Langsung ke konten utama

CINTA? ATAU BALAS BUDI? ( PART 3 )

# CINTA ATAU BALAS BUDI #


Part 3

˙³˙(๑•́ ₃•̀๑)˙³˙˙³˙(๑•́ ₃•̀๑)˙³˙˙³˙(๑•́ ₃•̀๑)˙³˙


Satu jam sebelum kejadian tabrakan.

Seorang gadis sedang menangis didalam mobil. Dia baru saja putus dengan pacarnya. Sang pacar lebih memilih melanjutkan kuliah di luar negeri karena keinginan orang tuanya dan memutuskan hubungan cintanya dengan sang gadis yg sudah berjalan selama 1 tahun.

Tentu saja hal ini membuat sang gadis merasa berat menerimanya karena cintanya yg besar untuk sang pacar. Dengan perasaan galau,si gadis menyetir dengan masih menangis terisak. Entah karena kurang waspada atau pandangannya yg buram karena air mata,si gadis tanpa sengaja menabrak seseorang yg ingin menyeberang.

Bruuukkkk....

ciiitttt.....

Terdengar suara benturan yg sangat keras sekaligus suara decitan ban yg diakibatkan dari rem yg mendadak. Si gadis tertegun sebentar dan beberapa detik kemudian dia menoleh ke belakang dan melihat tubuh seseorang tergeletak di jalan. Perasaan takut mulai menyerangnya,dia takut dipukuli massa,dia takut masuk penjara dan ketakutan2 lain yg singgah di otaknya. Hingga membuatnya lupa dengan sisi kemanusiaannya.

Saat dia melihat disekitarnya tidak ada orang,si gadis langsung menancapkan gasnya,pergi meninggalkan orang yg ditabraknya.

Si korban tergeletak tak berdaya dengan darah sudah melumuri seluruh wajahnya. Tak berapa lama,ada mobil yg lewat dan melihat tubuh itu di jalan lalu berhenti untuk menolongnya. Beberapa orang pejalan kaki yg kebetulan lewat juga ikut membantu dan membawanya kerumah sakit menggunakan mobil orang yg tadi berhenti.

������

Di sebuah ruangan kantor dimana hanya ruangan itu yg lampunya masih menyala,duduklah seorang pria tampan yg masih sibuk dengan laptopnya.

Dasinya sudah dilepas,kancing kemeja teratasnya juga sudah dia buka. Lengan kemejanya dia gulung sampai kesiku. Rambutnya yg sedikit gondrong terlihat acak-acakan,namun justru terkesan seksi dimata para kaum hawa yg melihatnya.

Sesekali dia mengerutkan dahinya memeriksa deretan angka di laptopnya yg bisa membuat kepala pusing. Pria tampan itu sedang memeriksa laporan keuangan bulanan disetiap divisi perusahaannya.

Saat sedang fokus pada laptopnya,hpnya tiba2 berdering. Pria itu melihat ke layar hp,menampilkan nama asisten pribadi sekaligus bodyguardnya.

"Ya Romi,ada apa?"

"Maaf bos saya ingin memberitahu bahwa adik bos sekarang sedang mengurung diri dikamar dan tidak mau keluar dari kamarnya" ucap Romi,sang asisten pribadi dengan sedikit gelisah.

Pria yg dipanggil bos langsung duduk tegap dari sandaran kursinya "ada apa dengannya?" tanya si boss dengan nada kuatir.

"Saya kurang tau boss. Tadi bibi Maham bilang,begitu nona muda datang,dia langsung pergi kekamarnya dengan menangis lalu mengunci kamarnya. Bibi Maham sudah mencoba memanggil dan membujuknya tapi nona tetap tidak mau keluar"

"Baiklah. Aku akan segera pulang" Si pria mematikan sambungannya. Membereskan barang2nya dan bergegas pulang kerumah.

������

Sesampainya dirumahnya yg besar,si pria segera masuk kedalam rumah langsung menuju kekamar adiknya. Didepan kamar adiknya sudah berdiri bibi Maham,asisten rumah tangganya dan Romi sambil mengetuk pintu.

