# JANGAN TAKUT JATUH CINTA #
Part 4
៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛៛
# JALAL POV #
Hufffttt....hari ini aku lelah sekali. Selain karena pekerjaanku,juga karena membantu kak Ryan. Waktunya untuk pulang kerumah.
Saat dalam perjalanan pulang,aku merasa haus sekali. Dan ketika aku melewati sebuah mini market pinggir jalan,aku membelokkan mobilku dan mampir. Aku ingin membeli minuman kaleng dingin.
"Ah, iya hampir lupa. Sekalian saja aku beli alat pencukur dan juga pembersih wajah pria karena kebetulan stok nya sudah habis"
Aku melangkah masuk kedalam mini market dan berbelanja. Saat aku sedang memilih-milih,para wanita2 yg sedang belanja dan juga kasir wanitanya melihatku tanpa berkedip.
"Ada apa dengan mereka? Apa penampilanku salah" batinku.
Aku melihat sendiri penampilanku. Kemeja putih yg 2 kancing atas sudah terbuka dan lengan baju yg sudah kugulung hingga ke siku. Tidak ada yg aneh menurutku. Aku hanya mengendikkan bahu tanda tak perduli.
Setelah selesai belanja,aku membayarnya di kasir dan masih tetap sama, mereka melihatku dengan tatapan memuja.
"Ck..dasar cewek2 kalau sudah melihat cowok ganteng gak bakalan berkedip" batinku dengan penuh percaya diri.
Aku keluar dari mini market dan berjalan ke arah parkir. Saat akan membuka pintu,hp ku bergetar. Aku tidak jadi membuka pintu mobil melainkan menerima telepon dulu.
"Halo"
"Om Jalaaalll" teriak gadis cilik yg centil. Siapa lagi kalau bukan keponakan tersayangku,Arshia.
"Ada apa Shia sayang?" Jawabku lembut.
"Om ada dimana? Kok belum pulang?"
Aku memutar bola malas "ini om habis dari mini market terus mau pulang"
"Ah...mini market! Om aku beliin es krim ya"
Mulai serangan merayu dilancarkan oleh keponakanku yg manja ini "tapi om sudah selesai berbelanja sayang"
"Pokoknya om harus beliin,kalau enggak,nanti aku bilang ke opa loh"
Iiisshhh...dasar tukang adu "baiklah...baiklah. om akan belikan" ucapku malas.
"Yeeeeyy,gitu dong om. Tapi jangan lama2 ya..bye Om Jalal yg ganteng...muuuaacchhh" Shia menutup teleponnya.
"Uuhhh...dasar gadis centil. Siapa yg ngajarin genit kayak gitu...ckck"
Akhirnya aku kembali ke mini market sambil menggerutu dan tak sengaja menabrak seseorang.
Braaakkkk.....
"Aduuuuh..."
Aku menabrak seorang gadis dan dia merintih kesakitan. Barang yg aku pegang terjatuh.
"Eh...maaf nona...aku gak sengaja...aku sedang buru2"
Tanpa membantunya karena aku memang sedang terburu2. Aku mengambil barangku yg jatuh tadi dan meninggalkannya menuju ke mini market.
Saat aku akan membuka pintu, gadis itu berteriak "Hei...kau...dasar pria gak bertanggung jawab. Kalau jalan itu pakai mata"
Mendengar teriakannya aku berhenti dan berbalik. Aku menatap gadis itu dan "Wow" ternyata dia seorang gadis yg sangat cantik. Kenapa aku tadi tidak memperhatikannya..ck!
"Oh my god"
Aku mendengar dia bergumam. Tapi aku tidak mau terlena. Akhirnya aku memasang wajah datar dan menatapnya tajam. Aku berjalan ke arahnya dengan perlahan-lahan dan dia hanya diam.
Hahaha....apa sekarang dia takut padaku. Kini aku ada di depannya "Kau bilang apa tadi nona?" Tanyaku tegas.
"Ak...aku..." gadis itu tergagap.
Aku mengerutkan kening menunggu jawabannya tapi gadis itu masih diam. Aku melambaikan tangan ke gadis itu "Hallo....nona.....kamu masih disini kan?"
Gadis itu terkesiap "eh...iya...tentu saja aku masih disini" ucapnya ketus.
Tapi kenapa aku melihat wajahnya seperti menahan sesuatu,entah apa.
