Dia mengetuk pintu dan Ryan mempersilahkan Jodha masuk.
"Selamat siang pak"
"Siang...silahkan duduk" ucap Ryan.
Jodha duduk di kursi depan Ryan.
"Bagaimana hari pertamamu bekerja?"
"Baik pak. Saya senang karena semua orang disini baik dan mau membantu mengarahkan saya"
"Baguslah kalau begitu. Oh iya,besok kita akan meninjau wahana baru. Aku harap besok pagi kamu bersiap dan ikut meninjau. Kamu bisa mulai menyiapkan rancangan untuk membuat promosi yg menarik agar para pengunjung mau menaiki wahana ini dan ini design lengkapnya" Ryan menyerahkan sebuah map dan Jodha menerimanya.
"Baik pak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin"
"Baiklah. Hanya itu yg ingin kusampaikan. Good luck Jodha"
"Terima kasih pak. Saya permisi dulu. Selamat siang"
Ryan mengangguk dan Jodha keluar dari ruangan. Dia kembali keruangannya dan mulai mempersiapkan rancangannya untuk esok hari.
Ryan lalu menghubungi Jalal lewat telepon. Dalam deringan kedua Jalal mengangkatnya.
"Halo kak"
"Jalal....apa kamu besok sibuk?"
"Tidak kak,memangnya kenapa?"
"Besok pagi aku akan meninjau wahana baru kita. Kamu besok bisa ikut kan?"
"Hm...baiklah. besok aku ikut"
"Ok. Aku tunggu besok. Bye..." Ryan menutup teleponnya dengan menyunggingkan senyum.
¥¥¥
* Esok hari...
Jodha datang pagi2 sekali agar tidak terlambat. Dia sengaja tidak berangkat bersama Ruqaya. Setelah dia tiba dikantor, tak lama Moti juga datang. Setelah mempersiapkan semuanya,Jodha bersama Moti berangkat ke tempat Wahana. Mereka janjian bertemu dengan Pak Ryan di lobi kantor.
Tak berapa lama,Jalal datang. Dia juga disuruh Ryan untuk menunggu di lobi. Jalal terlihat tampan dengan setelan pakaian kerjanya. Saat itulah dia bertemu dengan Jodha yg sedang asyik berbicara dengan Moti.
"Selamat pagi nona2" salam Jalal ramah.
Jodha dan Moti menoleh lalu menjawab salam "Pagi pak Jalal"
Moti menjawab dengan tersenyum sedangkan Jodha memasang wajah jutek.
"Hadeeehh...ketemu dia lagi" batin Jodha.
"Apa kalian juga disuruh pak Ryan menunggu disini?"
"Iya pak" jawab Moti sambil tersenyum manis.
"Kenapa dengan wajahmu nona Jodha? Lagi dapet ya...kok ditekuk gitu?" Goda Jalal sambil tersenyum menyindir.
Jodha membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Jalal. Mengingatkannya dengan 'barang yg tertukar' malam itu.
"Itu bukan urusan anda pak! Lagipula saya juga tidak butuh alat pencukur kumis dan pembersih wajah. Dibuang saja" balas Jodha dengan senyuman menyeringai.
Jalal kaget dengan jawaban Jodha. Sedangkan Moti terbengong-bengong. Tidak tau apa2 dengan pembicaraan mereka. Tiba2 hp Jalal berbunyi dan Jalal mengangkatnya.
"Ya kak"
"......."
"Ok...aku akan kesana bersama mereka" Jalal menutup teleponnya.
"Nona2.. pak Ryan menyuruh kita untuk segera kesana. Pak Ryan sedang ada urusan sebentar,jadi kita kesana terlebih dahulu. nanti dia menyusul"
Jodha dan Moti mengangguk. Mereka bertiga lalu berjalan bersama menuju ke tempat wahana. Setelah tiba disana,ternyata sudah ada beberapa orang disana yg juga bertugas memantau.Mereka mulai berdiskusi merencanakan proyek wahana baru. Jalal sesekali melirik ke arah Jodha yg sedang menjelaskan rancangan promosinya. Jalal bahkan tidak berkedip saat Jodha berbicara dengan luwesnya. Sesekali Jodha tersenyum sambil menjelaskan. Dan hal itu membuat Jalal heran.
"Kalau dengan orang lain dia ramah sekali. Tapi bila denganku kenapa dia jutek banget. Dasar gadis aneh" batin Jalal.
Tak berapa lama Ryan datang bersama sekretarisnya. Semua orang menyapa Ryan dengan penuh hormat. Ryan membalas salam mereka sambil tersenyum dan menyuruh Jodha melanjutkan penjelasannya. Ryan mendengarkan penjelasan Jodha dengan seksama. Tapi dia juga melirik ke arah Jalal yg begitu intens menatap Jodha.
Ryan tersenyum penuh arti sambil berbicara dalam hati "Jalal...Jalal...masih saja menyangkal tentang perasaanmu" sambil geleng2 kepala.
Ryan sangat terkesan dengan rancangan Jodha.Dia tidak salah memilih Jodha untuk menggarap proyeknya.
Komentar
Posting Komentar