# CINTAKU MELEBIHI KEBENCIANMU #
PART 2 ( edisi revisi )
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
keesokan harinya, 3 bestfriend ini datang ke kampus. Ketika asyik berjalan tiba2 Ruq menarik tangan Moti.
"Eh..eh...apaan sih Ruq,,,,narik2 tanganku sakit tau..."
" ikut aku yuk" ajak Ruq.
"kemana?" tanya Moti.
"Nabung" Ruq menahan sakit.
"Hah... nabung? emang disini ada bank?" Moti pura2 tidak tau.
" bukaaannn..nih perutku sakit banget" wajah Ruq udah memerah menahan mules.
"Eeeee...mau itu ..kesana aja sendiri kenapa...pake ngajak segala" ujar Moti ketus.
"Please dong Mo..." Ruq memelas.
"Enggak..." Moti tetap menolak.
"kalian berdua kenapa sih...berisik banget" tanya Jodha yg heran melihat 2 sahabatnya ini.
"hehehe...aku ke toilet dulu ya..mau BAB...dasar Moti gak bisa diajak kerjasama...awas ya....' Ruq mengancam Moti lalu berlari ke toilet sambil memegang perutnya.
" hmmm...dasar tuh anak..bikin heboh terus..." ujar Moti.
"ya udah Mo,kita duluan ajah...kita tunggu Ruq di kelas aja" ajak Jodha.
"Ok"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Dan geng para cowok yg terdiri dari Jalal,Todar dan Maansingh sedang duduk2 di kursi sambil main teka-teki.
" Hei todar,buah apa yg bisa menghasilkan anak?" Maan memberi tebakan ke todar.
" wah...aneh2 aja kamu,mana ada buah bisa menghasilkan anak,yang ada tuh buah menghasilkan buah juga" jawab Todar.
"hey.... ada kok...gimana... nyerah...hm..hm.." ledek Maan.
"Ya udah deh...nyerah" Todar pasrah.
" jawabannya itu ya ...buapakmu....wkwkwkwk" Maan tertawa.
"sialan!!!! bapakku dibawa2...." Maki Todar.
Jalal yang mendengarkan dari tadi cuma geleng2 kepala melihat 2 sohibnya yang ajaib ini.
"eh Jalal....bukannya itu Moti kan...eh dia sama siapa ya...cantik banget...." ujar Maan.
Dan Jalal pun menoleh. Untuk pertama kalinya dia melihat Jodha. Jalal terpesona dengan Jodha. Jalal melihat Jodha seperti bidadari yang turun dari delman..eh salah....dari kayangan.
Mata nya tak berkedip sedikitpun. Kedua temannya melihat Jalal yang melongo dan menggoyang-goyangkan tangannya di depan muka Jalal.
"Woiii...Jalal....sadar...sadar...nyebut...nyebut.."
Jalal yang disentak seperti itu kaget tanpa sadar berkata " but...but...eh..kalian ini apaan sih..."
Jalal kesal karena diledek oleh Maan dan Todar.
Maan dan Todar tertawa2 melihat Jalal.
Moti dan jodha lewat di depan mereka bertiga tanpa menghiraukan mereka.
Jalal tiba2 maju kedepan dan menghalangi jalan mereka berdua.
"Stop" Jalal merentangkan kedua tangannya.
Jodha yang melihat Jalal untuk pertama kali nya sempat tersepona...eh salah terpesona oleh Jalal.
"Ganteng juga nih cowok" batin Jodha.
"Kenapa kau melihatku...terpesona...heh!" ujar Jalal dengan PD nya.
Jodha yang langsung sadar begitu mendengar suara Jalal,berkacak pinggang "hei...cowok narsis...siapa juga yang terpesona dengan situ...dan kenapa juga kamu menghalangi jalan kami..hah!"
"Kamu harus ikut denganku" kata Jalal sambil menunjuk Moti.
"Kenapa aku harus ikut,kan kemarin urusan kita sudah beres" ucap Moti.
" ooohhh..jadi ini orangnya yang bikin kamu gak bisa masuk kelas kemarin Mo..." sahut jodha.
"Urusan kita belum beres,kamu harus ikut aku ke ruang Miss Sonia,,,,sekarang!!!! ini perintah" Jalal memerintah layaknya bos.