"Non Sehnaz,buka pintunya non. Jangan bikin bibi kuatir" ucap Maham mengetuk pintu.

"Bagaimana bibi? Sehnaz masih tidak mau keluar?" tanya sang kakak.

"Iya tuan muda. Non Sehnaz tadi pulang sambil menangis dan mengunci diri dikamar. Saya takut terjadi apa2 dengannya"

"Sehnaz sayang,buka pintunya. Ini kakak" sang kakak mengetuk pintu dengan keras. Tapi tidak ada jawaban.

"Bibi,cepat ambilkan kunci cadangan pintu kamar ini" perintah sang kakak.

"Baik tuan" Maham segera mengambil kunci cadangan.

Setelah mendapatkan kunci,Maham segera memberikannya ke tuannya. Si pria membuka pintu dan mencari adiknya ke sekeliling ruangan. Dia melihat sang adik duduk merapat di pojokan ruangan dengan lutut ditekuk,kepalanya dia tempelkan di lututnya sambil menangis terisak.


"Sehnaz...."

sang kakak menghampiri sang adik lalu berjongkok didepannya sambil tangannya mengelus kepala adiknya.

"Sehnaz"

panggil lagi sang kakak.

Sehnaz mendongak dan melihat wajah kakaknya yg nampak kuatir padanya "Kak Jalal..."

Sehnaz menghambur ke pelukan kakaknya sambil masih menangis.

"Sssttt...tenanglah. Kamu kenapa?" Jalal mengelus punggung Sehnaz untuk menenangkannya. Jalal memegang bahunya dan membantunya berdiri untuk duduk di ranjang.

"Kalian pergilah. Biar Sehnaz aku yg mengurusnya" ucap Jalal pada Maham dan Romi. Mereka berdua mengangguk lalu pergi dari sana.

"Sekarang kamu ceritakan ada apa? Kenapa kamu seperti ini?"

Sehnaz mengusap air matanya dan mulai bercerita dengan sedikit gugup "tadi saat aku akan pulang kerumah,aku...me..nabrak seseorang kak" Sehnaz menunduk,takut bila kakaknya marah.

"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Jalal kaget.

Sehnaz menceritakan kronologi kejadiannya,tapi dia tidak menceritakan tentang dia putus dengan pacarnya,"aku gak sengaja menabraknya kak. Beneran.."

"Lalu bagaimana keadaannya?"

"Aku tidak tahu kak. Setelah menabraknya,aku langsung pergi. Aku takut kak. Aku tidak mau masuk penjara" Sehnaz kembali menangis histeris,membuat Jalal miris melihat keadaan adiknya yg begitu ketakutan. Jalal kembali memeluk adiknya.

"Kak,aku minta tolong"

"Minta tolong apa?"

"Tolong kakak cari tahu siapa orang kutabrak itu. Aku ingin tahu keadaannya. Tapi tolong jangan laporkan aku ke penjara kak" Sehnaz memohon dengan memelas.

"Kamu gak usah kuatir. Kakak yg akan mengurus semuanya. Tidak akan terjadi apa2 padamu. Kakak janji akan selalu melindungimu. Sekarang kamu istirahat ya. Kakak akan menyuruh bibi Maham untuk membuatkan minuman hangat untukmu"

"Terima kasih kak"

Jalal membantu Sehnaz untuk berbaring di ranjang lalu menyelimutinya. Lalu dia keluar dan memanggil bi Maham untuk membuatkan minuman hangat buat Sehnaz.

Sehnaz merasa beruntung memiliki kakak seperti Jalal. Hanya saja dia sedih melihat kakaknya yg sampai saat ini masih sendiri. Jalal tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Yg Jalal utamakan selalu kebahagiaan ibu dan adiknya.

***

Jalal ada di ruangan meja kerjanya. Dia duduk dengan kedua tangannya menopang dipangkuannya saat kaki sebelahnya dia tumpukan di kaki satunya.

