° CINTA? ATAU BALAS BUDI? °
Part 20
~@^_^@~~@^_^@~~@^_^@~~@^_^@~
"Calon istri saya adalah..."
Semua orang menantikan kelanjutan ucapan Jalal. Sedangkan Jodha menatap tajam kearah Jalal. Dia akan bersiap mengeluarkan tanduknya bila Jalal sampai berani mengatakannya.
"JODHA INDIRA KAMANIA"
Semua orang serentak menoleh ke arah Jodha. Hamidah,Sehnaz dan Shivani memberikan tepuk tangan dan menyuruh Jodha untuk maju. Semua orang tak seakan tak percaya kalau calon istri Jalal adalah Jodha yg notabenenya adalah karyawati baru di perusahaan. Tapi akhirnya mereka maklum karena yg merekomendasikan Jodha di perusahaan adalah Jalal sendiri. Jangan ditanya lagi dengan wajah Jodha. Wajahnya merah bukan hanya karena malu tapi juga marah.
"Kemarilah Jodha" Jalal menyuruh Jodha untuk maju ke depan.
Jodha menghembuskan nafasnya kasar. Dia tak tega melihat Hamidah yg terlihat begitu sumringah. Ingin rasanya dia marah2 pada pria yg selalu membuatnya kesal itu.
"Sabar Jodha. Bersandiwaralah sedikit. Tahan emosimu,nanti saja luapkan emosimu bila tidak ada orang" Jodha merapalkan kata2 itu dalam hatinya.
Dengan senyum yg agak dipaksakan,Jodha menyunggingkan senyum termanisnya pada semua orang dan melangkah dengan anggun menuju ke Jalal. Sedangkan Jalal tersenyum menyeringai melihat ekspresi Jodha. Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Jodha.
"It's show time baby" gumam Jalal.
Begitu Jodha sampai di depannya,Jalal mengulurkan tangannya. Jodha menyambutnya dengan ragu-ragu. Jalal membawa Jodha disampingnya "Inilah calon istri saya. Dan kurang lebih satu setengah bulan lagi kami akan menikah. Saya harap kalian semua datang ke pernikahan kami" Jalal tersenyum.
Semua orang kembali bertepuk tangan. Mereka mengelu-elukan Jodha dan Jalal sebagai pasangan yg serasi.
Jodha sedikit berbisik ke telinga Jalal "Kau tidak menepati janjimu untuk tidak mengatakannya pada semua orang. Kenapa kau lakukan ini?"
Jalal menoleh ke arah Jodha hingga wajah mereka kini begitu dekat. Semua orang pasti mengira mereka pasangan yg mesra karena kedekatan mereka. Padahal mereka sedang bernegosiasi cinta.
"Aku kan sudah bilang kalau didepan orang lain kita harus terlihat mesra. Lagipula aku tidak pernah berjanji untuk tidak mengatakan pada semua orang bukan. Aku hanya berjanji tidak menyentuhmu secara intim. Nikmati saja sandirawa ini. Ok" Jalal mengedipkan matanya. Jodha membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan Jalal. Rasanya saat ini dia ingin mencekik leher Jalal sampai patah.
Jodha kembali menghadap ke depan. Dilihatnya semua orang memuji mereka berdua. Hingga tak sengaja pandangannya tertuju pada seorang pria diseberang sana. Pria yg sedari tadi melihatnya dengan ekspresi terluka. Apalagi melihat mereka berdua bergandengan tangan. Pria itu segera menyingkir dari sana,tak tahan lagi melihat kemesraan mereka.
Setelah acara perkenalan itu,mereka berdua langsung membaur kearah kerumunan orang. Moti langsung saja memeluk Jodha yg membuat hampir terjengkang.
"Selamat ya Jo. Ya ampun,aku gak nyangka kamu yg menjadi calonnya pak Jalal. Kamu main rahasia-rahasiaan sama aku ya" Moti begitu bersemangat memberi ucapan selamat ke Jodha.
