# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 2
៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛
Jodha dan keluarganya kini sedang bicara di ruang keluarga. Jodha sudah memutuskan suatu hal dan memberitahukan pada papa dan mamanya. Jodha berharap mereka menyetujui keputusannya.
Keadaan masih hening, hingga Bharmal mulai bicara, "Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu ?"
"Iya pa, aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku akan tinggal dengan om Atghah di Jakarta. Bila aku tetap disini,maka kenangan pahit itu tidak akan bisa kulupakan pa. Aku butuh suasana baru"
"Itu berarti kamu akan keluar dari perusahaan papa"
"Kan masih ada Daniyal yg bisa meneruskan pa. Sekalian dari sekarang dia bisa belajar mengurus perusahaan. Aku ingin belajar mandiri"
Bharmal mendesah berat. Bila Jodha sudah mempunyai keinginan,maka akan sulit untuk mengubahnya.
"Kalau kau sudah yakin,papa tidak akan melarangmu. Tapi papa harap kamu jangan terus terpuruk. Kamu berhak untuk mencintai lagi Jodha"
"Aku tidak ingin jatuh cinta lagi pa. Cukup sekali aku merasakan sakitnya"
"Jangan begitu Jodha. Apa kau ingin melajang seumur hidupmu. Papa dan mama akan selalu mendoakanmu agar kau bisa bertemu dengan orang yg mencintaimu dengan tulus" Meena ikut bicara.
Jodha hanya diam tak menjawab. Saat ini dia masih belum ingin membicarakan hal2 yg berbau cinta.
"Kapan kamu akan pindah?" Tanya Bharmal.
"Secepatnya pa. Aku akan buat surat resign dulu ke perusahaan papa. Setelah selesai,aku baru pindah ke Jakarta"
"Apapun keputusanmu,asalkan itu bisa membuatmu bahagia. Papa pasti mengizinkan"
"Terima kasih pa. Aku sayang papa" Jodha menghampiri Bharmal lalu memeluknya.
"Sama mama gak sayang nih" Meena pura2 cemberut.
Jodha tersenyum lalu bergantian memeluk mamanya. Daniyal ikut cemberut,tapi dia diam saja. Jodha yg tau itu langsung memeluk Daniyal juga "aku juga sayang kamu Dani"
Daniyal tersenyum "aku yg ngantar kakak ke jakarta ya"
"Ok"
Semua orang tersenyum melihat Jodha yg sudah mulai bisa bercanda dan melupakan kejadian itu. Bharmal dan Meena berdoa semoga Jodha bisa mendapatkan kebahagiaannya kembali melalui seseorang yg mencintai dan menyayanginya dengan tulus.
¥¥¥¥
Setelah semua urusan dengan resignnya Jodha dari perusahaan papanya, hari ini Jodha sudah siap berangkat ke Jakarta. Jodha berpamitan dengan papa dan mamanya.
"Ma...aku pergi dulu ya. Doakan aku disana agar selalu kuat dan tabah menghadapi semua ini" Jodha memeluk Meena.
"Iya sayang. Mama akan selalu mendoakanmu"
Jodha lalu memeluk papanya "maafkan Jodha pa bila Jodha tidak bisa membahagiakan papa"
"Jangan bicara seperti itu. Kamu akan selalu menjadi kebahagiaan papa. Jaga kesehatanmu selama disana dan jangan lupa kalau ada waktu tetap pulang kesini" Bharmal mencium kening Jodha.
"Iya pa. Aku janji akan berkunjung kesini untuk melihat papa dan mama"
"Salam buat om dan tantemu ya" sahut Meena.
"Pasti" jawab Jodha lalu mencium pipi mama dan papanya.
Daniyal sudah menunggu di mobil. Jodha masuk ke mobil dan mulai berangkat dari bandung menuju Jakarta.
¤¤¤¤
Untuk membunuh rasa bosan,Daniyal menyetel musik di mobilnya. Hari ini jalanan lumayan agak macet karena menjelang siang. Tiba2 dari arah depan mereka kira2 berjarak 1 meter, ada seorang wanita yg diserempet motor. Wanita itu terjatuh dan si pengendara melarikan diri. Daniyal kaget hingga menghentikan mobilnya. Jodha keluar langsung keluar dan membantu wanita itu diikuti daniyal.