Di depannya sudah berdiri Romi yg siap menerima perintahnya "Romi,segera cari tahu korban yg ditabrak oleh Sehnaz. Dan segera laporkan hasilnya padaku!!!" ucap Jalal dingin tak terbantahkan.

"Baik boss"

tanpa banyak basa basi,Romi segera melaksanakan perintah bosnya. Jalal memijit pelipisnya. Tubuhnya merasa lelah. Dia tidak bisa melihat keadaan adiknya seperti tadi.

Sehnaz adalah adik satu2nya. Jalal sangat menyayanginya. Hingga dia tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya. Setelah ayahnya meninggal,Jalal berjanji pada ayahnya bahwa dia akan selalu menjaga dan melindunginya.

Humayun,ayah Jalal dan Sehnaz meninggal ketika menolong Sehnaz kecil yg jatuh dari tangga. Sejak saat itu Jalal yg berumur 15 tahun harus menggantikan sosok ayahnya. Dia sekolah sekaligus bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Hamidah,ibu Jalal dan Sehnaz begitu shock sepeninggal kematian suaminya. Butuh beberapa bulan baginya untuk menerima kenyataan bahwa suaminya tidak akan ada lagi disampingnya. Dan hal ini membuat Jalal harus selalu memberikan semangat hidup pada ibunya. Hingga membuatnya menjadi remaja yg mempunyai pikiran seperti orang dewasa. Dia menjadi tulang punggung bagi ibu dan adiknya hingga dia tidak pernah peduli dengan hidupnya sendiri. Yg terpenting bila ibu dan adiknya  bahagia,maka dia juga akan bahagia.

Begitupun dengan Sehnaz,dia selalu menyalahkan dirinya karena ayahnya meninggal gara2 menyelamatkannya. Seandainya dia tidak nakal dan mendengarkan larangan ayahnya,pasti ayahnya akan tetap hidup sampai sekarang. Dan sudah menjadi tugas Jalal untuk selalu memberikan dukungan pada adiknya agar tidak selalu menyalahkan dirinya sendiri.

Karena kerja keras dan kegigihannya hingga Jalal dewasa,dia bisa membangun sebuah perusahaan yg membuatnya sukses seperti sekarang. Sebuah perusahaan bernama IRFANDI COMP yaitu distributor komputer dan perlengkapannya yg mendustribusikan perangkat komputer ke kantor2 dan sekolah. Perusahaan ini sudah memiliki beberapa anak cabang di indonesia. Jalal adalah pemilik sekaligus Direktur utama IRFANDI COMP.

Dengan segala yg Jalal miliki,dia tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan dirinya dan keluarganya.

Karena hal itulah,apapun yg menyangkut masalah adiknya,sebisa mungkin dia segera menyelesaikannya agar tidak berlarut-larut. Jalal menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memejamkan matanya. Berharap kepalanya yg sedikit pusing bisa sedikit berkurang.

Satu jam kemudian,Romi telah mendapatkan hasilnya dan melaporkannya ke Jalal. Romi mengetuk pintu,Jalal yg sedikit terkejut menegakkan tubuhnya dan mempersilahkan Romi masuk.

"Saya sudah mendapatkan laporannya boss"

Jalal sedikit tersenyum mendengar ucapan Romi. Tidak salah dia mempekerjakan Romi karena Romi selalu dapat diandalkan, "Katakan!"

"Nona Sehnaz menabrak seorang gadis yg bernama Shivani Ayudia. Dia sekarang dirawat di rumah sakit dan keadaannya koma"

"Apa! Koma?"

"Iya boss"

Jalal kembali memijit pelipisnya "Apa ada saksi yg melihat kejadian itu?"

"Tidak ada boss dan polisi kini sedang menyelidikinya"

"Apakah keluarganya sudah menuntut?"