"Kamu tadi bilang apa padaku?" Tanyaku dengan menatapnya tajam.
"Kau..dasar..pria tidak bertanggung jawab. Sudah menabrakku tapi tidak membantuku. Kalau jalan tuh pakai mata" ucapnya ketus sambil sedikit meringis.
"Kenapa gadis ini,apakah jatuhnya begitu sakit sampai dia meringis begitu" batinku.
"Eh dengar ya nona,aku jalan tuh pakai kaki,bukan mata" kilahku.
"Tapi juga harus dengan melihat dong matanya"
"Terus mau nona apa? Aku tadi sedang terburu2 dan aku sudah minta maaf kan"
"Kau....!!!" Gadis itu menunjuk wajahku dengan jari telunjuknya.
Sssshhhh...tiba2 aku mendengar desisannya sambil meringis seperti kesakitan. Dengan menghentakkan kakinya,gadis itu pergi meninggalkanku dengan sedikit berlari sambil memegang perutnya.
"Gadis yg aneh" aku mengendikkan bahu lalu melangkah kembali ke mini market tak memperdulikan gadis aneh dan ketus itu.
¥¥¥¥¥¥¥¥
# JODHA POV #
Aku berlari meninggalkannya setelah menggertaknya. Tapi sepertinya dia pria yg arogan. Huh...sudah terlihat dari wajahnya.
"Aduuuhhh" aku masih berlari menuju rumah tanteku dengan memegang perutku.
Sebenarnya tadi aku bicara gagap karena aku sedang sakit perut. Bukan karena mengagumi wajah tampannya. Wajahnya seperti pernah aku lihat sebelumnya. Ah..ya, wajahnya mirip dengan Rajat tokas si pemeran raja akbar itu kan! Hm...Pasti tidak salah lagi.
Ok....fokus lagi ke diriku. Sebenarnya tadi aku masih ingin memakinya. Tetapi gara2 perutku yg melilit ini jadinya aku membatalkannya. Ini semua karena siklus haidku. Setiap kali aku datang bulan,selalu saja perutku sakitnya seperti diremas2. Aku tidak tahan lagi. Begitu sampai dirumah,aku langsung pergi ke kamar untuk minum minuman pereda nyeri.
Aku lalu membuka bungkusan yg aku bawa tadi. Selain beli minuman pereda nyeri,aku juga beli pembalut karena ini hari pertama haidku datang. Maka dari itu aku terburu2 tadi. Tapi alangkahnya kagetnya aku,di dalam bungkusanku,tidak ada sama sekali barang yg tadi kubeli. Sampai aku tumpahkan semua isinya. Adanya malah pisau pencukur dan pembersih wajah pria. Ya tuhan...jangan2 bungkusanku tertukar dengan....
Aaaarrrgghhhhh....
Aku berteriak kesal sekaligus kesakitan karena perutku. Malangnya nasibku....
¤¤¤¤¤¤
# Author POV #
Hahahaha.....
Jalal dan Arshia sedang bercanda. Gadis cilik itu terlihat gembira setelah diberikan es krim. Mereka tertawa bersama.
"Shia sayang,sekarang sudah malam. Besok kan sekolah,tidur ya. Om juga mau tidur. Om capek..woooammmm" Jalal menguap.
"Ok om, Shia tidur duli ya. Terima kasih es krimnya. Aku sayang om" Shia lalu mencium pipi Jalal kiri dan kanan.
Setelah Shia masuk ke kamarnya diantar mommy nya, Jalal kembali ke kamarnya. Jalal menaruh tas kerjanya di meja nakas,membuka sepatu dan kaos kaki. Bersiap ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelum itu Jalal mau mengambil pisau cukur dan pembersih wajah.
Jalal membuka bungkusannya dan....Astaga!!!!! Kenapa berubah jadi pembalut dan minuman pereda nyeri. Apa2an ini...
Jalal mengingat kembali kejadian tadi dan ternyata oh ternyata bungkusannya tertukar dengan milik gadis itu. Jalal menepok jidatnya sendiri sambil geleng2 kepala.
€€€€
* Pagi hari.....
Jodha sedang merapikan kamarnya. Ruqayah tiba2 masuk dan memanggil Jodha.
"Jodha...Jodha...aku ada kabar baik untukmu" Ruq langsung duduk di tepi ranjang.