Jodha hanya tersenyum melihat antusiasme Moti yg menurutnya terlalu berlebihan "Aku hanya tidak ingin bikin heboh saja, Moti"
"Tapi sekarang kamu sudah membuat heboh semua orang. Oh iya,bagaimana caramu menaklukkan pak Jalal yg super dingin itu? Kasih rahasianya dong" Moti berbisik agar tidak didengar orang lain sambil menaikkan turunkan alisnya menggoda Jodha.
"Motiii!!"
Moti malah tertawa melihat wajah Jodha yg bersemu merah. Jodha tiba2 teringat pria yg tadi dia lihat. Saat Jalal sibuk berbincang-bincang dengan koleganya,Jodha mulai mencari pria itu setelah sebelumnya pamit ke Moti.
Jodha terus berjalan melewati orang2 dan matanya menangkap siluet seseorang yg sedang duduk menyendiri disebuah bangku taman yg ada didekat kolam. Jodha lalu menghampiri pria itu.
"Ravi"
Ravi menoleh dan melihat Jodha yg berdiri didekatnya. Ravi ikut berdiri dan kini mereka berhadapan.
"Hei Jodha,kenapa kamu disini? Seharusnya kamu bersama pak Jalal bukan"
"Maafkan aku Ravi" Entah mengapa Jodha merasa bersalah karena pernah menolak cintanya. Jodha jelas sekali melihat tatapan kesedihan di wajah Ravi.
"Kenapa kau minta maaf Jodha. Bukan salahmu jika menolakku. Tentu saja aku tidak akan bisa menang bila dibandingkan dengan pak Jalal. Jadi karena sudah ada pak Jalal hingga kau menolakku. Dan ya,aku bahagia bila kau bahagia bersamanya" Sebenarnya sangat sulit mengatakan kalimat terakhir yg membuat dadanya terasa sesak. Namun bahaimana lagi,bukankah cinta tidak bisa dipaksakan.
"Kau pria yg baik Ravi. Pasti kau akan mendapatkan wanita yg lebih baik dariku dan juga mencintaimu" Jodha mencoba menghibur Ravi.
Ravi tersenyum kecut "Ya,itu mungkin. Tapi tidak ada yg seperti dirimu, Jodha"
Jodha semakin merasa bersalah. Dia tidak tau bagaimana lagi menghibur Ravi.Tiba2 ada suara seseorang yg menghentikan obrolan mereka.
"Jodha"
Jodha dan Ravi menoleh bersama. Disana ada Jalal berdiri agak jauh dari mereka dengan sebelah tangannya dimasukkan ke saku celana dan menatap mereka berdua dengan pandangan yg sulit diartikan.
Entah Jodha yg salah lihat atau apa,tapi dia seperti melihat Jalal yg sepertinya sedang cemburu padanya.
"Ah... Tidak mungkin. Mana mungkin dia cemburu. Yg benar saja kau Jodha" suara batin Jodha mencoba menepis anggapannya.
Jalal berjalan ke arah berdua dengan gayanya yg cool. Begitu sampai di dekat mereka,Jalal langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jodha. Jodha kaget dengan perlakuan Jalal. Jalal ingin menunjukkan pada Ravi bahwa Jodha adalah miliknya. Ravi yg melihatnya hanya tersenyum tipis.
"Aku mencarimu kemana-mana,ternyata ada disini" Jalal tersenyum. Jodha diam sambil melirik ke Ravi. Jalal pun ikut melihat Ravi.
"Selamat pak Jalal atas rencana pernikahan anda. Semoga kalian berdua selalu bahagia" Ravi mengulurkan tangannya mengucapkan selamat. Meskipun hatinya terasa sakit saat mengatakannya.
Jalal membalas uluran tangan Ravi "Terima kasih Ravi. Aku harap kamu datang ke pernikahanku"
Ravi balas tersenyum lalu mengucapkan selamat juga ke Jodha "Selamat untukmu juga Jodha"
"Terima kasih Ravi"
Ravi dan Jalal saling menatap tajam seperti saling menilai lawannya. Jodha merasakan hawa tegang mengelilingi mereka bertiga. Sungguh dia tidak suka dengan keadaan ini. Apalagi tangan Jalal yg ada dipinggangnya membuatnya risih.