"Belum boss. Karena mereka masih fokus pada keadaan nona Shivani. Dan nona Shivani hanya memiliki kakak perempuan"

"Good Job Romi. Kau tahu tugasmu kan! Pastikan polisi tidak akan mendapatkan petunjuk apapun dan nama Sehnaz tetap bersih" perintah Jalal dengan segala kearoganannya, "tentang gadis itu,biar aku yg mengurusnya"

"Baik boss. Saya permisi"

Romi pergi meninggalkan Jalal. Dan Jalal menghembuskan nafasnya dengan kasar. Masalah ini begitu berat karena menyangkut nyawa orang lain. Dia tidak akan membiarkan adiknya masuk penjara meskipun harus menyakiti hati orang lain.

Menyakiti hati seorang wanita dimana wanita itulah yg nanti akan membuat seorang JALALUDDIN ALVARO IRFANDI yg dingin dan arogan, jatuh cinta.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - EPILOG

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ Epilog :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Di sebuah rumah yg biasanya hening kini menjadi ramai dengan suara tangis bayi dan tangisan gadis kecil. Membuat penghuni dirumah itu menjadi panik. Bagaimana tidak panik,baby Abiel yg berumur 6 bulan itu menangis dan Shia juga menangis sambil teriak karena Jodha. Ya, Jodha saat ini merasakan perutnya sakit. Usia kandungannya sudah 9 bulan. Menurut perkiraan dokter,Jodha akan melahirkan 2 minggu lagi namun sepertinya perkiraan dokter meleset dan si baby ingin segera keluar untuk melihat dunia. Perut Jodha mengalami kontraksi. Setiap 5 menit sekali dia akan merasakan sakit lalu tidak. Untuk menahan rasa sakitnya,Jodha sesekali berjalan mondar-mandir sambil menarik nafas lalu menghembuskannya karena dengan begitu rasa sakitnya sedikit berkurang. Rasanya begitu sakit hingga bila dia duduk sebentar saja maka rasa sakit itu semakin menjadi. Perutnya dia pegang terus sambil berdoa semoga ...

Novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak

Tersedia novel KAMULAH JODOHKU versi ebook dan cetak. - Ebook 45.000 (playstore) - Cetak 67.000 Silahkan yang berminat bisa menghubungi no wa 085706108916 🔛 SINOPSIS ; Adelard Jalaluddin Akbar tidak tahu jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Sabiya  Jodha Nasira, yang sudah membuat pamornya sebagai seorang playboy menurun.  Disaat semua wanita mengejarnya, gadis itu bahkan tidak tertarik padanya dan selalu bersikap cuek. Namun satu rahasia yang dimiliki Jodha membuat Jalal menjadikan rahasia itu sebagai senjata untuk menaklukkan hatinya. Jodha tidak menyukai Jalal yang memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menerima pria itu menjadi kekasihnya. Lambat laun cinta itu mulai hadir dihatinya karena sikap Jalal yang pantang menyerah. Rasa cemburu membuat hubungan mereka tersandung batu kerikil yang membuat Jodha membenci pria itu. Hingga membuat Jalal harus berusaha kuat untuk meluluhkan hati Jodha kembali.

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 34

Warning; Readers dilarang protes ke authornya dengan part ini karena akan ada selingan yg bikin gumoh. Hehehe������ �� JANGAN TAKUT JATUH CINTA �� Part 34 ↗↗↗↗↗↗↗↗↖↖↖↖↖↖↖ Jalal hari ini berangkat ke Surabaya karena harus memantau cabang AZZA hotel  yg ada disana. Rencananya Jalal 3 hari berada di Surabaya. Sebenarnya dia tidak mau meninggalkan Jodha. Apalagi selama menikah, mereka tidak pernah berpisah. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan harus dilaksanakan bukan. "Aku akan merindukanmu sayang" ucap Jalal dengan wajah sedih. Kini mereka ada di bandara SOETA. Jodha mengantarnya. "Aku juga akan merindukanmu sayang. Hanya 3 hari saja" Jodha tersenyum sambil membelai pipi Jalal. "Tapi 3 hari itu rasanya seperti setahun sayang tanpa kamu disampingku" "Mulai deh gombalnya" "Aku serius sayang" "Ya udah. Kita kan masih bisa komunikasi. Tuh pengumuman keberangkatan sudah terdengar. Buruan sana" "Iisshh..kamu kok kayaknya ...