# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 3
៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛
# Di sebuah rumah mewah.
Di Pagi hari yg cerah.suasana rumah yang awalnya hening, tiba2 jadi berisik dengan suara seorang gadis cilik berumur 7 tahun sedang berlari-larian di dalam rumah dan dikejar oleh seseorang.
"Ampun...ampun" teriak si gadis cilik.
"Hayo...mau kemana kamu" ucap si pria yg mengejar gadis cilik itu.
Mereka terus berkejaran di dalam rumah. Si gadis cilik keluar menuju taman depan rumah. Si pria terus mengejarnya. Kini mereka berputar-putar di sebuah kolam air mancur kecil yg ada di taman itu. Tukang kebun yg kebetulan sedang membersihkan rumput jadi agak terganggu dengan ulah 2 majikan ini. Dia hanya bisa geleng2 kepala.
Hap.... pria itu berhasil menangkap tubuh si gadis cilik lalu memutar2 badannya. Setelah lelah berputar-putar,mereka membaringkan tubuh mereka di rerumputan.
"Aduh...capek om larinya" si gadis cilik terengah-engah sambil telentang.
"Ini semua gara2 kamu. Kenapa kamu gambar muka yg ganteng ini seperti joker heh!" Pria yg dipanggil om itu lalu menggelitik perut si gadis cilik.
"Hahaha...iya ampun...om..." si gadis cilik tertawa terpingkal-pingkal karena kegelian. Tapi pria itu masih terus melakukan aksinya.
"Salah om sih...dibanguninnya susah banget,,,ya udah...aku gambar aja muka nya pake spidol...hehehe"
"Hm...dasar kamu ya" pria itu mencubit pipi chubby si gadis cilik. Mereka lalu duduk.
Tiba2 dari arah dalam rumah ada yg berteriak memanggil mereka "Jalal...Arshia!!!! Kalian ngapain disitu..."
Merasa dipanggil, Jalal dan si kecil Arshia menoleh ke arah seorang wanita cantik yg sedang berkacak pinggang. Jalal lalu menghentikan aksinya dan berdiri dari duduknya diikuti Arshia.
"Eeeh...kakak ipar...ini nih putrimu yg centil dan nakal ini menjahili aku. Lihat wajahku yg tampan ini jadi kayak badut ancol" jawab Jalal sambil memeletkan lidah ke arah Arshia.
Arshia terkekeh dengan menutup mulutnya "Nih mommy, om Jalal susah banget disuruh bangun" gantian Arshia yg mengadu pada Aisha,mommy nya.
"Jalal...ini sudah jam berapa? Apa kamu gak ke hotel?"
"Iya iya kak. Ini juga mau mandi" Jalal berjalan melewati Aisha dengan santai.
Aisha hanya geleng2 kepala lihat adik iparnya yg satu ini sambil tertawa lihat wajah Jalal. Dari tadi sebenarnya Aisha menahan tawanya.
"Mommy..." Arshia bergelayut manja di kaki Aisha.
"Ya ampun Shia,baju kamu kotor semua. Ayo masuk bersihkan bajumu" Aisha menggandeng Arshia masuk.
៛៛៛
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapu, Jalal menuju keruang makan untuk sarapan. Di meja makan sudah ada Humayun,Hamida,Aisha dan juga Arshia menunggunya.
"Pagi semua" sapa Jalal.
"Pagii" jawab mereka kompak.
Jalal lalu duduk di depannya ada Arshia dan memicingkan matanya. Arshia balas tersenyum manis. Mereka lalu memulai sarapan.
"Kak Ian mana? Kok gak ikut sarapan" tanya Jalal sambil nengok kanan dan kiri.
"Mas Ryan tadi berangkat pagi karena ada meeting mendadak" jawab Aisha.
"Oohhhh" Jalal hanya ber-oh ria.
"Jalal,kenapa kamu bangun kesiangan?" Tanya Humayun.
"Ehm.." Jalal berdehem tanda gugup, "tadi malam aku tidak bisa tidur nyenyak pa"
"Kenapa?" Tanya Hamida. Yang lain mengerutkan dahi penasaran.
"Aku juga tidak tau ma. Tiba2 saja tadi malam aku merasa gelisah"
"Ck...itu tandanya sudah waktunya kamu menikah. Sampai kapan kamu melajang terus. Umur sudah 27 tahun masih aja sendiri. Kamu gelisah karena tidak ada yg menemanimu tidur" jawab Humayun asal.
