�� JANGAN TAKUT JATUH CINTA ��
Part 36
↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖
Sang mentari mulai menampakkan sinarnya menyinari bumi. Cahayanya masuk dengan malu-malu di balik gorden di sebuah kamar dimana penghuninya masih tertidur lelap. Sinar mentari itu menerpa wajah Jalal yg tidur tengkurap dengan nyenyaknya. Karena sinar yg mengenai matanya yg masih tertutup rapat,membuatnya terjaga dan mulai membuka matanya. Jalal mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya mentari yg menerpanya lalu berbalik terlentang dengan malas. Tangannya meraba kesamping dan tidak menemukan istrinya disana. Jalal mengucek-ngucek matanya dan duduk bersandar di kepala ranjang sambi melihat sekeliling mencari sang istri tercinta.
“Jodha”
Tidak ada sahutan.
“Jodha sayang,kamu dimana?”
Sekali lagi tidak ada sahutan sama sekali dari sang istri. Tepat saat Jalal akan bangkit dari duduknya,pintu tiba2 terbuka dan menampakkan Jodha masuk sambil membawa nampan yg berisi 2 gelas minuman yaitu susu dan teh hangat.
“Pagi suamiku sayang. Sudah bangun?” Jodha meletakkan nampannya di meja nakas lalu mendekat ke Jalal.
“Morning kiss” Jalal melebarkan tangannya sambil bibirnya dimajukan siap untuk dicium. Sudah ritual wajib bagi Jalal mendapat morning kiss setiap pagi.
“Manja banget sih” Jodha tersenyum lalu duduk didepan Jalal dan mulai menciumnya.
Mereka berciuman dengan lembut. Jalal melumat bibir Jodha dengan begitu memuja. Namun lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Jalal mulai mengeksplor bibir Jodha,menahan tengkuk Jodha untuk memperdalam ciumannya.
“Aahhh” Jodha mendesah disela ciumannya karena bibir Jalal yg terus menggodanya. Dengan sekuat tenaga Jodha mendorong dada Jalal untuk melepaskan ciuman mereka. Dengan berat hati Jalal melepaskannya.
“Kenapa dilepas sayang?”
“Hhhh…” Jodha mencoba mengatur nafasnya yg tersengal-sengal karena ulah Jalal “Kalau tidak kulepaskan,bagaimana aku bisa bernafas?”
“Sayang,aku kan kangen sama kamu. Sudah 3 hari puasa menciummu terus tadi malam juga aku gak ngambil jatah. Lagi dong yang” Jalal merajuk.
Jodha beranjak dari duduknya “Enggak. Nanti akan lebih dari ciuman kalau diteruskan” Jodha menuju lemari pakaian dan mulai mengeluarkan baju kerjanya dan Jalal.
Jalal cemberut lalu mengernyitkan dahinya “Kamu mau kemana sayang?”
“Ya mau kerja. Mau kemana lagi” Jodha menaruh baju-bajunya dan diranjang lalu menuju meja nakas untuk meminum susunya.
“Aku kan sudah bilang jangan bekerja kalau kamu hamil”
Jodha menghentikan minumnya “Tidak bisa begitu Jalal. Kalau mau resign tidak bisa mendadak begitu” Jodha meneruskan minumnya.
“Kenapa tidak? Kak Ryan pasti mengerti”
“Ck...kau ini. Bukan berarti karena kak Ryan kakak iparku terus aku bisa berhenti seenaknya saja. Aku harus profesional. Nanti apa kata karyawan yg lain. Mereka akan menuduh kak Ryan melakukan nepotisme karena memperlakukanku secara khusus.Setidaknya aku harus resign satu atau dua bulan lagi”
Jalal menghembuskan nafasnya berat “Baiklah kalau begitu. Tapi kamu jangan terlalu lelah bekerja sayang. Kau harus menjaga kesehatanmu”
Jodha membuka pakaiannya di depan Jalal tanpa risih dan mengganti bajunya. Tentu saja pemandangan indah ini membuat Jalal menelan ludahnya susah payah. Jodha benar2 menggoda hasratnya. Tiba2 ada yg terbangun dibawah perutnya. Jalal langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Jodha. Jodha yg tau gerak gerik Jalal langsung berbalik menghadapnya.
“Heh...mau ngapain?”Jodha menahan dada Jalal yg ingin mendekatinya.