"Ayo Jodha,aku akan mengenalkanmu pada beberapa rekan bisnisku. Kami duluan ya Rav" Jalal lalu menggandeng tangan Jodha untuk mengikutinya.
Jodha tersenyum ke Ravi dan dibalas juga oleh Ravi dengan senyuman sendu. Ravi menatap kepergian mereka berdua dengan hati yg pedih "Kamu tidak bisa kujangkau Jodha. Mungkin aku memang harus move on darimu" gumam Ravi.
Setelah agak jauh dari jangkauan Ravi,Jodha melepaskan tangan Jalal, membuat mereka berhenti berjalan "Mau kamu apa sih! Apa yg ingin kautunjukkan hah!"
Jalal menatap Jodha "Sudah jelas kau itu milikku Jodha. Biar Ravi tau siapa kau sebenarnya dan tidak macam2. Kaupikir aku tidak tau kalau Ravi menyukaimu" Jodha kaget.
"Kenapa terkejut? Aku ini pria dan tau bagaimana tatapan pria lain yg menyukaimu. Meskipun tidak diucapkan dengan kata2, dari tatapan matanya sudah terlihat" Jalal mengalihkan pandangannya agar Jodha tidak tau kalau dia sedang cemburu.
"Belum menikah saja kau sudah overprotektif padaku,apalagi setelah menikah. Kau tidak lupa kan tentang perjanjian kita. Poin pertama,tidak mencampuri urusan masing2"
Jalal berusaha menahan amarahnya,dia tidak ingin menampakkan kemarahannya di hadapan para tamu "Aku masih ingat Jodha. Kau tidak perlu membahasnya. Aku hanya tidak ingin Ravi menaruh harapan padamu dan..." Jalal mulai mendekat,Jodha refleks mundur, "Apa kau tidak memikirkan perasaan mamaku"
"Jangan macam2 Jalal"
"Aku tidak akan macam2. Hanya satu macam saja" Jalal semakin mendekat dan Jodha semakin takut. Takut kalau Jalal mendengar detak jantungnya yg berdendang ria bila berdekatan dengan pria ini. Jalal tersenyum menyeringai melihat wajah Jodha yg ketakutan. Jalal senang sekali menggodanya.
"Ka... Kamu mau apa? Aku akan teriak"
"Teriak saja kalau kau tak ingin malu.. Hahahaha.... " Jalal sudah tak tahan lagi untuk tertawa. Dia menjauhkan tubuhnya sambil tertawa terbahak.
"Kau..." Jodha menunjuk ke arah Jalal. Jodha geram karena digoda oleh Jalal, "Tertawalah terus. Aku masih marah padamu karena kau sudah memberitahukan status kita pada semua orang"
Jalal menghentikan tawanya "Itu hakku untuk mengatakan pada semua orang. Toh cepat atau lambat mereka juga akan tau yg sebenarnya dan bicara tentang marah,aku yakin setelah ini kau tidak akan marah lagi"
"Kenapa kau yakin kalau aku tidak akan marah"
"Nanti kau juga akan tau. Ayo ikut denganku. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang" Jalal kembali menggandeng tangan Jodha.
"Kau PD sekali tuan Jalal" cibir Jodha.
"Bukan Jalal namanya kalau tidak percaya diri"
"Huh... Dasar sombong"
"Yes... I'm"
"Menyebalkan"
"Aku mendengarnya Jodha"
Begitulah mereka selalu bertengkar seperti tom & jerry. Tapi orang lain mengira justru mereka sedang memperlihatkan kemesraan tanpa mereka berdua sadari.
Jalal mengajak Jodha untuk berkenalan dengan sahabatnya sekaligus pemilik hotel AZZA ini.
"Hai Alaric. Kenalkan ini calon istriku,Jodha Kamania"
"Hai,aku Alaric dan ini istriku Afaaren" Pria yg dipanggil Alaric mengulurkan tangannya dan memperkenalkan istrinya.
Mereka saling berkenalan satu sama lain.
"Senang bertemu dengan kalian" jawab Jodha.
"Sama-sama" balas Alaric dan Afaaren.