"Iiishh...papa nih. Ujung2 nya kalau ngomong pasti ke pernikahan" jawab Jalal berdecak.
"Loh...memang benar begitu kan" ucap Humayun tak mau kalah.
"Sudah...sudah...ini bapak sama anak pagi2 sudah ribut. Waktu sarapan lagi" omel Hamida. Dia geregetan dengan 2 orang ini yg sering berdebat.
"Xixixi" Arshia terkekeh dengan menutup mulutnya.
"Apa senyum-senyum!" Jalal melotot ke Arshia.
"Om...anterin Shia sekolah ya" ucap Arshia manja.
"Kenapa om yg ngantar. Biasanya kan sama mommymu"
"Iihhh..om nih. Aku hari ini pengen diantar om pokoknya" Arshia mencebikkan bibirnya.
"Dasar nih anak. Momy sama anaknya sama2 cerewet...upppsss" Jalal menutup mulutnya.
Aisha yg mendengar itu langsung melotot. Jalal meringis sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya "hehehehe...peace kak"
Arshia kembali terkekeh. Hamida dan Humayun hanya geleng2 kepala.
Setelah selesai sarapan dan berpamitan,Jalal berangkat bersama Arshia. Jalal mengantar gadis cilik itu kesekolahnya dulu baru dia berangkat ke hotel. Jalal menggandeng tangan Arshia. Dan Arshia berjalan sambil melompat2 riang karena diantar oleh om tersayangnya.
Arshia kenapa begitu dekat dengan Jalal karena dulu ada historynya saat kelahiran Arshia. Jadi saat 7 tahun yg lalu kelahiran Arshia, Aisha koma selama 3 hari setelah melahirkan. Semua orang bingun dan panik. Apalagi Ryan sudah seperti orang gila karena Aisha tidak bangun2. Humayun dan Hamida juga sibuk mengurus Aisha hingga Arshia tidak ada yg mengurus. Sampai akhirnya dengan terpaksa Jalal harus membantu merawat Arshia. Dengan pengetahuan yg minim tentang cara merawat bayi,dia searching di internet dan juga banyak bertanya pada Hamida dan juga karyawannya yg sudah menjadi ibu. Dan hal itu benar2 pengalaman yg baru baginya. Jadi kalau nanti Jalal sudah punya anak sendiri,dia tidak canggung lagi merawat bayi.
"Ini yg orangtuanya siapa...yg merawat siapa" kata2 itu yg selalu dia ucapkan ke Ryan bila menyindirnya.
Kalau sudah disindir seperti itu,Ryan cuma tersenyum salah tingkah. Sebab itulah mengapa Jalal dan Arshia begitu dekat dan lengket.
¤¤¤
Setelah mengantar Arshia ke sekolah,Jalal menuju ke hotel. Jalal adalah CEO dari AZZA hotel dan bagian dari AZZA Group. AZZA Group adalah perusahaan milik Humayun Azzahidi yg mempunyai anak cabang dimana2. Bisnisnya melingkupi restoran,cottage,tempat wisata keluarga,apotik dan banyak lagi yg lainnya yg tersebar di seluruh indonesia.
Jalal tiba diruangannya dan mulai sibuk mengurusi berkas2 di mejanya. Saat sedang sibuk,hp Jalal bergetar. Jalal melihat di layar terpampang nama Ryan. Jalal lalu mengangkatnya.
"Ya kak,ada apa?"
"Bisa kamu kesini,ada hal penting yg ingin kubicarakan"
"Ok" Jalal menutup teleponnya lalu beranjak ke tempat kakaknya, AZZA Wonderland.
Ryan adalah anak pertama dari Humayun. Dia kakak kandungJalal dan mereka hanya 2 bersaudara. Ryan seorang CEO dari AZZA Wonderland yaitu tempat wisata keluarga semacam dunia fantasi. Aisha adalah istrinya dan Arshia adalah putri semata wayangnya.
Mereka berdua adalah CEO muda yg berbakat dan disegani oleh rekan2 bisnisnya. Mereka sering muncul di majalah2 ataupun televisi karena kesuksesan mereka dan menjadi hot guys most wanted.
