Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

KAMULAH JODOHKU Bag.2

KAMULAH JODOHKU Bag.2 ~~~~~~~÷÷÷÷~~~~~~~~~ J ODHA POV Aku sedang duduk disebuah bangku taman sambil memperhatikan kakakku dan sahabatku dari kejauhan. Ruqaya dan Surya sedang bermain sepeda dimana Surya membonceng Ruqaya. Setelah tadi aku yg dibonceng oleh Surya kini giliran Ruqaya. Aku tersenyum melihat mereka tertawa bersama. Mengingatkanku saat masa-masa kecil kami dulu. * Flashback Ruqaya,Jodha dan Surya saling bersenda gurau di taman yg sering mereka kunjungi. Ketiga anak ini kemana-mana selalu bersama hingga orang-orang menyebut mereka tiga serangkai. Mereka bertiga juga bersepeda bergantian. “Ayo,giliranku yang naik kak Ruq. Dari tadi kamu terus” ucap gadis cilik dengan rambut dikepang merajuk ke kakaknya. “Iya Jo. Sebentar lagi ya” “Tenang aja Jo. Nanti kamu juga dapat giliran” sahut Surya sambil merangkul bahu Jodha. Jodha terus saja cemberut dan tak berapa lama Ruqaya menghentikan sepedanya lalu menyerahkannya ke Jodha. “Ini naiklah. Kalau tidak kamu akan cemberu...

KAMULAH JODOHKU bag.1

KAMULAH JODOHKU Bag.1 ** Jodha POV Hai,,,,kenalkan namaku Sabiya Jodha Nasira. Aku biasa dipanggil Jodha tapi teman2 di kantor memanggilku Sabi. Kata orang aku wanita cantik yg memiliki bola mata bulat seperti kelinci. Aku adalah anak kedua dari Tomy Irawan dan Chintya Dewi. Ayahku adalah seorang musisi dan ibuku seorang penyanyi. Namun sepertinya bakat seni kedua orangtuaku tidak menurun padaku. Aku bekerja di sebuah departemen keuangan milik pemerintah sebagai seorang akuntan. Oh iya,aku juga mempunyai kakak perempuan bernama Ruqaya Azmya. Dia juga wanita yg cantik dengan tinggi dan tubuhnya yg proporsional. Umurku dengannya hanya selisih 2 tahun. Dia lah yg menurunkan bakat seni dari kedua orangtuaku. Dia seorang balerina terkenal. Bahkan dia sudah mempunyai sanggar balet sendiri. Dan kami berdua mempunyai sahabat sejak kecil yaitu Surya Tama. Dia seorang dokter anak yg tampan. Selain tampan dia juga tinggi dan digilai banyak wanita. Sejak kecil hingga dewasa kami bertiga se...

JANGAN TAKUT JATUH CINTA - PART 39

@ JANGAN TAKUT JATUH CINTA @ PART 39 :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) :-) Meena dan Daniyal berjalan cepat di lorong rumah sakit mengiringi Jodha yg berbaring di brangkar yg didorong oleh para perawat menuju UGD. Meena tampak begitu panik dan gelisah melihat darah yg terus merembes di kaki Jodha. Begitu sampai di depan UGD,para perawat menyuruh Meena dan Dani untuk menunggu diluar. Dani menuntun Meena untuk duduk di kursi ruang tunggu UGD. Dani merangkul bahu Meena untuk menenangkannya. “Apa yg terjadi dengan kakakmu Dan? Kalau sampai terjadi apa-apa,mama akan sangat menyesal” Meena menitikkan air matanya melihat keadaan Jodha. “Ssstt...mama jangan bicara seperti itu. Kak Jodha pasti akan baik-baik saja. Dia wanita yg kuat ma. Kita berdoa saja semoga kakak dan bayinya baik-baik saja” Dani mengelus punggung Meena untuk memberinya semangat padahal dia sendiri juga gelisah tak menentu. Tapi dia sekarang sebagai pengganti papa...