"Alaric adalah pemilik hotel ini Jodha"
"Wah... Tidak menyangka bisa bertemu pemilik AZZA Hotel langsung"
"Biasa saja. Jangan terlalu menyanjung begitu. Oh iya..selamat ya bro,kau akan segera menikah. Aku gak menyangka ada juga gadis yg bisa membuatmu bertekuk lutut" goda Alaric.
"Memang kamu saja yg bisa menikah" balas Jalal.
Hahahaha... Mereka berempat tertawa bersama.
Setelah mengenalkan Jodha pada sahabatnya,Jalal juga mengenalkan Jodha pada relasi bisnisnya yg lain.
Kembali beberapa acara hiburan disuguhkan. Tiba2 ada beberapa penari yg berdiri di tengah-tengah para tamu hingga para tamu sedikit menyingkir untuk memberi Jalan pada para penari.
Dan mengalunlah lagu milik 'MARRY YOU by.Bruno Mars'
~ It's a beautiful night,We're looking for something dumb to do...
Hey baby,I think I wanna marry you....
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?...
Who cares baby,I think I wanna marry you.. .
( Para penari mulai menggerakkan badannya menghentak kekanan dan ke kiri. Mereka tepat menari didepan Jodha dan Jalal. Semua tamu bertepuk tangan mengikuti irama. Bahkan ada yg ikut menari ditempat mereka berdiri )
Well I know this little chapel on the boulevard we can go oh oh oh...
No one will know oh oh oh...
Oh, come on, girl...
Who cares if we're trashed got a pocket fullof cash we can blow oh oh oh...
Shots of patron,And it's on, girl....
Don't say no, no, no, no-no...
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah...
And we'll go, go, go, go-go....
If you're ready, like I'm ready....
Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do....
Hey baby,I think I wanna marry you....
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?...
Who cares baby,I think I wanna marry you....
( Saat kata 'Marry you' diucapkan, tangan para penari akan menunjuk kearah Jalal dan Jodha )
I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh...
So what you wanna do?...
Let's just run girl....
If we wake up and you wanna break up that's cool....
No, I won't blame you...
It was fun, girl....
( Tiba2 Jalal mendekat ke arah penari dan berdiri ditengah2 mereka. Para penari memberikan jarak pada Jalal dan Jalal kemudian ikut menari seirama dengan sang penari )
Don't say no, no, no, no-no...
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah...
And we'll go, go, go, go-go....
If you're ready, like I'm ready....
( Para tamu benar2 terkejut dengan tindakan Jalal. Apalagi Jodha,dia sampai melongo melihat Jalal menari. Pemandangan ini benar2 langka, seorang Jalaluddin Alvaro yg terkenal dingin dan kaku, menari dengan lincahnya. Siapapun juga tak akan percaya )
Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do....
Hey baby,I think I wanna marry you....
( Dan disaat kata 'Marry you' terucap, Jalal dengan posisi agak berlutut sambil telunjuk tangannya mengarah ke Jodha.
'Wuuuuu....' Sorakan penonton menggema begitu melihat Jalal.
"Huuuuu... Ayo kak. Kamu bisa" Sehnaz berteriak menyemangati kakaknya yg menari )
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?...
Who cares baby,I think I wanna marry you....[x2:]
( Jalal maju kedepan Jodha lalu mengulurkan tangannya pada Jodha sambil tersenyum manis. Jodha yg masih terperangah,hanya diam tak membalas uluran tangan Jalal. Jalal menjadi gemas karena keleletan Jodha,akhirnya dia menarik tangan Jodha dan mengajaknya menari. Jodha tentu saja kaget dan tidak menyangka Jalal akan mengajaknya menari. Hamidah tersenyum sambil geleng2 kepala melihat kelakuan Jalal )
Just say I doooooo-ooo uhu...
Tell me right now baby...
Tell me right now baby, baby....
( Jalal menggerakkan tubuh Jodha agar menari dengannya. Awalnya Jodha malu tapi karena Jalal begitu bersemangat,akhirnya Jodha menikmati juga menari bersama Jalal hingga dia lupa kalau sedang marah padanya. Jalal membuktikan ucapannya kalau Jodha tidak akan marah padanya dan berhasil. Jodha ikut bersenang-senang bersamanya )
Oh, it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do...