"Ada apa Ruq,serius banget"
"Sini duduk dulu" Ruq menepuk tempat di sebelahnya agar Jodha duduk.
Jodha akhirnya duduk dan mulai mendengarkan Ruq bicara.
"Kamu kan sedang mencari pekerjaan. Aku ada info lowongan kerja buat kamu"
"Benarkah?" Jodha antusias.
"Iya. Bos ku kemarin memberikan pengumuman kalau AZZA Wonderland sedang membutuhkan karyawan untuk posisi Chief Marketing. Bukankah kamu keahlianmu bidang marketing kan?"
"Iya Ruq. Sepertinya aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini. AZZA Wonderland adalah perusahaan besar. Aku akan melamar disana" mata Jodha berbinar.
"Baiklah,bersiaplah besok untuk melamar kerja. Aku akan bilang pada bosku untuk merekomendasikanmu"
"Ok. Terima kasih banyak ya my sister" Jodha memeluk Ruqaya.
"Sama2" Ruq balas memeluk Jodha.
₪₪₪
* Keesokan harinya.....
Jodha telah bersiap-siap untuk melamar kerja. Setelah selesai sarapan,Jodha pamit pada Atghah dan Gulbadan dan meminta doa restu agar lamarannya diterima.
Jodha berangkat bersama Ruqaya karena tempat yg mereka tuju berdekatan. Ruqaya mengantar terlebih dahulu Jodha ke AZZA Wonderland,setelah itu dia ke hotel.
"Good luck ya Jo"
"Thanks Ruq"
Jodha masuk ke kantor AZZA Wonderland dan menuju ke meja resepsionis. Setelah mengatakan keperluannya,Jodha dipersilahkan langsung menuju ke ruang HRD. Ternyata disana sudah ada 2 orang pelamar.
Setelah menunggu giliran, Jodha dipanggil masuk untuk wawancara. Sebelumnya dia menarik nafas lalu menghembuskannya untuk mengurangi rasa gugupnya. Selama sesi wawancara,Jodha terlihat percaya diri dan menjawab pertanyaan dengan baik dan lancar. Setelah sesi wawancara,Jodha melanjutkan ke sesi tes tulis dan IQ. Setelah semua tes dijalani Jodha,kini Jodha disuruh menunggu beserta 2 orang pelamar tadi untuk menunggu hasilnya. Jodha tak henti2nya berdoa dalam hati.
Setelah menunggu kira2 hampir 2 jam,seorang wanita keluar dari ruang HRD dan mengumumkan hasilnya. Dan ternyata Jodha lah yg berhasil lolos seleksi. Jodha gembira sekali dan mengucap syukur.
Jodha lalu dipersilahkan masuk ke ruang HRD kembali. Si HRD yg bernama Pak Budi mengucapkan selamat pada Jodha.
"Selamat nona Jodha Afareen,anda telah lolos seleksi" Pak Budi mengulurkan tangannya.
Jodha membalasnya "terima kasih pak"
"Setelah ini anda akan bertemu dengan CEO AZZA Wonderland yaitu Pak Ryan Abqori. Beliau yg akan mengarahkan tugas anda secara langsung karena beliau ingin melihat kinerja anda. Anda akan diantar keruangan CEO bersama sekretaris saya,Nia"
Jodha sekali lagi berjabat tangan dengan Pak Budi kemudian mengikuti Nia. Jodha bersama dengan Nia naik lift ke lantai 5 menuju ruangan CEO.
Setelah sampai disana,Jodha disuruh menunggu sebentar karena Ryan sedang ada tamu. Sekretaris Ryan menghubungi Ryan melalui interkom dan menyuruh Jodha untuk masuk.
"Silahkan nona Jodha" Sekretaris Ryan mempersilahkan Jodha masuk.
Jodha mengangguk lalu masuk kedalam. Jodha melihat ada 2 orang pria disini.Seorang pria tampan duduk di kursi di belakang meja kerjanya dan itu pasti pak Ryan. Sedangkan pria yg satunya lagi duduk membelakanginya.
"Selamat pagi pak Ryan"
"Pagi" Ryan menjawab dan pria yg satunya menoleh.
Jodha dan pria itu sama2 terkejut.
"Kau..." ucap mereka bersamaan.
Komentar
Posting Komentar