AZZA Wonderland berada diseberang AZZA Hotel. Membutuhkan waktu hanya 5 menit bagi Jalal untuk sampai di kantor Ryan. Jalal sampai diruangan Ryan dan mengetuk pintu. Ryan mempersilahkan masuk. Jalal masuk lalu duduk di sofa yg ada ditengah ruangan.
"Ada apa kak?"
Ryan melemparkan sebuah majalah bisnis di meja. Di cover depan majalah itu terpampang wajah mereka berdua. Jalal mengambil lalu membacanya.
"Para pemburu berita itu selalu saja ingin tahu tentang kehidupan kita. Dan mereka juga terus mengawasi perkembangan bisnis kita. Dan tahun ini AZZA Wonderland sedikit mengalami penurunan dan aku yakin mereka akan terus bertanya pada kita" Ryan berkata dengan kesal.
Jalal mendesah "itu sudah tugas mereka kak. Apalagi kita ini pengusaha sukses,tentu saja pasti jadi buruan media. Lalu kita harus bagaimana mengatasinya"
"Aku akan menambah wahana baru yg bisa juga menambah pengetahuan di AZZA Wonderland dan tentu saja kita harus memasarkan ke publik tentang wahana baru itu"
"Lalu apa masalahnya?"
"Masalahnya, aku belum mempunyai seseorang yg menempati jabatan Chief marketing yg akan menangani tentang wahana baru ini. Aku sudah seleksi beberapa orang tapi tidak ada yg sesuai" Ryan terlihat gelisah.
"Jadi kakak tadi meeting mendadak membahas masalah ini?"
"Iya" Jalal mengangguk.
"Aku minta tolong sama kamu,mungkin ada karyawanmu yg mempunyai saudara atau teman yg bisa menduduki posisi Chief marketing, bisa direkomendasikan ke aku"
"Ok kak. Aku akan bantu. Aku akan buat pengumuman di hotel dan semoga kita bisa segera mendapatkan orang yg sesuai dengan posisi itu"
"Baiklah,aku tunggu kabar baik darimu" Ryan terlihat lega setelah bicara dengan Jalal.
₹₹₹₹₹
* Malam hari....
Jodha akan keluar dari rumah saat Gulbadan ada diruang tamu menonton tv "Jodha,mau kemana?"
"Eeeh...itu tante. Aku mau ke mini market. Ada yg mau kubeli"
"Apa perlu diantar"
"Tidak usah tan. Aku jalan kaki saja"
"Ya sudah,hati2 ya"
"Iya tan"
Jodha keluar dan berjalan ke mini market yg tak jauh dari rumah tantenya. Setelah Jodha berbelanja dan membayar di kasir,dia keluar dari mini market. Saat sedang berjalan tiba2 ada seseorang yang menabraknya.
Braaakkkk.....
"Aduuuuh..." Jodha terjatuh tepat pantatnya duluan yg kena aspal. Jodha memegang pantatnya sambil mengusapnya. Barang belanjaannya juga ikut terjatuh.
"Eh...maaf nona...aku gak sengaja...aku sedang buru2"
Orang yg menabraknya tadi tidak membantunya berdiri, orang itu malah mengacuhkan dan meninggalkan Jodha menuju ke mini market. Jodha geram,dengan susah payah dia berdiri dan berbalik memanggil orang itu.
"Hei...kau...dasar pria gak bertanggung jawab. Kalau jalan itu pakai mata" Jodha berteriak dan membuat pria itu berhenti seketika"
Pria itu berbalik dengan gerakan slow motion.Jodha dan pria itu saling memandang.
"Oh my god" gumam Jodha.
Pria itu menatap tajam pada Jodha. Dia berjalan kearah Jodha dengan perlahan-lahan. Jodha tak bergeming. Sungguh... tubuhnya terasa kaku saat pria itu menatapnya dengan intens.
"Kau bilang apa tadi nona?" Tanya pria itu tegas.
"Ak...aku..." Jodha tergagap, "Ya ampun...kenapa aku jadi gagu gini sih" batin Jodha.
Pria itu mengerutkan keningnya menunggu jawaban Jodha. Tapi Jodha masih diam. Pria itu akhirnya melambaikan tangannya ke Jodha "Hallo....nona.....kamu masih disini kan?"
* bersambung*
Komentar
Posting Komentar