Hey baby,I think I wanna marry you....
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?...
Who cares baby,I think I wanna marry you...
°°°°°°°°°°°
Lagupun berakhir. Saat ini posisi mereka berpelukan dengan kepala Jodha mendongak ke atas dan badannya melengkung ke belakang. Riuh tepuk tangan para tamu menyadarkan mereka akan posisinya. Jalal menarik kembali Jodha lalu melepaskan genggamannya. Wajah Jodha memerah karena malu. Bisa-bisanya dia menari bersama Jalal didepan semua orang.
Jodha dan Jalal kembali ke Hamidah,Sehnaz dan Shivani. Sehnaz begitu gembira melihat mereka berdua menari.
"Waah... Kak Jodha hebat sekali menarinya" puji Sehnaz. Jodha tersenyum malu.
"Kak Jalal juga ternyata pintar menari. Aku gak nyangka" Sahut Shivani.
"Akhirnya Jalal yg dulu ceria sudah kembali" Ucap Hamidah sambil tersenyum bahagia.
"Iya ma,sejak ada kak Jodha. Kak Jalal yg dulu jahil dan ceria sudah kembali"
Jodha melirik ke Jalal. Jalal yg tau Jodha melihat padanya hanya tersenyum. Jodha juga tidak menyangka dengan kelakuan Jalal tadi. Sekali lagi dia melihat sisi lain seorang Jalal selain sikap dingin dan kakunya. Ternyata Jalal juga mempunyai sifat ceria dan menyenangkan.
Lalu terdengar pengumuman dari MC bahwa acara telah selesai. MC menutupnya dengan mengucapkan terima kasih banyak kepada Jalal selaku direktur utama serta para karyawan yg menjadi panitia maupun tamu undangan hingga acara berjalan lancar.
Acaranya pun berakhir. Para tamu satu persatu berpamitan pada Jalal dan keluarganya serta tak lupa mengucapkan selamat atas rencana pernikahan mereka berdua. Setelah para tamu pulang,giliran Jodha,Shivani,Hamidah dan Sehnaz pulang. Jalal menyuruh Romi mengantarkan mereka pulang terlebih dahulu karena dia masih ada urusan penting.
Didalam mobil,Sehnaz dan Shivani sibuk membicarakan tentang pesta tadi dengan antusias. Sedangkan Jodha hanya diam mendengarkan. Dia masih teringat bagaimana dia menari dengan begitu nyamannya bersama Jalal. Kemarahannya tiba2 menghilang entah kemana. Jalal membuktikan ucapannya bahwa Jodha tidak akan bisa marah terlalu lama dengannya. Kadang Jodha merutuki sikapnya yg sering berubah-ubah bila didekat Jalal.
"Kak Jodha..." panggil Sehnaz.
"Ah... Ya" Jodha kaget.
"Kakak kok melamun. Lagi mikirin kak Jalal ya?" goda Sehnaz.
"Hah... Enggak. Aku gak mikirin dia" Jodha mengalihkan wajahnya. Hamidah,Shivani dan Romi yg sedang menyetir terkekeh melihat semu merah di pipi Jodha.
"Kak Jalal beruntung sekali mendapatkanmu kak. Sekarang aku lega karena dia sudah kembali ceria seperti dulu" Tiba2 Sehnaz berkata sendu.
Jodha memegang tangan Sehnaz "Bukan aku yg menyebabkan dia berubah. Dia sendiri yg sudah menemukan kembali sifatnya yg dulu"
"Tapi itu semua juga ada campur tanganmu kak. Dan aku bahagia sekali" Sehnaz langsung memeluk Jodha. Jodha tersenyum.
Hamidah yg duduk di kursi depan ikut bahagia melihat anak-anaknya. Tidak salah bila dia menjodohkan Jalal dan Jodha. Karena Hamidah tau bahwa kebahagiaan Jalal ada pada Jodha.
Komentar
Posting Komentar