Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

CINTA? ATAU BALAS BUDI? ( PART 23 )

Mr.cold dataaaaaannnngggg..... Maaf ya kalau updatenya lama. Kemarin tuh aku sudah nulis separo tapi tiba2 hilang gara2 hpku error. Akhirnya nulis lagi deh. Dan hasilnya makin oleng karena part ini mr.coldnya agak omes… Hehehe... Udah ah basa basinya. Langsung capcus ke TKP.... (๑>؂<๑)(๑>؂<๑) #INTERMEZZO; Mr.Cold; "Emak. Lama banget baru update ceritaku. Bosen tau nunggunya" Emak; "Lha,mau gimana lagi Al. Kemarin emak udah capek2 nulis terus ilang gitu aja tulisnnya. Sebel kan" Mr.Cold:"Tapi gak juga harus buat aku jadi omes dong mak. Image ku yg cold kan jadi luntur" (Sambil merajuk) Emak; "udah deh. Gak usah pake merajuk segala Al" Mr.Cold; "Awas loh mak,kalau besok emak telat ngepost lagi. Aku bakal ngajak begum seharem buat demo emak" Emak; "Ya. Silahkan aja kalau mau demo. Paling ceritamu bakal emak CUT" (sambil mengarahkan telunjuk ke leher) Si Mr.Cold langsung menciut. "Hahahaha" Emak...

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 37

# JANGAN TAKUT JATUH CINTA # PART 37 (≧▽≦)(≧▽≦)(≧▽≦)(≧▽≦)(≧▽≦)(≧▽≦) Jodha dan Jalal berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Begitu mendengar berita dari Bi Lina bahwa Aisha akan melahirkan,tanpa sempat mengganti baju,mereka berdua langsung pergi kerumah sakit. Jalal sempat marah karena tidak ada seorang pun yg memberitahunya. Di jalan tadi dia menelepon Ryan tapi tidak diangkat oleh Ryan. Akhirnya dia menelepon papanya. Humayun mengatakan bahwa Aisha masih dalam proses melahirkan. Sedangkan Arshia dititipkan pada bi Lina karena anak itu tadi sudah tertidur saat Aisha mengalami kontraksi dan dibawa ke rumah sakit. Akhirnya Jodha dan Jalal menemukan kamar Aisha setelah bertanya pada suster jaga. Mereka masuk kedalam dan semua berkumpul disana. "Pa.. Ma" Humayun dan Hamidah menoleh. Ryan dan Aisha yg sedang menggendong bayi mungil di dekapannya tersenyum ke arah mereka berdua. ...

CINTA? ATAU BALAS BUDI? ( PART 22 )

# CINTA ATAU BALAS BUDI # PART 22 (╬▔皿▔) (╬▔皿▔) (╬▔皿▔) (╬▔皿▔) Malam semakin larut. Para tamu undangan mulai meninggalkan pesta satu persatu. Keluarga Jodha yg dari luar kota pamit untuk masuk ke dalam kamar yg sudah dibooking oleh Jalal untuk beristirahat dan besok bisa segar kembali untuk kembali ke rumah. Sang mempelai pengantin juga ikut berpamitan pada keluarganya menuju ke kamar setelah sebelumnya makan malam bersama keluarga besarnya. Mereka berdua kelaparan karena belum sempat makan sejak akad tadi. Begitu sampai di kamar pengantin,Jodha masuk kedalam lalu duduk di meja rias melepaskan semua aksesoris yg menempel di tubuhnya. Sedangkan Jalal menutup pintu dan menguncinya lalu menghempaskan pantatnya di sofa yg berada tak jauh dari meja rias. Jalal mengamati Jodha yg sedang sibuk melepaskan aksesoris yg ada dikepalanya. Karena banyaknya jepitan yg bersarang dirambutnya,membuat ...