"Mbak tidak ada apa2?" Tanya Jodha sambil membantu wanita itu berdiri.
Seorang wanita yg cantik seumuran Jodha. Wanita itu mendongak ke Jodha "iya saya tidak apa2".
Jodha memapah wanita itu ke tepi Jalan dan mendudukkannya di sebuah bangku kayu "apa ada yg terluka,kita ke rumah sakit saja"
"Tidak usah mbak. Saya baik2 saja kok. Saya tadi jatuh karena kaget saja"
"Tega banget orang itu,habis nabrak langsung main kabur aja" omel Daniyal.
"Dani,coba tolong ambil air mineral di mobil. Biar mbak ini lepas dari shocknya"
Daniyal mengangguk lalu menuju mobilnya untuk mengambil air minum. Setelah itu dia memberikannya ke Jodha.
"Ini mbak,diminum dulu" Jodha menyodorkan botol air mineralnya pada wanita itu.
"Terima kasih"
"Beneran mbak gak pa2? Kalau sakit lebih baik saya antar kerumah sakit" tawar Jodha sekali lagi.
"Iya mbak saya gak pa2. Terima kasih"
"Mbak nya mau kemana,biar saya antar" tanya Daniyal.
"Saya mau ke mini market di depan itu" wanita itu menunjuk sebuah mini market di seberang Jalan.
"Saya gak perlu diantar,saya tinggal nyebrang aja"
"Oohh...kalau begitu saya mau melanjutkan perjalanan saya"
"Terima kasih banyak sudah membantu. Maaf kalau merepotkan"
"Tidak apa2. Oh iya saya Jodha dan ini adik saya Daniyal" Jodha mengulurkan tangannya.
"Saya Lidia. Panggil saja Lidia. Sepertinya kita seumuran" Lidia membalas uluran tangan Jodha dan Daniyal.
"Baiklah Lidia, kami pergi dulu ya"
"Ok"
Jodha dan Daniyal kembali ke mobil. Jodha melambaikan tangannya ke Lidia sambil tersenyum dan dibalas juga oleh Lidia. Dalam perjalanan kali ini, Jodha bertemu teman baru. Yang tidak Jodha ketahui bahwa Lidia ada hubungan dengan masalahnya.
¤¤¤
Setelah cukup lama diperjalanan karena macet, Jodha dan Daniyal akhirnya tiba Jakarta tepatnya dirumah adik dari papanya yaitu Atghah.
Gulbadan yaitu istri dari Atghah telah menyambutnya di depan rumah karena dia tahu bahwa Jodha akan datang. Jodha keluar dari mobil dan berhambur memeluk tantenya.
"Tanteee...aku kangen"
"Tante juga kangen sama kamu" Gulbadan membalas memeluk Jodha lalu mencium pipinya.
Setelah memeluk Jodha,Gulbadan bergantian memeluk Daniyal.
"Ayo masuk dulu,biar bi inah yg membawa kopermu...Bi inah,tolong kopernya bawa ke kamar tamu"
"Enjeh bu" Wanita setengah baya asli jawa yg bernama bi inah langsung membawa kopernya Jodha.
"Biar saya aja bi" Daniyal menolak memberikan koper Jodha.
"Tidak apa2 den,biar saya saja. Aden pasti lelah dari perjalanan jauh. Sini den saya ambil kopernya" Bi inah mengambil paksa koper.
Gulbadan dan Jodha hanya geleng2 kepala melihat kelakuan Daniyal dan bi Inah yg berebut koper. Jodha dan Daniyal kini duduk di ruang tamu.
"Hhhhh" Jodha menghempaskan pantatnya di sofa.
"Capek ya?"
"Lumayan tante"
"Biar nanti bi Inah buatin minuman buat kalian berdua"
"Oh iya tan, dapat salam dari papa dan mama"
"Bagaimana kabar papa dan mamamu?"
"Alhamdulillah baik tan. Om Atghah lagi kerja ya?"
"Iya. Mulai kemarin dinas keluar kota. Nanti sore juga udah pulang"
Tak lama bi Inah datang membawa 2 minuman jeruk dingin.