"Hei...kalau temanku tidak mau jangan maksa dong" ucap Jodha tak terima.
"ini urusanku sama Moti,kamu gak usah ikut campur nona"
"Moti adalah temanku, bila dia ada masalah...aku juga harus membantunya"
"baiklah kalau begitu,aku bawa kalian berdua..ayo" Jalal menggandeng tangan Moti dan Jodha.
"Eehhh...gak bisa gitu dong,emang masalahnya apa...lepasin!!!" Jodha menyentak tangan Jalal yang memegang tangannya hingga terlepas.
"kemarin aku dimarahi Miss Sonia karena tulisanku berbeda dengan yang ada di makalahku sebelumnya,jadi kamu ikut aku sekarang buat menjelaskan"
"Ok...kami ikut...gak usah dipegang...kami bisa jalan sendiri" ucap Jodha ketus.
Jalal mengangkat tangannya dan membawa Jodha dan Moti ke ruang Miss Sonia. Tak lupa 2 makhluk yang ganteng , Maan dan Todar ikut di belakang mereka.
Selama dalam perjalanan ke ruangan Miss Sonia, Jalal tak henti-hentinya memandang Jodha. Lalu dia coba untuk berkenalan.
"Hai...namaku Jalal...nama kamu siapa?"
Jodha hanya diam,tidak menjawabnya.
"ihhh..sombong banget sih gak dijawab" goda Jalal.
"Temanku ini nama nya Jodha" jawab Moti.
Jodha melotot ke Moti tanda tak suka kalau namanya disebut. Moti hanya terkekeh.
"oohh...Jodha..nama yg bagus,,,,cocok dengan orangnya yg cantik" Jalal mulai gombal.
Lalu si Todar juga ikutan menyahut "hai..namaku Todar dan ini Maansingh"
Pari cuma tersenyum tipis. Malas sekali dia meladeni playboy2 ini. Sesampainya di depan ruang Miss Sonia, Jalal mengetuk pintu. Jodha,Todar dan Maansingh menunggu diluar.
Tok...tok...
"Ya...silahkan masuk" terdengar suara Miss Sonia dari dalam.
Miss Sonia buru2 memoleskan bedak dan lipstiknya ke wajahnya agar terlalu terlihat cantik.
(Hadeehh...ganjen juga nih dosennya)
Jalal lalu membuka pintu "selamat pagi Miss...maaf nih mengganggu,saya cuma mau mengklarifikasi makalah saya yg kemarin"
"Oooohh....si ganteng Jalal...ya silahkan..."
(Lhaaa...beneran kan...ganjen)
Jalal kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Miss Sonia.
"apa benar begitu Moti, " tanya Miss Sonia.
"benar Miss " jawab Moti.
" baiklah kalau begitu,tapi Jalal...kamu tetap harus menyalinnya dengan mengetik lagi ya....saya tunggu paling lambat besok...mengerti!!!!!" Miss Sonia mengerling ke Jalal.
Jalal menelan ludahnya. Sebenarnya dia risih dengan tatapan Miss Sonia. Hiiihhh...
" baik Miss,kalau begitu saya permisi dulu" pamit Jalal dan Moti.
Mereka berdua lalu keluar dengan perasaan lega. Jalal lega karena bisa keluar dari kandang singa betina. Sedangkan Moti lega karena masalahnya dengan Jalal telah selesai.
"Bagaimana Moti?" tanya Jodha.
"Sudah beres" Moti tersenyum.
"Enak saja sudah beres...kamu harus mengetik lagi makalahku kemarin" Jalal masih memaksa Moti.
"apaaaa,,,,ngetik" bahu Moti melorot.
"Iya,,,kan kamu yang sudah merusak makalahku... jadi kamu juga yang harus bertanggung jwb'
"Tenang Moti,nanti aku bantu" ucap Jodha.
Tiba2 Jalal punya ide "Ehm....kalau kalian mau,gimana nanti kita mengerjakannya bareng2" Jalal tersenyum menyeringai.
" gak usah,kami bisa sendiri kok" jawab Jodha ketus.
Jalal yang tadinya tersenyum,langsung cemberut. Todar dan Maansingh cekikikan yang dibalas Jalal dengan melotot ke arah mereka.
Lalu Jodha menarik tangan Moti dan berlalu dari sana.
* bersambung *

Komentar
Posting Komentar