“Ya ampun sayang,kamu masih bertanya. Kamu sudah membangunkan macan tidur. Kamu harus tanggung jawab dan aku jadi ingat hukuman semalam yg tertunda”
“Apaa!!! Bukankah tadi malam kau bilang tidak jadi menghukumku”
“Aku berubah pikiran setelah kau menggodaku tadi”
“Tapi Jalal….kita mau kerja. Gak ada waktu”
“Sebentar saja sayang. Aku akan melakukannya dengan cepat”
“Dasar modus. Kamu melarangku untuk jangan terlalu capek bekerja tapi justru kamu yg bikin aku capek. Aahhh...Jalal...hentikan” bibir Jalal tidak bisa diam. Bibirnya sudah mendarat di leher Jodha. Tangan Jodha yg tadi menahan dadanya kini sudah digenggam erat oleh Jalal.
“Aku janji akan melakukannya dengan lembut. Aku tidak akan menyakiti dede bayi. Ayolah sayang….” Rajuk Jalal.
Dan akhirnya baju kerja yg tadi sudah dipakai Jodha harus tergeletak lemas di lantai. Sekali lagi Jodha tidak akan bisa menolak sentuhan Jalal. Untung saja jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Setidaknya mereka tidak akan terlambat untuk pergi bekerja.
ΔΔΔΔΔΔΔΔΔ
Jalal dan Jodha berangkat kerja bersama setelah melakukan olahraga pagi mereka di kamar. Dan Jodha harus mandi lagi untuk kedua kalinya. Kegiatan yg mereka lakukan pun tak luput dari godaan Ryan waktu mereka sarapan bersama hingga wajah Jodha memerah karena malu.
Kini didalam mobil mereka sedang berdebat. Lebih tepatnya Jodha marah2 karena Jalal meninggalkan jejak dilehernya. Membuatnya harus memakai baju kerja yg kerahnya agak menutupi lehernya.
“Kau ini,kenapa meninggalkan jejak sih! Kan malu nanti kalau tau orang sekantor”
“Hehehe...maaf sayang. Terlalu bersemangat” Jalal malah nyengir tanpa rasa bersalah.
“Lain kali jangan lakukan lagi”
“Yes madam”
Mereka berdua tertawa karena candaan mereka.
®®®®
Selama 1,5 bulan ini,setiap pagi Jodha selalu mengalami morning sick. Jalal sampai tak tega melihat istrinya yg selalu muntah2 setiap paginya hingga membuat Jodha lemas. Jodha belum mengalami ngidam apapun hanya saja sekarang Jodha jadi lebih suka makanan yg asam.
Selain itu,mood yg dialami Jodha naik turun. Kadang tiba2 marah,kadang tiba2 manja,kadang sensitif. Dan Jalal harus menyiapkan ekstra kesabarannya. Sifat keras kepala Jodha juga membuat mereka sering bertengkar bila membahas mengenai pekerjaan. Jodha sebenarnya masih ingin bekerja karena dia tidak terbiasa menganggur. Bila Jodha berhenti bekerja,otomatis dia tidak akan melakukan pekerjaan apapun dirumah.
Beruntung Aisha mempunyai solusi untuk mereka berdua. Dimana tidak akan membuat Jodha menganggur dan Jalal pun bisa tenang bila Jodha berada dirumah. Aisha menawarkan Join kerjasama membuka toko Olshop. Yaitu toko online untuk memasarkan baju2 rancangan milik mamanya Aisha.
Dulu sebelum menikah dengan Ryan,Aisha sudah mempunyai Olshop yg bernama CR shop. Namun akhirnya harus terhenti karena Aisha melahirkan Shia dan merawat Shia sendiri tanpa bantuan baby sitter. Dan karena saat ini ada Jodha yg membantunya,Aisha jadi bersemangat lagi membuka kembali Olshop itu.
Jalal tentu saja sangat setuju dengan usulan Aisha. Dengan begitu Jodha tidak akan terlalu capek dan tetap bisa dirumah. Apalagi Jodha mempunyai basic pendidikan marketing yg tak diragukan lagi hingga membuat Aisha optimis bahwa usahanya akan maju dan dikenal kembali oleh masyarakat. Ryan pun menyetujui usulan itu agar Aisha tidak bosan dirumah sekaligus meneruskan usahanya dulu.
§§§§§§§§§§
Tepat 2 bulan kehamilannya,Jodha telah resign dari pekerjaannya di AZZA WONDERLAND. Jodha sedih harus meninggalkan teman2 kerjanya terutama Moti yg sudah menjadi sahabatnya itu.