"Makasih bi" ucap Jodha.
"Sama2 non"
"Ruqayah mana tante?"
"Dia kerja, sudah seminggu ini dia lembur. Katanya hotel tempatnya bekerja sedang sibuk dengan event disana. Mungkin dia nanti agak pulang malamnya"
"Wah..kak Ruq sekarang jadi wanita yg sibuk ya tan" sahut Daniyal.
"Yaaa...gitu deh" balas Gulbadan.
Mereka lalu tertawa bersama, "sekarang kalian makan dulu nanti baru istirahat"
"Baik tan" ucap Jodha dan Daniyal kompak.
¥¥¥¥
Sore pun tiba. Daniyal sudah kembali ke bandung setelah tadi istirahat beberapa jam. Jodha berpesan pada Daniyal agar menjaga papa dan mamanya dengan baik.
Atghah datang dari dinasnya. Atghah adalah seorang perwira TNI. Dia sering sekali dinas keluar kota. Jodha menyambut kedatangan Atghah dengan gembira.
"Om Atghah" Jodha memeluk Atghah.
"Eh Jodha...kapan datang?" Atghah membalas pelukan Jodha.
"Tadi siang om"
"Sendirian?"
"Enggak om,tadi diantar Daniyal. Tapi dia barusan pulang"
"Ya sudah. Ayo kita masuk"
£££
Mereka bertiga makan malam tanpa Ruqayah. Karena Ruqaya masih lembur. Setelah makan malam,Jodha menonton televisi untuk menunggu Ruqaya. Sekitar jam 10 malam, Atghah dan Gulbadan pamit untuk tidur sedangkan Jodha masih setia nonton tv. Jodha mulai menguap dan sedikit demi sedikit dia mulai memejamkan matanya.
Tak berapa lama Ruqaya datang. Saat Ruqaya masuk,dia melihat di ruang tamu tv nya menyala.
"Siapa yg melihat tv malam2 begini" batin Ruqaya.
Ruqaya berjalan kearah tv dengan tujuan mematikannya, tapi sebelum menekan remotenya. Dia melihat Jodha yg tertidur di sofa dengan posisi kepala disandarkan di sofa.
Ruqaya kaget dan spontan berteriak "Jodha....."
Jodha yg sedang enak2nya tidur langsung melonjak berdiri begitu mendengar teriakan. Ruqaya tanpa aba2 langsung memeluknya.
"Ya ampun Jodha..kapan kamu datang? Kenapa kamu tiduran disini? Gimana kabar paman dan bibi juga Daniyal?"
Ruqaya terus nyerocos tanpa berhenti membuat Jodha berdecak. Jodha melepaskan pelukan Ruqaya.
"Ck..kau ini. Tanya satu2. Jangan kayak kereta api gitu"
"Ok...ok.. kamu jawab aja satu persatu"
"Eh..kita gak tos dulu"
"Oh iya lupa"
Jodha dan Ruqaya menepukkan tangannya satu sama lain lalu menubrukkan pinggang mereka dan meneriakkan yel2 "sweetyyyy...chubby...chubby..." dengan mencubit pipi satu sama lain.
Itulah yel2 mereka kalau sudah bertemu. Sejak kecil mereka sudah akrab dan selalu bersama. Hingga ayahnya Ruqaya harus pindah ke jakarta yg menyebabkan Jodha dan Ruqaya harus berpisah. Kini mereka akan bersama lagi. Tentu saja mereka bahagia.
Setelah itu mereka bercerita hingga larut malam. Tak peduli dengan Ruqaya yg lelah habis lembur. Bagi Ruqaya bisa bertemu dengan Jodha bisa membuatnya bahkan lupa dengan rasa lelahnya. Apabila mereka sudah kumpul,maka sudah seperti lem. Tidak bisa diganggu atau dipisahkan. Malam ini akan menjadi malam yg panjang bagi mereka.
Sedangkan di lain tempat. Ada seorang pria yg sedang gelisah dalam tidurnya. Entah kenapa malam ini dia tidak bisa tidur nyenyak. Seperti ada sesuatu yg suatu saat nanti akan mengubah kehidupannya. Atau mungkin kehidupan seseorang......
* bersambung *
Komentar
Posting Komentar