“Aku akan merindukanmu Jodha” Moti memeluk Jodha yg akan berpisah dengannya.
“Ya ampun Mo. Kita kan masih bisa komunikasi. Kita seperti tidak akan bertemu lagi saja”
“Aku tau Jo. Tapi kan aku gak akan tiap hari bertemu denganmu”
“Kau kan bisa main-main kerumah kalau kangen denganku”
“Hm...baiklah. Kamu jangan lupa beritahu aku ya kalau ponakanku sudah lahir. Awas kalau lupa” Moti pura-pura mengancam.
“Ok tante” Jodha menirukan suara seperti anak kecil dan mereka tertawa bersama.
••••••
Jodha dan Aisha saat ini sedang berada diruang keluarga membahas tentang pesanan dari member yg bergabung di CR Shop. Dua ibu hamil ini meskipun sibuk tapi ngemil makanan tidak akan lepas dari makanan. Saat ini Aisha yg kehamilannya menginjak usia 9 bulan sedang duduk memangku laptop sambil ngemil buah pepaya disamping kanan tempat duduknya. Dia sibuk mengutak-atik laptopnya. Sedangkan Jodha duduk dibawah didepan meja kecil sambil mencatat pesanan pelanggan. Disamping kirinya terdapat kudapan snack beraneka rasa. Di sebelah Jodha ada Shia sedang sibuk mengerjakan tugas membuat prakarya dari mainan lilin yg ditugaskan oleh gurunya.
“Jadi dulu pelanggan kakak banyak ya. Sayang sekali harus berhenti” Jodha bicara sambil mengunyah kripik kentang.
“Iya benar. Pelanggan kakak banyak yg kecewa karena CR Shop harus off tapi sekarang mereka senang sekali kakak kembali membukanya”
Jodha mengangguk “Pantas saja dalam 3 minggu kita sudah dapat banyak pelanggan,ternyata sebagian pelanggan tetap kakak yg dulu”
“Enggak juga Jo. Itu juga karena kamu tenaga marketing yg hebat. Maka nya banyak yg gabung dan order” Aisha malah memuji Jodha.
“Ah...kakak nih bisa aja. Aku hanya membantu sedikit kak”
“Kamu jangan rendah diri gitu. Buktinya AZZA WONDERLAND berkembang pesat juga ada campu tangan dari kamu”
Saat Jodha akan menjawab,Shia menyahut “Aunty,tolong bantuin Shia buat ini dong” Shia menunjukkan sebuah gambar.
“Bawa sini sayang”
Shia menghampiri Jodha dengan membawa gambar dan lilin mainannya.
Saat Jodha sedang sibuk membantu Shia,hpnya berbunyi. Jodha melihat di layar tertera nama Jalal. Jodha mengangkatnya “Halo,Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam. Sayang kamu sudah makan?” tanya Jalal.
“Sudah”
“Sudah minum susu?”
“Sudah”
“Minum vitamin?”
Jodha memutar bola matanya malas “sudah sayang…”
Aisha terkekeh mendengar Jodha bicara.
“Baguslah kalau begitu. Aku tidak ingin kamu lupa itu semua karena sibuk dengan OlShopmu sayang”
“Iya sayang. Aku akan jaga kesehatanku. Apa kamu meneleponku cuma mau mengingatkan aku aja”
“Kamu kok gitu sih sayang. Aku kan kuatir sama kamu”
“Iya...iya” Jodha melirik ke Aisha dan Aisha lagi2 terkekeh.
“Aku kangen sama kamu”
“Ya ampun Jalal. Baru 2 jam yg lalu kita pisah udah kangen aja”
“Aku gak tau kenapa rasanya setiap ada di kantor inginnya pulang terus. Apa ini bawaan bayi ya”
“Kyaaaa...yg hamil kan aku sayang. Kenapa kamu yg sepertinya ngidam”
“Kan ada juga tuh suaminya yg ngidam. Bukan ibu hamil aja yg ngidam”
“Ya terserah deh”
“Susah ya memang ngomong sama bumil” gerutu Jalal.
“Apaa…”
“Eehhh...enggak kok yang. Aku gak ngomong apa-apa”
“Awas kalau ngomong yg aneh-aneh!”
“Hehehe….. Udah dulu ya sayangku,cintaku. Abang kerja dulu buat mencari sebongkah berlian buat adek”
“Iihhh...lebay banget sih kamu” Jodha bergidik ngeri.
“Hahahaha...aku tutup ya sayang. I love you. Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam” Jodha menutup teleponnya lalu menepok jidatnya.
Aisha mengernyitkan dahinya “Kenapa Jo?”
“Tau tuh kak adik iparmu. Semenjak aku hamil kok dia agak lebay gitu ya. Apa benar bawaan bayi?”
“Hahahahaha….dia kan juga suamimu”
Jodha tertawa dan mereka berdua sama-sama tertawa. Sedangkan Shia hanya melongo mendengar mommy dan auntynya menertawakan uncle jalalnya.
^^^^^
Malam ini Jodha dan Jalal sedang menghadiri sebuah acara ultah perusahaan. Jalal diundang yg punya hajat karena orang itu menyewa ballrom hotel miliknya dan juga sekaligus sahabatnya. Sebenarnya Ryan juga diundang namun Ryan tidak bisa datang karena Aisha yg hamil besar. Dan perkiraan minggu ini Aisha akan melahirkan.
Jalal dan Jodha telah datang di pesta dan disambut sendiri oleh yg punya hajat “Hai Alaric,selamat datang bro” Jalal biasa dipanggil oleh sahabatnya itu dengan panggilan Alaric. Mereka saling berangkulan dan tos ala pria.
“Baik Varo. Kamu sendiri gimana? Makin hebat saja perusahaanmu”
“Aku juga baik. Itu semua juga berkat kerjasama yg baik dengan klien dan para karyawanku”
Hahahahaha….mereka tertawa bersama.
“Oh maaf. Bagaimana kabar anda Nyonya Alaric. Saya dengar anda sedang hamil. Saya ucapkan selamat” Varo mengulurkan tangannya mengucapkan selamat ke Jodha.
“Terima kasih. Panggil saja Afaaren. Jangan nyonya ataupun anda. Jangan terlalu formal” ucap Jodha.
“Baiklah. Silahkan menikmati pestanya. Aku akan menyambut tamu lainnya”
“Sekali lagi happy anniversary buat IRFANDI COMP” ucap Jalal.
“Terima kasih” balas Varo.
Jodha dan Jalal mengangguk lalu membaur bersama yg lain. Tak berapa lama MC memulai acaranya. Mulai sambutan dari sang direktur utama,lalu pemberian penghargaan kepada karyawan teladan dan mengadakan doorprize untuk para karyawan. Setelah itu acara ramah tamah yaitu makan malam. Jodha dan Jalal langsung menujunke meja prasmanan. Seperti sebelum-sebelumnya,Jodha mengambil porsi makan dalam jumlah banyak. Berbagai macam makanan yg tersedia semua dicobanya. Jalal hanya menggeleng melihat istrinya mengambil makanan.
“Kamu yakin menghabiskan semuanya sayang?” tanya Jalal.
“Tentu saja. Kan aku bukan hanya memberi makan diriku saja tapi debay juga”
“Ok. Apapun itu asal bisa membuat kamu dan debay sehat,aku setuju saja”
Saat mereka asyik makan,semua orang dikejutkan oleh sang direktur yaitu Varo mengatakan bahwa dia akan segera menikah dalam waktu dekat sekaligus memperkenalkan sang calon istri. Jalal langsung tersedak makanannya karena kaget. Yang dia tau selama ini,Varo tidak pernah ketahuan bersama wanita dan kini dia bilang akan segera menikah. Hal ini merupakan kejadian yg sangat langka.
Acara belum selesai tapi Jalal segera berpamitan pada Varo dan juga calon istrinya karena tidak ingin membuat Jodha lelah. Mereka sampai dirumah sekitar jam 9 malam. Begitu sampai didalam rumah,keadaan rumah terlihat kosong seperti tak ada penghuninya.
“Tumben rumah jam segini sudah sepi. Apa sudah tidur semua” tanya Jalal dan dibalas Jodha dengan mengendikkan bahunya.
Bi Lani yg mendengar Jalal dan Jodha datang langsung menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh.
“Nyonya muda dan tuan”
“Bibi...kenapa lari2?” tanya Jalal.
“Iya bi. Kenapa bibi terlihat panik. Kemana semua orang?” Jodha ikut bertanya.
“Itu tuan...nyonya Aisha...dibawa kerumah sakit. Air ketubannya pecah. Sepertinya nyonya Aisha mau melahirkan”
“Apaaaa……”
**************************************
Komentar
Posting Komentar